koma berbulan bulan, terbangun dalam kondisi hamil tua. melahirkan anak bernama Fazian kabir Mandar , anak yang sangat berbakat yang telah merubah takdir hidup Aqila dan mempertemukan nya dengan Muhamad khabir Al Ghifari cinta sejati dan ayah kandung dari anak nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sella angraini Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa Nadira (Revisi)
Qila POV
Hening nya malam semakin hening, saat denting jam dinding seolah mengalun tanpa nada. Hembusan angin meniup sejuk, merayap membangunkan sosok wanita yang terbaring pulas. Qila. “Subhanallah”, ucap Qila.
Kemudian mengambil wudhu dan segera mengerjakan shalat malam.
Dengan khusyuk ia menghadap Allah, berdoa dan memohon kepada-Nya. Menetes air
mata seketika dari celah-celah mata yang penuh dengan harap. Berkali-kali ia
memohon ampun, meminta petunjuk serta hidayah dari-Nya.
“Ya Allah Yang Maha Pengampun, sudikah kiranya engkau mengampuni segala dosa yang telah ku buat? Berkali-kali hamba mendustai-Mu, mengingkari-Mu, juga berpaling dari-Mu. Hamba hanyalah kecil di
hadapan-Mu. Bahkan sekalipun hamba beribu kali memohon ampun, tak lantas cukup
untuk menebus segala dosa hamba. Hanya saja hamba yakin bahwa Engkau menyayangi
hamba-Mu tanpa terkecuali. Hamba bukan hanya kecil ya Rabb, tapi juga lemah.
Hamba tak berdaya tanpa-Mu. Apa yang hamba lakukan rasanya percuma jika tanpa
ridha dari-Mu. Ya Allah Yang Maha Penentu Takdir, tempatkan lah hamba dalam
ruang yang penuh oleh cahaya-Mu. Jika hamba jatuh cinta, maka jangan biarkan
hamba mencintai makhluk melebihi hamba mencintai-Mu. Takdirkan lah hamba dengan
jodoh yang benar-benar Engkau pilih. Yang mampu membawa rumah tangga kami ke
dalam bahagia dunia maupun akhirat nanti. Aamiin.”
***
"Mas ... Bagun... " ucap Qila membangun suami setelah melaksanakan sholat tahajud, karena melihat suaminya menangis mengigau memanggil nama seorang wanita.
"Mas ..." ucap Qila kembali, kali ini menyentuh tangan suami nya Fahri.
Fahri yang sadar, ada seseorang yang menyentuh dan menggoyang tangan nya terbangun dari tidurnya.
"Mas...
jawab Qila, siapa Nadira?." ucap Qila dengan tatapan kosong.
Qila tidak tau, kenapa hatinya serasa ingin menangis, terasa perih bagai di sayat pisau mendengar suami nya mengigau nama wanita lain selain nama nya di dalam mimpi, walaupun Qila sendiri baru resmi menjadi istri Fahri, apa mungkin Qila cemburu?
Entahlah...
Sambil menetralkan mata nya, Fahri menatap istri kecil nya itu.
"Nadira itu mantan istri mas Qila." ucap nya
"Mas, jawab Qila jujur...
Kenapa mas mau menikahi Qila, kalau mas sendiri masih mencintai mantan istri mas?
Apa mas ingin menyiksa Qila dalam pernikahan yang tidak di landasi cinta ini mas?."
"Qila... lihat mas, mas memang pernah mencintai mantan istri mas, dan sangat mencintai mantan istri mas, tapi itu dulu. Maaf mas tidak pernah menceritakan detail tentang mantan istri mas."
"Sekarang mas, mencoba membuka hati mas untuk kamu sayang, mas sudah berjanji di depan Allah sayang, akan menyayangi dan berusaha membuka hati mas untuk kamu sayang. Kamu tidak usah berpikir yang bukan bukan sayang, jika kamu cemburu, itu tidak berarti sayang, karena wanita yang kamu cemburui itu tidak wujud, dia sudah tidak ada lagi sayang."
"Maafkan mas, untuk saat ini mas memang belum bisa melakukan kewajiban dan meminta hak mas, sebagai suami. Tapi bukan berarti mas tidak akan melakukan nya, mas tidak akan menjadi suami dayus sayang, mas hanya butuh waktu untuk kita lebih saling mengenal."
"Mas..."
"Iya sayang."
"Mas mau kemana?"
"Mas, mau ke kamar Kabir."
"Jangan mas, mas jangan tidur di kamar kabir, mas tidur disini saja, biar Qila yang tidur di sofa, jika mas tidak begitu nyaman tidur di sana." ucap Qila.