NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Pria Miliarder

Terjerat Cinta Pria Miliarder

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lea

WARNING!!! BIJAKLAH MEMBACA!!! NOVEL DEWASA!!! JIKA TIDAK SUKA SKIP SAJA .

Laura Elsabeth Queen tidak menduga ia akan bertemu kembali dengan Zafran Volkofrich mantan kekasihnya, di acara ulang tahun teman sekelas mereka, 10 tahun yang lalu mereka berpisah dengan tidak damai, orang tua Laura menentang keras hubungan mereka karena Zafran pria miskin. Zafran masih sakit hati pada Laura dan ingin membalas dendam.

Di sisi lain Laura mengetahui rahasia kedua orang tuanya setelah mereka meninggal, dan kini beban berat berada di pundak Laura.

Sedangkan Zafran pria miskin itu kini telah berubah menjadi penguasa dunia bisnis.

Bagaimana kisahnya yuk baca kelanjutannya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 29

Luwis Hubert adalah seorang pria bertubuh tinggi dengan postur ideal. Ia mapan, tampan, dan sejak lahir telah ditakdirkan hidup dalam kemewahan. Kekayaan seolah mengalir di darahnya.

Keluarganya memiliki kekuasaan besar serta pengaruh luas di dunia bisnis. Kini, posisi sang ayah telah resmi ia gantikan sejak Luwis lulus cumlaude dari Cambridge University, Inggris.

Pria bermata biru jernih itu berdiri di dek kapal pesiar dengan raut sedikit bosan. Sejauh mata memandang, yang terlihat hanyalah hamparan air laut tak berujung. Kapal pesiar mewah itu tengah berlayar di tengah samudra lepas.

Hingga akhirnya, pandangannya tertarik pada sosok seorang gadis cantik yang terasa begitu familiar. Di bawah cahaya matahari, gadis itu tampak berkilau.

Laura.

Ia sedang berjemur—berbaring santai di kursi panjang, terlindungi payung besar yang menghalangi terik matahari langsung menyentuh kulitnya. Laura mengenakan pakaian kasual: celana pendek, kaus berlengan pendek, serta kacamata hitam. Sekilas tampak seperti tengah asyik membaca buku.

Padahal, sebenarnya matanya diam-diam mengawasi Zafran.

Pria itu sedang berenang di kolam bersama beberapa wanita. Mereka tampak berani—bahkan liar. Pakaian renang yang mereka kenakan sangat terbuka dan minim, seolah tak peduli siapa pun yang melihat.

Tak lama kemudian, Gaby datang menyusul dan bergabung di kolam. Hanya dengan satu tatapan tajam penuh ancaman dari Gaby, para wanita itu langsung menjauh, memilih berenang di sisi lain kolam.

“Kenapa mereka tidak telanjang sekalian saja,” gerutu Laura pelan, penuh kejengkelan.

Luwis berjalan mendekat ke arah kolam dan duduk di kursi baring di samping Laura. Sontak, Laura menoleh dan membuka kacamata hitamnya, meletakkannya di atas kepala.

“Ternyata benar kau,” ucap Luwis.

Laura terkejut, matanya membelalak tak percaya. Sesaat kemudian, senyum lebar merekah di wajahnya.

“Apa benar kau… Luwis?” tanyanya penuh antusias.

Luwis mengangguk pelan, senyum ramah terlukis di wajahnya.

“Aku tidak melihatmu di pesta ulang tahun Philip semalam, juga saat naik ke kapal,” ucapnya.

“Aku datang terlambat,” jawab Luwis. “Ada pekerjaan yang harus kuurus. Aku baru tiba tadi menggunakan helikopter.”

“Apa kau sudah bertemu Philip?” tanya Laura.

“Sudah,” jawab Luwis singkat sambil mengangguk.

“Lalu… bagaimana kau bisa berada di tempat seperti ini?” tanya Luwis penasaran.

“Aku bekerja di Perusahaan Hitz,” jawab Laura. “Dan ternyata… bosku adalah Zafran.”

Laura memanyunkan bibirnya.

“Jadi dia menggunakan kekuasaannya untuk mengatur dan memaksamu ikut ke acara-acara seperti ini?” tanya Luwis, nada suaranya menajam.

“Bukan begitu,” Laura menggeleng. “Ceritanya panjang. Yang jelas, aku tidak dipaksa. Aku dan dia terikat perjanjian kerja.”

Laura terdiam sejenak.

Kenapa aku malah membela pria dingin itu? gumamnya dalam hati.

Dari kejauhan, Zafran mengamati mereka dengan sorot mata tak senang. Mood-nya berubah seketika. Ia keluar dari kolam, mengambil handuk, lalu berbicara singkat pada Stark. Tak lama kemudian, Stark pergi.

Zafran melangkah ke arah kursi baring dan berjemur di sebelah Laura, mengenakan kacamata hitam seolah tertidur.

Sementara itu, Gaby masih berada di kolam. Ia menyadari Zafran pergi tanpa sepatah kata pun.

“Aku sudah muak dengan pelacur itu!” geram Gaby sambil menghantam permukaan air.

“Siapa maksudmu?” tanya salah satu temannya, Bertha.

“Gadis di samping Zafran itu!” dengus Gaby. “Aku membencinya. Berlagak polos, sok lugu, sok suci! Munafik!”

Bertha tersenyum licik. “Aku punya rencana bagus. Mau dengar?”

Gaby menoleh. Senyum Bertha menjawab tatapannya.

Di sisi lain, Zafran tetap berlagak tidur.

“Buku apa yang kau baca?” tanya Luwis pada Laura.

“Novel,” jawab Laura. “Aku mengambilnya tadi dari ruang rapat. Lumayan untuk mengisi waktu luang.”

Luwis tertawa kecil. “Kau masih ingat waktu sekolah dulu? Kau menangis hanya karena novelmu jatuh ke kolam ikan.”

“Tentu saja,” Laura ikut tertawa. “Itu edisi terbatas. Tidak semua orang bisa mendapatkannya.”

“Bisakah kalian diam? Mengganggu orang sedang tidur saja.” tiba-tiba Zafran bersuara.

"Kalau kau ingin tidur pergilah ke kamarmu, kenapa malah tidur di sini, kau tidak takut kulitmu hitam dan berubah jadi kentang!!!" Laura menjawab dengan ketus.

Luwis tersenyum tipis, seolah menikmati kekalahan Zafran.

“Begitukah caramu bicara pada orang yang memberimu gaji?” sindir Zafran.

Laura terdiam.

“Dari dulu Laura itu siswa cerdas,” ujar Luwis.

“Banyak perusahaan yang pasti ingin mempekerjakannya.” lanjut Luwis

“Aku tidak memaksanya,” sahut Zafran dingin.

“Dia sendiri yang memilih bekerja denganku. Dan benar, banyak yang ingin mempekerjakannya—tapi lebih banyak lagi yang ingin memanfaatkannya.”

“Termasuk dirimu?” balas Luwis tajam.

Zafran membuka kacamata hitamnya, menatap Luwis dengan sorot mata membunuh.

“Aku tidak punya pikiran seperti yang kau tuduhkan. Aku tidak sepandai dirimu dalam urusan pikiran licik, mungkin kau lah yang jauh lebih ahli dalam segala jenis pikiran picik. Bahkan saat kita semua masih bersekolah, sifat licikmu itu sudah sangat terlatih!"

“Kau mengalihkan topik,” balas Luwis.

“Menuduh tanpa alasan hanya untuk menutupi kesalahanmu sendiri. Kau tidak bisa melemparkan bola panas begitu saja pada orang lain, ketika kau tidak bisa mengelak. jelas-jelas kau memaksa Laura megikutimu bahkan di acara-acara seperti ini."

Zafran bangkit dan berdiri. Luwis ikut berdiri. Ketegangan mengeras di udara.

"Acara seperti ini? Seperti ini yang bagaimana maksudmu? Ini acara ulang tahun Philip, seperti pepatah sekali dayung 2 3 pulau terlampaui, ada pesta ada pertemuan bisnis juga, seolah kau pria paling suci, bahkan kau juga datang ke sini, kau juga berada di sini bukan?! Di tempat Falco."

Laura pun ikut berdiri di antara ketegangan mereka yang semakin memanas.

"Falco?" Tanya Laura mulai tak faham dengan arah perdebatan mereka berdua.

Tidak ada yang mulai menjawab pertanyaan Laura, tentang siapa itu Falco.

"Oke, tidak ada yang mau menjawab pertanyaanku, tapi bisakah kalian jangan bertengkar?"

"Tidak bisakah kalian sekarang berteman? Setelah 10 tahun berlalu mengapa kalian masih bermusuhan?"

"Lagi-lagi kau hanya bisa mengalihkan topik saat kau terpojok dan terbukti memaksa Laura." Kata Luwis.

"Aku tidak memaksanya!" Suara Zafran naik beberapa oktaf.

“Cukup!” bentak Laura. “Aku di sini tanpa paksaan. Zafran tidak memaksaku. Aku bekerja dengannya. Dan aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan—tentang masa lalu, tentang siapa yang licik, dan siapa Falco!”

“Kau bisa tanyakan pada pengecut itu,” ucap Zafran sambil menunjuk Luwis. “Apa yang ia lakukan pada kita saat masih sekolah.”

Luwis menelan ludah.

Laura menatapnya tajam—menunggu jawaban.

Namun Luwis tetap diam.

bersambung ~

1
evanindia
baca ulang lagiii
Novita Sari
Luar biasa
Novita Sari
Lumayan
Yon Taek
Biasa
Bastian Sipahutar
luar biasa keren/Drool/
SariRani
Terbaik author 👍🏻👍🏻semangaaat, maaf baru baca karyamu ini di 2025, keren
Ririn Nursisminingsih
laura juga kbanyakan tingkaj udah tau suaminya cemburuan
Siti Sa'diah
🪭
Noni Diani
Luar biasa
Eka Sri lestari
baru kali ini aku baca novel nangis sesenggukan😭 paling ga bisa klo udh nyangkut org tua,
Alifah Azzahra💙💙
Mampir Thor 🥰🥰
Arini Zain
mampir thor
Rita Murwanti
satu sisi di cintai secara ugal* an satu sisi ada penderitaan ortu untuk kebahagian anaknya
juwita
mampir
Sandisalbiah
intinya suka dgn hasil imajinasimu thor.. sangat puas dan terhibur.. dan abaikan koment yg gak penting.. semangat...
Sandisalbiah
myngkinkah Dex jatuh hati pd Laura...?
Sandisalbiah
lagian di mension Zafran kan banyak penjaga dan oelayan.. jelas² merwka tau Geby sangat berbahaya tp kok begitu mudah Geby bisa masuk slm mension..? apa pengawal mension ada yg berhianat juga?
Sandisalbiah
jila Luwis bukan penghianat jd siapa... Edward juga tdk.. apakah Kate...
Sandisalbiah
leuwis bekerja sama dgn Geby.. dan saat ini leuwis memanfaatkan amneaia Laura buat mendoktrin ingatanya.. dan Geby.. apa yg dia dapat setelah ini.. zonk..
Sandisalbiah
leuwis...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!