NovelToon NovelToon
Sang Raja Kota

Sang Raja Kota

Status: sedang berlangsung
Genre:Gangster / Preman / Roman-Angst Mafia / Balas Dendam / Persaingan Mafia
Popularitas:495
Nilai: 5
Nama Author: Boy Permana

Kota X adalah kota tanpa tuhan, tanpa hukum, tanpa belas kasihan. Di jalanan yang penuh mayat, narkoba, prostitusi, dan pengkhianatan, hanya satu hal yang menentukan hidup dan mati: yaitu kekuasaan.

Di antara puluhan geng yang saling memangsa, berdirilah satu nama yang ditakuti semua orang

Reno, pemimpin The Red Serpent, geng paling di takuti dan paling berpengaruh di seluruh Kota X. Dengan kecerdasan, kekejaman, dan anggota yang kompeten Reno menguasai kota melalui darah dan pertarungan.

Namun kekuasaan sebesar itu mengundang musuh-musuh baru dan membuat iri musuh lama yang ingin menjatuhkan Reno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boy Permana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pergerakan black hound

Kota X pukul 01:45 terlihat Enam orang anggota geng kecil sedang duduk melingkar empat orang dari mereka sedang bermain kartu dua lain nya sedang meroko dan membagikan minuman keras kepada rekan nya.

saat mereka sedang asik meneguk minuman tiba-tiba Suara mesin motor besar mendekat.

BRRRAAAAP—BRRRAAAAP.

Tiga motor berhenti bersamaan.

Seorang pria tinggi kurus turun lebih dulu di ikuti beberapa anak buahnya.

dia melangkah santai, seolah tempat itu miliknya.

“Masih nongkrong jam segini,” katanya ringan.

Salah satu anggota geng kecil berdiri," Ega dari river kids ada apa datang ke pusat kota."

Ega tersenyum tipis.

“aku ada sedikit perlu dengan kalian.”

“Maksudnya apa kita gak pernah buat onar di wilayah kalian?” tanya ketua geng, suaranya terdengar berat.

Ega mendekat ke arah mereka.

“Aku datang membawa penawaran.”

Ia menunduk sedikit.

“Bergabung dengan keluarga besar kami. Sekarang River Kids sudah naik kelas. Kami di bawah naungan Black Hound.”

Nama itu membuat beberapa orang kaget.

“Black Hound?”

Salah satu anggota geng mendecak.

“Kami hidup berada di wilayah Red Serpent kami tidak mau ada masalah dengan mereka.”

Ega tertawa pelan. Lalu mengejek mereka.

“Kalian tidak akan maju jika terus takut dengan Red Serpent,"

Ketua geng kecil menggeleng tegas. “Ya kami memang takut dengan mereka, bahkan organisasi besar sekelas silver fang bisa di hancurkan mereka, dan black hound bukan kah kalian sudah pernah di kalahkan, hanya keledai bodoh yang jatuh di lubang yang sama.

mata Ega menatap tajam ke arah mereka.

“Berengsek yang banyak bicara.”

BUK!

Pukulan datang tiba-tiba.

Ega menghantam wajah ketua geng kecil, membuatnya jatuh tersungkur.

“EGA sialan!!” teriak salah satu dari mereka.

Ega langsung menendang kepala nya dan memukuli nya tanpa henti.

Satu anggota geng kecil itu mengambil balok dan menghantam kan ke arah Ega.

DRAAK!

Batang balok menghantam punggungnya.

Ega langsung membalas dengan tendangan ke arah perutnya seolah-olah hantaman balok tadi tidak berasa.

"Kalian hajar mereka" teriak Ega ke anak buahnya

"dengan tanpa ampun anak buah Ega menghajar merek,"

Dari arah tikungan bawah flyover terdengar suara motor mendekati mereka.

RRRAAAP—RRRAAAP—RRRAAAP

Lampu motor menyala sejajar, membentuk garis.

Di tengah lalu berhenti, seorang pria turun perlahan.

Iwan.

di ikuti beberapa anggota Divisi 1 turun di belakangnya.

Iwan memandang sekeliling lalu Ia menatap Ega.

“river kids berani sekali kalian membuat onar di wilayah kami,” katanya tegas,

Ega tersenyum, tapi terlihat tegang di wajahnya.

tanpa basa-basi iwan berlari menerjang dan ..

BRAKK!

Iwan menghantam keras wajah Ega dengan teknik Superman punch.

Ega terhuyung lalu jatuh berlutut.

Anak buah Ega maju mencoba membantu.

Tapi Divisi 1 langsung bergerak melumpuhkan mereka.

Ega mencoba bangkit tapi dengan brutal Iwan menghajarnya.

tinju keras bertubi-tubi di arahkan ke wajah dan perut Ega.

Ega terdesak tidak mampu mengimbangi kecepatan pukulan Iwan.

Ega memuntahkan darah, menyeringai.

“Jadi ini kekuatan monster dari Red serpent."

tiba-tiba dari jarak yang tidak terlalu jauh dari meteka terdengar suara sirine polisi dan dengan cepat mobil polisi sudah berada di dekat mereka.

Iwan mendengus pelan,"polisi"

lalu Ia mundur beberapa langkah dan memberi sinyal ke anak buahnya agar tidak melanjutkan memukuli anak buah Ega.

Ega tertawa terengah.

“Heh… lain kali akan ku balas,” katanya sambil bangkit dan berjalan ke arah motor.

Ega naik motor lalu menyalakan motor dan pergi.

Mereka kabur tepat saat dua polisi turun dari mobilnya.

Dua polisi itu berjalan ke arah mereka dan menyapa Iwan," Ohh kau rupanya aku pikir berandalan lain yang sedang berbuat onar,"

Iwan menatap mereka dengan tajam," apa kalian tidak punya pekerjaan lain selain mengganggu pekerjaan orang lain,"

baik lah kami pergi kami tidak tau kalau itu Red Serpent,"ucap salah satu polisi,"

Begitu polisi pergi, Iwan mendekati ketua geng kecil itu, Wajah lebam, napasnya tersengal.

Ketua geng itu mengusap darah di bibirnya.

“Bang Iwan…” katanya lirih.

“Tadi Ega merekrut kami…”

Iwan menoleh.

“River Kids sekarang bagian dari Black Hound dan mereka mengajak kami untuk bergabung.”

Iwan menutup mata sejenak.

“Jadi begitu pantas mereka punya nyali membuat kekacauan di sini , kalau tadi aku tau mereka adalah black hound pasti sudah ku habisi."

Ia membuka mata lagi." terimakasih informasinya kalian pulang lah markas kalian tidak jauh dari sini bukan,"

 

Sementara itu di sisih lain kota di sebuah bar terlihat Bara—Kapten Divisi 4 Red Serpent— sedang duduk santai di kursi bar di temani dua wanita.

Jaketnya terbuka. Tangannya memegang gelas minuman, Dua anak buahnya duduk agak jauh. Mereka santai dan bersenang-senang dengan beberapa wanita di bar itu.

tiba-tiba pintu bar terbuka

beberapa pria tinggi melangkah masuk.

Bara langsung menoleh.

Alisnya sedikit terangkat.

“Radit dari Silver Fang…” gumamnya pelan.

“sisa-sisa dari mereka masih ada yang berani memasuki wilayah Red Serpent rupanya.”

Ia berjalan lurus mendekat ke arah bara.

“Aku tadi nya ingin bersenang-senang di sini, tapi tak di sangka malah bertemu dengan salah satu anjing Reno” katanya datar.

Bara tersenyum tipis.

“Berani sekali kau berkata seperti itu di hadapan ku.”

Radit berhenti tepat di hadapan bara.

“untuk apa aku takut, mematahkan tulang-tulang mu pun aku berani,"

Anak buah Bara langsung berdiri.

Bara mengangkat tangan.

“Duduk biar aku yang urus.”

Saat bara hendak berdiri tiba-tiba

BLAAAM!!

Radit menghantam bara dengan tinjunya.

Bara langsung menangkis serangan itu dan menghantam Radit dengan pukulan tangan kanan.

Radit MENAHAN—

lalu membalas dengan tendangan ke perut.

DUAK!!

Bara terpental, menabrak kursi dan meja.

“Brengsek…!” Bara bangkit lagi.

Dan membalas dengan Pukulan bertubi-tubi.

Namun Radit tidak gentar

Ia menangkis semua pukulan bara.

lalu membalas pukulan bara dengan lebih presisi,

Satu pukulan mengenai ulu hati.

Satu lagi mengenai rahang.

Di lanjutkan dengan tendangan ke arah perut.

Bara jatuh terpelanting dan mencoba Bangkit kembali.

Radit mendekat dengan santai dan meraih kerah jaket Bara lalu ...!!

DUAAAK!!

Kepala Bara dihantam kan ke meja berkali-kali

Sampai Bara terjatuh ke lantai, napasnya tersengal, darah mengalir sampai wajah nya penuh dengan darah.

Tangannya gemetar mencoba bangkit kembali.

Radit yang berdiri di atasnya.

“Lalu menghantamkan botol ke kepala bara sampai botol pecah dan bara tersungkur tidak bergerak.

Anak buah Bara tidak berani bergerak.

Sampai Radit pergi meninggalkan bar itu

Bara tergeletak tak berdaya, menatap langit-langit .

sementara itu Di wilayah lain di sudut kota terlihat Rexy dan anak buahnya sedang bergerak dan mengintai beberapa anggota Red Serpent yang sedang berjalan dengan kelompok kecil lalu menyerang mereka dengan brutal.

1
Zan Apexion
semangat terus dalam berkarya ya author ☺️👍
Zan Apexion: sama-sama, tetap semangat dalam berkarya ☺️👍.

salam dari sesama penulis.
Sincerly,

Zan Apexion
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!