NovelToon NovelToon
SESAL USAI TALAK

SESAL USAI TALAK

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Misteri / Contest / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Naffia Inthan

Benar kata pepatah, penyesalan memang selalu datang terakhir (belakangan).

Hal serupa terjadi kepada Evan satria.
Dengan gelap mata Evan tega mentalak tiga Byanca Almahera. Istri yang baru beberapa hari ia persuntingnya.

Ke salah pahaman Evan terhadap Byanca, membuat rumah tangga yang baru saja akan di mulai tersebut hancur sekatika.

Akan kah mereka bisa kembali bersama?
Mampukah takdir merubah semuanya?

Ikuti cerita selengkapnya : SESAL USAI TALAK

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naffia Inthan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 28 PERMAINAN TAKDIR YANG MENYAKITKAN

Pagi ini Byanca, sudah terlihat rapi memakai pakaian formal-nya. Seperti yang sudah di rencanakan, hari ini Byanca akan mulai menjalani hari-hari barunya, ia akan mulai bekerja di kantor milik orang tuanya. Ya walau pun Byanca tidak tau nanti dia akan di posisikan sebagai apa di kantor milik papa--nya itu.

Byanca keluar dari kamarnya dan berjalan menuju meja makan untuk sarapan, kedua orang tua Byanca terlihat sudah berada di sana, menunggunya.

"Pagi pa, mah..." Sapa Byanca, sambil duduk di kursi meja makan itu.

"Pagi sayang."

Mereka pun melangsungkan ritual sarapan paginya itu.

"By, apa kamu yakin mau kerja?" Tanya Mamah Lyli, sebenarnya hatinya merasa berat, mengizinkan sang anaknya itu berkerja, di tambah dengan kondisi Byanca saat ini yang sedang berbadan dua, usia kandungannya pun masih sangat muda, sangat rentang. Ya walau pun ia tau Byanca kerja di kantor suaminya, tapi tetap saja rasa khawatir itu ada.

"Iya mah." Jawab Byanca singkat, sambil tersenyum kearah mamah Lyli.

"Mamah tenang aja, Byanca bisa jaga diri kok mah." Lanjut Byanca, menyakinkan mamahnya itu, saat melihat tatapan penuh keraguan dari mamah Lyli.

"Mamah tidak usah khawatir, papa gak akan kasih pekerjaan yang melelahkan untuk Byanca, nanti di kantor Byanca papa tugaskan untuk membantu Yusa." Sahut Papa Jonathan.

Mamah Lyli tersenyum, "ya udah, tapi kamu jangan capek-capek ya By, kalau mau apa-apa bilang aja sama papa kamu."

"Mau apa-apa, apa maksudnya mah?" Tanya Byanca, menatap bingung kepada mamahnya itu.

"Kamu-kan lagi hamil By, kalau kamu mau apa-apa bilang aja sama papah kamu. Mau di belikan apa atau mau makan apa gitu." Jelas mamah Lyli.

Byanca mengangguk, sambil melebarkan senyumannya, "Ngidam maksud mamah?" Mamah Lyli pun menganggukan kepalanya.

"Tapi Byanca harap Byanca gak ngidam yang aneh-aneh, Byanca gak mau merepotkan mamah sama papa." Lanjut Byanca.

"Jangan ngomong gitu By, itukan cucu kita!!" Protes mamah Lyli, "iyakan Pah?" Lanjutnya sambil menoleh kearah suaminya.

"Iya dong mah." Jawab papa Jonathan.

"Oh iya By, ini di minum dulu susu buat ibu hamilnya, biar calon cucu mamah pinter dan sehat." Ucap Mamah Lyli sambil memberikan satu gelas susu untuk ibu hamil tersebut.

Byanca mengambil gelas yang berisi susu itu dan meminumnya sampai tandas. Rasanya berbeda, tidak seenak susu UHT yang biasa ia minum, meminum susu itu, membuat Byanca merasa sedikit mual, namun untunglah Byanca bisa menahannya. Semua demi calon anaknya.

Mereka pun kini sudah menyelesaikan sarapan pagi mereka itu. Byanca dan Papa jonathan berpamitan kepada mamah Lyli, untuk berangkat menuju ke kantor.

"Hati-hati ya Pah, By...." Teriak mamah Lyli, sambil melambaikan tangannya, kearah mobil suaminya itu yang sudah mulai melaju.

"Dah mamah..." Byanca membalas lambaian tangan mamahnya itu.

"Mamah tau kamu wanita kuat By, semoga kamu selalu di berikan kekuatan untuk menghadapi hari-harimu nak!! Mamah dan papa akan selalu menemanimu apa pun yang terjadi." Lirih Mamah Lyli di dalam hatinya.

_____________________

"Jadi nanti Byanca jadi asisten-nya Yusa Pah?" Tanya Byanca, kepada papa--nya yang terlihat sedang fokus menyetir mobilnya.

"Iya By, gak apa-apakan?" Jawab Papa Jonathan, sekilas menoleh kearah Byanca.

"Tidak apa-apa Pah. Biar ringan juga pekerjaanya." Byanca terkekeh.

Tidak ada pembicaraan lagi setelah itu, Byanca mengalihkan pandangannya kearah samping, menikmati perjalanannya itu, sedangkan papa Jonathan, ia fokus kembali mengemudikan mobilnya.

"Aku yakin pasti bisa menjalani hari-hariku dengan bahagia, apa lagi sekarang aku sedang mengandung anugrah dari Tuhan."

"Sehat-sehat di perut bunda yang nak. Bunda akan selalu menjaga kamu, dengan sekuat tenaga bunda. Kita akan bahagian bersama kelak, walau pun tanpa ayah kamu."--Batin Byanca, sambil mengelus perutnya yang masih rata, dan mengulas senyuman di wajahnya.

Byanca berusaha menguatkan diri dan hatinya yang rapuh itu, Byanca yakin ia pasti bisa melewati masa-masa sulitnya ini. Mengandung usai di talak oleh sang suami, miris sekali. Tentu saja nanti kedepannya Byanca akan berjuang sendirian untuk membesarkan anak yang ada di kandungannya itu. Sebenarnya bisa saja Byanca kembali kepada Evan, namun Byanca tidak ada niatan seujung rambut pun untuk kembali kepada ayah dari bayi yang sedang ia kandung itu. Semuanya terlalu sakit, dan Byanca tidak akan pernah memberi tau Evan tentang kehamilannya ini, seperti yang sudah ia rencanakan.

Permainan takdir yang menyakitkan, membuatnya menjadi egois. Ya egois. Namun semua itu bukan tanpa alasan--kan? Untuk saat ini yang Byanca pikirkan, ia tidak mau bertemu dengan Evan, jika bisa Evan menghilang dari hidup Byanca untuk selama-lamanya.

____________________

Evan terlihat sangat frustasi ya bagaimana tidak, masalah dengan Byanca belum terselesaikan!! Mungkin lebih tepatnya. Belum selasai menurut Evan, tapi sudah selesai menurut Byanca.

Kini Evan sudah mendapatkan masalah baru, bagaimana bisa ia bisa tidur satu ranjang dengan Dara? Apa mungkin Dara menjebak-nya? Tapi Evan tau betul bagiamana Dara, Evan sudah mengenal Dara cukup lama, karna memang Dara sahabat dari Byanca, mantan istrinya.

Evan mencoba mengingat-ingat kembali, apa yang terjadi sebenarnya dengan dirinya dan Dara? Namun sayangnya Evan tidak mengingat sama sekali.

Kini Evan tengah berada di apartemen miliknya.

"Sial...." Teriak Evan, sambil membanting barang-barang yang ada di ruangan tersebut.

Bruug..

Prakk...

Suara barang berjatuhan, membuat ruangan apartemen itu sangat berantakan.

"Apa ini semua ulah Erik dan ibunya?"

"Aku yakin mereka pasti dalang dari semua permasalahan ini. Aku harus menyelidikinya." Ucap Evan, bermonolog dengan dirinya sendiri. Dengan wajah yang di penuhi dengan amarah.

______________________

"Hallo Tuan, saya sudah menemukan keberadaan tua muda Evan, kini dia sedang berada di apartemen-nya Tuan. Keadaan tuan muda Evan terlihat baik-baik saja tuan. Tapi saya perhatikan sepertinya tuan muda Evan, terlihat sangat tertekan tuan.''

"Iya bagus!! Kamu awasi terus dia."

Edward langsung mematikan sambungan telpon dari salah satu anak buahnya itu. Edward bernafas cukup lega. Akhirnya anak buahnya bisa menemukan Evan, apa lagi Edward mendengar bahwa putra-nya itu baik-baik saja.

"Syukurlah kalau dia baik-baik saja." Ucap Edward. Edward sedikit mengulas senyumanya.

Namun detik kemudian, Edward mendapatkan kiriman pesan dari salah satu anak buahnya kembali, yang bertugas untuk mengintai Anita dan Erik. Senyuman Edward langsung hilang, kini wajahnya terlihat penuh amarah.

"Apa kalian belum puas bermain-main denganku. Baiklah aku akan benar-benar kalian menyesal kali ini." Pekik Edward.

Lalu Edward melihat memeriksa kembali ponselnya saat terdengar notifikasi sebuah pesan masuk.

"Apa?" Edward menatap penuh amarah, tepat ke layar ponsel yang ada di tanganya itu.

"Jadi selama ini kau menghianatiku?" Pekik Edward kembali, wajah Edward terlihat sangat memerah, menahan semua amarahnya itu, Dan....

Bersambung...

Jangan lupa, like, vote dan komen.

Terima kasih.

1
angel
Evan sendiri egois ..gk trima byanca jg dijebak tp main talak2 aj tanpa cr bukti
angel
enak banget ya jd laki ..gk suka langsung talak ..perempuan ibarat keset...baru tau sgt gampangnya utk menceraikan istrinya di dlm ...
ovi
👍👍👍👍
Tiwik Firdaus
berati malah evan yang melakukan hubungan badan dengam orang lain kan itu karma kamu yang wzktu itu menuduh bianca
Tiwik Firdaus
sukurin tau evan karma
Tiwik Firdaus
sukurin makanya bibir itu buag ngomong yang baik2 aja mudah ngomong talak aja
Tiwik Firdaus
kamu akam menyesal seumur hidup evan setdlah ini
Tiwik Firdaus
ngak dikirim keluar negeri saja papa jonathan suruh cari kerja disana
Tiwik Firdaus
bener banget bianca kamu harus bangkit kembali dan buktikan kamu bisa bahagia tanpa lelaki bodoh seperti evan
Tiwik Firdaus
bianca juga goblok pergi ngak minta ijin dulu sama evan suaminya bisr evan tau kalau dia pergi mama mertua yang jahat itu
Tiwik Firdaus
yang benar yang mana nanya kok kadang anita kadang silvia membingungkan sedangkan sekretaris evan juga silvi
evita vita
bianka bodoh jg knp g bilang keorgtu bahwa kehotel itu bersama mm Anita
evita vita
tinggalkan aja laki bodoh itu,,ms org kaya yg cerdas g bisa menyelidiki
evita vita
bapaknya evan yg bego sdh tau ank tiri dan istri ga beres ko dpelihara
Novi Anjar
sampai episode 19 ini ceritanya bagus
ada satu dua tipo itu biasa, tidak mengurangi alur ceritanya
semangaaat Thor 🙏
Rari
Talak Tiga masih bisa langsung rujuk? Adakah dalilnya?
Tati Suwarsih Prabowi
evan modus!!!
Tati Suwarsih Prabowi
masa bru nikah bbrp hari sdh hamil?
gee
frees??
Hasnawati Latif
SMG Bianca TDK hamil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!