Cerita ini mengisahkan tentang seorang gadis bersahabat bernama Khanza dan Rhea sama-sama berusia 17 tahun. Dimana Rhea membutuhkan kasih sayang ibu dan sahabatnya Khanza yang memberikan perhatian tulus membuatnya kadang memanggilnya mama.
Khanza yang terusir dari kontrakan membuatnya tinggal bersama Rhea dan Antonio dalam satu rumah. Membuat Antonio merasa memiliki istri kembali. Dimana Laura istrinya tidak pernah mengurusnya dan Rhea malah sibuk dengan karirnya sendiri.
Bagaimana cerita selanjutnya? Apakah Khanza akan menerima permintaan sahabatnya Rhea. Yang memintanya menjadi mama dan istri untuk Antonio daddy nya atau hanya menganggap sahabatnya bercanda saja. Tapi suatu insiden terjadi dengan Khanza, yang akhirnya membuatnya benar-benar menjadi seorang mama untuk Rhea dan istri untuk Antonio.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon antiloversn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
Sudah seminggu kedua ibu dan anak liburan dikota B, tepatnya hari ini mereka akan pulang. Tetapi tidak jadi, karena ada seseorang yang ingin ditemui oleh Laura.
Laura juga ingin mempertemukan seseorang itu dengan Rhea. Orang itu sangatlah sepesial dalam hidup Laura dan sangatlah istimewa di hatinya.
"Mom, kita jadi pulangkan hari ini? Besok Rhea harus sekolah, bentar lagi ujian," ujar Rhea sambil menyusun kembali bajunya ke dalam koper.
"Sayang bisa ga sehari lagi kita disini, soalnya ada orang yang ingin mom temuin," kata Laura.
Rhea berpikir terlebih dulu, sudah seminggu dia liburan. Sama sekali dia belum ada menelpon sahabatnya, rencana setelah sampai di kota J. Orang pertama yang ingin di temuin adalah sahabatnya, dia ingin berkangen-kangen ria dengannya.
"Pleaseee, sayang... Mom minta sehari aja, besok kita langsung pulang." mohon Laura membujuk anaknya.
Rhea menatap wajah mommynya. Entahlah hatinya tidak ingin menolak dan membuat kecewa wanita yang melahirkannya.
"Emm, janji ya mom. Besok pulang, aku udah kangen banget sama Khanza." kata Rhea
Membuat raut wajah Laura menggeram rasanya ingin melenyapkan sahabat putrinya itu. Laura memberikan anggukan kepada Rhea.
"Sore ini siap-siap ya, kamu juga akan ikut mom ketemu orangnya. Oke sayang!"
"Iya mommy sayang."
Memang kedua ibu dan anak itu telah berbaikan kembali. Selama seminggu liburan di kota B, membuat Laura mencurahkan kasih sayangnya terhadap Rhea putri satu-satunya. Dia ingin mengembalikan keharmonisan keluarganya. Setelah pulang dari kota B, dia juga akan mencoba berbaikan dengan Antonio.
Laura juga berpikir akan mengundurkan diri dari kantor KA. Dia akan mulai menjadi ibu rumah tangga yang sesungguhnya, memberi perhatian kepada suami dan putrinya mulai sekarang.
Untuk terakhir kalinya Laura memenuhi keinginan seseorang itu yang sangat menginginkan bertemu Rhea.
.
.
Sore harinya, ibu dan anak tersebut bersiap-siap ingin bertemu orang tersebut. Mereka sudah di jemput oleh supir yang akan mengantar mereka kesana.
Ternyata mereka bertemu di sebuah pesta perayaan. Entahlah, Laura juga tidak tahu pesta apa yang diadakan orang tersebut.
"Masuklah nyonya, tuan sudah menunggu di dalam."
Laura masuk ke dalam ruangan tersebut bersama dengan Rhea. Disana Laura melihat Bagas sedang duduk di sofa, menunggu kedatangannya.
"Laura! akhirnya kamu datang juga," ujar Bagaskara.
"Aku datang memenuhi permintaan terakhir kamu," kata Laura.
Bagas melirik ke sebelah Laura, terlihatlah gadis cantik berbalut dress berwarna pink selutut.
"Halo cantik, siapa nama kamu?" tanya Bagas berpura-pura tidak tahu menahu namanya. Padahal dia sangat ingin memeluk gadis tersebut.
Rhea yang ditanya menoleh."Rhea, om," ucapnya.
"Laura kamu yang bilang atau aku." bisik Bagas ditelinga Laura.
"Apa maksudmu?" tanya Laura bingung.
"Jangan pura-pura tidak mengerti Lau,"
"Bagas! Kamu hanya bilang ingin bertemu dan tidak ingin mengatakan apa-apa kan,"
"Bodoh! Mana mungkin aku hanya ingin bertemu tanpa ada apa-apa nya,"
"Rhe-...."
"Rhea sini duduk jangan jauh-jauh," seru Bagas menyela kalimat Laura dan memanggil Rhea agar duduknya lebih dekatan.
Setelah Rhea sudah duduk lebih dekat, Bagas tersenyum senang. Dia bahagia melihat gadis tersebut berada di hadapan, yang dari dulu ingin ia temuin. Bahkan dia hanya bisa melihatnya lewat video dan selalu memberi pengawasan ketat dengan gadis dihadapannya. Tapi sekarang dia tidak tahan lagi menahan semua ini.
"Rhea ada yang ingin om sampaikan sama kamu, bahwa sebenar-..."
"Bagas stopp! Rhea ayo kita pergi, kita pulang malam ini juga ke kota J. Buat kamu Bagas, tunggu surat pengunduran aku dari perusahaan mu." tegas Laura menyela kalimat Bagas yang ingin memberitahukan sebenarnya.
Bagas dengan cepat menahan tangan Laura sebelum melangkahkan kakinya menuju pintu keluar. Lalu Bagas beralih pada Rhea disamping Laura, Bagas memegang kedua bahu gadis tersebut.
"Rhea dengerin om sayang, sebenarnya kamu bukanlah anak Antonio," ucap Bagas dan Laura yang mendengarnya menajdi menegang.
"Apa maksud om ngomong kaya gitu?" tanya Rhea marah karena kalimat Bagas barusan.
"Karna kamu adalah anakku, putriku satu-satunya bersama Laura. Lihatlah wajah kita mempunyai kemiripan." tegas Bagas.
"Mom, ini semua bohongkan?" tanya Rhea menatap Laura yang hanya menggeleng-gelengkan kepala dan air mata yang menghiasi wajahnya.
Sekarang Rhea paham, bahwa semua ini bukanlah kebohongan. Melainkan kebenaran yang sesungguhnya. Tanpa berpikir panjang Rhea keluar dari ruangan tersebut dengan berlari. Terkadang bahunya menabrak orang-orang yang ada dipesta tersebut. Sampai ditengah jalan raya dia tidak memperhatikan sama sekali bahwa ada mobil yang sedang melaju kencang kearahnya.
BRUUUKKK!
Suara tabrakan, menghempaskan tubuh kecil itu ke aspal. Dan mengeluarkan begitu banyak darah.
"RHEA!!!" Laura berteriak dan menghampiri tubuh putrinya. Bersamaan dengan Bagas yang juga ikut.
***
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓