NovelToon NovelToon
Dinginmu Menyentuhku: CEO Dan Gadis Pinggiran

Dinginmu Menyentuhku: CEO Dan Gadis Pinggiran

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Misteri
Popularitas:1
Nilai: 5
Nama Author: Richacymuts

Dunia mereka berbeda, tapi takdir mempertemukan hati yang kesepian.”

Sinopsis;Raina hanya ingin hidup tenang, bekerja keras untuk adik-adiknya. Tapi sebuah pertemuan di jalan sepi pinggiran Bogor mengubah semuanya. Julian Jae Hartmann, CEO muda yang dingin dan penuh rahasia, kini tergantung pada kebaikan gadis sederhana ini.

Di balik ketegasan Julian, tersimpan rahasia kelam, intrik keluarga, dan dendam masa lalu yang mengintai dari bayang-bayang. Dua hati yang berbeda dunia, terjebak oleh takdir, harus belajar mempercayai dan menyembuhkan luka masing-masing.
Akankah cinta mampu menembus dinding dingin dan rahasia yang mengelilingi mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Richacymuts, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20. Rencana yang tidak terucap

Siang itu, ruang VIP rumah sakit terasa lebih lengang. Raina berdiri sambil membereskan laci kecil tempat beberapa barang sederhana yang ia beli untuk Julian selama masa rawatnya—sabun, sikat gigi, kaos oblong yang ia belikan karena waktu itu Julian hanya punya pakaian yang dipakai saat ditemukan.

“Aku sudah urus administrasinya,” ucap Raina pelan. “Siang ini kamu bisa pulang.”

Julian mendongak, ekspresinya tenang, tapi matanya tajam menilai wajah Raina. “Dan… bagaimana dengan tempat tinggal”

Raina menarik napas. “Teman kosku,namanya mas Fahri, mau membantu sampai kamu siap untuk tinggal sendiri. Dia kerja jadi sopir ambulans dapat shift malam, orangnya baik kok... Itupun kalau kamu nggak keberatan "Jawab Raina sedikit ragu di akhir kalimatnya.

Julian mengangguk kecil—bukan pasrah, lebih seperti sedang menimbang. “Aku… tidak ingin merepotkan.”

“Ini sama sekali nggak merepotkan kok, dia juga yang udah bantu aku pas nemuin kamu, "

Julian memalingkan wajah, tapi sudut bibirnya bergerak sangat tipis, seperti menahan emosi yang tidak ia kenali.

Julian hampir ingin membalas, tapi menahan.

Dalam pikirannya, ia sudah menyusun opsi lain—meminta Daniel mencari alternatif. Ia tidak akan bergantung sepenuhnya pada rencana Raina.

Namun ia tidak mengatakannya.

Hanya menghela napas kecil.

“Ok.. .”

Raina mengangguk pelan—lega tapi tetap canggung.

Raina baru saja selesai membereskan barang-barang Julian.

“Aku mau keluar sebentar ,” ucapnya lirih.

Julian hanya mengangguk tipis.

Begitu pintu kamar tertutup, keheningan kembali jatuh.

Hanya beberapa menit berlalu sebelum seseorang mengetuk pelan sekali—ketukan yang terlalu rapi untuk milik orang rumah sakit.

Pintu terbuka.

Daniel masuk dengan langkah tenang, mengenakan kemeja hitam, ekspresi setajam biasanya namun sedikit tertahan melihat keadaan Julian.

“Bagaimana kondisimu?” tanyanya rendah.

Julian menoleh, tatapannya kembali berubah menjadi dingin—versi dirinya yang asli.

“Lebih baik dibanding kemarin.”

"Hari ini kamu pulang,mau langsung ke rumah aman?"

"Tidak,aku akan tinggal dekat dengannya"

"Maksudnya dengan Raina?itu terlalu berbahaya Julian" Tegas Daniel khawatir.

"Itu tugasmu untuk memastikan semuanya aman" Jawab Julian datar.

"Raina ingin aku tinggal dengan teman kostnya"

"Serius???apa dia gila???" Potong Daniel kaget.

Dan Julian langsung menatapnya dengan tajam "Jangan lupa aku masih hidup karena pertolongan dia "

" Urus semuanya,aku ingin tinggal dekat dengan kamar kostnya, bukan dengan temannya"Lanjut Julian memberi perintah.

Julian memejamkan mata sejenak.

“Untuk sekarang aku butuh tetap dekat dengannya. Sampai aku… memahami apa yang sebenarnya terjadi.”

Daniel menatap Julian lebih lama, seolah membaca maksud tersembunyinya.

Tapi ia tidak menanyakan lebih jauh.

“ ck.... Ok .. ok.”

Setelah Julian mengatakan ingin tinggal di tempat lain dekat Raina, Daniel mengangguk dengan kesal.

Namun ia tidak langsung pergi.

Daniel merogoh saku dalam jasnya, lalu mengeluarkan sebuah ponsel kecil berwarna hitam — bukan smartphone mahal, hanya model sederhana yang tidak mencolok.

“Ini,” ucap Daniel pelan.

“Untuk komunikasi kita. Tidak ada yang bisa melacaknya, dan tidak akan menarik perhatian perempuan itu.”

Julian melirik ponsel itu, ekspresinya tetap datar.

“Raina,” koreksi Julian sambil mengambil ponsel itu.

Suara dinginnya sedikit melembut tanpa ia sadari.

Daniel tidak memberikan komentar atas perubahan nada itu, ia hanya menambahkan:

“Nomor ku sudah ada di dalam. Tekan tombol ‘1’ untuk langsung terhubung.”

Julian menggenggam ponsel kecil itu seolah sedang menimbang rencana berikutnya.

Ia langsung menyembunyikan ponsel di bawah selimut begitu terdengar langkah kaki seseorang.

Daniel langsung bersembunyi sebelum Raina kembali masuk sambil membawa sebuah kantong plastik berisi beberapa barang juga obat obatan Julian yang sudah ia tebus di apotik.

Raina tersenyum lelah.

“Maaf lama, antrenya panjang banget…”

Julian mengangkat wajah, datar tapi lembut—seolah tidak ada hal mencurigakan yang baru saja terjadi.

“Tidak apa,” jawabnya.

Ponsel kecil itu bergetar pelan di bawah selimut.

Julian merasakan getaran itu… tapi Raina tidak menyadari apa pun.

Siang itu gang sempit menuju kosan terasa lebih ramai dari biasanya. Raina berjalan sedikit di depan sambil membawa kantong plastik cukup besar berisi keperluan Julian. Julian mengikuti dengan langkah tenang meski masih tampak lemah. Sesekali ia menahan dinding untuk menjaga keseimbangan.

Fahri sudah menunggu di depan pintu kosnya begitu mendengar kabar dari Raina.

“Hah, akhirnya sampai juga. Mas… Julian ya? Silakan masuk dulu.”maaf tempatnya berantakan "Ucap Fahri ramah.

Julian hanya mengangguk sopan.

Dingin—tapi tidak angkuh. Fahri tidak keberatan, baginya sudah biasa menghadapi macam-macam sifat orang.

“Maaf ya mas jadi merepotkan.”

“Ah santai aja kali Ra,kayak sama siapa gitu "Jawab Fahri terkekeh santai.

Julian memperhatikan interaksi itu dari samping. Ada sesuatu yang tidak ia pahami sepenuhnya… semacam kehangatan sederhana yang tidak pernah ia punya.

Raina baru mau menjelaskan sesuatu ketika langkah ibu kos, Bu Yati, mendekat. Wanita itu tersenyum ramah begitu melihat Raina dan Fahri.

“Raina, kebetulan sekali kamu sudah pulang” katanya. “

"Ada apa ya Bu?"

"Itu kebetulan pagi tadi,tiba tiba si Aisyah pindah kostan,katanya di udah dapat kostan dekat kampusnya,jadi sekarang kamar itu kosong, barang kali ada teman atau saudara kalian yang lagi cari tempat tinggal suruh kesini aja" Terang Bu Yati menatap Raina dan Fahri bergantian.

Julian menoleh perlahan.Alisnya terangkat sebelah

"Good job Daniel" Batin Julian puas.

"Eh ini siapa kok ganteng banget? Bule lagi" Lanjut Bu Yati.

"Ah ini teman aku Bu, namanya Julian,kebetulan dia habis kecelakaan dan dalam masa penyembuhan"

"Owhh cepet sembuh ya mas"Ucap Bu Yati ramah.

" Raina bisa aku tinggal di kamar itu?"Tanya Julian

" Oh kalo mas bule mau tinggal di kamar itu boleh banget, khusus buat mas bule yang abis terkena musibah saya gratisin deh buat bulan ini"Ucap Bu Yati prihatin.

" Gratis Bu?"Tanya Fahri dan Raina bersamaan.

" Iya ibu gratisin,itung itung bantu orang yang lagi kesusahan dapat pahala "Jelas Bu Yati.

Raina ragu untuk mengiyakan" kamu yakin Julian tinggal sendiri?"

" Aku sudah sehat Raina,kalo ada apa apa aku bisa langsung ketuk pintu kamar kamu kan?!"Dan untuk pertama kalinya Julian berbicara cukup banyak untuk meyakinkan Raina

Raina terdiam sejenak. Ia menoleh ke kamar Fahri, lalu ke kamar kosong yang disebut ibu kos. Tawaran itu memang lebih mudah. Lebih aman. Julian bisa lebih nyaman, dan ia bisa tetap mengawasinya.

Sekilas info, kamar kostan Raina itu berbentuk liter U, berlantai dua,dan kamar Raina berada di bawah berhadapan dengan kamar Fahri,hanya terpisah tempat parkir motor Yang nggak seberapa luasnya.

“…Ya sudah kalo kamu lebih nyaman di sana"

Julian menatapnya lama. “Aku akan mengganti semuanya suatu hari nanti.”

Raina tersenyum kecil. “Tentu saja. Aku percaya.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!