Seorang istri( Anita ) yang selalu mengalah demi sang buah hati ( Nara ).
Anita selalu mengalah, Demi rasa Hormat nya pada Sang Suami ( Rey ),
Anita sudah Tak tahan Atas Prilaku Rey, yang semakin Berubah dranstis, Namun Anita selalu mengurungkan Niat nya, Karna Melihat Sang Buah hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanita Biasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keberuntungan Gilang
BAB 28.
Mentari pagi sudah mulai menunjukan ke indahan nya, kicauan burung kini semakin terdengar indah, beriringan Dengan Udara pagi yang menelusup ke Ruangan sebuah kamar Dimana Anita sedang Tertidur dengan lelap ber sama Nara.
Anita terbangun, dan menatap pada jam yang ada di nakas tempat tidur nya.
Anita membulatkan Mata nya, karna yang ia lihat Jam sudah menunjukan Pukul 07:00 pagi.
Anita mengambil sebuah jepitan Rambut, dan segera merapihkan Rambut nya karna sudah tak beraturan, karna baru bangun dari tidur nya, "Ya Ampun aku kesiangan, Re ..... " Anita berhenti dengan ucapan nya, Anita berpikir kalau dia akan kesiangan untuk menyiapkan Sarapan untuk Rey sebelum berangkat kerja.
Anita menurunkan kedua tangan nya secara pelan, dari Atas kepala nya karna sedang mengikat Rambut panjang nya itu. "Aku Sampai Lupa, kalau aku sudah tidak bersama dengan Rey saat ini, Mungkin ini akan seterusnya nya seperti ini. " Gumam Anita lirih, dan Butiran bening pun lolos keluar dari Mata nya.
"Sabar ya Nak, jangan khawatir Karna Masih ada Mamah, ada Nene dan kake di sini !! " Ucap Anita pilu sambil mengusap Tangan Mungil Nara.
Sementara di balik Pintu yang telah terbuka Ada Ibu Yuli yang menatap pilu Anak Wanita nya, Ibu Yuli sungguh tidak percaya kalau Anak Wanita akan bernasib Buruk dalam Perjalanan Rumah Tangga nya.
Anita harus kuat, untuk melanjutkan Hidup nya bersama Nara. Anita membiarkan Nara untuk melahap terlebih dahulu Asi yang ada pada buah dada Anita.
Setelah Nara melepas kan Hisapan nya, Kini Anita beranjak dari Tempat tidur nya untuk Sarapan, Anita semakin sadar setelah ia melihat pemandangan yang sudah lama tidak Ia lihat, saat sarapan bareng berama keluarga nya.
Momen itu ia rasakan, terakhir saat ia harus pergi ikut bersama Rey dan meninggalkan semua nya, Anita mematung dan melihat le arah Saat keluarga kecil nya duduk bersamaan di tempat makan itu.
"Nak ayo sini, ko malah ngelamun sih !! " Tegur Ibu Yuli sambil sibuk menyiapkan semua nya.
"Iya sini Nak, Apa Cucu Papah belum bangun ?? " Sambung Pak Wisnu lembut.
"I-iya Mah, Pah. Nara masih tidur Pah !! " Jawab Anita sendu sambil berjalan menghampiri meja makan itu.
Ibu Yuli dan Pak Wisnu memperhatikan wajah Anita yang sangat murung.
"Makan lah dulu Nak !! " Ucap Ibu Yuli.
Anita hanya mengangguk pelan.
Sarapan Pagi itu pun Usai, Anita yang hendak pergi di hentikan Oleh ucapan Berat yang keluar dari Mulut ayah nya.
"Duduk lah duku Nak !! " Perintah Pak Wisnu pada Anita, Anita oun menuruti perintah Ayah nya.
"Nak, jika memang ini sudah menjadi keputusan mu, Papah akan membantu untuk Proses perceraian kamu dengan Rey !! " Ucap Lirih Pak Wisnu memecah kan keheningan Antara Anita dan Semua keluarga yang ada di ruangan itu.
"I-iya Pah, Maaf kan Anita Pah Mah, jika keputusan Anita membuat Hati kalian kecewa, Maaf kan Anita Mah, Anita gagal tidak sekuat Mamah yang bisa mempertahankan Rumah Tangga sampai sejauh ini dengan Papah. " Ucap Anita merasa gagal
"Jangan terlalu di pikirkan, Yang penting kebahagiaan kamu dan Nara !! " Sambung Ibu Yuli lirih.
Anita dan Pak Wisnu pun mulai men daptarkan perihal Gugatan cerai nya, dan pengadilan Agama pun mulai membuat surat pemberitahuan serta undangan untuk kedua belah pihak, untuk menghadiri Sidang perdana nya.
Saat Malam tiba Anita hanya menatapi Malam yang di hiasi Penuh dengan Bintang. Anita mulai memutuskan untuk mulai melamar pekerjaan lagi, setelah Anita membicarakan bersama Kedua Orang tua nya perihal Pekerjaan.
Orang tua Anita pun tidak keberatan akan hal dunia pekerjaan yang akan di mulai kembali oleh Anak nya, Toh Anita juga masih muda, malahan Perawakan Anita tidak memperlihat kan kalau dia sudah punya Anak.
Soal Pemberian Asi kepada Nara, Anita memutuskan untuk memberikan Asi pendamping yaitu Susu Formula Pada Nara. namun tetap Anita lebih memberikan Asi nya lebih banyak di banding Susu formula.
Jika Anita sudah mulai bekerja, Anita janji akan memompa Asi nya terlebih dahulu sebelum berangkat kerja, Anita berusaha akan makan lebih banyak hingga Asi nya akan banyak pula, hingga ada Stock sampai Anita pulang dari kerja nya.
"Baik lah, Aku harus Bisa !! " Gumam Anita menguatkan diri dan hati nya. Saat Anita melirik ke arah Meja Rias nya Anita melihat Benda Pipih berwarna Hitam, Anita mengambil nya.
Dan Mulai menyalakan Benda Pipih itu, Anita sengaja mematikan nya saat Anita mendapatkan Kenyataan Pahit itu, Anita sudah malas karna harus menerima Tlp yang terus menerus di lakukan Oleh Rey.
"Ya Alloh aku lupa, Aku belum driver gojek itu. Apa masih ada Nomor nya ya ?? " Gumam Anita mengutak-ngatik Pesan Watshaap nya 3 hari kebelakang.
"Syukur lah Masih Ada, " Anna tersenyum dan langsung mengetik pesan untuk ia kirim kan pada driver gojek itu.
Pesan Anita pada Driver gojek itu. " Pak, ini saya yang pesan Gojek atas nama Anita, Mohon Maaf tempo hari saya lupa untuk membayarkan ongkos nya. Saya mau membayarkan nya, bisa minta No rek biar saya trf !! "
Sementara di tempat lain ada Gilang yang sedang Asyik mengobrol dengan Rekan Gojeg yang lain nya, Gilang yang mendengar Notifikasi dari Ho nya, langsung merogok benda itu dalam saku celana nya.
Gilang mengerutkan pandangan nya. "No siapa ini ?? " Gumam gilang dalam Hati nya, setelah Gilang membaca dengan seksama isi pesan itu, Gilang membulatkan Pandangan nya. Sungguh keajaiban yang sempurna Bagi Gilang Saat ini.
Tentu saja ini sebuah keajaiban, Karna Gilang sudah Beberapa hari ini, selaku memikirkan cara untuk bisa bertemu kembali dengan Wanita yang membuat dia Selalu mengingat tentang ciuman waktu itu. Tanpa terpikir sedikit pun kalau Anita belum membayar Ongkos nya.
Gilang pun langsung membalas pesan itu, "Oh ya Tidak Apa-apa Teh Mohon Maaf saya tidak mempunyai No rekening, kalau Teteh tidak keberatan Biar saya yang menemui Teteh. " Gilang segera mengirim kan pesan balasan nya pada Anita.
Anita membuka pesan Watshaap nya kembali, Anita tersenyum. "Teteh .. Teteh, Orang Sunda Pisan, Kalau dia Panggil aku Teteh berarti aku panggil dia Harus nya Aa dong Hahahaha. " ujar Anita tertawa dalam kesendirian nya.
"Oh boleh, " Anita pun memberikan Alamat yang harus Gilang datangi.
Dengan Semangat Gilang pun langsung bersiap, untuk mendatangi kediaman Anita.
Teman-tan Gilang yang ada di tempat itu, melihat Gilang sangat bersemangat sambil tersenyum-senyum sendiri.
"Bade Kamana Atuh Den, Meni sumangetan kitu ?? ( Mau kemana Den, kelihatan
nya sangat semangat sekali ). " Ucap Teman gilang yang sama-sama Orang Sunda dari Bandung.
Hy ... hy para Reader semua, jangan Lupa like and Coment nya ya ?? Dan Vote nya juga jangan Lupa. Biar selalu semangat.
Tiap Hari saya Up 2 sampai 3 BaB, belakangan ini Saat Up biasa nya langsung berhasil Review, tapi belakangan ini Agak Lamban, mungkin karna Terlaku banyak nya data yang masuk, jadi Agak Telat .
Terima kasih semua ... salam sayang dari Author.
Seperti ny gilang yg merawat mahesa.