NovelToon NovelToon
DI BALIK SENYUM VARA

DI BALIK SENYUM VARA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Nikahmuda
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Dirga mengira Vara adalah istri polos yang mudah dibohongi. Namun, Vara sudah mengetahui perselingkuhan dan rencana busuk suaminya.
Kini, hanya perlu berpura-pura menjadi wanita yang sama... sebelum semuanya kebalik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa iri

"Halo sayang."

Suara Vara terdengar begitu lembut saat menerima telepon dari Dirga.

"Vara, kamu beli berlian?" tanya Dirga, berusaha menahan emosi.

"Iya, Sayang." Vara menjawab dengan santai. "Kamu marah aku beli berlian?"

Dirga menghela napas berat. Sebenarnya, ia ingin sekali memarahi Vara karena telah menggunakan uangnya sampai empat miliar rupiah.

"Sayang, aku nggak marah. Tapi nggak biasanya kamu membeli berlian sampai empat miliar."

"Namanya juga ada koleksi baru. Sayang banget kalau nggak punya itu."

Dirga terdiam beberapa saat. Tangannya mengepal menahan kesal.

"Bagaimana kerjaan kamu?" tanya Vara, sengaja mengalihkan pembicaraan. Ia tahu Dirga pasti sedang menahan emosi.

Dirga menghembuskan napas panjang.

"Lancar."

"Oh, gitu. Baguslah. Kamu sudah makan?"

"Sudah."

"Kamu kenapa jawabnya singkat begitu? Kamu marah aku beli berlian."

"Nggak. Aku nggak marah."

"Tapi cara kamu menjawab seakan-akan kamu marah karena aku membeli berlian," ucap Vara dengan nada polos. "Padahal uang kamu, uang aku juga, kan?"

"Iya, Sayang. Maaf. Aku cuma kepikiran pekerjaan saja."

"Kamu kan ada asisten, bahkan bawa staf juga."

"Iya."

"Kalau begitu, kamu nggak perlu terlalu memikirkan pekerjaan. Kamu juga harus istirahat."

Dirga terdiam.

Sebenarnya, bukan pekerjaan yang sedang memenuhi pikirannya. Melaikan empat miliar rupiah yang baru saja keluar dari rekeningnya. Namun, ia tidak mungkin mengatakan hal itu kepada Vara.

"Iya, Sayang. Kamu benar."

Vara tersenyum kecil.

"Ya sudah, jangan terlalu dipikirkan. Aku juga nggak akan mengganggu kamu lagi. Fokus saja sama pekerjaanmu."

Vara mengakhiri panggilan. Ia tersenyum senang mendengar kepanikan Dirga.

"Empat miliar nggak sebanding dengan apa yang kamu lakukan padaku, Dirga!"

Vara menatap berlian yang terletak di sampingnya, lalu tersenyum tipis.

"Wahai, berlianku, pancarkan pesonamu. Ha-ha-ha."

Vara kembali mengemudikan mobilnya. Namun, di tengah perjalanan, matanya tak sengaja menangkap dua orang yang sangat ia kenal.

Ia langsung menghentikan mobil, lalu turun dan menghampiri.

"Bunga, Galang."

Bunga dan Galang yang sedang berbincang langsung menoleh.

"Bu Vara..." gumam mereka berdua hampir bersamaan.

Vara menghampiri keduanya dengan senyum hangat.

"Kalian ngapain di sini?" tanyanya lembut.

Galang dan Bunga saling pandang. Hingga Bunga akhirnya menjawab.

"Kami lagi belanja, Bu."

"Bunga..." Galang mencoba memberi kode agar wanita itu berhenti bicara. Namun, Bunga tidak memperdulikannya.

"Bukannya kalian dinas ke luar kota?" tanya Vara curiga.

Galang baru saja hendak menjawab, tetapi Bunga kembali mendahuluinya.

"Dinas? Nggak, Bu. Kami nggak ada jadwal dinas ke luar kota."

Galang langsung menatap Bunga dengan panik. "Bunga..."

"Tapi kata suami saya, kalian ikut dengannya untuk dinas," ujar Vara.

Bunga mengernyit dahi. "Pak Dirga bilang kami ikut?"

"Iya."

Bunga terdiam sebentar, kemudian menggeleng. "Nggak, Bu. Kami nggak ikut Pak Dirga ke luar kota."

Galang ingin sekali menghentikan Bunga sebelum wanita itu mengatakan lebih banyak, tetapi Bunga sudah terlanjur membuka suara.

"Yang ikut Pak Dirga itu bukan kami."

Vara menatap Bunga lekat-lekat. "Lalu siapa?"

Bunga menarik napas.

"Monica, Bu."

Alis Vara sedikit terangkat. "Monica?"

"Iya, Bu. Di karyawan baru."

"Karyawan baru?" tanya Vara seolah tidak tahu.

Bunga hendak menjawab, tetapi Galang buru-buri menyela.

"Dia karyawan baru, Bu Vara. Mungkin Pak Dirga membawanya karena ada urusan pekerjaan."

Bunga menatap Galang dengan kesal.

Namun, Vara hanya mengangguk pelan. "Oh, begitu. Tapi kenapa harus bohong, ya?"

"Mungkin Pak Dirga lupa, Bu," jawab Galang cepat, sebelum Bunga mendahuluinya.

Vara hanya tersenyum tipis. "Kalau begitu, saya duluan, ya."

"Iya, Bu," jawab Galang.

Vara berbalik dan berjalan menuju mobilnya. Bunga hanya memperhatikan kepergian Vara, sementara Galang langsung menghela napas lega.

Begitu Vara sudah cukup jauh, Galang menatap Bunga.

"Bunga, kenapa kamu nggak bisa diam, sih? Kamu kan tahu Pak Dirga dengan Monica..."

"Selingkuh maksud kamu, hah?!" potong Bunga. "Galang, aku nggak suka perselingkuhan! Biarkan Bu Vara tahu kelukuan suaminya yang brengsek itu! Dia wanita baik. Pak Dirga nggak pantas untuk Bu Vara!"

Galang menghela napas. "Aku tahu. Tapi kalau Bu Vara tahu sekarang, kita juga bisa kena masalah. Kamu nggak lupa ancaman Pak Dirga?"

"Bodo amat! Aku nggak peduli kalau aku dapat masalah!" tegas Bunga.

Sementara itu, di dalam mobil, senyum Vara perlahan menghilang. Tangannya menggenggam kemudi lebih erat.

Licik juga rencanamu, Dirga.

Meski Vara sudah tahu Dirga pergi bersama Monica, pria itu sengaja membawa nama Bunga dan Galang agar Vara percaya mereka tidak pergi berdua. Padahal, Dirga hanya ingin memanfaatkan kesempatan itu untuk menghabiskan waktu bersama Monica.

Vara menarik napas panjang.

"Tenang, Vara."

Ia kembali menatap jalan di depannya.

"Jangan sekarang."

Senyum tipis kembali muncul di wajahnya.

Biarkan mereka berpikir aku masih tidak tahu apa-apa.

••

"Kamu kenapa, Sayang?"

Monica yang baru keluar dari kamar mandi langsung menghampiri Dirga. Raut wajah pria itu terlihat seperti sedang menahan emosi.

Dirga menghela napas berat.

"Vara."

Mendengar nama itu, Monica langsung menunjukkan wajah malas.

"Kenapa lagi dengan dia?"

"Dia beli berlian sampai empat miliar."

"Apa?!"

Mata Monica membulat. Ia benar-benar tidak menyangka mendengar jumlah sebesar itu.

"Empat miliar?" ulangnya memastikan.

Dirga mengangguk dengan wajah kesal.

"Iya. Dia menggunakan kartu milikku."

Dirga mengambil ponselnya, lalu menunjukkan bukti pembayaran kepada Monica.

"Ini buktinya."

Monica segera mengambil ponsel tersebut dan melihat transaksi itu.

Matanya terpaku pada nama toko perhiasan dan nominal yang tertera di layar.

Empat miliar rupiah.

Namun, bukan nominalnya yang paling menarik perhatian Monica. Ia melihat foto koleksi berlian yang dibeli Vara. Seketika, tatapannya berubah. Perhiasan itu sangat indah.

Bahkan, kalung berlian tersebut adalah satu perhiasan yang selama ini ia impikan.

Itu... berlian yang pernah kulihat di majalah.

Monica menelan ludah. Ia pernah membayangkan dirinya mengenakan kalung tersebut. Membayangkan bagaimana dirinya terlihat begitu anggun dengan perhiasan mahal itu di lehernya.

Namun, sekarang justru Vara yang memilikinya.

"Dia benar-benar membelinya..." gumam Monica.

Dirga kembali menghela napas. "Aku juga nggak menyangka. Dia benar-benar menggunakan uangku tanpa berpikir panjang."

Monica terdiam.

Di dalam hatinya, rasa iri perlahan tumbuh. Selama ini, ia hanya bisa membayangkan memiliki perhiasan seperti itu. Sementara Vara bisa membelinya begitu saja.

Seharusnya aku yang memakai berlian itu.

Tatapannya berubah ketika membayangkan dirinya menjadi istri Dirga Pratama. Jika rencananya berhasil dan Dirga benar-benar menceraikan Vara, bukankah semua kemewahan itu seharusnya menjadi miliknya?

Monica tersenyum tipis.

"Sayang..."

"Hmm?"

"Kalau nanti aku sudah menjadi istrimu..." Monica sengaja berhenti sejenak.

Dirga menatapnya lekat.

"Aku juga boleh punya berlian seperti itu, kan?"

Dirga tersenyum kecil. "Tentu saja."

Senyum Monica semakin lebar. Ia membayangkan kalung berlian itu melingkar di lehernya.

Vara, nikmati saja sekarang. Suatu hari nanti, semua yang kamu miliki akan menjadi milikku!

1
Ayudya
Dirga tidur mu terlalu nyenyak hingga lupa bangun🤣🤣🤣🤣🤣
Nona Jmn
Sabar, Vara ada kejutan🫰🫰😁😁
Meee
vara mending keluarga toxik begitu di lebas secepatnya😡😡
Ayudya
gimana sadar orang matanya Uda ketutup ma batu kerikil🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
siapa pun akan berubah ibu diana.apa lagi masalah yg menyangkut pekerja 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lah Bu Diana menghancurkan Vara yg ada kamu akan hancur di buat ma Vara Bu diana🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
ok Dirga nikmati aja dulu masa senang mu kan ntar lagi kamu bakalan kembali kesetalan pabrik🤣🤣🤣🤣🤣
Nona Jmn
Karma Be Like: Tunggu aku Monica😁🫰
Ayudya
lah hasil ngerebut songong Lo monika.ntar yg ada kamu nyesel dan malu🤣🤣🤣🤣
Ayudya
saat rencana kamu berhasil yg ada dirga stres banget🤣🤣🤣🤣🤣
Nona Jmn
Kak Dirga, bukan Arga😭🤭😁😂
Ayudya
hadeh monica kamu bilang Arga ga tergoda ma Vara kamu salah Arga sudah tergoda habis oleh vara🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
Bu Diana kalau mimpi jangan siang hari ntar yg ada sakit
Nona Jmn: Wkwkwhhh
total 1 replies
Ayudya
vara kamu jangan kelihatan lemah di depan Dirga dan monika.kamu harus lebih badas lagi biar tau tu si Dirga dan Monika kalau kamu ga gampang di tindas🤣🤣🤣🤣🤣
Nona Jmn: Kita lihat kejutan Vara, ya🤭
total 1 replies
Nona Jmn
/Sob/
Ayudya
mampir kak
Nona Jmn: Terima kasih🤭
total 1 replies
Ayudya
niat banget Bu Diana dan Dirga buat merebut harta vara
Ayudya
Daras Dirga mokondo tapi banyak tingkah🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!