Banyak yang mengira bahwa Arjuna begitu bodoh, bahkan ada yang menyebutnya gila, sehingga dia dipandang rendah oleh keluarga istrinya.
Padahal sebenarnya dia adalah seorang pangeran yang memiliki keahlian dalam dunia medis pada 1000 tahun yang lalu, yang memaksanya harus hidup di dunia modern yang terasa asing untuknya.
Dengan kemampuan medisnya yang dimiliki, dia akan membuktikan bahwa dia adalah seorang dokter genius yang hebat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Siang ini, Arjuna berjalan menyusuri jalanan kota dengan berjalan kaki untuk mencari lowongan pekerjaan.
Dia sangat terpukau dengan suasana di zaman modern ini. Banyak sekali kendaraan berlalu lalang dan bangunan yang tinggi.
Namun, dia tiba-tiba dikejutkan dengan suara dentuman yang sangat keras.
BRAK!
Rupanya telah terjadi kecelakaan mobil. Mobil itu telah menabrak trotoar, sehingga kini kondisinya terbalik.
"Tolong...! Tolong aku."
Tubuh pemilik mobil itu terjepit kuat di antara sisa rangka besi yang penyok. Ada bagian besi tajam yang menancap tepat ke perutnya.
Banyak orang yang mulai berkerumun disana, namun tak ada satu pun yang berani mendekat atau membantu.
"Kondisinya sangat parah. Sepertinya dia tidak akan selamat," gumam salah satu warga yang melihat.
Arjuna segera berlari mendekati mobil yang sudah hancur itu. Dia menghela nafas dalam-dalam saat melihat betapa sulitnya posisi korban yang terhimpit di bawah rangka besi yang berat, sementara benda tajam itu masih tertancap di perutnya.
"Tolong..." rintih pria itu dengan suara lemah, wajahnya sangat terlihat pucat.
"Tahan dulu, Pak! Aku akan berusaha mengeluarkanmu!" seru Arjuna dengan nafas memburu.
Dengan gigi terkatup rapat, Arjuna memundurkan kakinya, memusatkan seluruh tenaganya pada kedua lengannya. Dia merangkul rangka besi yang berat itu sekuat tenaga.
"Mmhh!" Erang Arjuna. Dia terus berusaha menggeser sisa rangka besi yang menindih tubuh korban perlahan demi perlahan dengan sekuat tenaga.
Tapi dia melakukannya harus dengan sangat hati-hati agar tidak menggeser sedikit pun besi yang menancap di perut pria itu.
Hingga akhirnya, dengan susah payah, dia berhasil mengeluarkan tubuh pria itu dari jepitan besi yang mematikan itu tanpa mengubah posisi sedikit pun benda tajam yang menancap di perutnya.
Setelah tubuh korban terbaring aman di aspal, Arjuna segera berlutut di sampingnya. Dia tahu betul dia tidak boleh mencabut benda tajam itu, karena hal itu justru akan mempercepat kematian pria itu.
Dengan tenang, Arjuna merobek pakaian di sekitar luka agar kain itu tidak menekan bagian yang terluka.
Srek!
Dia segera merobek bagian baju miliknya sendiri yang masih bersih. Dia melipat-lipat kain itu dengan rapi, lalu menekan perlahan di sekeliling luka untuk mengurangi keluarnya darah yang terus mengalir deras.
Setelah itu, dia menyangga benda tajam itu dengan sisa potongan bajunya agar tidak bergeser jika nanti dipindahkan. Dia juga membetulkan posisi berbaring korban agar tetap stabil dan saluran nafasnya tidak terhalang sama sekali.
Semua orang yang ada disana hanya bisa menatap takjub dengan apa yang telah Arjuna lakukan.
Wiuw... Wiuw...
Tak lama kemudian, suara sirine ambulan terdengar semakin mendekat.
Saat petugas medis turun dari ambulan dan mendekat, Arjuna berkata dengan nada serius, "Benda yang menancap itu jangan dicabut sama sekali. Posisinya sudah aku sangga agar tidak bergeser, tolong pertahankan seperti itu saat dibawa."
Petugas medis itu hanya mengangguk dan sedikit acuh.
...****************...
Sesampainya di rumah sakit, pasien langsung didorong masuk ke ruang gawat darurat. Helena yang kebetulan sedang bertugas segera memimpin penanganan darurat itu.
Dia memeriksa kondisi pasien, melihat hasil rontgen, dan memantau data dari alat medis satu persatu.
Dahinya berkerut saat melihat kondisi luka pada pasien tersebut. "Sepertinya telah ada seseorang yang telah melakukan pertolongan pertama. Jika bukan karena orang itu, pasien pasti sudah meninggal sebelum sampai kesini."
Helena sangat penasaran dengan orang itu. Dia segera menatap perawat yang ikut mengantar pasien tadi. "Siapa orang yang melakukan pertolongan pertama pada pasien ini? Apakah dia seorang dokter?"
Perawat itu menggelengkan kepala. "Kami tidak tahu, Dokter. Saat kami tiba di sana, orang itu sudah selesai menanganinya dan langsung pergi begitu saja."
Helena semakin penasaran pada sosok misterius itu. "Siapa orang itu? Aku harap bisa bertemu dengannya dan mengajaknya bergabung dengan timku."
jahat axel.
helen sangat terkejut ternyata juna selama yg dicari bisa membantu timnya, semoga aja kehadiran juna boss menyelematkan pasien...
biangkeroknya adalah mirna yg sengaja membuat kesalahan, agar operasinya gagal total pasti disuruh sama silampir nova...
tenang helen suami sangat pintar dan jenius, di zamannya juna terkenal sebagai tabib hebat...
juna pasti dengan kemampuannya bisa menolong pasien itu, untung juna dateng tepat waktu menggantikan mirna itu.
semoga aja mirna ketahuan yg membuat kesalahan, ayo juna tunjukan kemampuanmu dan kehebatan. kamu mampu bisa melakukan operasi kerjasama tim...
agar papa mertua kamu selalu menghina dan meremehkanmu itu menyesal, ternyata menantu yg dianggap bodoh dan tidak berguna itu sangat hebat dan pintar...
helen pasti bangga padamu juna, kamu punya kemampuan sangat hebat dan pintar....
cepat... cepatlah lakukan penyelamatan...