NovelToon NovelToon
Kepincut Cinta Mas Duda

Kepincut Cinta Mas Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Bad Boy
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: AzZura02

Kehidupan kampus Sheyra selalu berjalan lancar dan tenang sebelum ia bertemu pria menyebalkan bernama Alvaro. Alvaro adalah seorang duda anak 1 yang tinggal berdua dengan anaknya. Di mata Sheyra, Alvaro merupakan pria berhati dingin, egois, dan jahat. Namun pandangan itu seketika runtuh ketika Sheyra melihat sisi lain Alvaro ketika bersama anaknya.

Takdir seolah membawa mereka untuk terus bertemu dan bertemu. Hingga akhirnya membuat cinta tumbuh di antara keduanya. Namun jatuh cinta tidaklah mudah. Masalah demi masalah selalu datang untuk menguji kekuatan cinta mereka.

Mulai dari Alvaro yang minder dengan statusnya, Sheyra sang pencemburu buta, seseorang dari masa lalu, restu keluarga hingga trauma berat Alvaro atas kematian istrinya.

Akankah keduanya bisa mengatasi permasalahan tersebut demi mempertahankan cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AzZura02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28 - Mengatasi Rumor

Sheyra membuka pintu kamarnya lalu ia masuk ke dalam. Sheyra baru saja pulang dari rumah Alvaro. Sebenarnya tadi Alvaro menawarkan diri untuk mengantarnya namun Sheyra menolak mengingat keadaan Alvaro yang baru saja pulih. Oleh karena itu ia pulang dengan pesan ojek online seperti biasanya.

Sheyra membanting dirinya ke kasur. Ia tidur terlentang. Tubuhnya terasa lelah namun ia tidak menyesal bisa membantu Alvaro hari ini. Bermain seharian dengan Lyra cukup membuat harinya berjalan menyenangkan. Sheyra terdiam melamun. Ia menatap langit-langit di kamarnya. Dalam otaknya kini kembali terputar kenangannya hari ini bersama Alvaro. Sebuah pelukan yang sebenarnya ia anggap sebagai sebuah kecelakaan karena Alvaro tidak melakukannya dengan sengaja namun cukup membuat pipinya memerah beberapa kali.

Sheyra menutup wajahnya yang memerah dengan kedua telapak tangannya. Bagaimana caranya ia melupakan kejadian itu? Rasanya semua yang terjadi hari ini masih teringat dengan jelas di dalam pikirannya.

“Arhh! Lupain lupain lupain.” Sheyra menepuk pipinya berkali-kali sambil mengucapkan sebuah kata terus menerus bak mantra.

Sheyra mempertanyakan perasaannya sendiri. Apa rasa sukanya kepada Alvaro belum benar-benar hilang dari hatinya? Kenapa sesulit itu? Kenapa ia selalu saja berdebar ketika berada di dekat Alvaro? Sheyra mulai menerka-nerka perasaannya sendiri.

Handphone Sheyra berdering pertanda sebuah pesan masuk. Seketika Sheyra tersadar dari lamunannya. Dengan cepat ia segera meraih handphone yang ada di dekatnya. Si pengirim pesan itu adalah Randy.

‘Udah pulang Shey? Gimana keadaan temen kamu? Udah membaik?’

Sheyra membaca pesan tersebut dengan ekspresi yang serius. Kenapa tadi ia malah memikirkan Alvaro padahal ada Randy yang sebaik ini? Sheyra tersenyum getir. Ada perasaan aneh dan rasa bersalah yang muncul di lubuk hati Sheyra. Ia ingat hari ini ia membatalkan janjinya dengan Randy demi membantu Alvaro. Sheyra sungguh merasa tidak enak hati kepada Randy. Apalagi melihat respon cowok itu yang terlihat memaklumi alasan Sheyra tanpa protes apapun.

Sebelumnya Sheyra meminta maaf kepada Randy karena ia tidak bisa menepati janji dengan alasan merawat temannya yang sedang sakit. Saat itu Randy tidak terlihat marah atau kecewa. Cowok itu justru meminta Sheyra untuk segera datang ke temannya karena berpikir mungkin teman Sheyra benar-benar butuh bantuan.

Sheyra tersenyum salut. Randy memang cowok yang baik. Sheyra mengetikkan sesuatu di handphonenya lalu mengirimkannya kepada Randy.

‘Maaf ya buat hari ini. Kalau tidak keberatan, soal janji yang gagal hari ini mungkin lain kali kita atur jadwal ulang. Makasih banyak buat pengertiannya. Dan ya aku udah sampe rumah dan syukurlah keadaan temenku udah membaik.’

***

“Seriusan. Minggu lalu saat gue pergi ke mall, gue sempet lihat Alvaro sama anak kecil cewek. Gue denger kok kalo anak kecil itu manggil dia Papa.”

“Hah yang bener? Lo gak bohong kan?”

“Iyalah ngapain gue bohong. Gue berani sumpah.”

“Jadi Alvaro beneran duda ya? Ada rumor kalo dia duda. Cerai sama istrinya atau gimana dah?”

Keisha memutar bola matanya malas. Lagi-lagi rumor soal Alvaro. Segerombolan perempuan dan laki-laki terlihat cukup serius bergosip di belakang Keisha. Keisha mencoba untuk mengabaikan gosip tersebut. Ia yakin pasti semuanya hanyalah bualan belaka. Terdengar cukup konyol dan ngaco baginya.

Keisha mengambil earphone di tasnya. Ia hendak memasangkan earphone tersebut di telinganya untuk meredam suara orang-orang yang sedang bergosip. Namun belum selesai ia memasang, terdengar nama Sheyra di telinganya. Sontak saja Keisha menghentikan aktivitasnya.

“Gue yakin Alvaro dan Sheyra pasti ada hubungan. Alvaro yang cuek gitu gak mungkin kan tiba-tiba manggil Sheyra kalo mereka ga kenal dekat.” ucap salah seorang perempuan.

Keisha terdiam. Ia menguping pembicaraan tersebut. Memastikan sejauh mana obrolan mereka mengenai Sheyra dan Alvaro.

“Atau jangan-jangan Sheyra itu selingkuhan Alvaro?” celetuk yang lainnya.

Mendengar pernyataan tersebut membuat Keisha mengepalkan tangannya. Obrolan yang semakin lama semakin menyebalkan dan fitnahan yang tidak beralasan. Lagipula sejak kapan sahabatnya dicap sebagai pelakor atau perusak hubungan orang? Keisha sangat kesal karena ia begitu mengenal Sheyra. Sheyra bukan seseorang yang seperti mereka bicarakan.

“Masuk akal. Tapi kalo misalkan Alvaro bukan duda, kasihan istrinya gak sih? Bisa-bisanya dia selingkuh di sini. Apa dia gak kasihan ke anaknya ya? Heran gue. Terus si Sheyra itu kelihatan murahan banget kalo mau sama suami orang hahahaha.”

Keisha tidak bisa menahan dirinya. Sontak saja ia langsung berdiri dari tempat duduknya. Ia tidak terima seseorang berkata buruk tentang Sheyra, sahabatnya. Keisha hendak melabrak gerombolan itu namun dengan segera ia mengurungkan niatnya ketika melihat Sheyra datang memasuki ruang kelas. Sheyra berjalan menghampiri Keisha dengan tersenyum. Gadis itu kembali dari perpustakaan dan ia sama sekali tidak mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Keisha memaksakan senyumannya. Ia berusaha terlihat baik-baik saja di depan Sheyra. Keisha berusaha menyembunyikan apa yang baru saja ia dengar. Ia tidak ingin melihat Sheyra sedih mengingat sahabatnya itu adalah orang yang sangat overthinking.

Gerombolan yang tadi membicarakan soal Alvaro dan Sheyra pun terdiam ketika menyadari keberadaan Sheyra. Mereka tidak mengatakan apapun lagi. Beberapa orang mencoba mengalihkan kegiatannya dan berpura-pura sibuk dengan hal lain agar tidak menimbulkan kecurigaan.

Sheyra menepuk pundak Keisha dengan tertawa, “Heyyy, tumben serius amat itu muka.”

Keisha mencoba ikut tertawa walaupun sebenarnya ia merasa kesal. Ia tidak ingin menimbulkan kecurigaan kepada Sheyra. “Oh hahaha gapapa kok. Abis dengerin lagu doang sih gue.” katanya beralasan sambil menunjukkan earphone di tangannya. Setelah itu Keisha kembali duduk di kursinya.

Sheyra mengangguk mengerti. Ia pun mengambil tempat duduk di sebelah Keisha. Tangannya sibuk merogoh tasnya untuk mengambil sebuah buku namun matanya tetap terfokus pada pintu ruang kelas. Ia menyadari bahwa Alvaro tidak ada di dalam kelas. Di mana cowok itu? Setelah sakit beberapa hari yang lalu, apa hari ini Alvaro akan datang? Sheyra bertanya-tanya dalam hati.

Tiba-tiba sudut bibirnya terangkat ketika menangkap sosok Alvaro yang baru saja datang. Cowok itu menenteng tas ransel berwarna hitam. Dengan raut wajah seperti biasanya—tanpa senyum ia memasuki ruang kelas dan langsung duduk di kursinya.

Sheyra senang dan merasa lega melihat Alvaro yang terlihat sudah membaik. Akhirnya Alvaro sudah bisa kembali berkuliah setelah dua hari izin sakit. Sekarang Sheyra tidak perlu merasa khawatir lagi.

Kini perhatian Sheyra beralih pada buku yang ada di depannya. Gadis itu terlihat serius membaca buku tersebut sambil berulang kali membolak-balikkan halaman perhalaman buku itu. Namun tiba-tiba Sheyra menghentikan aktivitasnya saat mendengar suara samar-samar.

“Jadi Alvaro beneran punya anak ya?”

Sheyra mendengus kesal. Ia menutup bukunya. Lagi-lagi pembahasan yang sama. Gosip yang sama. Apa mereka tidak lelah membicarakan orang lain?

Menyadari perubahan tingkah Sheyra yang ada di sebelahnya membuat Keisha menoleh untuk memastikan. Melihat ekspresi Sheyra saat itu membuat Keisha sadar akan satu hal. Sepertinya memang ada sesuatu di antara Alvaro dan sahabatnya. Tapi apa? Kenapa Sheyra selalu bereaksi ketika mendengar gosip mengenai Alvaro? Apa pentingnya hal tersebut untuknya? Keisha tidak mengerti.

Sheyra berdiri dari tempat duduknya. Ia membalikkan badannya menghadap ke arah gerombolan itu. Ia berniat untuk meminta semua orang itu diam dan berhenti membicarakan orang lain. Namun belum sempat ia membuka mulut, tiba-tiba terdengar suara berat milik seorang pria yang sangat ia kenal.

“Kalau gue udah punya anak emangnya kenapa? Ada untungnya buat kalian? Ngerugiin juga?”

Deg! Sheyra langsung menoleh ke sumber suara. Itu adalah suara milik Alvaro! Sheyra memperhatikan Alvaro yang terlihat kesal. Cowok itu berkata dengan lantang. Raut wajahnya tetap terlihat dingin seolah sedang mengintimidasi lawannya. Sheyra membelalakkan mata tidak percaya. Apa yang sedang Alvaro katakan? Sheyra menoleh ke sekelilingnya, ia menyadari bahwa kali ini bukan hanya dia seorang yang terkejut. Melainkan seluruh kelas terlihat sedang kaget mendengar pernyataan Alvaro.

^^^Bersambung…^^^

1
Cici Sri Yunita
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!