NovelToon NovelToon
The Gods World

The Gods World

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Raja Tentara/Dewa Perang / Kultivasi
Popularitas:509
Nilai: 5
Nama Author: Dyo Erdika

Selama ribuan tahun, Kekaisaran Shen berdiri di Benua Zhanxi, melewati perang, pergantian kaisar, serta zaman yang terus berubah. Namun di balik sejarah panjang itu, terdapat satu nama yang hanya dianggap sebagai legenda.

Shen Hao Feng.

Kaisar pertama sekaligus pendiri Kekaisaran Shen—seorang Dewa Fana yang telah menghilang selama lebih dari sepuluh ribu tahun.

Ketika perang kembali menghancurkan wilayah Kekaisaran Shen dan musuh mulai menginjak tanah yang dahulu ia bangun dengan tangannya sendiri, sosok yang seharusnya hanya tinggal dalam sejarah itu akhirnya kembali.

Ia melihat bagaimana kekaisarannya berubah. Ia melihat rakyatnya menderita. Dan ia melihat tanah yang pernah ia lindungi dihancurkan oleh tangan musuh. Kini, Shen Hao Feng tidak kembali untuk merebut takhta. Ia kembali untuk mencari tahu siapa yang berani menghancurkan Kekaisaran Shen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyo Erdika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1. Keluarnya Kaisar Pertama Shen Hao Feng

Dalam hitungan tahun yang tak terhingga di Era Kultivasi. Berbagai Benua yang tak terhitung jumlahnya telah menghadirkan permusuhan, pertemanan dan kehancuran berupa perang.

Tentu saja ada sebuah organisme netral bernama Sekte, Sekte ialah tempat teraman saat kehancuran perang meluas namun Sekte tidak selamanya aman karena banyak Sekte yang hancur dalam badai kekacauan Era Kultivasi.

Kini pada Era Kultivasi baru Benua bernama Xanzhi telah menghadapi perang sengit dengan 3 benua yang mengapitnya tempat paling tengah.

Selama ratusan tahun perang tidak pernah berhenti, mahluk hidup menjadi korban perang tak terhitung jumlahnya.

Kenangan itu menyisakan abu dari tulang-tulang dan yang tersisa adalah api bagi mereka yang melihat Kota dan Desa mereka di bakar oleh Aliansi.

Kaisar ke-89 Benua Zanxhi, Shen Luo menolak tegas menyerah terhadap aliansi 3 Benua sehingga peperangan terus berlanjut selama 5 Abad.

....

Aula Kekaisaran Shen.

Shen Luo menghadiri rapat tertutup membahas kerja sama perkembangan ekonomi Kekaisaran bersama 3 Sekte di Benua Zhanxi.

"Tetua Sekte Ganyu kami sangat mohon kepada anda untuk bersedia memberikan bantuan makanan kepada rakyat Benua Zhanxi yang kelaparan."

Mohon Shen Luo pada Tetua Sekte yang cukup tua dan bijaksana.

"Hah..." Tetua itu menghela nafas berat dan menggeleng. "Sayangnya keputusan itu tidak bisa Kaisar Shen. Kami juga memiliki kepentingan sendiri tapi jika Kaisar Shen mau anda bisa membeli dari kami dengan harga lebih murah."

Shen Luo tersentak karena uang di gudang penyimpanan baru saja habis demi membeli persenjataan. Yang bisa mereka andalkan adalah uang Kas tapi uang Kas saja tidak bisa menghidupi Kekaisaran selama seminggu.

"Tetua Sekte Ganyu saya sangat memohon kepada anda." Bahkan Shen Luo rela menundukkan kepalanya demi bantuan makanan.

Tetua itu terkejut dan buru-buru berdiri. "Kaisar tolong angkat kepala anda. Sekte Ganyu tidak akan pernah berdiri jika leluhur Kaisar. Baiklah... Saya akan berikan bantuan makanan kepada Warga Kaisar."

Shen Luo mengangkat wajah serta tersenyum bahagia. "Saya sungguh bertimakasih kepada Tetua! Semoga kebaikan anda akan membentuk anda menjadi sosok yang mulia."

"Ahh Kaisar terlalu memuji." Tetua itu memberi isyarat juga kepada dua tetua yang masih diam sejak tadi.

Ketua tetua itu mengerti maksud nya dan mereka bicara walau putus-putus.

"Kaisar Shen Sekte Chang'E kami juga akan membantu dengan senjata dan pil untuk memperkuat kekuatan Kekaisaran." Kata Tetua Chang'E penuh semangat.

"Hah..." Pria lain yang sudah tua merupakan tetua sekte lain menyela. "Sekte Dong kami juga akan berikan bantuan zirah serta bendera formasi. Selain itu kami juga akan berikan bantuan makanan kepada Kekaisaran."

Wajah Shen Luo tersenyum sumringah dan sangat berterima kasih kepada mereka semua sampai akhirnya pertemuan berakhir.

Shen Luo melihat ketiga tetua pergi dengan helaan nafas berat di tempat. "Sampai kapan Kekaisaran Shen bisa bertahan dari serangan 3 Benua ini."

Shen Luo melihat bangunan yang tak bisa di lihat batasnya dengan mata manusia biasa. Ia merasa berat hati akibat banyak rakyat yang mati akibat ketidakberdayaan militer Kekaisaran.

Shen Luo berbalik badan kemudian berjalan ke suatu tempat yakni ke makam para Kaisar sebelumnya dan tentu saja terdapat makam ayah Shen Luo disana.

Alis Shen Luo merosot sedih lalu ia duduk berlutut lemas di tanah menghadap para leluhur Kekaisaran.

"Ayah... Leluhur sekalian, maafkan saya. Karena di Generasi saya perang besar Era Kultivasi baru telah membuat Benua Zhanxi serta Kekaisaran di ambang kehancuran."

Tangan Shen Luo mengepal kuat di atas pahanya hingga darah merah segar keluar di tangannya. Bahkan bibir yang ia gigit begitu keras seketika terluka begitu dalam.

Shen Luo duduk disana selama beberapa hari tanpa makan atau minum karena menghadap leluhur dan mengakui kesalahan adalah yang penting baginya sekarang.

Sampai seorang kesatria perempuan berambut perak membawa pedang bersimbol Naga putih maju ke dalam makam dan berdiri di sebelah Shen Luo.

"Apa yang Kaisar lakukan berlama-lama disini?." Perempuan itu melihat ke bawah tepat ke Shen Luo.

Shen Luo menarik nafas berat. "Apa yang membuatmu kemari Panglima perang Fei Xuen."

Fei Xuen memegang gagang pedangnya layak seperti kesatria. "Benteng Chang'an di serang semalam. Aku akan pergi kesana dengan 5.000 pasukan. Kaisar aku ingin kau ikut karena Benteng Chang'an adalah benteng terpenting kita dan ada alasan kuat yang haruskan Chang'an tetap aman!." Tegasnya.

Shen Luo memejamkan matanya karena Benteng Chang'an ialah wilayah yang beberapa ribu mil akan sampai ke Ibu kota.

"Mereka sudah masuk sejauh ini ya." Shen Luo berdiri tegap lalu menatap serius pada makam-makam leluhur.

"Leluhur sekalian aku memiliki tugas yang harus di selesaikan yakni memastikan benteng penting Chang'an tidak hancur."

Shen Luo membungukkan badan sebelum berbalik pergi. Fei Xuen sebelum pergi matanya melirik ke salah satu makam namun makam itu paling indah dan memiliki tanah tinggi.

"Itu makam Kaisar pertama Kaisar Shen. Legenda mengatakan ia adalah sosok yang kuat. Namun bahkan sosok yang kuat pun bisa di jemput ajal."

Fei Xuen mendesah pelan. "Benar-benar tidak ada yang menduga ini semua terjadi. Namun sebagai Panglima perang Kekaisaran aku berharap leluhur pertama membantu kami di situasi sulit ini." Kata Fei Xuen terakhir lalu pergi menyusul Shen Luo.

Selama beberapa jam setelah keberangkatan 5.000 pasukan bersama Fei Xuen dan Shen Luo sendiri. Makam leluhur pertama benar-benar bergetar dan penutup makam terhempas kuat dan sosok yang telah lama tidur selama puluhan Ribu tahun kembali bangun.

"Hm ada dimana aku ini?." Pria yang terlihat muda dan tampan duduk setengah sadar dan memijat kepalanya yang pusing.

Pria itu melihat tangannya dan badannya yang merasa familiar dan ia berdiri memandang sekitar.

"Ini... Makam yang di awetkan memakai batu kristal energi Yin?." Ia berdiri dan mengeluarkan pakaian baru dan bagus dari cincin penyimpanan.

Sejenak langkah pria itu terhenti saat melihat berbagai nama terpasang di makam-makam ini. Pria ini terpaksa mengingat siapa dirinya di 12.000 tahun yang lalu.

"Aku..." Ia memandang kedua tangannya sendiri.

"Aku Shen Hao Feng Kaisar pertama Kekaisaran Shen dan pendiri ratusan Sekte besar Benua Zhanxhi." Gumamnya.

Shen Hao Feng mengepal tangan kanannya dan dentuman energi akrab baginya membuat nyaman sekujur badan.

"Benar... Ini adalah energi dari Kultivasi puncak yang aku terima. Karena tak bisa menerobos alam Dewa Fana aku memutuskan istirahat di alam kematian tapi kenapa aku bisa kembali?."

Shen Hao Feng melihat adanya pintu keluar ia pun menempel telapak tangan kanannya pada pintu dan ia bergerak cepat seperti teleportasi dan langsung melayang diam di udara atas Ibu Kota.

"Ini..." Rambut panjang Shen Hao Feng sepunggung terkibar halus akibat angin dan wajahnya yang tampak terkejut walau dingin terlihat.

Shen Hao Feng mengepal tak senang akibat Ibu Kota tidak memiliki kemajuan besar padahal Kekaisaran sekaligus benua Zhanxia memiliki sumber daya melimpah.

Matanya menyipit saat melihat betapa susahnya rakyat Ibu Kota untuk hidup bahkan mereka sudah terlihat kurus-kurus.

"Apa kaisar selanjutnya melakukan korupsi?." Pikirnya.

Namun pikiran itu seketika buyar saat merasakan batu pelindung yang ia pasang di Benteng Chang'an baru saja pecah.

Dengan cepat Shen Hao Feng menoleh dan curiga. "Apa yang terjadi kenapa batu pelindung juga pecah di Chang'an? Sepertinya ada yang tidak beres."

Shen Hao Feng tidak memiliki pilihan lain selain memeriksa kondisi Chang'an tapi matanya melihat ribuan pasukan bergerak dekat dengan Chang'an dan di Chang'an sendiri kobaran api dan seruan perang bergema dimana-mana.

Shen Hao Feng terkejut hingga ia berhenti terbang. "Perang? Jadi Kekaisaran Shen berperang?."

Shen Hao Feng terbang lebih cepat lagi hingga mungkin dia akan sampai dalam 1 jam saat Shen Luo bersama Fei Xuen berperang di Chang'an.

....

"Haa!!."

"Maju! Maju! Habisi mereka!."

Serangan kultivator serta anak panah ke arah benteng dari musuh telah sepenuhnya membuat pasukan pertahanan kewalahan.

Musuh memiliki 20.000 pasukan dengan campuran unit dari 3 Benua berbeda. Akan tetapi pasukan ini di pimpin oleh satu orang saja.

Panglima perang Chang'an. Chang Hei mengangkat tinggi kapaknya dan memukul ke benteng hingga aura listrik kuat melempar puluhan pasukan lawan.

"Hem!." Chang Hei terus maju sama sekali tak gentar di hadapkan musuh di bawahnya. Chang Hei membunuh setiap orang dengan cepat karena itu banyak yang takut menghadapi Chang Hei ini.

"Ayo! Maju, maju kalian!." Chang Hei mengumpulkan listriknya lalu menghantam tanah tembok hingga mereka semua terhempas.

"Arh!."

"D-dia terlalu kuat!."

Chang Hei tertawa terbahak-bahak saat mereka mundur. Pasukan pertahanan benteng pun menjadi semangat dan mereka membunuh setiap yang naik dengan tepat.

"Bunuh semua!." Teriak Chang Hei keras.

Pemimpin musuh menatap tajam Chang Hei yang melewati barisan pasukan di benteng dengan mudah.

"Pria ini... Aku akan membalasnya atas kekalahan kedua ini. Semua mundur ke kemah!."

Untuk sesaat lagi perang telah berhenti namun itu hanya sementara karena mereka pergi berkemah. Walau Chang Hei mengetahui semua mundur entah kenapa firasatnya merasa tidak enak.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!