NovelToon NovelToon
PORTER: System Override

PORTER: System Override

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kebangkitan pecundang / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:665
Nilai: 5
Nama Author: VANDEMIC

Apa jadinya jika pahlawan elit Rank-A meregang nyawa di dasar Dungeon hanya karena menenggak sebotol air garam?

Di dunia yang memuja sihir tempur, Arka hanyalah kuli Porter F-Rank. Nyawanya dihargai lebih murah dari selembar poster promosi Vanguard Guild. Tapi para elit arogan itu melupakan satu hukum mutlak: Jangan pernah merendahkan orang yang memegang kunci gudang obatmu.

Berbekal Skill [Logistics Grid], Arka meretas sistem dari dalam. Dia memanipulasi data manifes, menukar ramuan bernilai miliaran rupiah dengan air garam, dan memutus rantai pasokan tepat saat pasukan elit itu terjebak di hadapan bos monster mematikan.

Tanpa perlu mengangkat pedang, Arka membalikkan hierarki dunia Hunter. Saat Mana mengering dan taring monster mengincar leher, para pahlawan palsu itu dipaksa menangis, berlutut, dan menjual seluruh jiwa mereka hanya demi setetes ramuan dari tangan sang Porter.

Sistem telah diretas. Monopoli Grey Underground baru saja dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VANDEMIC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Menantang Mulut Penggiling

Getaran kasar dari sabuk konveyor raksasa merambat naik ke tulang rusuk Arka. Udara di sekitarnya pekat oleh debu hitam, berbau belerang yang menyengat paru-paru.

Arka terbatuk hebat, memuntahkan serpihan asbes dan darah kental ke atas tumpukan batu bara basah di bawahnya. Sabuk karet selebar tiga meter itu terus bergerak tanpa ampun dengan kecepatan sekitar dua meter per detik, membawanya semakin dalam ke lambung industri Sektor 3.

Setiap kali konveyor itu melewati rol penggiling di bawahnya, tubuh Arka terpental pelan. Kain kemeja kanvasnya yang basah oleh keringat dan darah kini dipenuhi serpihan tajam batu bara, bergesekan langsung dengan luka bakar stadium duanya. Rasa perihnya menembus hingga ke ubun-ubun, membuat pandangan Arka bergoyang.

Di belakangnya, dari arah lubang ventilasi yang jebol, cahaya senter taktis mulai menyapu menembus debu.

"Target jatuh ke Konveyor B! Tembak! Jangan biarkan dia sampai ke area pemuatan!"

DOR! DOR!

Peluru baja memantul liar menghantam dinding-dinding logam di sepanjang sisi konveyor. Arka menunduk serendah mungkin, membiarkan tubuhnya nyaris terkubur di antara gundukan batu bara.

Namun, ancaman sebenarnya bukan dari belakang. Suara gemuruh mesin yang memekakkan telinga terdengar dari depan.

Arka memicingkan matanya yang pedih. Lima belas meter di depannya, sabuk konveyor itu berakhir pada sebuah mesin Crusher (penggiling industri) raksasa. Dua silinder berduri baja sebesar mobil van berputar berlawanan arah, mengunyah bongkahan batu bara raksasa menjadi kerikil dalam hitungan detik. Hawa panas dari mesin itu mulai membakar wajah Arka.

Ia harus melompat keluar dari sabuk ini. Namun, dinding di kiri dan kanan konveyor ditutup rapat oleh terali pelindung baja setinggi dua meter. Terkunci.

Kecepatan sabuk 2 meter per detik. Jarak 15 meter. Waktu tersisa 7,5 detik. Jika aku melompat di detik ke-6 menuju celah poros silinder...

BZZZZT!

Sengatan listrik panas menghantam dasar tengkoraknya. Neural Feedback bereaksi brutal. Arka menjerit tertahan, mencengkeram kepalanya sendiri. Darah segar kembali menetes deras dari lubang hidungnya, jatuh menodai batu bara menjadi merah pekat. Otaknya menolak melakukan kalkulasi kompleks di ambang kematian.

"Sialan..." rintih Arka. Ia terpaksa membuang logikanya dan murni menggunakan insting hewani.

Dengan tangan gemetar dan napas memburu, ia meraba-raba tumpukan limbah di sekitarnya secara buta. Tangannya menyentuh sesuatu yang padat dan berat. Sebuah linggis baja tebal yang bengkok—limbah sisa perbaikan mesin yang ikut terbuang. Arka mencengkeramnya erat.

Enam meter. Empat meter. Suara kunyahan gigi baja penggiling itu kini terdengar seperti raungan monster yang siap mencabik-cabik tulang-tulangnya. Semburan debu hitam menyapu wajahnya.

Dua meter.

Dengan sisa tenaga terakhir yang ia peras dari otot lengannya yang terkoyak, Arka bangkit bertumpu pada satu lutut, lalu menusukkan linggis baja itu dalam-dalam ke celah sempit antara ujung karet konveyor dan silinder gigi Crusher yang berputar.

KRAAAAAANG!

Bunga api sebesar kepalan tangan meledak ke udara. Linggis baja itu tersangkut, beradu paksa melawan putaran gigi penggiling. Dinamo raksasa mesin itu meraung keras, memprotes torsi yang tertahan secara mendadak. Sabuk karet tebal yang dipijak Arka langsung menegang hingga batas maksimalnya, berdecit nyaring.

SNAP! Sabuk konveyor berkapasitas tonase itu putus.

Berhentinya momentum secara mendadak menciptakan gaya inersia yang luar biasa. Tubuh Arka terlempar ke udara layaknya boneka kain. Ia melayang melewati tepat di atas gigi-gigi penggiling yang kini macet dan berasap, lolos dari kematian dengan jarak kurang dari sejengkal.

Arka terjatuh ke dalam sebuah corong pembuangan baja (chute) yang gelap gulita. Tubuhnya merosot cepat menuruni lorong logam berlendir selama beberapa detik, sebelum akhirnya...

Bruk!

Ia menghantam lantai besi bergelombang dengan keras. Rusuk kirinya berderak pelan. Arka terkapar dalam kegelapan total, napasnya nyaris putus, menahan sakit yang membutakan matanya.

Klaustrofobia seketika menyerangnya. Ruangan ini sangat sempit, berbau karat, ikan busuk, dan air garam. Ini bukan tempat pembuangan sampah. Ini adalah bagian dalam dari sebuah kontainer baja.

Tiba-tiba, lantai di bawahnya berguncang hebat. Perut Arka terasa terangkat. Melalui getaran logam di punggungnya, ia mendengar dentuman magnetik dari luar. Kontainer baja ini sedang diangkat menggunakan gantry crane pelabuhan. Bergerak mengayun di udara malam, menjauhi pelabuhan Sektor 3.

Arka memegang dadanya yang berdarah, meraba robekan kertas jadwal "Proyek Genesis" di saku kemejanya. Ia tidak hancur di mesin penggiling, namun secara tidak sengaja, konveyor itu membuangnya langsung ke dalam salah satu peti kemas yang sedang dimuat.

Kontainer itu berderak, lalu diletakkan dengan hantaman keras ke atas permukaan besi yang bergetar seirama dengan deru mesin diesel raksasa.

Arka tersenyum getir di tengah kegelapan, darah mengalir dari sudut bibirnya. Ia tahu persis di mana ia berada sekarang. Ia telah dimuat ke atas lambung kapal kargo milik Sitorus. Kapal Dewi Andalas.

***

**[AUTHOR NOTE]**Inilah yang disebut keluar dari kandang singa, masuk ke mulut buaya! Gila! Arka terpaksa merusak sabuk konveyor pakai linggis baja buat menghindari mesin penggiling raksasa, tapi lemparan inersia malah melemparnya masuk ke dalam kontainer kargo! Tanpa tiket, tanpa Bram dan Hasan yang tertinggal di Sektor 4, dengan kondisi fisik dada hancur berdarah... Arka sekarang terjebak sendirian di dalam kontainer yang dimuat ke kapal rahasia Sitorus! Mampukah Arka bertahan hidup di dalam kotak baja yang gelap gulita ini tanpa air dan makanan?!

1
Hunter S
keren bangetttt aku bakal baca terus
Hunter S
Berat sekali untuk arka, mungkin banyak kejutan setelah nya
Hunter S
Sebagai penyuka genre system dan MC pintar, ini novel sangat keren di plot dan karakter yang lokal, please mangatoon jadikan ini karya ekslusif, karena di platform yang genre boys tab sangat sedikit
VANDEMIC: Dukung terus novel ini dengan membaca dan masukan kedalam rak buku
total 1 replies
Hunter S
aku pengen skuad elit ngerasain akibat nya❌
Hunter S
lanjut 😍
Roses
sumpah ini cerita nya bikin deg degan banget, keren.
Roses
kejam banget sih ini 😭
VANDEMIC: 😈
Terimakasih atas dukungannya nanti kan setiap perjalanan arka yang lebih berdarah-darah.

vandemic-
total 1 replies
Roses
Arka😭
Roses
kalau aku jadi arka aku bakalan hopeless banget😭
Roses
kasian arka 🙂‍↕️
Roses
Ditunggu lanjutannya abangku
Roses
Paraah kece
Roses
Lanjutkan thoorr kereen💪
Roses
Ketika scroll tidak sengaja lihat cover yang mengintimidasi 😱 langsung aja gasskeen karena jarang banget novel yang dari segi plot cerita nya bagus gini jadi makin penasaran.
kalian harus pada baca kawan kawan yang suka manga atau manhwa, please kepada editor mangatoon/noveltoon angkat ini jadi karya di platform ini karena di platform ini banyaknya cerita percintaan perempuan saja
Semangat thoorr😼
VANDEMIC: Terimakasih atas dukungannya kak, pastikan masuk rak buku dan jadi novel favoritmu!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!