NovelToon NovelToon
Putri Pengganti

Putri Pengganti

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Lunoxs

Aluna adalah seorang gadis yang diangkat oleh keluarga kaya sebagai pengganti anak perempuan mereka yang hilang, Jesselyn. Meski hidupnya tampak bahagia, sebenarnya ia hanya diperlakukan sebagai bayangan dari Jesselyn.

Setelah dewasa Aluna dijodohkan dengan Davion Harold, yang lagi-lagi karena pria itu adalah pria yang dulu Jesselyn sukai. Apapun yang terjadi Aluna harus bertahan dalam pernikahan tersebut, itulah pesan kedua orang tua angkatnya.

Namun pernikahan itu membuat Aluna semakin tersiksa dan merasa tak diinginkan oleh siapapun. Pada akhirnya Aluna mengambil keputusan paling mengerikan di dalam hidupnya, coba keluar dari bayang-bayang Jesselyn dan hidup sebagai dirinya sendiri. Melanggar keinginan orang tua angkatnya untuk pertama kali.

"Dav, aku ingin kita cerai," ucap Aluna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PP Bab 17 - Tak Perlu Sepatuh Itu

Davion ingin melihat sejauh mana Aluna akan sanggup menjadi istrinya dalam kepatuhan. Dia akan sangat menunggu Aluna yang berontak, Aluna yang melawannya dengan sekuat tenaga. Aluna yang akan memohon perceraian lebih dulu.

Tapi sekarang lagi-lagi Aluna menuruti perintahnya, dia melepas satu per satu kancing kemeja Davion tanpa canggung. Bahkan benar-benar melepasnya hingga dada Davion telanjjang.

"Mau ku siapkan air hangat?" tanya Aluna, jantungnya saat ini berdegup dengan cepat. Aluna bahkan tak tak sanggup melihat ke arah tubuh Davion yang telah polos.

Tapi rasa malu dan canggung pun harus ia tekan dalam-dalam agar bisa tetap tenang.

"Ikut mandi denganku," balas Davion.

Dan Aluna menganggukan kepalanya patuh, dia bahkan berjalan lebih dulu ke kamar mandi dan mengatur air hangat di shower. Saat Davion ikut masuk tubuh Aluna memegang seketika, apalagi Davion perlahan memeluknya dari belakang.

"Kenapa tidak menolakku?" tanya Davion, bicara tepat di atas kepala Aluna. Perbedaan tinggi mereka memang cukup kentara.

"Karena kamu adalah suamiku, Dav."

"Tapi kamu masih bisa menolak, tertulis jelas di kontrak kita tak ada sentuhan fisik."

"Kalau begitu jangan menyentuh ku," jawab Aluna, suaranya selalu terdengar tenang seperti biasa. Tak ada sedikitpun kenaikan intonasi.

Namun bukannya menuruti keinginan Aluna, Davion justru memeluk semakin erat. "Bukan seperti itu caranya menolak. Kamu harus teriak dan memukulku," balas Davion, lalu mencium leher Aluna dengan lembut.

Sentuhan kecil yang membuat Aluna meremang seketika. Aluna sudah tak mampu berkata apa-apa saat Davion terus menyentuhnya bahkan di titik paling sensitif.

Entah hasrat atau dorongan ego, namun Davion sudah tidak bisa berhenti sekarang. Terlebih Aluna hanya diam saja dan bahkan membuka mulut menerima ciumannya yang kasar.

Air hangat akhirnya jatuh dari shower di atas kepala mereka, Aluna masih menggunakan gaun tidur malamnya yang berwana putih. Gaun itu kini telah basah dan membuat tubuhnya tercekat sempurna, menerawang semu di pandangan mata.

Tanpa perlu obat herbal dari mama Sarah, kini Davion kembali menyentuh Aluna seperti semalam. Menyatukan diri hingga titik yang paling dalam.

"Dav," lirih Aluna, dia benar-benar tak punya kendali atas dirinya sekarang. Semuanya dikendalikan oleh Davion.

Kemarin Aluna menjatuhkan air matanya karena itu adalah yang pertama kali yang menyakitkan, kini Aluna tidak menangis lagi sebab harapan itu kembali tumbuh di hatinya.

Mungkin benar apa kata mom Ivana, bahwa dia dan Davion hanya butuh waktu untuk sepenuhnya menerima pernikahan ini. Dan Davion mungkin butuh waktu lebih banyak daripada Aluna.

Namun suatu saat nanti Aluna yakin Davion akan benar-benar menerimanya sebagai istri, dan apa yang Aluna lakukan sekarang adalah bentuk pengabdiannya.

"Ah," desah Aluna, suara itu lolos begitu saja dari mulutnya.

Keluar dari kamar mandi Aluna menggunakan handuk kimono untuk membalut tubuhnya, sementara Davion melilitkan handuk di pinggang.

"Obatmu masih ada kan? minum lagi dan besok pergilah ke dokter untuk melakukan tindakan kontrasepsi," titah Davion.

Aluna terdiam sejenak sebelum akhirnya mengangguk kepala, saat ini memang bukan waktu yang tepat untuk mereka memiliki anak. "Iya, Dav," jawab Aluna, dia segera mengambil bajunya dan masuk ke ruang ganti.

Davion menatap punggung Aluna sebelum wanita itu menghilang di balik pintu, sikap patuh itu benar-benar sangat menganggunya.

Tak lama kemudian Aluna keluar dengan penampilannya yang sudah rapi kembali, baju tidur berwarna putih seperti biasa.

"Dav, aku akan tidur sekarang. Selamat malam," ucap Aluna.

Davion tak menanggapi apapun, namun diam-diam mengikuti arah kepergian wanita tersebut. Dilihatnya Aluna yang berjalan sedikit tertatih, sentuhannya jelas menimbulkan bekas perih di bagian inti tubuhnya.

Beberapa menit berlalu dan Aluna akhirnya benar-benar terlelap di atas sofanya, sementara Davion masih terjaga dengan ponsel di genggaman.

Banyak pesan masuk yang selalu dia abaikan. Pesan-pesan yang memiliki hubungan dengan masa lalunya sendiri.

'Dav, ayolah datang ke club. Bila perlu ajak istrimu.'

'Sejak menikah kamu benar-benar menghilang Dav, kamu bahkan tidak datang ke pesta Mario.'

'Shayana meninggal karena ulahnya sendiri, kenapa kamu yang harus menanggung semuanya. Sampai menikah dengan wanita asing.'

Davion menghela nafas dengan kasar, dulu kehidupan Davion tidak seperti ini. Dia bahkan dikenal sebagai Casanova raja pesta di kota Servo.

Tapi entahlah, kini dunia tiba-tiba seperti terbalik begitu saja. Hingga yang ada di hadapannya bukan lagi gemerlap malam yang menyenangkan, tadi wanita patuh yang tidur meringkuk.

Davion benar-benar tak mengerti cara berpikir Aluna. Jika pernikahan mereka hanya bisnis, harusnya Aluna tak perlu sepatuh itu.

1
Annie Tandaua
baca 4 bab ini betul2 menguras emosiku, sampe mewek aku/Cry/
Kustri
jesslyn kmn, knp... gk ada sedikit kisah'a kah
Kustri
masa iya jeslyn 9th sdh ngomong keinginan pernikahan yg sempurna🤔
Anonim
Dasar Davion ....maksa ....😬
Anonim
Dav apa sih maumu....
Dusaat aluna dusampingku kau cuekin
kau tinggal sendiri di apartemenmu
sekarang alunasudah menjauh dan pergi
kau tidakterima
Anonim
Makanya Dav ....sok tau .....menghakimi aluna begitu rendahnya
Anonim
Daviion gundah gulana tapi belum tau apa sebabnya atau memang pura"tak tau
Anonim
Clara ssiukat bulu
tapi karena ada clara maka Luna bisa me nentukan lsngkah hidupnya
Mazree Gati
jangkrik,pakai acara ganti judul,,,uda ga minat
Linda Areros
meleleh hati adek bang dav😍😍
Anonim
Hebatnya Luna ....
Anonim
Aluna .......semangat 💪💪💪
Anonim
Belajar menghargai diri sendiri Lun
Biar saja Dav minggat tidur dihotel
jangan terpengaruh
Santai Lun bahagiakan diri sendiri
Anonim
Aluna minggir saja .....pergi
tinggalkan semuanya
Anonim
Aluna yang malang
Anonim
Luarbiasa Davion
Iblis saja kalah jauh dengan kebrengsekannya
Aluna malangnya nasibmu
Anonim
Oalah embuh Aluna gimana nasibmu selanjutnya
suamimu juga jahat
Anonim
Aluna akhiri semua nya
Pergilah yang jauh Alina
jangan mau dijajah oleh suapapun
Hargai dirimu sendiri
Anonim
Davion jaauuuh dari dadi baik sifat maupun perhatisnnya pd orsng lain
Anonim
Mengapa nasibmu begitu buruk Luna
Ayah ibu Davion semua merendahkanmu
Hanya mami dan dadi yang tulus oadamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!