NovelToon NovelToon
Obsesi Mr.Mafia

Obsesi Mr.Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Four

Satu malam dengan seorang Mafia sama dengan maut?

Myra Mahira tak pernah menyangka liburan singkat di Bali akan mempertemukannya kembali dengan Al—anak laki-laki menyebalkan yang dulu menghilangkan cincin peninggalan ibunya.

Namun Al bukan lagi bocah badung yang ia kenal. Kini ia adalah Silas Al Wolfe, pria tampan, dingin, dan penuh rahasia yang mampu membeli apa pun dengan kekuasaan dan uang.

Saat hidup Myra hancur karena hutang 500 juta, Silas menawarkan jalan keluar yang tak pernah ia bayangkan.

Sebuah kesepakatan yang seharusnya berakhir dalam semalam berubah menjadi pernikahan yang tak pernah Myra inginkan. Dibawa ke New York membuatnya tahu siapa Silas Al Wolfe sebenarnya.

Bagi Silas, Myra bukan sekadar istri. Dia adalah obsesi yang tak akan pernah ia lepaskan.

°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°
Mohon dukungannya ✧⁠◝⁠(⁠⁰⁠▿⁠⁰⁠)⁠◜⁠✧

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Four, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OMM — BAB 27

KUNJUNGAN AMBER BIANCO

Pintu depan terbuka lebar. Udara pagi yang masih basah masuk bersama aroma tanah setelah hujan.

Amber Bianco berdiri di ambang pintu. Usianya hampir menginjak kepala empat, namun kulitnya masih kencang, rahangnya tegas, dan dress hitam yang ia kenakan membuatnya tampak seperti bayangan dari masa lalu keluarga itu. Matanya menatap sinis, penuh perhitungan, menyapu setiap sudut rumah seolah sedang menimbang harga dari marmer hingga gorden.

Myra berjalan menghampirinya tanpa ragu. Punggungnya tegak. Wajahnya tenang, meski di dalam dadanya ada waspada yang tidak pernah padam sejak semalam.

“Jika kau mencari Silas,” ucap Myra, suaranya datar namun jelas. “Maka maaf, dia tidak ada di rumah hari ini.”

Amber mengangkat sudut bibirnya. Senyum itu tidak sampai ke matanya. “Jika tidak ada Silas, maka aku bisa bertemu denganmu dan yang lainnya kan.” Ia melangkah maju setapak, tumitnya beradu dengan lantai hingga menimbulkan bunyi pelan. “Lagi pula... Kedatanganku di sini hanya ingin mengenang kakak iparku, Lynda Wolfe.”

Myra mengernyit. Nama itu disebut dengan nada yang terlalu lembut untuk ukuran seorang adik ipar yang selama ini dikenal dingin.

Tanpa menunggu jawaban, Amber melewati Myra begitu saja. Bahunya hampir bersenggolan dengan bahu Myra, namun ia tidak menoleh.

Myra tidak membantah. Ia hanya berbalik dan mengikuti dari belakang, menjaga jarak dua langkah. Setiap langkah Amber bergema di lorong panjang itu, dan Myra menghitungnya dalam diam.

Mereka belum sampai ke ruang tengah ketika suara lain memotong keheningan.

“Nyonya, mobil sudah siap,” kata salah satu pelayan.

Di ujung lorong, Markie duduk di kursi roda. Di sampingnya Elina menggenggam tas sekolah kecil berwarna biru tua. Rambut gadis itu sudah dikuncir rapi, namun matanya masih sembab.

Amber berhenti. Ia menyeringai kecil saat melihat Markie. Sorot matanya menilai, dari wajah pucat Markie hingga ke kedua kaki yang tertutup selimut.

Markie membalas tatapan itu dengan tajam. Tidak ada keramahan. Tidak ada basa-basi.

Ia lalu menoleh ke Myra. “Tolong antar Elina ke mobil,” kata Markie, nadanya tenang namun memerintah. “Biar aku yang mengurus yang ini.”

Myra mengerti. Ia mengangguk sekali. “Ayo, Elina.”

Elina melirik ibunya, lalu melirik Amber yang masih berdiri dengan senyum tipis. Gadis itu menggigit bibirnya, lalu berjalan mendekat ke Myra dan menggenggam tangannya erat.

Mereka berjalan melewati Amber tanpa sepatah kata. Namun sebelum keluar, Myra sempat menoleh. Ia melihat Amber sudah melangkah mendekati Markie, dan Markie tidak bergeming di kursinya.

“Jaga dirimu baik-baik dan tetaplah tersenyum!” mata Myra.

“Meski hatiku masih sedih?”

Myra mengangguk sehingga anak itu mengikutinya dan tersenyum.

Pintu mobil tertutup. Myra melambaikan tangan sampai mobil Elina berbelok keluar gerbang. Baru setelah itu ia kembali masuk.

Di ruang tamu, Amber sudah duduk. Ia memilih sofa yang menghadap langsung ke arah Markie. Di atas meja kaca terhidang teh yang tidak disentuh oleh siapa pun.

“Jadi...,” buka Amber. “Kau benar-benar akan kembali ke Wolfe.”

Markie tidak menjawab. Ia hanya menatap.

Amber menyandarkan punggungnya. “Bagaimana lukamu? Sudah lebih membaik?”

“Apa tujuanmu datang ke sini, Amber?” tanya Markie akhirnya. Suaranya tidak tinggi, namun cukup untuk membuat pelayan yang berdiri di sudut menunduk lebih dalam.

“Tujuan?” Amber tertawa pelan. “Aku hanya ingin berziarah. Keponakan ku mati dengan cara yang memalukan. Ditembak oleh orang kepercayaannya sendiri dan kakak iparku entah hilang ditelan bumi. Aku ingin melihat bagaimana kau bertahan setelah itu.”

“Kau tidak pernah peduli pada Lynda saat dia hidup ataupun Cassian.”

“Benar.” Amber menegakkan dagunya. “Aku tidak peduli. Tapi aku peduli pada nama Bianco. Dan nama itu sekarang ternoda karena seorang Silas yang berani menyentuh keluarga kami.”

Markie mengepalkan tangan di atas pangkuannya. “Silas tidak melakukannya sendiri. Kau tahu itu.”

“Ah.” Amber bersandar. “Jadi kau sudah mendengar pengakuan kecil itu semalam. Cepat sekali kabar menyebar di rumah ini.”

Myra yang baru masuk dan berdiri di ambang pintu terdiam. Ia tidak menyela.

Amber menoleh ke arah Myra. “Dan kau. Istri baru. Yang katanya bisa melunakkan pria sekejam Silas.” Ia mengukur Myra dari atas ke bawah. “Kau tidak terlihat istimewa.”

Myra tidak menjawab. Ia berjalan melewati Amber dan berdiri di samping Markie. Posisi itu sengaja ia ambil. Berdiri, bukan duduk. Sejajar, bukan di bawah.

Amber memperhatikan itu. Senyumnya memudar sedikit.

“Turunkan egomu, Amber,” kata Markie. “Jika kau datang untuk mengungkit kematian Lynda, maka kau datang ke tempat yang salah. Aku yang paling berhak marah. Dan aku tidak akan membiarkanmu menyentuh keluarga ku.”

“Keluarga?” Amber mengulang. “Termasuk anak yang selama ini kau titipkan pada orang lalu menangis saat kehilangannya?”

Tamparan verbal itu membuat udara menegang. Myra maju setengah langkah, namun Markie mengangkat tangan, menghentikannya.

“Kau tidak berhak menyebut namanya,” kata Markie pelan. “Keluar dari rumah ini sebelum aku benar-benar kehilangan kesabaranku.”

Amber berdiri. Ia merapikan ujung dressnya. “Baiklah. Aku hanya mampir.” Ia berjalan ke arah pintu, lalu berhenti. “Oh ya. Hati-hati, Markie. Orang yang membakarmu di jalan belum tentu selesai. Dan orang yang menyuruh Silas membunuh Cassian... mungkin masih ingin bermain. Uppsss maksudku Lynda yang membunuhnya sendiri, benar?”

Ia melirik ke Myra. “Jaga suamimu baik-baik. Pria seperti Silas mudah sekali diambil oleh wanita lain jika lengah sedikit.”

“Tentu saja, terutama dari para wanita Bianco.”

Jawaban Myra membuat senyum Amber pudar hingga wanita itu keluar. Suara pintu yang tertutup terlalu keras membuat vas bunga di meja bergetar.

Keheningan kembali. Hanya suara napas Markie yang terdengar tidak beraturan.

Myra menoleh ke arah Markie. “Kau baik-baik saja?”

Markie menggeleng pelan. “Dia datang untuk memprovokasi. Dia ingin kita berantakan.”

“Dia tidak akan berhasil,” jawab Myra. “Kita tidak akan memberinya itu.”

Markie menatap Myra lama. Untuk pertama kalinya sejak ia kembali, sorot matanya melembut saat melihat Myra. “Terima kasih karena menjaga Elina.”

Myra hanya mengangguk. Ia berdiri dan menuang teh yang sedari tadi dingin. “Minumlah. Kau butuh tenaga.”

Belum sempat Markie menyentuh cangkir, telepon rumah di meja bergetar.

Myra mengangkatnya dan menyalakan loudspeaker.

[“Nyonya Myra,”] suara Kael terdengar tergesa. [“Tuan Silas meminta kalian tetap di dalam rumah. Jangan keluar. Ada pergerakan mencurigakan di sekitar wilayah barat. Kami belum tahu apakah ini ada hubungannya dengan penyerangan kemarin.”]

Markie dan Myra saling pandang.

[“Bagaimana dengan Silas? Kemana dia?”] tanya Myra.

[“Belum kembali. Masih di lokasi.”]

Panggilan terputus.

Myra meletakkan ponsel. Tangannya sedikit dingin. Ia menoleh ke jendela. Pohon-pohon di luar bergoyang karena angin. Ia hanya diam memikirkan bagaimana dan apa yang terjadi di luar sana.

“Silas...”

___________________________

1
Kinara Widya
waduh...s Pedro bodoh
vnablu
lanjut up thorrr
vnablu
hehhh Pedro emang nyaa kamu pikir nanti Silas tidak akan memiliki anak suatu saat walaupun Elion bukan anak kandungnya tapii alasan kamu itu agakk anehh awas aja yaa kamu
Tiara Bella
pedro ternyata yg bunuh elion....tega bngt anak kecil pdhal....serakah dasar
vnablu
Pastii diaa punya rencana sesuatu 🤔
Four.: iya... mengejar Kael 😌
total 1 replies
vnablu
hadehhh kok akuu tegang yaaa takuttt banget pas inget kejadian Elion.... semoga Elinaaa baik-baik ajaa dehh jangan smpee terjadi apa-apa yaa Thor
Four.: santai saja... gak terjadi apa-apa kok /Chuckle/
total 1 replies
Tiara Bella
Bibi Oona lg pedekate sm kael Elina....
Four.: tau aja /Proud/
total 1 replies
vnablu
ayooo lanjut thorrr😄
Four.: wokayyyy uyy
total 1 replies
vnablu
masihhh ajaaa mauu buat masalah emang yaaa ini orang harus nyaa dihapuskan dari dunia
Four.: ho,oh
total 1 replies
Kinara Widya
lanjut kak
Four.: wokehhh
total 1 replies
Tiara Bella
mimpi aja km Pedro.....
Four.: GPP mimpi dulu😁
total 1 replies
vnablu
kiraa-kiraaa kalau emang Lynda masihh hidup di manaa yaa dia bersembunyi 🤔🤔
Four.: di rumahku lohh/Chuckle/
total 1 replies
vnablu
akuu yakinn kalau Lynda masihh hidup Dann Silas tahuu semua ituu
Four.: yap mungkin aja 😌
total 1 replies
Kinara Widya
karena kematiannya misterius...mungkin benar masih hidup
Four.: mungkin aja loh😌
total 1 replies
Tiara Bella
benarkah Lynda wolf msh hidup.....
Four.: ho,oh
total 1 replies
Kinara Widya
aduh...semoga bulan orang jahat
Four.: semoga aja 😌
total 1 replies
Tiara Bella
siapa yg dtng ya penasaran aku.....
Tiara Bella: eeehhhhh....masuk pak eko🤭😄🤣
total 2 replies
Tiara Bella
wkwkkwkw ..myra myra setelah smlm bercinta ko ngemengnya begitu....
Tiara Bella: hooh ya ....
total 2 replies
Eci Rahmayati
🤣🤣 kaliannnn lucuuu ya
Four.: couple yang cocok kann ternyata /Grin/
total 1 replies
Kinara Widya
lanjut kak...🥰
Four.: wokayyyy
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!