NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Seorang Perfeksionis

Istri Rahasia Seorang Perfeksionis

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:16.8k
Nilai: 5
Nama Author: Brilliante Brillia

Daniela Arden Atmaja terpaksa masuk ke dunia malam demi bertahan hidup.

Darren Arkhanio Callister adalah pria perfeksionis yang menilai segalanya dari apa yang terlihat. Baginya, Daniela tidak pantas berada dalam hidupnya, apalagi ia sudah memiliki Crissiana, kekasih sempurna.

Namun di ujung napasnya, sang kakek memohon Darren menikahi Daniela, cucu dari almarhum sahabatnya.
Pernikahan pun akhirnya terjadi secara diam-diam. Tanpa cinta. Tanpa pengakuan. Tanpa diketahui siapa pun.

Darren tetap merendahkan Daniela dan tidak pernah ingin mengenalnya. Sementara Daniela memilih cuek dan tak perduli. Mau menikah pun karena permintaan terakhir dari sahabat almarhum kakeknya.

Hingga sebuah insiden terjadi.
Harga diri Daniela direnggut.
Saat Darren akhirnya menyadari bahwa Daniela tidak seperti yang ia kira, semuanya sudah terlambat.

Daniela pergi tanpa penjelasan dan tanpa jejak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Brilliante Brillia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Puluh Delapan

Darren tiba di Bandara Internasional Kualanamu sekitar jam sembilan malam.

"Kita langsung ke hotel aja, Rey." Katanya pada Reymond yang menemani kunjungannya kali ini.

"Baik Bos." Jawab bawahannya itu, patuh.

"Besok setelah tugasmu selesai di sini, kamu pulang saja duluan. Aku akan tetap di sini beberapa hari. Tapi..."

Darren tak melanjutkan ucapannya, namun mata tajam lelaki itu mengarah pada sepasang mata Reymond. Reymond pun mengangguk paham. Tanpa dijelaskan, ia tahu kalau sang bos tak ingin siapapun tahu keberadaan dirinya, terutama Selina dan Crissie yang sekarang mulai kembali rajin mendekati Darren. Sebenarnya Reymond tahu kalau Darren dan Crissie sudah lama putus. Tapi ia tak ingin mencampuri urusan pribadi bosnya. Sebelum dia yang meminta bantuannya.

"Siap bos"

***

Sementara itu di Jakarta, Selina sibuk mencari keberadaan Darren ke sana kemari. Ia telah menanyakan hal itu kepada hampir setiap orang di kantor, namun tidak ada satu pun yang tahu. Begitu juga saat ia mendatangi meja kerja sekretaris Darren.

"Kamu itu sekretarisnya Pak Darren! Kenapa sampai tidak tahu ke mana dia pergi?" pekik Selina tertahan. Matanya melotot lebar, sama sekali tidak berusaha menyembunyikan kemarahan yang membakar dadanya.

"Saya hanya tahu kalau Pak Darren pergi bersama Pak Reymond," jawab Clara dengan nada sedikit ketus. Ia merasa tidak terima karena tiba-tiba menjadi sasaran kemarahan Selina.

"Seharusnya kamu tanyakan dong, punya inisiatif sedikit! Jangan jadi sekretaris yang blo..."

"Cukup, Bu Selina! Anda tidak berhak menghina saya," potong Clara dengan tegas. "Lagipula bukan kapasitas saya untuk bertanya lebih jauh jika itu sudah menyangkut urusan pribadi atasan."

Clara langsung membereskan barang-barang pribadinya di atas meja dan segera beranjak dari hadapan Selina. Ia memilih untuk langsung pulang karena jam kerja memang sudah berakhir.

"Clara!" panggil Selina dengan suara meninggi.

Clara tetap melangkah mantap tanpa berniat menggubris sedikit pun panggilan wanita itu.

"Minta dipecat kamu, ya?!" teriak Selina lagi.

Selina hampir saja kehilangan kendali atas emosinya. Namun, saat menyadari beberapa karyawan lain mulai saling melirik dan berbisik ke arahnya, ia pun terpaksa menahan diri dan berusaha memendam amarahnya.

"Tidak salah lagi, Darren pasti pergi ke Singapura untuk menemui Crissie. Sialan, sialan, sialan!" makinya dalam hati dengan wajah yang merah padam menahan geram.

***

Keesokan harinya, Darren sudah berdiri di lantai atas pusat perbelanjaan milik keluarganya tersebut. Dari ketinggian itu, sepasang mata elangnya meneliti setiap sudut area bermain anak yang tampak ramai oleh pengunjung. Desainnya memang unik, ramah anak, dan memiliki perpaduan warna yang sangat nyaman di mata. Benar-benar sebuah hasil pemikiran yang brilian untuk ukuran seorang kasir supermarket.

"Bagaimana, Bos? Mau saya panggilkan manajer area bermain atau kepala supermarket sekarang?" tanya Reymond yang berdiri setengah langkah di belakangnya.

"Tidak perlu, Rey. Biarkan jadwal pemeriksaan formal kita berjalan seperti biasa dulu," sahut Darren tanpa mengalihkan pandangannya. "Setelah tugasmu selesai sore nanti, kamu bisa langsung ke bandara."

"Baik, Bos. Semua dokumen dan laporan triwulan untuk mal ini sudah saya rapikan di tablet Anda. Jika ada hal darurat, saya akan langsung hubungi," ujar Reymond seraya bersiap mundur untuk mulai mengurus agenda mereka hari ini.

Darren hanya mengangguk pelan sebagai jawaban. Setelah Reymond beranjak pergi untuk mengurus agenda formal, Darren melangkah menuju kantor manajemen mal yang berada tidak jauh dari sana. Ia meminta sekretaris untuk memanggil manajer yang bertanggung jawab atas pengelolaan area bermain anak di lantai atas tersebut.

Tak butuh waktu lama, manajer area bermain datang tergesa-gesa dengan raut wajah gugup sekaligus terhormat karena mendapat kunjungan mendadak dari sang pemilik mal.

"Selamat siang, Pak Darren. Ada yang bisa saya bantu terkait fasilitas area bermain anak kita?" tanya manajer tersebut dengan sikap hormat.

Darren menatap manajer itu dengan ekspresi datar namun tegas. Kepalanya memang masih kosong dari ingatan masa lalu, tetapi insting bisnisnya tetap tajam.

"Saya tertarik dengan konsep baru di area bermain anak di luar sana. Di dalam laporan tertulis ide itu datang dari seorang kasir supermarket lantai dasar. Bagaimana ceritanya dan siapa namanya?" tanya Darren langsung pada intinya.

Manajer area bermain itu langsung tersenyum bangga dan mengangguk patuh. Sama sekali tidak ada kecurigaan apa pun di benaknya, karena ia tahu Pak Darren memang terkenal sebagai pengusaha muda yang sangat menghargai ide-ide brilian.

"Betul sekali, Pak. Nama kasir itu Daniela. Waktu itu dia melihat area bermain kita kurang diminati, lalu dia memberikan coretan konsep dan ide-ide brilian untuk merombak tempat ini menjadi lebih hidup. Kami dari pihak manajemen mal sangat terbantu karena setelah diterapkan, pengunjung anak-anak melonjak drastis," jelas sang manajer dengan antusias.

"Daniela?"

Darren mengulang menyebut nama itu dalam hati. Sepertinya ia pernah mendengar nama itu. Tapi di mana?

"Di mana dia sekarang? Saya ingin menemuinya," ucap Darren singkat.

Mendengar hal itu, raut wajah manajer area bermain sedikit berubah sungkan.

"Mohon maaf, Pak Darren. Kebetulan sudah beberapa hari ini Daniela sudah tidak masuk kerja karena sudah mengambil cuti melahirkan. Kandungannya sudah sangat besar. Namun, jika Pak Darren membutuhkan data atau alamatnya, kebetulan kami menyimpan data lengkap seluruh karyawan dan staf yang berkontribusi untuk proyek ini."

"Berikan alamat rumahnya kepada saya," perintah Darren tanpa ragu.

"Baik, Pak. Sebentar saya ambilkan," sahut manajer itu patuh. Ia segera mencetak data karyawan atas nama Daniela dari komputernya, lalu menyerahkan selembar kertas berisi alamat lengkap tersebut kepada Darren.

Darren menerima kertas itu dan membaca sekilas alamat yang tertera di sana. Setelah melipatnya dan memasukkannya ke dalam saku jas, ia mengangguk pelan.

"Terima kasih. Lanjutkan pekerjaanmu," ucap Darren singkat sebelum akhirnya berbalik dan melangkah pergi.

Sore harinya, setelah memastikan Reymond sudah berangkat menuju bandara untuk kembali ke Jakarta, Darren segera memesan taksi. Ia sengaja tidak menggunakan fasilitas mobil dinas mal agar pergerakannya tidak memancing perhatian dari pihak manajemen atau staf luar.

Sepanjang perjalanan membelah jalanan kota Medan yang mulai padat oleh kendaraan jam pulang kantor, Darren terus menatap kertas di tangannya. Lembaran kosong di kepalanya memang belum terisi, dan ia murni datang karena rasa penasaran bisnis terhadap kasir jenius tersebut.

Namun, anehnya, setiap kali taksi itu bergerak semakin dekat menuju alamat Daniela, debaran di dadanya terasa kian bergemuruh kencang. Seolah ada magnet tak kasatmata yang sedang menariknya untuk segera tiba di sana.

Kini taksi yang ditumpanginya benar-benar telah berhenti tepat di depan sebuah rumah mungil yang sederhana. Namun, baru saja Darren melangkah keluar dari mobil sedan berwarna biru itu, telinganya langsung menangkap suara keributan kecil dari arah dalam rumah. Darren seketika mengernyitkan keningnya heran.

"Tunggu sebentar, Pak!" seru Darren kepada sopir taksi.

Tanpa membuang waktu, ia setengah berlari melintasi halaman rumah yang kecil itu. Kebetulan pintu utama rumah tersebut sudah terbuka lebar, memudahkan Darren untuk melihat situasi di dalam. Tampak seorang wanita paruh baya tengah bersusah payah memapah seorang wanita hamil menuju pintu keluar.

"Mungkin dia yang namanya Daniela?" tanya Darren di dalam hati.

Darren sempat tertegun di tempatnya berdiri. Anehnya, dada pria itu berdenyut nyeri seolah ikut merasakan kesakitan yang mendalam saat melihat wanita hamil itu meringis kesakitan.

"Anak ini siapa?" tanya Harsiwi terkejut. Langkahnya terhenti saat tiba-tiba mendapati seorang pria berpenampilan perlente sudah berdiri di ambang pintu rumahnya.

"Sa-saya atasan Daniela di tempatnya bekerja," jawab Darren sekenanya, sedikit gugup karena tatapan Harsiwi.

"Oh, kalau begitu maaf, kami harus segera ke rumah sakit. Sepertinya Daniela sudah mau melahirkan!" kata Harsiwi dengan suara panik sambil terus berusaha memapah tubuh Daniela.

Sementara itu, Daniela sendiri sama sekali tidak sempat menatap ke arah Darren. Kesadarannya bahkan sudah hampir hilang saking tidak kuat menahan rasa sakit luar biasa yang terus mendera perut dan pinggangnya.

Melihat kondisi yang darurat itu, tanpa membuang waktu lagi, Darren langsung maju dan mengangkat tubuh Daniela ke dalam gendongannya.

"Ayo, biar saya antar," ucap nya sambil membawa Daniela ke dalam taksi.

1
Nasya
bagus daniela hempaskan ulat bulu
Nasya
🥰🥰🥰🥰 ini yang dinanti
mimief
semangat dan..Darren Dateng dengan versi terbarunya itu
Muft Smoker
meweek aq tuuuh ,,
mungkin di masa lalu Darren org yg arogan Daniela ,,
tp saat ni Darren sosok ayah yg merindukan keluarga kecil ny ,,
mungkin sulit tuk melupakan masa lalu yg menyakitkan ,, tp fikirkan juga daphnee ,, dy juga merindukan papa ny ,,
olyv
lanjut thor 😍😍👍👍
Neng Nosita
gak perlu adaptasi donk karena udh pernah bertemu/kenal
olyv
wah akhirnya mereka bertemu lanjut thor
Neng Nosita
waah..jangan² nanti ketemu Darren dsana
Ivy
anakmu darren ahh thor padahal dikit lagi ney sebut nama ibunya 😁
olyv
empat tahun masa ngak ketemu jejaknya daniella, percuma jadi orang berkuasa payah kamu darren
olyv
kasihan darren semangat terus y
olyv
kelamaan darren, aluna sudah pergi lagi
Muft Smoker
lanjuuut. kak ,,



ayooo darreeen berusaha teruus ,, bukti kan klo km uuddh berubah
mimief
ayoo garcep ren,bisa ditikung lagi Lo sama yg lain🤣🤣
Nasya
semoga aja darren sampai daniela belum pergi bersama anaknya
Nasya
diihh ngarep selina
olyv
lanjut thor
Nasya
Rey auto kaget dengarnya, semoga rey jujur pd darren kalo daniela istrinya
Nasya
yah gagal nemanin 😌
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
belum waktu ny mereka ketemu niih ,, ad aj halangan ny ,, 🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!