NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Raja Iblis

Reinkarnasi Raja Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Iblis / Reinkarnasi
Popularitas:262
Nilai: 5
Nama Author: Sulaiman1927

Raja Iblis Vorthar adalah penguasa seluruh wilayah kegelapan yang ditakuti oleh para dewa dan manusia. Setelah perang besar yang memakan korban tak terhitung, ia akhirnya dikalahkan dan dikurung selama ribuan tahun. Namun, kutukan para dewa tak mampu menghapus keberadaannya sepenuhnya.

Saat terbangun kembali, Vorthar tidak lagi berada di istana kegelapan yang megah. Ia terlahir kembali sebagai seorang anak biasa di dunia manusia yang damai dan penuh dengan para kultivator yang menganggap kekuatan kegelapan sebagai hal terlarang. Dengan ingatan dan kekuatan dasar yang masih tersimpan, ia harus menavigasi dunia yang memandangnya sebagai musuh.

Tanpa teman dan dengan banyak musuh yang mengincar nyawanya, Vorthar mulai menapaki jalan kembali menuju puncak kekuatan. Ia tidak hanya ingin memulihkan kekuatannya sebagai Raja Iblis, tetapi juga mencari tahu rahasia di balik perang kuno yang menghancurkan dunianya. Dalam perjalanannya, ia akan bertemu dengan sekutu yang tak terduga

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sulaiman1927, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pendaftaran di sekte

Pagi berikutnya, setelah sarapan sederhana, Ryn dan Zarathos meninggalkan penginapan dan mulai menjelajahi pusat kota untuk mencari informasi mengenai sekte-sekte yang ada di wilayah ini.

Di tengah kota terdapat sebuah papan pengumuman besar yang dipasang di alun-alun utama. Di sana tertulis daftar semua sekte yang memiliki cabang di kota ini, beserta syarat dan ketentuan untuk mendaftar.

"Kita akan mendaftar ke Sekte Angin Bayangan," kata Zarathos sambil menunjuk salah satu nama di papan itu. "Mereka tidak seketat Sekte Cahaya Emas, dan mereka lebih terbuka terhadap orang-orang yang memiliki bakat khusus, meskipun kekuatannya berbeda dari standar umum."

Mereka berjalan menuju lokasi Sekte Angin Bayangan yang terletak di bagian barat kota, dekat dengan perbukitan yang rendah. Bangunan sekte itu tampak megah namun tidak terlalu mencolok, dengan arsitektur yang terinspirasi dari alam dan kecepatan. Terdapat banyak pohon tinggi dan jalan setapak yang berkelok-kelok di sepanjang kompleks sekte.

Saat mereka tiba di gerbang masuk, mereka disambut oleh seorang penjaga berwajah tenang yang memakai seragam berwarna biru muda.

"Ada yang bisa saya bantu?" tanya penjaga itu dengan nada sopan.

"Kami ingin mendaftar sebagai murid baru," jawab Zarathos mewakili Ryn.

Penjaga itu menatap Ryn sebentar, lalu mengangguk. "Baik. Ikutlah dengan saya. Kita akan melakukan tes dasar untuk melihat bakat dan kemampuanmu."

Mereka mengikuti penjaga itu masuk ke dalam kompleks sekte dan tiba di sebuah aula besar yang digunakan untuk ujian pendaftaran. Di sana sudah ada sekitar dua puluh orang pemuda dan pemudi yang sedang menunggu giliran untuk diuji. Semua dari mereka terlihat berusia antara lima belas hingga dua puluh tahun, dengan aura energi yang sudah terasa di tubuh mereka.

Ryn berdiri di pojok ruangan, menyamarkan keberadaannya sepenuhnya namun tetap memperhatikan segalanya dengan teliti. Ia melihat bagaimana para calon murid diuji menggunakan alat-alat khusus untuk mengukur kuantitas dan kualitas energi yang mereka miliki.

Satu per satu mereka dipanggil, dan hasilnya bermacam-macam. Ada yang memiliki bakat luar biasa langsung diterima dengan hormat, ada yang diterima namun harus melalui masa percobaan, dan ada yang ditolak karena energi mereka terlalu lemah atau tidak sesuai dengan standar sekte.

Setelah beberapa saat, akhirnya giliran Ryn tiba.

"Selanjutnya, Ryn," panggil petugas yang bertugas mengatur ujian.

Ryn melangkah maju dan berdiri di depan sebuah alat berbentuk pilar batu yang bersinar samar. Alat itu bernama Batu Pengukur Bakat, yang bisa mendeteksi jenis, jumlah, dan kualitas energi dalam tubuh seseorang.

"Tempelkan tanganmu di atas batu itu," perintah petugas itu.

Ryn mengangguk dan meletakkan tangannya di atas permukaan batu yang dingin itu.

Saat itu, Zarathos berdiri di dekat pintu, memberi isyarat kecil dengan matanya. "Ingat, jangan keluarkan semua kekuatanmu. Cukup keluarkan energi yang mirip dengan energi alam biasa, tapi dengan kualitas yang jauh lebih murni dan kuat dari rata-rata."

Ryn mengerti dan mulai mengeluarkan sedikit energi gelapnya, namun ia mengubah bentuk dan sifatnya sehingga terlihat seperti energi alam biasa namun jauh lebih unggul.

Awalnya batu itu tidak bereaksi apa-apa, namun beberapa detik kemudian, cahaya perlahan mulai muncul dari permukaan batu itu. Awalnya berwarna putih lemah, lalu perlahan berubah menjadi warna biru yang lebih terang, lalu hijau, dan akhirnya berhenti pada warna ungu yang dalam namun tidak menyilaukan.

Petugas itu tertegun dan matanya membuka lebar. "Warna ungu... itu sangat jarang. Biasanya hanya orang dengan bakat tertinggi yang memiliki warna seperti itu. Dan tingkat energinya... jauh melebihi rata-rata orang yang mendaftar hari ini."

Orang-orang di sekitar mulai berbisik-bisik dan menatap Ryn dengan rasa takjub dan sedikit iri.

"Ini tidak mungkin," gumam salah satu calon murid yang sudah lebih dulu diuji. "Dia terlihat biasa saja, tapi kenapa bakatnya sehebat itu?"

Petugas itu segera membawa hasil pengukuran itu kepada seorang penatua yang berdiri di sudut ruangan. Penatua itu adalah pria tua dengan janggut putih panjang dan mata yang sangat tajam. Ia melihat hasil itu dan menatap Ryn dengan pandangan yang serius.

"Bakatnya luar biasa," kata penatua itu. "Tapi ada sesuatu yang aneh pada energinya. Terasa seperti energi alam, namun ada lapisan lain di dalamnya yang tidak bisa dijelaskan."

Zarathos maju selangkah dan berbicara dengan sopan. "Penatua, murid ini masih muda dan baru saja mulai melatih dirinya. Energi yang dia miliki memang berbeda dari standar umum, tapi itu karena ia berasal dari lingkungan yang terpencil dan menggunakan metode latihan yang sedikit berbeda. Ia sangat ingin belajar dan taat pada aturan sekte."

Penatua itu menatap Zarathos lama sekali, seolah ingin membaca pikiran dan asal-usulnya. Namun akhirnya ia mengangguk. "Baiklah. Mengingat bakatnya yang luar biasa, sekte ini menerima dia sebagai murid resmi, dengan hak dan kewajiban yang sama seperti murid lainnya. Tapi dia harus mengikuti semua pelajaran dan ujian yang diberikan tanpa pengecualian."

"Terima kasih banyak, Penatua," jawab Zarathos dengan hormat.

Ryn menghela napas lega. Ia berhasil melewati tes pendaftaran tanpa menimbulkan kecurigaan yang berlebihan. Ini adalah langkah pertama yang sukses.

Setelah itu, Ryn diberikan seragam sekte berwarna biru dan diarahkan ke asrama murid baru. Sepanjang jalan menuju asrama, banyak mata yang mengarah ke arahnya. Ia tahu bahwa dari saat ini, hidupnya akan berubah total. Ia tidak lagi bersembunyi di desa kecil, melainkan masuk ke dunia kompetisi, persahabatan, persaingan, dan bahaya yang jauh lebih besar.

Saat ia sampai di asrama, ia melihat bahwa ada sekitar dua puluh murid baru lainnya yang juga diterima hari itu. Di antara mereka, ada satu orang pemuda yang menatapnya dengan pandangan tajam dan tidak ramah. Pemuda itu bernama Kairon, murid dari keluarga besar yang sudah memiliki kekuatan yang cukup kuat.

"Hah, anak baru dengan bakat tinggi ya?" kata Kairon dengan nada mengejek. "Jangan berpikir hanya karena kamu memiliki bakat, kamu akan menjadi kuat. Kekuatan tidak datang hanya dari bakat, tapi dari kerja keras dan pengalaman."

Ryn menatapnya dengan tenang dan hanya mengangguk. "Aku berharap bisa belajar dari semua orang di sini, termasuk kamu."

Kairon tersenyum sinis dan berbalik pergi. Ryn tahu bahwa ini hanyalah awal dari banyak persaingan yang akan ia hadapi di dalam sekte. Namun ia tidak takut. Di dalam dirinya, ia memiliki kekuatan kuno dan pengalaman yang tidak dimiliki oleh siapa pun di tempat ini.

Malam itu, saat semua murid baru sedang beristirahat, Ryn bertemu kembali dengan Zarathos di tempat rahasia yang sudah mereka sepakati.

"Kamu berhasil dengan baik," kata Zarathos. "Sekarang tugasmu adalah belajar sebanyak mungkin. Pelajari teknik mereka, pelajari budaya mereka, dan cari tahu siapa yang menjadi musuh sejati kita. Jangan terburu-buru menonjol, tapi pastikan setiap hari kamu menjadi sedikit lebih kuat dari sebelumnya."

"Aku mengerti, Guru," jawab Ryn. "Aku tidak akan mengecewakanmu."

"Baiklah," tambah Zarathos. "Mulai besok, pelajaran dimulai. Ingatlah tujuanmu, dan jangan pernah lupa siapa kamu sebenarnya."

Malam itu, Ryn tidur dengan mimpi yang tenang namun penuh semangat. Ia tahu bahwa perjalanannya menuju puncak dan balas dendam baru saja benar-benar dimulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!