NovelToon NovelToon
Wajah Kedua Seorang MAFIA

Wajah Kedua Seorang MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam
Popularitas:751
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

Aurelia Vanzara, sosok yang dulu ditakuti sebagai Crimson Queen, memilih menghilang dari dunia gelap setelah kehilangan satu-satunya orang yang mampu meluluhkan hatinya.
Kematian orang terkasih itu bukan hanya merenggut kebahagiaannya, tetapi juga menghancurkan alasan Aurelia untuk terus memegang kekuasaan.
Dengan identitas baru sebagai wanita biasa, ia mencoba menjalani hidup sederhana. Bekerja, tersenyum, dan berpura-pura bahwa masa lalunya tak pernah ada.
Namun, dunia tidak pernah benar-benar melepaskan miliknya.
Ketika sebuah keadaan mengancam satu-satunya kehidupan damai yang ia miliki sekarang, Aurelia dipaksa memilih: tetap menjadi wanita lemah yang mencoba melupakan segalanya, atau kembali menjadi ratu kejam yang pernah menguasai dunia bawah tanah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2- Crimson queen

Hari selanjutnya...

Hujan terus mengguyur kota besar sejak dini hari. Namun kali ini, tidak ada lagi air mata yang Alena keluarkan dengan sia-sia.

Kini Alena berdiri di depan cermin besar di kamarnya. Gaun sederhana yang selama ini ia kenakan telah tergantung rapi di sudut ruangan dan ditinggalkan, seperti identitas lamanya.

Setelah keterpurukannya hari ini… ia akan kembali menjadi dirinya yang sebenarnya untuk membalas dendam atas kematian Marko.

Perlahan, ia mengenakan setelan hitam elegan. Jas panjang membalut tubuhnya dengan sempurna, hingga mempertegas lekuk tubuhnya yang anggun namun tegas.

Rambut hitamnya dibiarkan tergerai, jatuh lembut di bahu, kontras dengan tatapan matanya yang dingin dan tak lagi menyisakan kelembutan.

Bibirnya dipulas merah gelap sebagai simbol bahwa Aurelia Vanzara… telah kembali.

Ia menatap bayangannya sendiri dan nampak cantik sempurna. Namun di balik itu semua ada sesuatu yang jauh lebih menakutkan. Yaitu aura dominasi yang mencekam.

“Jika seseorang yang merenggutmu dariku…” bisiknya pelan. “Maka aku akan menghancurkan dunia mereka.”

______

____________

Markas Besar Vanzara Empire berada.

Ruangan itu nampak sunyi. Meja panjang dari kayu hitam membentang di tengah, dikelilingi pria-pria bersetelan formal yang tak satu pun berani berbicara. Bahkan napas pun terasa ditahan.

Hingga...

PINTU TERBUKA.

Lalu terdengar langkah sepatu hak tinggi yang menggema pelan, namun cukup untuk membuat semua orang berdiri serempak.

Alena masuk dan semua mata pun tertuju padanya. Dan seketika, ruangan pun terasa lebih dingin.

“Nona…” ucap mereka serempak dengan kepala menunduk.

Alena berjalan perlahan menuju kursi utama. Setiap langkahnya nampak tenang, terukur, dan penuh kendali. Ia tidak perlu meninggikan suara karena dengan kehadirannya saja sudah cukup membuat siapa pun tunduk.

Alena lalu duduk dan menyilangkan kakinya dengan elegan. Tatapannya menyapu seluruh ruangan dan menatap semua wajah yang tak ada senyuman dan tak ada emosi, melainkan hanya kekuasaan.

“Laporan,” ucap Alena singkat.

Lalu, seorang pria di sisi kanan maju sedikit. Dialah Vincent, tangan kanan kepercayaannya.

“Sudah tiga bulan kami menyelidiki, Nona,” katanya hati-hati. “Dan akhirnya kami menemukan pihak yang bertanggung jawab atas penyerangan malam itu.”

Mendengar laporan tersebut Alena tidak bergerak. Namun matanya… telah menjadi berubah lebih tajam.

“Bicara.”

Vincent pun memberi isyarat. Lalu layar besar di ujung ruangan pun menyala. Kemudian foto-foto muncul. Wajah-wajah. Nama-nama. Dan lokasi keberadaan masing-masing.

“Kelompok mafia Black Seraph,” lanjut Vincent. “Dipimpin oleh Dante Moretti.”

Ruangan pun hening. Semua hanya terdiam namun mengerti. Nama itu nama yang baru saja di sebutkan… bukanlah nama kecil.

“Mereka mengambil alih wilayah utara secara paksa. Serangan terhadap Anda dan Tuan Marko adalah bagian dari rencana mereka untuk menghapus semua pesaing," lanjut Vincent.

Alena menatap layar. Lalu berhenti pada satu foto. Seorang pria yang bernama Dante.

Tatapan pria itu dingin. Namun tidak sedingin tatapan miliknya.

“Jadi…” suara Alena akhirnya terdengar.

Meskipun pelan namun cukup membuat bulu kuduk merinding.

“Ini orang-orang yang merenggut milikku.”

Saat ini tidak ada satupun yang menjawab karena tidak ada yang berani.

Alena lalu berdiri secara perlahan sehingga aura di ruangan itu berubah drastis menjadi terasa lebih berat dan lebih menekan.

“Mulai malam ini…” katanya, suaranya terdengar rendah namun penuh wibawa.

“Tidak akan ada lagi nama Black Seraph di dunia ini.”

Semua orang menegakkan tubuh mereka dan nampak tegang.

"Siap."

Alena lalu melangkah maju sedikit dengan tatapannya yang tajam seperti pisau.

“Aku tidak ingin ada yang tertangkap.”

Sunyi....

“Aku tidak ingin ada yang lolos.”

Napas tertahan...

“Habisi semuanya.”

Deg.

Beberapa orang menelan ludah. Namun tidak ada yang menolak dan tidak ada yang berani bertanya.

“Termasuk keluarga mereka… jaringan mereka… siapa pun yang terlibat,” lanjut Alena tanpa ragu.

Suaranya tetap tenang seolah ia tidak sedang memerintahkan pembantaian.

“Sapu bersih.”

“Siap, Nona.”

“Dan satu hal lagi,” tambah Alena hingga semua kembali menatapnya.

“Bawa Dante Moretti kepadaku.”

Sebuah senyuman tipis muncul di bibirnya. Nampak Indah namun mematikan.

“Aku ingin mengakhiri ini… dengan tanganku sendiri.”

Malam Itu…

Kota pun akan berubah menjadi medan perang. Mobil-mobil hitam melaju dari berbagai arah. Pasukan Vanzara bergerak tanpa suara.

Terorganisir dan mematikan.

_______

___________

Di satu markas Black Seraph...

DOR! DOR! DOR!

Tembakan meledak. Jeritan menggema. Satu per satu tubuh jatuh. Di bantai tiada ampun.

Tidak ada negosiasi. Yang ada hanya satu perintah—

HABISI.

Kembali ke Alena...

Ia berdiri di balkon gedung tinggi sambil menatap kota yang kini berada di bawah kendalinya.

Angin malam meniup rambutnya perlahan namun wajahnya tetap tenang akan tetapi tatapannya kosong.

“Marko…” bisiknya. “Semoga kau tenang disana. Dan setelah ini, aku akan meninggalkan dunia gelap ini selamanya."

Mata Alena perlahan menutup. Lalu terbuka kembali dengan sorot yang lebih dingin dari sebelumnya.

“Dan aku akan memastikan… mereka merasakan kehilangan yang sama.”

**

Biografi Aurelia Vanzara

Aurelia adalah wanita berusia 25 tahun dengan aura dingin yang memikat. Rambutnya hitam pekat, panjang hingga pinggang, sering diikat rendah dengan rapi. Matanya tajam berwarna abu-abu gelap, seolah mampu membaca kebohongan hanya dalam satu tatapan.

Kulitnya pucat mulus, kontras dengan lipstik merah gelap yang menjadi ciri khasnya. Tubuhnya tinggi semampai dengan postur tegap, selalu tampil elegan dalam balutan jas mahal atau gaun hitam sederhana namun mematikan.

Aurelia Vanzara lahir dari keluarga mafia paling berpengaruh di kota Valenza. Ayahnya, seorang don legendaris, dikenal kejam namun sangat disegani. Sejak kecil, Aurelia tidak dibesarkan sebagai anak perempuan biasa. Ia dilatih untuk bertahan, bukan untuk bergantung.

Pada usia 12 tahun, ia menyaksikan pembantaian keluarganya sendiri akibat pengkhianatan dari orang kepercayaan ayahnya sehingga malam itu menjadi titik balik dalam hidupnya. Ia satu-satunya yang selamat, bukan karena keberuntungan, tetapi karena keberanian dan kecerdasannya melarikan diri.

Selama bertahun-tahun, Aurelia hidup dalam bayang-bayang dan menyusun rencana balas dendam. Ia membangun kekuatan dari nol, menyusup ke berbagai jaringan kriminal, dan perlahan menguasai dunia bawah tanah.

Di usia 20 tahun, ia berhasil merebut kembali kekuasaan keluarganya dan membunuh orang yang telah menghancurkan hidupnya. Sejak saat itu, ia dikenal sebagai The Crimson Queen, simbol kekuasaan, darah, dan balas dendam.

1
𝐀⃝🥀Weny
keren kau Max👍🏻
𝐀⃝🥀Weny
akhirnya dapat restu juga dari camer🤭 hati² kamu Sofia jangan sampai kamu membangunkan singa yang sedang tidur😁
𝐀⃝🥀Weny
dobel up thor
Aurora: siap... di usahakan ya.../Ok/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!