NovelToon NovelToon
Posesif Bagas

Posesif Bagas

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Posesif
Popularitas:807
Nilai: 5
Nama Author: Safira Maulidah salsabila

Semuanya bermula dari sebuah kejadian yang sama sekali tidak pernah ia rencanakan.

Tinggal di panti asuhan membuat gadis itu terbiasa menjalani hidup sederhana,Jauh dari kata kemewahan,Namun satu hal yang selalu berhasil membuatnya tersenyum adalah kelinci kesayangannya.

Hingga suatu hari,Kelinci itu tiba-tiba kabur.

Tanpa berpikir panjang,Ayla berlari mengejarnya hingga keluar ke jalan raya,Karena terlalu fokus mengejar,ayla tak menyadari sebuah motor melaju ke arahnya.

Brak!

Dalam hitungan detik,Hidupnya seolah berubah.

Beruntung,Seseorang datang menolongnya sebelum keadaan menjadi lebih buruk,Pertemuan yang awalnya hanya sebuah ketidaksengajaan itu ternyata menjadi awal dari kisah yang jauh lebih besar.

Siapa sebenarnya lelaki yang menolongnya?

Dan apakah setelah pertemuan itu,Takdir seolah terus mempertemukan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira Maulidah salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23

Koridor rumah sakit masih terasa dingin saat bagas melangkah keluar dari ruang rawat.

Pintu tertutup di belakangnya.

Dan seiring itu sesuatu di dalam dirinya ikut tertutup.

Raka dan dimas langsung berdiri.

Melihat wajah bagas Mereka tidak bertanya apa-apa Karena jawabannya sudah jelas.

"Sekolah"ucap bagas singkat.

Tidak ada nada emosi,Justru itu yang membuatnya terasa lebih berat.

Mobil melaju cepat,Tidak ada percakapan,Raka fokus menyetir,Dimas gelisah,Bagas di belakang diam,Tatapannya kosong Tapi pikirannya tidak.

...••••••...

Bagas langsung turun tanpa menunggu.

"Ruang CCTV."ucapnya.

Raka dan dimas langsung mengikuti.

Beberapa menit kemudian.

Di ruang pengawas.

Petugas terlihat kebingungan.

"Mas ini"

"Rekaman koridor toilet cewek. Sekarang"Nada suara bagas datar tapi tidak memberi pilihan.

Petugas perempuan sempat ragu Namun melihat situasi Ia akhirnya membuka rekaman,Layar menyala,Ayla masuk,Beberapa menit kemudian keisha disusul sesil dan mira masuk bersama.

Hening Tidak perlu suara gambarnya sudah cukup menjelaskan semuanya.

Beberapa saat kemudian mereka keluar dengan ekspresi santai bahkan Keisha sempat tersenyum.

Cukup.

Ruang itu mendadak terasa sempit.

Dimas mengepalkan tangan.

"Gila ini udah keterlaluan."

Raka melirik bagas dan yang dia lihat bukan marah,Bukan emosi meledak-ledak tapi sesuatu yang jauh lebih berbahaya tenang terlalu tenang.

Bagas berdiri.

"Kelas mereka."

Lalu berbalik.

"Gas"Raka mencoba.

Bagas berhenti sebentar Tanpa menoleh.

"Gue udah kasih peringatan."

Suaranya rendah.

"Sekarang giliran gue nepatin."

Kelas XI B.

Suasana masih normal beberapa siswa tertawa Tidak tahu apa yang akan terjadi.

BRAK!

Pintu terbuka keras.

Semua langsung diam.

Bagas berdiri di sana Tatapannya langsung mengunci satu orang.

Senyum keisha perlahan hilang.

"Bagas."

PLAK!

Tamparan pertama.

Keras dan menggema.

Satu kelas membeku tidak ada yang berani bergerak.

Keisha terhuyung sedikit Belum sempat bicara.

PLAK!

Tamparan kedua.

Lebih keras.

"Lo pikir ini permainan?"

Suara Bagas rendah,Dingin dan menusuk.

Sesil langsung berdiri.

"Eh!Lo."

Raka langsung maju menghadang.

"Duduk."

Nada suaranya tegas.

Dimas ikut berdiri di samping.

"Jangan ikut campur."

Bagas menarik kerah baju keisha.

"Cincin Ayla,Lo buang."

Bukan pertanyaan tapi Pernyataan.

Keisha mencoba bertahan.

"Bukan urusan kamu."

PLAK!

Tamparan lagi.

Kali ini membuatnya benar-benar diam.

"Sekarang urusan gue."

Hening.

Bagas melepas kerah baju keisha lalu menggenggam pergelangan tangan keisha.

"Keluar."

"Lepas!Sakit."

Tidak digubris.

Sesil dan mira langsung ikut panik.

"Keisha!."

Namun raka dan dimas menahan mereka.

"Kalian ikut juga"ucap dimas.

Koridor.

Langkah cepat.

Tatapan siswa lain mengikuti suasana tegang menyebar.

...••••••...

BRAK!

Pintu dibuka tanpa ketukan.

Kepala sekolah kaget.

"Bagas!?Ini apa?."

Bagas mendorong keisha ke depan.

"Pelaku."

Sesil dan mira ikut didorong masuk.

Ruangan langsung penuh ketegangan.

"Ini harus dijelaskan baik-baik."kepala sekolah mencoba.

"Rekaman ada."potong Bagas.

Raka menambahkan.

"Kami lihat langsung di CCTV."

Beberapa menit kemudian orang tua dipanggil.

Pintu terbuka.

Papa keisha masuk wajah mereka tegang.

Beberapa saat kemudian pintu terbuka lagi papa bagas masuk aura mereka langsung mengubah suasana tenang tapi berkuasa.

Semua berdiri.

Papa bagas duduk Menatap satu per satu.

"Jelaskan."

Bagas maju tatapannya lurus.

"Dia nge-bully tunangan Bagas,Ngancem dan buang cincin tunangan gue ke toilet sampai hilang.”

Hening.

Papa keisha langsung menyela.

"Ini pasti salah paham-."

"Gue udah pernah bilang"Potong bagas.

Suara lebih rendah,Lebih tajam.

Semua langsung diam.

Bagas menatap keisha langsung ke matanya.

"Aku sudah pernah bilang"

Setiap kata ditekan.

"Jangan usik Ayla."

Hening napas semua terasa berat.

Bagas melanjutkan.

"Kalau nggak."

Tatapannya berubah Lebih dingin dan Lebih gelap.

"lo bakal keluar dari sekolah ini."

Koridor rumah sakit terasa semakin

Sunyi.

Itu bukan ancaman lagi tapi Itu janji.

Papa bagas akhirnya bicara dengan tenang tapi tegas.

"Ini bukan soal ayla sebagai calon menantu saya."

Semua langsung diam.

Papa bagas menatap satu per satu.

"Tapi soal perbuatan dan perbuatan ini tidak bisa ditoleransi."

Papa keisha mulai panik.

"Pak,kita bisa-"

"Kita tidak sedang bernegosiasi."

Potong papa bagas Tegas.

Hening.

Papa bagas menoleh ke kepala sekolah.

"Proses."

Kepala sekolah mengangguk cepat.

"Baik pak,Keisha,Sesil,dan mira akan dikeluarkan dari sekolah."

Keputusan jatuh dan final.

Keisha langsung pucat.

"Pa-papa."

Namun papanya sendiri diam dan tidak bisa membela.

Ruangan hening.

Namun belum selesai.

Papa bagas berdiri perlahan dan Menatap langsung ke papa keisha.

"Selama ini kita bekerja sama dengan baik."

Nada suaranya tenang.

"Tapi mulai hari ini"

Sedikit jeda dan tatapannya mengeras.

"kita bukan lagi rekan bisnis."

Hening.

Wajah ayah Keisha berubah drastis.

"Pak,ini"

"Keputusan saya sudah jelas."

Tidak ada ruang untuk bantahan lagi.

Papa bagas berbalik dan langsung keluar dari ruangan itu.

Bagas berdiri diam beberapa detik dan Menatap keisha,Tatapan terakhir,Dingin dan Tanpa emosi,Lalu berbalik Keluar dari ruangan itu.

Raka dan dimas mengikuti.

Di luar ruangan langkah bagas melambat untuk pertama kalinya napasnya sedikit berat.

Dimas menghela napas panjang.

"Gila selesai juga."

Raka melirik bagas.

"Sekarang ke rumah sakit?."

Bagas diam beberapa detik Lalu mengangguk.

"Hmm."

Tatapannya berubah tidak lagi dingin sekarang hanya ada satu hal di pikirannya ayla.

Mobil kembali melaju.

Kali ini tidak secepat sebelumnya dan tidak sekeras tadi Tapi justru terasa lebih berat.

Raka menyetir dan dimas diam di samping,Tidak ada yang bicara Karena mereka tahu Sekarang bukan waktunya.

Di kursi belakang,Bagas bersandar,Kepalanya sedikit tertunduk untuk pertama kalinya sejak tadi napasnya tidak stabil dan tangannya masih mengepal namun perlahan mengendur.

...••••••...

Rina dan salsa langsung berdiri saat melihat Bagas datang.

Rina mendekat cepat.

"Gas-"

Namun berhenti,Karena melihat wajah bagas berbeda tapi bukan lagi marah lebih ke lelah.

Salsa langsung bertanya pelan.

"Gimana?."

Hening sebentar.

Bagas menjawab singkat.

"Udah."

Rina langsung mengerti.

"Mereka?."

Bagas menatap lurus.

"Keluar."

Salsa menghela napas panjang.

"Pantes."

Namun mata bagas tetap ke arah ruangan ayla.

"Dia dari tadi nanyain kamu"ucap rina.

Langkah bagas berhenti sepersekian detik dan Lalu langsung berjalan masuk.

Di dalam ruangan,Ayla terbaring dan Matanya terbuka,Begitu melihat Bagas Tatapannya langsung berubah Lega dan Campur takut.

Bagas berhenti di dekat pintu,Menatap dan memastikan,Lalu berjalan mendekat dan duduk di samping ranjang.

Hening.

Ayla yang lebih dulu bicara Pelan.

"Keisha…Sesil…dan Mira…?"

Bagas menatapnya.

"Keluar."

Hening.

Mata ayla sedikit melebar dan jelas tidak menyangka.

"Aku"Ayla menggenggam selimut,

"aku nggak maksud sejauh itu."

Bagas diam dan tatapannya tidak berubah masih menatap ayla.

Ayla melanjutkan lagi,lebih pelan.

"Gas jangan dikeluarin"

Hening.

"Cukup dikasih pelajaran aja."

Suaranya mulai melemah.

"nggak harus sampai kayak gitu."

Sunyi.

Bagas akhirnya bergerak sedikit dan menarik napas,Namun Tidak menjawab permintaan itu,Sebaliknya Suaranya keluar Pendek dan Datar.

"Udah."

Ayla menatapnya.

"Bagas."

Namun bagas tetap diam,Tidak menoleh dan tidak berubah,Itu jawaban tanpa perlu penjelasan.

Hening.

Beberapa detik berlalu.

Ayla akhirnya menunduk,Mengerti Dia tahu bagas tidak akan mundur.

Suasana perlahan mereda.

Bagas menyandarkan sikunya di paha,Menunduk sedikit tangannya terangkat namun kali ini tidak ragu lagi.

Ayla melihat itu dan untuk pertama kalinya sejak tadi ayla yang bergerak duluan,Perlahan tangannya mendekat dan menggenggam tangan bagas.

Bagas langsung terdiam,Tatapannya turun ke tangan mereka.

Ayla bicara pelan.

"Aku nggak bilang karena aku takut."

Hening.

"Aku takut kamu bakal kayak gini."

Menghelah nafas sebentar,Suara ayla sedikit bergetar.

"dan semuanya jadi besar."

Bagas tidak langsung menjawab dan Rahangnya sedikit mengeras.

"Terus sekarang?"ucapnya pelan.

Nada suaranya tidak dingin tapi berat.

Ayla menatap bagas dan matanya masih basah.

"Ternyata emang jadi besar."

Hening.

Beberapa detik tidak ada suara.

Lalu bagas menarik napas panjang,Tangannya yang tadi kaku akhirnya membalas genggaman ayla,Lebih erat.

"Cincinnya"

Ayla langsung menatapnya.

Bagas melanjutkan.

"aku ganti."

Hening.

Mata ayla kembali berkaca-kaca,Namun kali ini bukan karena sakit.

"Aku-"suaranya pelan,

"yang sebelumnya itu berarti-"

Bagas menatap ayla Dalam.

"Yang ini juga dari gue."

Pendek Tapi jelas.

Ayla terdiam,Lalu tersenyum kecil.

1
Citra bella Suteja
ayla teralalu lemah ngga bisa tegas ngga berani melawan,,,
Lisa
Ceritanya bagus Kak
Lisa
Aku mampir Kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!