Buat kalian yang suka alur cerita panjang lebar kayak sinetron, kuy lah baca cerita ini. Novel ini mengandung cerita yang terus berlanjut dari Ibu sampai anak, sampai ke cucu bahkan cicit mereka... 😂😂
Author memutuskan untuk melanjutkan sekuel ceritanya dalam satu novel.
Kisah pertama di mulai dengan cinta pemeran utama Izzah dan Reyhan... Berlanjut dengan kisah cinta anak kembar mereka, Arka dan Alia dengan pasangan mereka masing-masing...
Lanjut lagi kisahnya berfokus pada Arka yang mendapat cinta kedua setelah istrinya meninggal. Setelah itu dilanjutkan kembali dengan kisah anak dari Arka yaitu Dafa dengan kisah cintanya yang masih on going...😁😁
So, buat kalian yang suka baca cerita yang panjang dan berjilid-jilid, silahkan mulai dibaca. Dijamin alur ceritanya bikin happy, ngakak, sakit hati juga ada... 😂😂
Oh ya, ini sebenarnya novel pertama yg author publish di aplikasi NT. So enjoy ya guys.... 😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DILEMA
Sore itu setelah melaksanakan sholat asar, Izzah berdiam diri dikamar duduk didekat jendela yang langsung menghadap ke halaman depan rumah. Izzah tengah melamun ketika bu Novi dan Hani masuk ke kamarnya.
"Ada apa bu...?" tanya Izzah.
"Gini Zah, karena sekarang kamu tinggal disini jadi otomatis pengeluaran kita juga pasti akan nambah. Kamu tau sendirikan ayah kamu juga sudah tua, sudah gak bisa kerja berat. Sekarang kami disini hidup dengan mengandalkan gaji pensiunan ayah kamu, jadi kamu bisa kan bantu kita." ucap bu Ros.
"Eeehh suami kamu kan orang kaya tuh, kamu pasti punya banyak duit kan sekarang" ucap Hani menambahkan.
"Tapi Bu, Izzah lagi gak pegang uang sekarang. Mau nelpon suami pun gak bisa karena bang Rayhan lagi diluar negeri." ucap Izzah berbohong.
"Alah alasan aja kamu." sambut Hani.
"Beneran Hani, aku lagi gak pegang uang sekarang."
"Izzah kalau kamu gak bisa ngasih Ibu uang lebih baik kamu gak usah tinggal disini. Kamu hanya nambah beban ayah kamu saja. Gak kasian apa?" ucap bu Novi.
"Punya suami kok masih aja nyusahin orang tua, dasar." ucap Hani.
"Pokoknya kalau kamu gak bisa ngasih ibu uang lebih baik kamu balik saja ke rumah suami kamu itu." bentak bu Novi.
Lalu mereka keluar dari kamar Izzah. Izzah tertunduk lesu, pikirannya berkecamuk. Izzah dilanda dilema, tak tahu harus bagaimana. Jika kembali ke Jakarta apa yang akan dia lakukan, karena Rayhan hendak menceraikannya. Jika tetap tinggal dikampung, Izzah tak enak hati menjadi beban untuk keluarganya.
Ya Allah cobaan apalagi ini? Apa yang harus ku katakan pada ayah, apa aku harus jujur kalau suamiku hendak menceraikan aku?
Izzah mengelus perutnya berharap agar bayinya tidak merasakan kesedihan yang tengah dia rasakan.
Kau harus jadi anak yang kuat Nak.
Sang surya perlahan tenggelam meninggalkan seberkas cahaya kemerahan di ufuk barat. Perlahan sinar itu pudar berganti dengan gelapnya malam. Izzah tengah sibuk mempersiapkan makan malam di dapur setelah sholat magrib. Pak Haris datang menghampiri Izzah.
"Masak apa Zah?"
"Ini yah, Izzah masak sup ayam. Kebetulan di kulkas ada bahannya jadi Izzah masak aja." jawab Izzah.
"Seharusnya kamu gak perlu repot begini Zah, apalagi sampai capek. Kamu kan lagi mengandung cucu ayah." ucap pak Haris.
"Alah ayah lebay amat, biarin aja tuh si Izzah masak sekalian aja nyapu, ngepel, nyuci kayak dulu. Ngapain pakai acara dimanjain segala." ucap Hani yang baru datang dan langsung duduk di meja makan.
"Jaga bicara kamu Hani. Izzah ini kakak kamu, dia juga lagi..."
"Hamil." potong Hani. "Iya...iya Hani tau kalau Izzah lagi hamil. Terus kenapa kalau dia lagi hamil masa dia maunya ongkang-ongkang kaki dirumah ini. Mau nyuruh Hani gitu yang nyiapin semua keperluan dia? Iiihh Hani mah ogah." sambungnya.
Pak Haris menggelengkan kepalanya.
"Dengar Hani..."
Belum selesai pak Haris bicara, Izzah sudah memotongnya.
"Gak apa-apa yah. Hani benar kok, gak mungkinkan Izzah hanya diam aja selama disini, terus mau nerima beres semuanya. Izzah juga kan udah biasa ngerjain semuanya yah."
"Tapi Zah..." ucap pak Haris yang kembali dipotong Hani.
"Iiihh ayah, orang Izzah nya gak masalah juga kenapa ayah yang ribet sih." ucapnya.
"Kalian kenapa sih ribut dari tadi?" ucap bu Novi yang langsung duduk didekat Hani.
"Ini bu, ayah ngelarang Izzah masaklah, gak boleh capek lah, lebay banget." jawab Hani.
"Wah tumben banget ayah perhatian sama Izzah, padahal dulu biasa aja." sindir bu Novi.
"Ya tuh." sahut Hani.
Pak Haris memandang Izzah penuh rasa bersalah. Izzah yang melihat ayahnya murung mendekati ayahnya lalu tersenyum.
"Sudah yah, gak usah dipikirin. Izzah gak apa-apa kok. Ayo makan, ini sup nya sudah mateng." ucap Izzah seraya menaruh mangkuk berisi sup di atas meja makan.
Maafkan ayah, selama ini sudah berlaku tidak adil padamu nak. Ayah janji akan menebus semuanya.
lanjutkan Thor Q
q selalu menanti update mu
😘😘😘😘😘😘
tetap semangat selalu Thor
😘😘😘😘😘😘😘