NovelToon NovelToon
Ekuilibrium:Antara Janji Dan Jarak

Ekuilibrium:Antara Janji Dan Jarak

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Anime
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: byyyycaaaa

"Di ruang sidang aku memenangkan keadilan, tapi di stasiun kereta, aku nyaris kalah oleh rindu."
Afisa Anjani bukanlah lagi gadis rapuh yang menangis karena diabaikan. Tahun 2021 menjadi saksi transformasinya menjadi associate hukum tangguh di Jakarta. Di sisinya, ada Bintang—dokter muda yang kehangatannya perlahan menyembuhkan trauma masa lalu Afisa.

Namun, saat janji suci diucapkan di tahun 2022, semesta justru memberi ujian baru. Afisa dipindahtugaskan ke Semarang untuk menangani kasus-kasus besar yang menguji integritasnya. Jakarta dan Semarang kini bukan sekadar nama kota, melainkan jarak yang menguji Ekuilibrium (keseimbangan) antara karier dan hati.

Di Semarang, Afisa berhadapan dengan dinginnya ruang sidang dan gedung Lawang Sewu, sementara di Jakarta, Bintang bergelut dengan detak jantung pasien di rumah sakit. Keraguan lama Afisa kembali muncul: Apakah Bintang akan bosan? Apakah cinta sanggup bertahan saat komunikasi hanya lewat layar ponsel ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon byyyycaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Mobil dinas Afisa melaju membelah kemacetan sore Kota Semarang. Di balik kemudi, Bintang tampak tenang, namun jemarinya yang mengetuk setir secara ritmis menandakan ada badai pikiran yang sedang ia tahan. Afisa duduk di sampingnya, matanya lurus menatap aspal, tangannya meremas pelu tas kerjanya sendiri.

Keheningan itu terasa mencekik, hanya diisi oleh suara pendingin udara yang mendesis pelan.

"Jadi," Bintang akhirnya membuka suara. Suaranya tenang, ciri khas seorang dokter yang sedang mendiagnosis pasien, namun ada nada tajam yang terselip di sana. "Sejak kapan Guntur ada di sana, Fis?"

Afisa menarik napas panjang. Ia sudah menduga pertanyaan ini akan muncul. "Baru kemarin, Bin. Pak Baskoro yang memutuskan. Aku sama sekali tidak tahu kalau dia yang akan dikirim untuk mengisi posisi staf senior di timku."

Bintang terkekeh pendek, namun tidak ada nada jenaka di sana. "Kemarin? Dan kamu baru mau cerita nanti malam? Kalau aku tidak datang memberi kejutan, kapan kamu akan mengatakannya? Saat aku menjemputmu dan melihat kalian sedang lembur berdua?"

"Bukan begitu, Bin," potong Afisa cepat, ia menoleh ke arah suaminya. "Aku hanya tidak ingin merusak konsentrasimu di Jakarta. Kamu tahu sendiri jadwal operasimu sedang padat. Aku pikir ini hanya masalah profesionalitas kerja."

Bintang memutar setir dengan gerakan sedikit kasar saat berbelok. "Profesionalitas? Fis, kita bicara tentang Guntur. Pria yang dulu membuatmu mengabaikanku selama bertahun-tahun. Pria yang membuatmu menolak untuk memberiku satu alasan agar aku tetap tinggal disisimu dan kamu memilih bersamanya waktu itu "

Bintang menghentikan mobilnya saat lampu merah menyala. Ia menatap Afisa dalam-dalam. "Sekarang dia kembali, tepat di bawah perintahmu. Kamu tidak merasa ini aneh? Atau mungkin... ini yang kamu harapkan?"

"Jaga bicaramu, Bintang!" suara Afisa meninggi, matanya berkaca-kaca karena perpaduan antara rasa lelah dan tersinggung. "Aku sekarang adalah Senior Associate. Aku punya integritas. Guntur di sana hanya karena instruksi Pak Baskoro untuk kasus agraria yang rumit ini. Dia kompeten, itu saja."

Bintang menghela napas, mencoba meredam egonya. Ia melihat cincin emas di jari manis Afisa, lalu menggenggam tangan istrinya itu dengan erat. "Maaf. Aku hanya... aku hanya tidak menyangka takdir akan mempertemukan kalian lagi di ruang yang sesempit itu. Aku percaya padamu, Fis. Sangat percaya."

Bintang terdiam sejenak, lalu matanya menyipit menatap ke depan. "Tapi aku tidak percaya padanya. Aku tahu cara dia menatapmu tadi. Itu bukan tatapan seorang staf kepada atasannya."

Lampu berubah hijau. Bintang kembali menjalankan mobilnya, namun suasana di dalam kendaraan itu tetap terasa berat. Afisa memilih diam, hatinya bergemuruh. Ia tahu Bintang benar soal satu hal: cara Guntur menatapnya memang tidak pernah berubah, penuh dengan penyesalan yang tertahan.

"Besok dia ikut ke pengadilan bersamaku," ucap Afisa pelan, mencoba jujur sebelum Bintang mengetahuinya dari orang lain.

Genggaman tangan Bintang di setir mengencang hingga buku-buku jarinya memutih. "Begitu ya? Baiklah. Kalau begitu, aku akan mengantarmu sampai depan lobi pengadilan besok pagi. Aku ingin memastikan asistenmu itu tahu... siapa yang menjagamu sekarang."

"kita batalkan saja makan malam,aku lelah mau langsung istirahat" ucap Afisa pelan

Bintang menghela napas panjang, menelan kembali ego dan daftar pertanyaan yang masih menumpuk di kepalanya. Ia tahu, memaksakan makan malam dalam suasana sekaku ini hanya akan berakhir dengan perdebatan yang lebih besar. Dengan satu gerakan halus, ia memutar setir, mengubah arah menuju apartemen Afisa.

"Baiklah, kita istirahat," jawab Bintang pendek. Suaranya terdengar berusaha melunak, meski rahangnya masih mengeras.

Sepanjang sisa perjalanan, hanya suara deru mesin dan gesekan ban dengan aspal yang terdengar. Afisa menyandarkan kepalanya ke kaca jendela, menatap lampu-lampu kota Semarang yang mulai berpijar kabur karena matanya yang mulai berkaca-kaca. Ia merasa terjepit di antara kewajibannya sebagai istri dan profesionalismenya sebagai pengacara. Di satu sisi, ia menghargai kekhawatiran Bintang, namun di sisi lain, ia merasa terhina karena kesetiaannya seolah dipertanyakan hanya karena kehadiran sosok dari masa lalu yang bahkan tak ingin ia temui.

Sesampainya di lobi apartemen, Bintang mematikan mesin. Ia tidak langsung turun, melainkan menatap Afisa yang sedang membereskan tas kerjanya dengan gerakan terburu-buru.

"Fis," panggil Bintang pelan.

Afisa berhenti, namun tetap tidak menoleh.

"Aku melakukan ini karena aku tidak mau kehilanganmu untuk kedua kalinya. Dulu, aku kalah karena aku tidak ada di sampingmu. Sekarang, aku tidak akan membiarkan celah itu ada lagi," ucap Bintang dengan nada yang lebih tulus sekaligus posesif.

Afisa hanya mengangguk samar. "Aku tahu, Bin. Terima kasih."

Ia keluar dari mobil tanpa menunggu Bintang membukakan pintu. Langkahnya cepat menuju lift, meninggalkan Bintang yang masih termenung di balik kemudi.

Di dalam apartemen yang sunyi, Afisa langsung melepas sepatunya dan berjalan menuju balkon. Angin malam Semarang menyapa wajahnya. Ia melihat ke bawah, ke arah mobil dinasnya yang masih terparkir, lalu pikirannya melayang ke kantor. Ia membayangkan Guntur yang mungkin masih di sana, berkutat dengan berkas sidang besok.

"Kenapa semuanya jadi serumit ini?" bisiknya pada malam.

Sementara itu, di dalam mobil, Bintang meraih ponselnya. Ia membuka jadwal operasinya di Jakarta untuk beberapa hari ke depan, lalu mengetikkan pesan singkat kepada asistennya: "Reschedule semua konsultasi non-darurat minggu ini. Saya akan menetap di Semarang sampai hari Jumat."

Bintang menatap gedung apartemen itu dengan tatapan tajam. Ia tidak akan membiarkan "prajurit setia" Afisa di kantor itu merasa memiliki kesempatan, sekecil apa pun itu.

1
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
lama nya upp nua
byyyycaaaa: up siangan ya
total 1 replies
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
Afisa sama bintang nikah sirih tor. yok tor bikin pesta nikahan Afisa semeriah mungkin bikin fita datang nikahan Afisa tor
byyyycaaaa
nanti ada saatnya,si Afisanya takut hamil,🌚
byyyycaaaa: updetnya besok lagi ya guys🙏🤗
total 1 replies
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
bikin hamil tor
byyyycaaaa
Guntur cocoknya sama authornya 🌚
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
bikin jadian guntur sama citra ator
byyyycaaaa: ada fotonya afisa dan juga Bintang 🤭
total 1 replies
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
trus bikin fita nyesal. dan citra nikah sama guntur dong biar guntur bahagia sama citra
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun: no tor citra sama guntur
total 2 replies
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
alhamdulilah udah pecah telorr dongg. bikin anak junior bintang🤣🤣🤣
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
bikin Afisa pecah telor sama bintang Thor. eh Thor tentang fita gi mana tor
byyyycaaaa: nanti di ceritain sama Guntur ya
total 1 replies
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
kapan Afisa pergi nikahan kaila
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun: ayo Thor bikin malam pertama Afisa sama bintang gk sabar. pengen liat nanti Afisa sukses muka fita gi mana yah hehe
total 2 replies
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
nikah nikah nikah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!