NovelToon NovelToon
Sistem Kurir Super : Puncak Kekuatan Adalah Segalanya

Sistem Kurir Super : Puncak Kekuatan Adalah Segalanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Kenjiro Dominic

Kevin Sanjaya dulunya adalah seorang kurir Ojol pengantar makanan dengan kehidupan keluarga yang penuh dengan kemiskinan. akhirnya dia menemukan sistem pengantaran terhebat.

Sistem tersebut membuat dirinya bisa mendapatkan kekayaan dengan melakukan pengantaran makanan, bahkan wanita cantik pun beramai-ramai mendekatinya.

saat sistem bekerja, ulasan terbaik adalah prioritas atas segalanya. akhirnya kekuatan dan pengaruh telah ia dapatkan, namun tuntutan sistem akan semakin menekan.

bahkan kekuatan penguasa - penguasa akan dia lawan, juga wajah - wajah baru akan dia temui.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 : Apa Hubungannya dengan Kami?

“Sepertinya para ‘bos besar’ yang tadi ingin menipuku sekarang pasti menyesal setengah mati, ya?”

Kevin tak bisa menahan tawa melihat ekspresi Ana Lumi dan kelompoknya yang langsung membeku—mata terbelalak, mulut menganga, seperti disambar petir.

“Kevin! Kamu… bukannya cuma kurir makanan?!”

Wajah Ana memerah karena marah dan malu, jari telunjuknya menunjuk tajam ke arah Kevin.

“Benar, aku memang suka antar makanan.”

Kevin mengangkat bahu santai, senyumnya penuh sindiran.

“Tapi siapa bilang kurir nggak boleh punya usaha lain? Kalian kira aku gampang dipermainkan hanya karena aku terlihat sederhana?”

Nada suaranya tiba-tiba menjadi dingin.

“Janji kencan buta, tapi datang bawa satu rombongan. Pesan makanan sampai tiga puluh macam… Kalian ini dulu mati kelaparan ya sampai segitunya?”

Ucapan itu seperti tamparan keras di depan umum.

Wajah Ana an teman-temannya langsung merah padam.

Namun rasa malu mereka tidak berlangsung lama—mereka memang sudah terbiasa bersikap seperti itu.

Dengan gigi terkatup, Ana membalas,

“Kevin, aku ini pasangan kencanmu! Kamu nggak takut apa kata Tante Meyti sama ibumu nanti?!”

Mendengar itu, Kevin justru tertawa dingin.

“Tante Meyti?”

Matanya menyipit.

“Aku tadinya masih santai. Tapi begitu kamu sebut dia, aku jadi kesal.”

Ia menatap Ana dari atas ke bawah dengan jijik.

“Dengan wajah dan kepribadianku, dia malah menjodohkanku dengan kamu? Benar-benar lelucon!”

Ia lalu menoleh ke arah manajer.

“Manajer, kerahkan keamanan.”

Suaranya tenang, tapi penuh wibawa.

“Pastikan mereka habiskan makanan mereka, lalu bayar semuanya. Totalnya ku bulatkan 50 Juta. Tidak boleh kurang satu rupiah pun.”

“Baik, Bos!”

Sikap manajer langsung berubah tegas.

Ia melangkah mendekat dengan aura dingin, diikuti para petugas keamanan.

“Silakan makan sampai kenyang,” katanya datar.

“Nanti kita urus pembayaran.”

Matanya menyapu satu per satu.

“Kalian sekitar sepuluh orang, ya? Berarti masing-masing lima Juta Rupiah. Lumayan mahal untuk makan siang, ya?”

Suasana langsung mencekam.

Kelompok Ana saling pandang dengan wajah pucat.

Lima juta per orang?!

Dari mana mereka dapat uang sebanyak itu?!

Dua wanita yang tadi paling semangat langsung berbalik menyerang Ana.

“Ana! Katanya kamu yang traktir! Sekarang gimana ini?!”

Ana langsung panik.

“Hei! Kalian juga pesan banyak! Ada rekamannya! Aku cuma pesan minuman!”

Wajah kedua wanita itu langsung berubah pucat.

Memang benar—mereka berdua yang memesan lebih dari dua puluh hidangan!

Tadi terasa seru saat memesan…

Sekarang?

Seperti hukuman mati!

“Hahaha, seru sekali.”

Kevin bersandar santai, menikmati drama di depan matanya.

“Lanjutkan saja. Jangan berhenti. Aku suka tontonan seperti ini.”

Ia menambahkan dengan santai,

“Oh ya, ingat—tidak ada yang keluar sebelum bayar lunas.”

Kelompok yang baru datang pun langsung menggeleng.

“Ana, kamu yang pesan semua ini! Jangan seret kami! Kami tidak mau bayar!”

Ana langsung menarik mereka.

“Kalian juga makan! Kalian pesan minuman mahal juga! Semua harus patungan!”

“Gila kamu!”

Dua pria mencoba kabur.

Namun sebelum sempat melangkah jauh—

BRAK!

Mereka langsung dijatuhkan ke lantai oleh petugas keamanan.

Plak! Plak!

Dua tamparan keras mendarat di wajah mereka.

“Bos sudah bilang,” kata salah satu petugas dengan dingin,

“Kalau belum bayar, tidak ada yang keluar dari sini.”

“Aduh!”

Keduanya langsung mimisan, tubuh gemetar ketakutan.

“Bang, ini semua ulah Ana! Apa hubungannya dengan kami?!”

“Masih berani membantah?!”

Plak! Plak!

Tamparan kembali mendarat tanpa ampun.

“Kalian masuk ke sini, merokok, ribut, seperti tempat ini milik kalian! Kalian kira ini warung pinggir jalan?!”

Melihat itu, seluruh kelompok langsung ciut.

Tak ada lagi yang berani bicara keras.

Meski mereka sering hidup mewah dan pamer, kenyataannya keuangan mereka kacau.

Uang habis untuk gaya hidup.

Kartu kredit menumpuk utang.

Sekarang disuruh bayar 5 Juta per orang?

Mustahil!

Dan penyebab semuanya…

tak lain adalah Ana Lumi!

Saat ini, kesombongan Ana benar-benar runtuh.

Ia menatap Kevin dengan wajah memohon, bahkan mencoba tersenyum manja.

“Kevin…”

Suaranya lembut, penuh rayuan.

“Kalau kamu bayarkan semua ini… gimana kalau aku jadi istrimu?”

Ia mengedipkan mata, mencoba menggoda.

Namun suasana langsung menjadi sunyi.

Semua orang menatap ke arah Kevin.

Menunggu jawabannya.

Apakah dia akan luluh…

atau justru membuat situasi semakin hancur?

1
Oktaviadi Ayu
S
Naga Hitam
okta
DD
typo Vanesa 🤣
Kenjiro Dominic: 😭😭😭😭😭
total 1 replies
dhani satria
update yg banyak bang
Kenjiro Dominic
nanti malam author Update 10 Bab yaaa... maaf pagi ini blum ada update🙏
Naga Hitam: makasih
total 1 replies
DD
typo nona Yati, Thor 🤣
Kenjiro Dominic: 🤣 maaf ngantuk jadi Typo dikit nggak ngaruh kan 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!