Setelah terlibat menggulingkan kekuatan kaisar Shu , Yan Qin sebagai jenderal harimau kiri mendapatkan penghargaan, berharap penghargaan itu membuat dirinya menjadi seorang panglima perang ibukota yang sudah lama di cita citakannya sejak dahulu, namun saat penganugerahan penghargaan, harapan keinginan itu tidak terkabul ,tatkala kaisar baru memberikan mandat yang sangat menghina dan merendahkan dirinya sebagai seorang jenderal harimau kiri .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 16
Saat menunggu Hong Bin menyelidiki jalan kanan , dari arah kegelapan muncul tiga orang membawa seekor ayam hutan yang sudah tidak memiliki kepala .
Selain ayam , ada kelinci dan burung pegar, termasuk sepuluh telur burung pegar yang masih begitu segar .
Yan Qin tersenyum tipis saat melihat prajuritnya membawa buruan malam .
" pak tua Qu , ada berapa anak anak yang ada dalam rombongan !"
Kakek tua berzirah kulit hitam menatap ke arah sosok sosok kecil yang terantuk antuk terbawa angin dingin.
" lima puluh tiga anak anak , jenderal apa yang akan anda lakukan?"
" pertanyaan macam apa itu , dengan ayam hutan dan kelinci di tanganku, pasti pak tua Qu tahu !"
" ahh apakah jenderal akan membagikan barang barang ini ?"
" tidak, aku akan memasak sayur sop ayam hutan , dan aku sendiri yang akan memasaknya , "
" ayo siapkan tungku .. !"
Beberapa wanita dewasa berpakaian tebal dengan banyak tambalan kain datang, mereka berjumlah lima orang wanita, dengan hati hati , salah satu wanita meletakkan tungku di tepi jalan .
" sembari menunggu Hong Bin , aku akan mengasah keterampilan yang sudah lama tidak di gunakan... !"
Dengan cepat api mulai menyala , menerangi tepi jalan yang begitu gelap, Beberapa prajurit berinsiatif menjaga area yang gelap , sedangkan para wanita mulai mempersiapkan bahan bahan bumbu yang akan di buat oleh sang jenderal.
Geruduk...
Geruduk ...
Yan Qin menghaluskan Beberapa bumbu dan juga mengambil beberapa serpihan kayu manis yang di mana sudah tampak terkoyak oleh pisau.
Geruduk.
Setelah ayam dan kelinci di bersihkan, dan juga burung pegar serta telurnya, dengan satu kali masuk , seluruh panci besi yang besar tampak begitu bergejolak.
Cai Mu menatap heran ke arah atasannya, ia merasa tuannya sudah berbeda , jauh dari kata beringas liar dan dingin.
Tidak jauh berbeda dengan Cai Mu, Duan Li dan Shen Li , mereka seperti melihat bayangan pemimpin masa depan yang cerah dan juga berkharisma.
Selang satu jam , aroma harum yang menggugah selera menyerbak ke berbagai arah .
Liu Yongning keluar dengan cadar putihnya, menatap binar ke arah pria dewasa berwajah singa yang sedang sibuk memasak .
" aku baru tahu bahwa jenderal Qin memiliki keahlian koki istana kekaisaran yang luar biasa, bahkan masakanku tidak begitu lezat saat aku mencoba dahulu " gumamnya dengan jalan sedikit tertatih tatih.
" oke tunggu setengah batang dupa, opor ayam hutan yang aku buat sudah siap di makan !" Ucapnya sedikit menjauh dari tungku yang sudah menjadi pusat perhatian semua orang.
Yan Qin baru sadar bahwa tatapan mata semua orang berbeda , dengan canggung ia menjelaskan bahwa itu untuk anak anak yang ada dalam rombongan.
" tenang saja, untuk para wanita, saya akan menulis resep masakannya , di masa depan setiap masing masing rumah tangga bisa memasak opor ayam yang sempurna " kata Yan Qin sedikit tertawa.
Segera sebanyak puluhan wanita, baik muda , dewasa atau tua berlutut , berterimakasih dengan ketulusan yang luar biasa .
" oke ini sudah matang, masing masing anak memiliki satu sendok kuah ayam hutan dan satu iris daging panas , "
Segera para wanita mulai mengangkat panci besi yang besar dan meletakan di tengah tengah jalan , membagi secara merata sebanyak lima puluh tiga mangkuk batu .
Yan Qin duduk dengan mangkuk di tangannya, lalu berjalan ke arah Liu Yongning yang tampak begitu canggung.
" ayo coba rasakan , apakah enak... !"
" apakah boleh tuan ..!" Mata biru muda Liu Yongning sedikit bersinar , penuh harap dan ia sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah mangkuk yang disodorkan oleh Yan Qin .
" sial , wanita ini mulai berani ... !" Gumamnya dalam hati .
" ya , coba rasakan saja , entah asin atau pahit , coba saja .. !"
Liu Yongning perlahan menerima mangkuk kecil berisi sop ayam hutan yang masih mengepulkan asap tipis , kemudian membawanya pergi ke arah kereta .
Namun secara tiba tiba , sebuah tangan kekar mengambil kembali mangkuk di tangannya, hal itu menyebabkan beberapa kuah sedikit tumpah ke bawah .
" tuan ... !"
" biar aku bawa , aku takut dengan langkahmu yang tidak teratur , sop ayam ini akan habis sebelum sampai di kereta " kata Yan Qin berjalan terlebih dahulu ke arah kereta .
" hah ... !"
Liu Yongning merasa tidak berdaya , ia hanya cemberut di dalam hatinya , berjalan tertatih tatih ke arah kereta kuda.
Para prajurit dan perwira menahan tawa , mereka seperti melihat drama kota tentang percintaan luar biasa, dan beberapa percakapan di pagi buta itu begitu riuh rendah .
" diam, segera makan dan bereskan peralatan!" Suara teriakan keras menghentikan diskusi semua orang, beberapa perwira tidak puas dan ingin melawan ke arah sosok yang berteriak tiba tiba itu .
" untung saja sudah habis , Li Pojun kamu mencari pemukulan..!"
Ya yang berteriak itu seorang pria berusia dua puluh lima tahun , memiliki karakter dan sifat kesetiaan setinggi langit dan surga.
" apakah kalian lupa , bahwa kita masih ada di alam liar ... !"
" sudah sudah, suamiku jangan marah marah , lihat putra kita ketakutan " kata seorang wanita dengan mengumpulkan mangkuk kayu dan batu dari tangan semua orang.
" hei, Li Leshan jangan diambil , belum habis ... !"
" sialan , tulang ayamku... !"
" satu keluarga Li , layak di pukul ... !"
Yan Qin melihat betapa berisiknya suasana di luar, ia hanya tersenyum dalam hati , perlahan melangkah keluar dari dalam kereta kuda.
" baiklah , sudah sudah , jangan ribut , kasihan anak anak , juga keluarga Li , anda terlalu cepat mengambil mangkuk , beberapa prajurit memiliki wajah niat membunuh di permukaan, hahahaha...!"
" hahahaha... !"
" jenderal, saya memiliki saran , bagaimana kalau setelah sampai di prefektur Bingzhou, kita membuka restoran khusus sop ayam , masakan jenderal begitu luar biasa lezat " seorang perwira yang memiliki usia empat puluh tahun mengangkat satu tangannya, memberikan saran .
Yan Qin melihat bahwa itu adalah perwira gemuk yang berasal dari kavaleri hitam .
" Zhu Baji , aku khawatir, bila membuat restoran nanti , tidak akan menghasilkan banyak uang !"
" kenapa jenderal... ?"
" karena semuanya di makan olehmu .. !"
Kekekeke.
Tepat setelah semuanya bersiap menunggu kedatangan Hong Bin dan lainnya yang di tugaskan menyelidiki jalan kanan .
Dari arah kanan jalan, tiga prajurit familiar datang dengan kuda yang penuh dengan bola bola hitam .
Yan Qin dari kejauhan bisa melihat bahwa itu adalah kepala , dengan cepat ia mendatangi Hong Bin yang di mana sudah berlumuran darah .
" Hong Bin ada apa ? Kepala siapa yang kamu ambil ?"
" jenderal, jalan kanan ini menuju kota Nanli , Kabupaten Julu, di sana banyak bandit yang berkeliaran dan mereka semua memiliki jumlah sekitar seribu hingga tiga ribu anggota .. !"
" apakah kamu di temukan?"
" hampir saja jenderal , untungnya kami bertiga menerapkan taktik perang gerilya dan berhasil membunuh sekitar lima belas orang bandit ...!"
Yan Qin tersenyum lebar , matanya menatap ke arah jalan kanan yang begitu gelap .
" bagus , itu luar biasa, kita harus segera pergi menuju jalan lurus ... !"