NovelToon NovelToon
Antara A Dan Y

Antara A Dan Y

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: oland sariyy

" Cari tahu lebih banyak lagi tentang wanita pengganti itu,kalau sampai ada kecurangan,detik itu juga lenyap kan apapun yang mereka miliki."
" Siap Bro."
Kepala Arjuna berdenyut keras, keinginan untuk mewujudkan impian sang ibu tidak bisa berjalan dengan mulus.tapi dia tidak bisa menunda lebih lama lagi,ini adalah permintaan sang Ibu, wanita yang paling ia sayangi dalam hidup nya.
Sementara di tempat yang lain,sosok wanita pengganti itu sedang berdiri tak karuan, setelah mendengar percakapan kedua orang tua nya.
" Mau jadi apa hidup Aku ini,baru juga mau kuliah,udah di suruh nikah segala."
" Tchh....Apa Aku kabur aja ya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oland sariyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Marah-marah

Arjuna tersenyum puas mendengar kabar tentang goyah nya perusahaan Bambang.ini belum seberapa masih ada kejutan lain yang sedang ia persiapkan untuk Bambang sekeluarga.

" Cari tahu secara detail di mana tempat peristirahatan terakhir mertua saya." titah Arjuna kepada Arya.

" Termasuk harta apa saja yang mereka tinggal kan untuk Yura tanpa ada yang terlewati.termasuk aset yang sudah Bambang jual." lanjut nya lagi mulai berencana mengambil apa yang seharusnya menjadi milik sang istri.

Sudah cukup lama keluarga Bambang terlena menikmati harta milik Yura.bahkan sedikit pun Yura tak di beri kesempatan menikmati harta nya sendiri.darah Arjuna mendidih membayangkan betapa menderitanya Yura selama ini namun sang istri masih bisa terlihat biasa saja di luar sana.

Arjuna mengotak-atik laptop milik nya melihat sejauh mana peluang Bambang bisa bertahan di tengah badai yang terus menghantam kekayaan nya.tidak akan dia biarkan siapapun memberi kak pertolongan kepada pria itu.jika berani menolong maka perusahaan mereka pun akan menjadi santapan buas nya.

" Tidak akan bisa!Aku juga tidak akan membiarkan Kamu menekan istri ku." gumam Arjuna yang diam-diam sudah mengambil ponsel milik Yura ketika wanita itu masih berada di kamar mandi.

Saat ini ponsel milik Yura sudah ia simpan di laci ruang kerja nya.Bambang tidak akan bisa menggunakan Yura sebagai senjata untuk memeras uang dan bantuan nya.

" Ponsel nya pun sudah ketinggalan zaman! " seru Arjuna menatap lama-lama ponsel Yura yang tergeletak tak berdaya setelah ia menekan tombol off.

" Bambang dan keluarga nya benar-benar berhati iblis sudah merampas hak anak yatim piatu." mata Arjuna menyipit.selain harus mengurus pekerjaan yang menumpuk ia pun masih harus mengurus harta peninggalan mertua nya.bukan nya merasa lelah justru Arjuna semakin tertantang menyelesaikan semua pekerjaan ini.

Begitu melihat sebuah video,Darah nya seketika mendidih.Bambang semakin hari semakin tamak.bahkan ketika perusahaan goyah pun ia tetap keras kepala .bukan nya minta maaf atau mengembalikan semua yang bukan milik nya.

Tangan Arjuna bergerak lebih cepat dari pikiran nya.suara tangis Yura dari sejumlah rekaman cctv yang ia lihat semakin membuat air muka Arjuna berubah tajam.

" Apa yang sudah Kamu lakukan pada perusahaan Bambang?' tanya Raharja menghubungi sang putra karena sudah malas di teror oleh Bambang.

Seorang Raharja bahkan sampai menonaktifkan ponsel pribadi nya karena malas mengangkat telepon dari Bambang.sedikit banyak nya tentang kebusukan Bambang tentu saja sudah sampai ke telinga Raharja.pria setengah baya ini tidak menyangka jika Bambang bisa Setega itu menikmati harta yang jelas-jelas bukan milik nya.

" Itu perusahaan mertua ku! Sebentar lagi Bambang akan Aku usir dari sana.ini masih langkah awal." jawab Arjuna menerima panggilan dari sang Ayah.

" Papa tahu!Tapi dia terus menerus menghubungi Papa.jam istirahat Papa jadi terganggu gara-gara dia. Cepat urus dia jangan sampai datang ke tempat Papa." bukan karena takut kepada Bambang namun Raharja sedang malas mengurusi masalah itu,sudah ada Arjuna yang akan membantu Yura mendapatkan kembali semua harta peninggalan orang tua nya.Raharja yakin Arjuna bisa mengambil harta itu dalam waktu cepat.

Arjuna tersenyum simpul, sesuai dugaan nya Bambang pasti akan menghubungi sang Ayah.

" Aku sudah bisa menebak nya.Papa istirahat saja.jangan sampai Mama ikut terbangun karena tidak ada Papa di dalam kamar." ucap Arjuna begitu tenang.

" Yura bagaimana?" tanya Raharja masih menghawatirkan sang menantu.

" Dia baik-baik saja,Si bajingan itu tidak akan bisa menghubungi Yura,ponsel Yura sudah Aku simpan dan besok akan Aku ganti dengan ponsel baru.ponsel yang lama sudah jelek ketinggalan zaman." pandangan Arjuna kembali beralih pada ponsel milik Yura.

Dada nya kembali sesak seperti tersiram air panas.setiap ujung layar ponsel itu bahkan sudah retak.di saat dia dan yang lain sudah memakai ponsel keluaran terbaru,ada Yura yang masih bertahan dengan ponsel lama nya.namun wanita itu tidak mengeluh.

Mulai detik ini Arjuna akan mengganti barang buruk itu menjadi baru dan bagus.

" Ya sudah,jaga istri mu baik-baik." ucap Raharja dengan tenang.

Arjuna berdehem sebagai jawaban iya atas apa yang baru saja ayah nya katakan.bukan karena tidak sopan.namun ya begitu lah seorang Arjuna.

Begitu sampai di dalam kamar.pandangan Arjuna langsung tertuju pada sosok Yura yang sudah tertidur pulas di atas tempat tidur dengan gaya sangat estetik.

" Nasib! Nasib...Belum juga malam pertama tapi sudah di tinggal tidur begini." gumam nya sambil membenarkan posisi tidur Yura supaya tubuh nya juga bisa ikut rebahan di sana.

Arjuna lalu memasang selimut pada Yura untuk menutupi paha mulusnya yang sudah kelihatan karena celana tidur pendek yang Yura pakai sudah naik hingga sebatas pinggang.

Bukan nya tidur,Arjuna malah sibuk menatap wajah cantik Yura dengan jarak begitu dekat.ia bahkan bisa melihat bulu mata Yura yang lentik alami.kulit wajah Yura begitu halus mirip dengan bayi yang baru lahir padahal Yura sama sekali tidak pernah memakai skincare mahal ataupun perawatan rutin seperti yang Kakak nya lakukan selama ini.

Alis Yura rapi tanpa harus memakai pensil alis seperti wanita di luar sana.bibir nya tipis merona.

Cup...

Cup...

Tak hanya mengecup,Arjuna bahkan dengan iseng nya melumat bibir tipis yang sejak kemarin menjadi kesukaan nya.

"Nghhhh..." Yura melenguh.bukan nya berhenti namun Arjuna malah tetap asyik melanjutkan ciuman nya.

" Nanggung." gumam nya tersenyum melihat Yura yang juga menikmati ciuman nya.

Bahkan dengan mata yang masih terpejam tanpa sadar Yura mengalungkan kedua tangan di leher Arjuna.

Pagi hari nya,Arjuna terbangun lebih awal karena memang sudah terbiasa bangun pagi.

Namun pagi ini terasa berbeda.ia tak lagi tidur sendirian.kedua tangan dan kaki Yura masih betah melilit tubuh nya tanpa berpindah sejak semalam.

" Astaga! Betah sekali dia memelukku sepanjang malam,apa dia anggap Aku ini guling ya?" batin Arjuna.

Dengan perlahan Arjuna mencoba menjauhkan kaki dan tangan Yura yang memeluk nya.sementara si pemilik kaki dan tangan sama sekali tidak terusik ,tetap tidur dengan gaya estetik dengan mulut sedikit terbuka.

" Cup..."

" Ciuman bentar, nanti kalau dia sudah bangun bisa marah-marah kalau di cium, padahal sudah sah sebagai suami-istri pun." lirih Arjuna mencuri ciuman di pagi hari sangking gemes nya dengan bibir Yura yang tidak tertutup rapat.

Begitu keluar dari kamar mandi,Arjuna mendapati Yura yang sudah terbangun namun masih betah berbaring di atas tempat tidur.

" Sana mandi dulu,hari ini Kamu berangkat ke kampus kan?" tanya Arjuna melempar asal handuk ke wajah Yura.

Ishhh...Yura berdecak keras tak terima atas sikap Arjuna.

" Basah...Iseng banget jadi orang,baru juga bangun ini! Nyawa nya belum terkumpul seratus persen." ujar Yura sambil bangun dari posisi nyaman nya.

Arjuna mengulum tawa, meskipun sedang mengomel dengan wajah baru bangun tidur, tetap saja Yura terlihat cantik dan menggemaskan.

Pagi ini Arjuna tidak memaksa Yura untuk melayani semua kebutuhan nya.Yura masih belajar pun demikian dengan dia.

Biar lah semua mengalir tanpa paksaan .ia tak ingin Yura merasa tertekan dengan tugas sebagai seorang istri yang membebani nya.

Arjuna cukup paham kalau wanita yang ia nikahi masih sangat muda dan masih harus banyak-banyak belajar tentang apa saja tugas dan kewajibannya sebagai seorang istri.

" Cepat mandi! Nanti kita terlambat. Saya antar Kamu ke kampus.nanti pulang nya bareng Pak Usman." kata Arjuna sambil merapikan jas kantor nya.

" Hm..Tapi ingat ya Pak Arjuna! Di kampus saya ini adalah mahasiswi anda dan anda adalah dosen saya.paham..." ujar Yura mengingatkan supaya rahasia mereka tidak terbongkar.karena sampai sekarang ia belum memikirkan cara untuk menghadapi fans fanatik suami nya.

" Iya...Kamu juga harus ingat jangan dekat-dekat dengan lelaki lain,Kamu sudah menjadi istri saya."sahut Arjuna sambil melangkah cepat menghampiri Yura.

Cup...

" Mmm...Lepas..." teriak Yura karena bibir nya di serang mendadak oleh Arjuna.

" Itu hukuman untuk Kamu." ucap Arjuna sambil mengusap bibir yang masih basah.

" Ihhh...Jorok banget sih Kamu...Aku belum gosok gigi loh ini.awas saja kalau bilang bau jigong,bukan salah ku ya." gerutu Yura memajukan bibir nya karena kesal sama suami nya.

Arjuna tersenyum tipis.andai saja Yura tahu tentang kejadian tadi malam.apakah wanita ini akan terus mengatai nya jorok.padahal dia sendiri juga menikmati ciuman hangat mereka.

Usai bersiap-siap.Arjuna lalu mengajak Yura untuk segera turun ke lantai bawah.

" Bibi...Kalian di sini?" pekik Yura histeris.

Bersambung..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!