NovelToon NovelToon
BUNGKAM

BUNGKAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Teen
Popularitas:364
Nilai: 5
Nama Author: nia ayu

jeon jungkook gadis manis itu menyimpan sebuah rasa kepada sahabat masa kecilnya kim taehyung tapi sayang kim taehyung mencintai wanita lain.
hingga sebuah perjodohan membuat keduanya tinggal serumah.

akankah jungkook bisa mengungkapkan perasaannya?? atau justru dia akan memilih diam?

bagaimana nasib rumah tangga mereka dengan berbagai konflik yg hadir khususnya orang ketiga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku, kamu dan dia

Total 3 minggu jungkook cuti sekolah dan sesuai janji jaehyun untuk selalu di samping jungkook, pria itu akan selalu ada untuk jungkook menemani gadis itu dan menjadikan dirinya sebagai sosok pengganti taehyung.

Di lain tempat taehyung fokus kepada irene meski dirinya sempat melihat dan mendengar bukti di ponsel jungkook hatinya masih ragu tentang itu semua, taehyung terlalu dibutakan cintanya kepada irene bahkan dia lupa kapan terakhir kali berkomunikasi dengan jungkook.

Kehadiran jaehyun yang intens dalam kehidupan jungkook sedikit bisa mengobati kekosongan di hati gadis manis itu meskipun tidak dapat dipungkiri jika tidak ada yang akan bisa menggantikan sosok taehyung di relung hati terdalam.

Saat ini kookie sedang bersantai di balkon kamar memandang lurus kedepan.

“Kamu sedang apa taehyung? Secinta itukah kamu dengan irene hingga sekarang kamu melupakanku", gumam jungkook dengan air mata yang mengalir tanpa permisi di pipi mulusnya.

Tak beberapa lama terdengar ketukan dan panggilan dari balik pintu.

"Kookie sayang”, panggil sang mama, mendengar suara sang mama jungkook buru-buru menghapus air matanya dan berjalan untuk membukakan pintu.

"Ada apa mah?”, tanya jungkook saat pintu kamar terbuka.

"Di bawah ada taehyung dan juga irene, kamu mau menemuinya sayang?” Tanya nyonya jeon.

Jungkook diam sejenak entah apa yang ada dipikirannya saat ini.

"Mama akan bilang kalau kamu sedang istirahat bagaimana?” Tanya nyonya jeon.

Disaat nyonya jeon hendak melangkah suara jungkook menghentikannya.

“Kookie akan menemui mereka mah, suruh tunggu sebentar", kata jungkook lirih.

“Kamu yakin sayang?" Tanya nyonya jeon dan jungkook pun mengangguk.

Tak beberapa lama jungkook turun dari kamarnya dan melihat interaksi antara taehyung dan irene dari ujung tangga, perasaan sesak menerobos dadanya tanpa kedua orang itu sadari ada hati yang hancur saat ini.

Jungkook masih terpaku di ujung tangga hingga sebuah suara dari arah pintu membuyarkan lamunannya.

"Kookie”, panggil jaehyun yang tiba-tiba saja muncul di depan pintu mansion dan berjalan mendekat ke arah tangga dan menggandeng tangan mungil itu.

"Jae kamu kok sudah ada disini lagi?” Tanya jungkook heran karena baru 2 jam yang lalu pria itu pamit pulang.

“Aku merindukan sahabat manisku", kata jaehyun sambil tersenyum lalu menggandeng tangan mungil itu menuruni tangga menemui taehyung dan irene.

“Maaf tae kamu menunggu lama ya", kata jungkook sambil tersenyum lalu duduk di depan taehyung dan irene dan disebelahnya jaehyun dengan setia menemani gadis itu.

“Tidak papa kookie, bagaimana keadaanmu hmm?" Tanya taehyung sambil sambil menatap intens sahabat kecilnya.

“Aku lebih baik taehyung, ada jaehyun yang selalu standby", kata jungkook sambil tersenyum dan menatap ke arah jaehyun di sebelahnya.

Taehyung yang melihat cara jungkook menatap jaehyun ada rasa berdenyut di dadanya, rasa tidak suka dan tidak terima apalagi melihat jungkook yang tersenyum manis untuk jaehyun taehyung merasa kehilangan sosok sahabat kecilnya itu.

“Maaf ya jungkook taehyung tidak bisa sering-sering menjengukmu kemarin karena aku juga tidak enak badan, benar kan tae", kata irene sambil bergelayut manja di lengan kekar taehyung.

“Tidak masalah kok, santai saja lagipula aku banyak yang menemani", kata jungkook santai.

“Kamu benar, tidak seperti aku yang sebatang kara di dunia ini", kata irene lirih.

“Kamu punya aku irene, kamu tidak sendirian", kata taehyung sambil memegang tangan irene.

“Kookie jangan bicara seperti itu pada irene, dia jadi sedih kan", tegur taehyung sambil menatap jungkook di depannya.

“Aku tidak mengatakan apapun dia sendiri yang mengatakan tentang hidupnya", kata jungkook tegas.

“Aku letih, aku ingin istirahat", kata jungkook lalu berdiri dan naik meninggalkan ketiga orang tersebut begitu saja.

Disaat jaehyun hendak menyusul jungkook naik suara taehyung menghentikan langkahnya.

“Siapa yang mengijinkan kamu menyusul jungkook ke kamarnya?" Tanya taehyung.

“Tidak ada, tapi kami memang akhir-akhir ini sering menghabiskan waktu di kamar jungkook dan lagi kedua orang tua jungkook tidak mempermasalahkan hal itu", jelas jaehyun.

“Jungkook paling tidak suka kamarnya dimasuki sembarang orang", kata taehyung lagi.

“Oh benarkah? Tapi semua itu tidak berlaku lagi karena sekarang aku bisa keluar masuk kamarnya dan mungkin suatu saat aku bisa memiliki hatinya", kata jaehyun santai.

“Kamu" taehyung menghentikan kata-katanya entah kenapa ada rasa tidak suka dan tidak terima saat mendengar apa yang dikatakan jaehyun.

"Sekarang kamu fokuslah kepada kekasih dan jungkook denganku, jalani hidup masing-masing”, kata jaehyun sambil menepuk pelan bahu taehyung dan setelahnya meninggalkan dua orang itu menuju kamar jungkook di lantai dua.

Sementara itu dari jauh terlihat nyonya jeon yang mengawasi ke empat anak muda tersebut, sebenarnya ide dirinya yang menghubungi jaehyun untuk kembali ke mansion jeon dan memberi tahu jika taehyung ada di mansion.

Jaehyun memasuki kamar jungkook dan mendapati gadis itu sedang duduk di balkon kamarnya.

"Sedang apa?” Tanya jaehyun sambil duduk di sebelah jungkook.

"Tidak sedang melakukan apapun”, kata jungkook.

"Terima kasih ya kamu tiba-tiba datang, entah apa yang akan terjadi jika kamu tidak ada tadi mungkin aku tidak akan bisa menahan diri”, kata jungkook sambil menatap lurus kedepan.

"Bukankah dari awal aku sudah mengatakan jika aku akan selalu ada untukmu, jadi kapanpun kamu membutuhkan diriku aku akan selalu siap", kata jaehyun.

Jungkook lalu menatap ke arah jaehyun.

" Kamu tahu jae, dulu juga ada pria yang mengatakan hal yang sama padaku tapi ternyata dia melupakan apa yang dirinya ucapkan", kata jungkook lirih.

“Jangan mengingatnya jika itu hanya akan membuatmu sakit hati dan kecewa, kamu berhak bahagia kookie", kata jaehyun.

Jungkook menatap pria didepannya.

"Bantu aku melupakannya jae, bantu aku menghapus rasaku untuknya ini sangat menyiksaku”, isak jungkook.

Jaehyun memeluk tubuh mungil.itu erat dan dapat jaehyun rasakan tubuh itu bergetar karena tangisnya.

Perlahan jaehyun melepaskan pelukannya dan menangkup pipi jungkook dan dengan gerakan pelan jaehyun mengecup kening jungkook turun ke kedua mata dan hidung.

Waktu terasa berhenti saat netra jaehyun menatap intens ke arah bibir mungil gadis di depannya, bohong jika jaehyun tidak mempunyai rasa untuk gadis di depannya ini karena sesungguhnya pria itu sudah jatuh cinta sejak pandangan pertama tapi jaehyun menahan diri.

Tapi saat ini dirinya tidak akan menahan diri lagi, jaehyun mengikis jarak antara dirinya dan jungkook lalu membisikkan kata-kata yang membuat jungkook terpaku.

"Aku mencintaimu kookie sangat mencintaimu, tidak perlu membalasnya karena aku yang akan mencintaimu dengan seluruh hidupku", kata jaehyun lirih.

Jungkook hanya bisa menangis mendengar pernyataan cinta yang diucapkan jaehyun.

“Jadilah milikku dan aku janji tidak akan pernah mengecewakan atau meninggalkanmu", kata jaehyun dan tanpa diduga jungkook hanya bisa mengangguk lemah entah apa yang ada dipikiran gadis itu tapi yang pasti saat ini jungkook merasa dihargai, diperhatikan dan diutamakan oleh pria di depannya saat ini.

Tanpa aba-aba jaehyun mulai mencium bibir gadis di depannya dari yang hanya sekedar kecupan berubah menjadi ciuman intens, jungkook yanga awalnya terkejut pun mulai terbuai dan membalas ciuman dari jaehyun dengan mengalunkan lengan mungilnys ke leher kokoh jaehyun.

Ditengah ciuman mereka jaehyun menggendong jungkook menuju ranjang dan dengan perlahan meletakkan jungkook di atas tempat tidur.

Jaehyun melepas ciuman tersebut dan dapat dirinya lihat wajah berantakan dan tatapan sayu dari jungkook.

Jaehyun menatap intens gadis di bawahnya seolah meminta izin dan tanpa diduga jungkook mengangguk pelan.

Mendapatkan lampu hijau jaehyun kembali meraup bibir gadis itu dengan ciuman intens.

Ditengah ciuman tersebut jungkook meneteskan air mata dan berkata dalam hatinya

“Aku melepaskan cintamu taehyung.

Setelahnya yang terjadi adalah di kamse itu menjadi saksi dua anak manusia yang saling menyampaikan perasaannya masing-masing.

Si pria yang menyalurkan rasa cintanya untuk si gadis lewat sentuhan dan lewat tanda kepemilikan yang ada di sekujur tubuh si gadis.

Sedangkan si gadis yang menerima semuanya untuk melupakan semua rasa sakitnya.

Jaehyun menatap penuh cinta gadis yang saat ini tengah terlelap dalam pelukannya di dalam selimut tanpa sehelai benangpun di tubuh mereka.

“Aku sangat mencintaimu kookie, jangan pernah menjauh atau aku bisa gila", gumam jaehyun sambil mengecup kening gadis yang sekarang sudah resmi menjadi kekasihnya tersebut.

1
Nadia Apriyanti
semoga tae nyesel se nyesel nyesel nya
Aisyah Nabila
keren
Nadia Apriyanti
semoga tidak ada badaiiiiiiii
Nadia Apriyanti
sakitin trus biar jk pergiiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!