NovelToon NovelToon
Kesempatan Dari Sistem

Kesempatan Dari Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Balas Dendam / Sistem
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yikkii

Artha Jayendra adalah seorang pemuda yang kini menjadi pengangguran setelah dikhianati oleh sahabat-sahabatnya sendiri dan bahkan oleh kekasihnya. Pengkhianatan itu menghancurkan hidupnya hingga membuatnya terpuruk dalam keputusasaan. Dalam kondisi depresi, ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan melompat dari sebuah jembatan. Namun sebelum ia melompat, cahaya terang tiba-tiba muncul di langit, dan sebuah menara raksasa misterius muncul di tengah kota. Bersamaan dengan itu, sebuah sistem aneh muncul di hadapannya. Alih-alih terkejut, Artha justru melihatnya sebagai kesempatan baru. Dengan tekad yang dingin, ia bersumpah dunia telah berubah dan dia akan menjadi lebih kuat dan membalas semua penghinaan, penindasan, dan pengkhianatan yang pernah ia terima. Dari sinilah perjalanan Artha Jayendra dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yikkii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab XIV—Menolak

Langit malam itu terlihat lebih tenang dibanding hari-hari sebelumnya. Namun ketenangan itu bukan berarti dunia telah kembali seperti semula.

Jalanan masih dipenuhi bekas kehancuran. Beberapa bangunan hancur sebagian, kaca-kaca berserakan di pinggir jalan, dan kendaraan masih terbengkalai di mana-mana. Orang-orang mulai keluar dari tempat persembunyian mereka, tapi bukan untuk hidup seperti biasa.

Mereka keluar… untuk bertahan hidup.

Di salah satu sudut kota tepatnya di kafe bulan, sekelompok orang berkumpul. Wajah-wajah mereka tidak lagi sama seperti dulu. Ada rasa takut, ada lelah, dan ada sesuatu yang baru yaitu keinginan untuk hidup lebih kuat dari sebelumnya.

Di tengah mereka berdiri Rendra.

Pria berbadan kekar itu menarik napas panjang sebelum akhirnya berbicara. “Kita gak bisa terus hidup seperti ini.”

Suasana langsung hening dan semua mata tertuju padanya.

Rendra melanjutkan dengan suara tegas, “Dunia sudah berubah. Monster muncul, dungeon terbuka, dan orang-orang mati setiap harinya jika terlalu gegabah memasuki dungeon. Kalau kita cuma bertahan tanpa arah… cepat atau lambat kita juga akan mati juga bukan?.”

Salah satu pria menunduk. “Terus kita harus gimana…?”

Rendra mengepalkan tangannya.

“Kita butuh sistem baru.”

Beberapa orang saling pandang.

“Sistem…?” gumam salah satu dari mereka.

“Iya,” lanjut Rendra. “Kita gak bisa lagi mengandalkan hukum lama. Pemerintah harus turun tangan… tapi bukan seperti dulu. Mereka harus membuat sebuah asosiasi setelahnya kita semua yang di sini akan meresmikan kelompok atau Guild kita sendiri.”

“Asosiasi dan guild, apa itu?” tanya seorang Divya dengan ragu.

“Tempat semua orang seperti kita terdaftar,” jawab Rendra. “Orang-orang yang punya sistem. Yang bisa bertarung. Yang bisa masuk dungeon.”

Ia menatap satu per satu wajah di hadapannya.

“Dengan asosiasi itu, semuanya dapat diatur. Dungeon gak diperebutkan sembarangan. Orang kuat gak seenaknya menindas yang lemah kemudian kita punya arah yang jelas untuk bertahan hidup. Dan untuk gulid kita bisa mendaftar guild kita ke assosiasi dan memasuki dungeon bersama.”

Beberapa orang mulai mengangguk pelan.

Namun tidak semuanya setuju.

“Percuma,” celetuk seorang pria dengan nada sinis. “Pemerintah aja gak bisa mengatasi kekacauan kemarin. Sekarang mau kita percaya lagi?”

“Benar,” sahut yang lain. “Kalau orang kuat masuk asosiasi… bukannya mereka malah makin berkuasa?”

Suasana mulai sedikit memanas.

Rendra tidak langsung menjawab. Ia terlihat berpikir sejenak, lalu kembali berbicara dengan nada lebih rendah.

“Kalau kita gak melakukan apa-apa… dunia ini bakal jadi tempat orang kuat membunuh orang lemah tanpa aturan, jadi bukan hanya monster saja yang dapat membunuh kita tapi manusia juga.”

Hening, tak ada yang langsung membantah. Karena semua tahu… itu benar.

Di sudut kerumunan, Jayendra bersandar pada kursinya dengan masih santai sambil menikmati kopi dan rokoknya. Tatapannya tenang, tapi tajam. Ia sudah mendengar semua yang dikatakan Rendra.

“Asha…”

“Saya di sini, Tuan.”

“Menurutmu?”

“Secara logika, usulan tersebut memiliki peluang tinggi untuk menstabilkan kondisi manusia.”

Jay menghembuskan napas pelan. “Ya…memang masuk akal.”

Jayendra mengetuk meja, ketukannya tidak keras, tapi cukup untuk membuat beberapa orang menoleh ke arahnya.

Rendra juga melihatnya ke arahnya “Jay…” ucapnya pelan.

Jay berdiri di hadapan mereka semua, lalu berkata singkat. “Aku setuju dengan usulanmu.”

Beberapa orang terlihat lega. Namun Jay belum selesai.

“Dunia memang butuh aturan sekarang.” Tambahnya yang membuat suasana sedikit mencair.

Tapi hanya sebentar.

“…”

Jay menatap Rendra. “ Tapi aku ga akan ikut dalam guild kalian.”

Hening. Kali ini benar-benar hening. Seolah udara di sekitar mereka ikut berhenti.

“Apa?” salah satu orang spontan bersuara.

Rendra mengerutkan kening. “Ayolah Bang Jay!…”

Jay menjawab dengan nada datar.

“Aku gak akan masuk kelompok mana pun.”

“Kenapa?” tanya Rendra.

Jay menatap mereka semua satu per satu. Tatapannya tidak dingin… tapi juga tidak hangat. “Karena aku sudah tak mempercayai siapapun di dunia ini selain itu kalian itu lemah….”

Beberapa orang kesulut emosi “HEI BANGSAT!”

Rendra tak tinggal diam “DIAM KALIAN!”

Rendra kembali melihat ke arah Jay“Bang kau bisa mempercayai kita semua. Jadi ayolah…”

Jay melanjutkan pembicaraannya “Maaf aku tetap tak bisa selain itu aku juga minta maaf untuk perkataanki tadi, tapi kelemahan itu… bakal ngebunuh kalian sendiri kedepannya.”

Sunyi kembali.

Tak ada yang langsung membalas.

Karena cara dia mengatakannya… terlalu yakin untuk sekadar dianggap omong kosong.

Rendra menarik napas dalam. “Jadi menurutmu… kita harus sendiri-sendiri?”

“Aku gak bilang gitu,” jawab Jay. “Kalau kalian mau bikin guild, silakan.”

Ia memalingkan wajah sedikit. “Tapi lebih baik dari kalian masing-masing, membuat guild sendiri. Karena kalian lebih berpengalaman dari pada yang lainnya dan jangan lupa kalian semua yang ada di sini telah menaklukan lantai 1” Ujarnya sambil melihat ke arah semua orang sacara bergantian.

Seorang wanita yang sebelumnya diselamatkan Jay menggigit bibirnya. “Tapi… kita tidak bisa lebih kuat kalau tidak bersama…”

Jay menatapnya ke arah wanita tersebut. “Tentu bisa…kalian percaya dirilah sedikit. Dengan membuat guild sendiri-sendiri kalian dapat menjadi lebih kuat dengan cara sendiri tanpa bergantung pada orang lain…” Jawabnya meyakinkan mereka.

“Tapi kita juga bisa gagal bukan?.” Ucap Rendra

Ia menoleh kembali ke Rendra. “Oleh karena itu aku bilang, kalian harus percaya pada diri kalian sendiri.”

Kata-kata itu menggantung di udara.

Tidak keras.

Tapi cukup untuk meyakinkan mereka.

Rendra terdiam beberapa saat. Wajahnya menunjukkan bahwa ia tidak sepenuhnya setuju… tapi juga tidak bisa membantah.

Akhirnya ia mengangguk pelan. “Kami akan mempertimbangkannya Bang.”

Semua orang menoleh padanya dan berkata secara bebarengan. “Tapi yang pasti kami akan menjadi lebih kuat untuk bertahan hidup.”

Jay mengangguk dan tersenyum tipis “memang harusnya seperti itu bukan.” Ujarnya lalu kembali duduk lalu menyalakan rokoknya lagi.

Beberapa orang langsung mengangguk. Ada yang terlihat ragu, tapi tetap untuk diam.

Rendra melanjutkan, “Guild bukan cuma untuk bertahan hidup. Tapi untuk jadi lebih kuat. Untuk saling melindungi.”

Ia mengepalkan tangannya. “Dan kita harus mempertahankan dunia kita ini dari para monster sialan itu.” Lanjutnya.

Kata-katanya membakar semangat sebagian dari mereka.

Namun di sisi lain. Jay hanya tersenyum tipis. Tanpa memiliki rasa mengejek. Ia hanya merasa hatinya menghangat sedikit oleh semangat mereka.

Ia kembali angkat bicara dengan kepulan asap dari mulutnya “Kalian aturlah bersama, karena aku mungkin akan pergi dalam jangka waktu yang lama…”

“Kau mau kemana Bang?” tanya mereka bersama-sama

“Aku mau pergi…entah kemana tapi yang pasti saat aku kembali kesini akan menjadi lebih kuat…” Ujarnya kembali.

1
ラマSkuy
agak lambat alurnya tapi seru Thor , lanjutkan 👍
ラマSkuy
Hem ini latar ceritanya tentang apocalypse monster ya kayak komik solo leveling, keren Thor 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!