Dia Xuan Huan. seorang pejuang tingkat sembilan. Programmer sekaligus hacker yang sangat ditakuti. Banyak lawan yang sudah ditaklukkan, bahkan ada yang berkeinginan untuk menjalin kerja sama.
Proyek terakhir yang Ia kerjakan, adalah proyek kecerdasan buatan, yang bisa menjelajahi alam semesta. Penuh dengan kode kode rumit dan mencengangkan.
Quantum Xuan, itulah nama programnya. Tapi karena program itu dia harus mati, dan jiwanya ditempatkan pada tubuh seorang gadis lemah 12 tahun ke belakang, yang juga mati karena penganiayaan. Lalu bisakan tubuh dengan jiwa Xuan membalas dendam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aditya Jetli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
5. Penyelidikan
Slash! slash! Craaass! Craaass!
Brug, Brug.
Tubuh tanpa kepala ambruk ke lantai, sedangkan kepalanya menggelinding mendekati tong sampah di dekat jendela.
Seseorang berdiri di dekat pintu kamar, sambil memegang kipas besi berlumuran darah. Dia Xuan Huan, yang kesal karena asistennya lama bertindak.
[Nona....]
"Lain kali jangan bermain main Quan. Keluar langsung habisi!"
"Sekarang bawa mereka ke luar, dan lemparkan ke jalanan. Kita masih banyak pekerjaan!"
[Tapi bagaimana dengan 17 orang ini. Mereka belum mati, cuma pingsan saja Nona]
"Kalau begitu habisi saja. Dunia tidak membutuhkan mereka!"
[Baik Nona]
Sepeninggal Ji Quan. setengah jam kemudian. Xuan Huan bergumam. "Apa aku terlalu kejam, tanpa perasaan dan tanpa takut sedikitpun pada orang?"
"Sedikit sedikit habisi. Sedikit habisi. Kalau begini caranya, lama lama populasi dunia semakin berkurang. dan aku....?"
"Nona! Anda sedang berbicara dengan siapa? Dari tadi Lili perhatikan, Nona seperti melihat seseorang. Tapi kenapa Lili tidak bisa melihatnya?" tanya seseorang yang tiba tiba datang.
"Ah, kau Lili! Mengagetkan saja. Aku sedang berpikir, bagaimana sebaiknya kita ke depannya. Apakah kembali secepatnya atau mengelilingi kota ini, sambil membersihkan hama yang ada di dalamnya?"
"Oh, begitu. Lili kira apa. Menurut Lili, sebaiknya kita tetap berada di kota ini, karena firasatku mengatakan, banyak orang orang jahat seperti di bawah itu, dan mereka sepertinya bukan orang baik?"
"Kau tidak salah. Mereka itu anggota sindikat penculik gadis gadis perawan, yang berkedok menjadi petugas front office di sebuah hotel. Bahkan mungkin kantor kantor pemerintah, kantor swasta, institusi, lembaga dan lain sebagainya"
"Jika pendapatmu kita sebaiknya tetap berada di sini, aku juga setuju. Tapi bagaimana dengan sekolah kita, dan bagaimana dengan rencana kita untuk membalas dendam pada orang orang yang telah menghabisi nyawa gadis gadis ini?" tanya Quan Huan.
"Kalau kita tetap berada di sini itu gampang Nona. Kita bisa membalas dendam pada mereka dari sini. Bukankah Lili terutama Nona mempunyai keterampilan yang bisa membunuh musuh lintas benua?" jawab Lili apa adanya.
"Kalau itu cara yang kau digunakan, aku rasa tidak seru. Mereka tidak akan bisa melihat kita, dan tiba tiba saja kita muncul setelah mereka mati. itu tidak ada permainannya."
"Aku ingin kita kembali ke ibukota dan masuk ke sekolah seperti biasa. Aku ingin melihat bagaimana reaksi mereka?"
"Lalu bagaimana dengan orang tua gadis ini?"
"Masalah itu sudah aku pikirkan. Aku akan menembus pertahanan sistem mereka, dan aku akan meminta kepada seseorang untuk mengambil serta mengalihkan sertifikat rumah, sertifikat perusahaan, tabungan dan lain sebagainya."
"Kemudian aku akan menjual semuanya. Tidak perlu bersusah payah datang, Langsung eksekusi. dan mereka akan mendapatkan ganjaran yang setimpal"
"Itu ide yang bagus! Lili setuju dengan rencana Nona. Sekarang ayo kita mulai!"
"Tunggu! Kita selesaikan dulu hajat hidup orang kebanyakan. Kita butuh makan. karena entah bagaimana, begitu sampai di dunia ini, perutku selalu merasa lapar. Mungkin karena emosi yang terlalu tinggi?"
"Jadi menurutku, bagaimana kalau kita cari makanan di luar, karena aku ingin mencicipi menu yang di buat di tahun ini."
"Kalau begitu baik Nona. Ayo kita turun, dan mencari makanan di luar!"
'Ji Quan! Apa kau sudah membereskan tiga orang yang ada di bawah itu. Aku jijik melihatnya.'
[Sudah Nona. Berkat postingan Nona yang terlalu vulgar. para petugas kota juga wartawan termasuk warga kota berbondong bondong datang. Mereka sekarang masih memeriksa tempat kejadian perkara juga CCTV yang ada]
'Apa kau sudah menghilangkan barang bukti?'
[Sudah Nona. Nona tidak akan terlibat. Bahkan Nona akan dimasukkan sebagai dua orang gadis yang akan menjadi korban]
'Bagus! Kau memang bisa diandalkan.'
[Itu memang tugasku Nona, agar tidak percuma Nona memprogram ku. Jadi aku ingin berguna untuk Nona]
'Baik. Kalau begitu kau boleh pergi, dan amankan terus tempat kejadian perkara'
[Siap, laksanakan Nona]
Tiga menit kemudian, Lili dan Xuan sudah berada di kantor bagian depan, dan saat ini sedang melihat kerumunan yang masih sibuk memeriksa tempat kejadian. Ada yang sibuk mengambil beberapa foto, dan ada juga yang berbincang bincang antar sesama wartawan.
Kejadian seperti itu, merupakan makanan empuk buat mereka, agar kanal yang mereka buat bisa naik ratingnya.
"Selamat siang Nona! Apakah kalian berdua menginap di hotel Don Yuan ini?"
"Ya, benar. Kami menginap di sini. Apa anda keberatan?"
"Oh, bukan begitu Nona. Apakah kalian tidak kenapa napa?"
Petugas kota itu jelas penasaran, karena biasanya gadis gadis yang menginap di hotel ini adalah perempuan simpanan, atau minimal yang akan ditargetkan sebagai persembahan.
Tapi kali ini lain. Dua gadis cantik yang masih remaja dengan beraninya menginap di hotel yang sudah dicap Don yuan, alias hotel mata keranjang.
Apa penglihatan mereka tidak salah?
"Bisa tunjukkan tanda mengenal. kalian Nona? karena kami perlu memastikan bahwa Nona berdua bukan siapa siapa?"
"Maksudnya apa ya pak? Baru setengah jam kami sampai di sini, karena kami sedang dalam perjalanan dan kelelahan, maka tidak ada pilihan lain, kami langsung menuju ke hotel ini. Apa hubungannya dengan kartu tanda pengenal yang anda minta pada kami?" protes Xuan Huan.
"Bukan begitu nona, ini penting untuk penyelidikan. Kami tidak akan mempersulit anda berdua."
"Tidak bisa! Tanda pengenal tidak boleh dilihat sembarangan, apalagi di difoto. Saya keberatan!"
"Jadi silakan lanjutkan penyelidikan anda. Kami akan keluar untuk mencari makanan. Lagi pula kami sangat lapar. Selamat tinggal!"
"Tolong jangan persulit kami Nona, kalau tidak kalian berdua akan kami tahan!"
"Ditahan? Atas tuduhannya apa? Apa hanya gara gara menginap di hotel ini, lalu ditetapkan sebagai tersangka. anda salah besar sersan!"
"Kami berdua tidak ada hubungannya dengan makhluk makhluk menjijikkan itu. Lagipula waktu kami masuk mereka belum berbuat apa apa. Tiba tiba begitu mana kami tahu. Itu urusan mereka."
"Tapi...?"
"Tidak ada tapi tapi. Jangan halangi kami. Kami sedang terburu buru. Silakan lanjutkan penyelidikan. Itu tugas anda. Bye bye!"
Enteng saja Xuan melakukan itu, dan seperti tidak ada beban. Lalu melenggang perlahan, sambil menyunggingkan senyum sinis. Namun tak ada seorangpun yang tahu.
"Siapa dua orang gadis itu. Coba lihat data mereka di buku penerimaan tamu?" ucap petugas berpangkat tinggi pada bawahannya.
"Ini datanya tuan. Mereka hanya pelajar yang sedang menjalankan tugas magang setelah setengah tahun berada di kelas sebelas. Dua hari lagi tugas mereka selesai."
"Hem. Dari ibukota ya? Menarik"
Bugh! plak!
"Argh! Siapa yang memukul dada juga mulutku. Apakah salah satu dari kalian?"
"Tidak komandan. Kami tidak melakukan apa apa. Tiba tiba saja anda terjengkang, dan kami tidak melihatnya" jawab anak buahnya sedikit heran.
'Apa di hotel ini ada setan seperti rumor yang didengung dengungkan ya? Kalau memang ada, berarti dua gadis itu hanya menjadi korban saja'
'Beruntung mereka tidak kenapa napa. Tapi herannya, menurut laporan warga, belasan orang mendatangi hotel ini, tapi kenapa mereka tidak terlihat, dan kenapa dua orang gadis itu baik baik saja?'
"Ah, masa bodoh! yang penting tiga orang idiot itu sudah diamankan. Tinggal menyelidiki penyebabnya saja." gumam Lukman, petugas kota itu merasa senang.
Kemudian memerintahkan untuk memasang pita larangan, agar seseorang tidak memasuki hotel tersebut.
Lalu bagaimana dengan Lili dan Xuan. Bukankah mereka sedang menginap di sana. Apakah tetap dilarang untuk memasukinya. Kalau begitu tidak adil bukan?