NovelToon NovelToon
TERJERAT

TERJERAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aris Tea

" Nak. Ayo kita pulang, tak baik loh melamun di waktu senja, apalagi kamu melamun nya di bawah pohon randu." Tegur wanita tua, lembut dan tersenyum hangat kepada pemuda berusia 20 tahun.

" Ehk. Nek... Ayo.." Jawab pemuda itu tak beraturan ucapannya. Lalu bangkit dari tempat duduk di bawah pohon itu.

" Kamu kenapa Nak. Akhir akhir ini Nenek perhatikan kamu suka melamun seorang diri?"

" Gak kenapa-kenapa kok Nek." Jawab nya.

" Hmmmmmmm.." Gumam Nenek tak puas dengan jawaban dari pemuda yang kini berjalan berbarengan pulang ke rumah nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 31

EPISODE 31: MISI DARI GUNUNG

Setelah Sri dan Dewi pulang, Langit mengajak Yusuf dan Rio pergi ke belakang rumah, tepatnya di bawah pohon randu tua yang sudah berdiri sejak lama di kampung. Cahaya bulan menerangi tempat itu dengan lembut, membuat suasana menjadi tenang namun penuh keseriusan.

Ketiganya duduk bersila di atas rerumputan yang sedikit basah. Langit mulai membuka pembicaraan sambil menatap akar pohon yang besar:

"Di bawah pohon ini dulu Abah Haruman pernah cerita padaku tentang pentingnya menjaga tanah air kita... Kini, kabar kelompok dari kota dan lokasi pertemuan saya dengan dia empat tahun lalu membuat saya harus bergerak."

Yusuf menyilangkan tangan di dadanya: "Apa yang kamu ketahui, Langit?"

"Perusahaan yang tengah merencanakan pembangunan di sekitar lokasi itu adalah AKILA Group yang tidak lain dikelola oleh Tuan Bara.!

KITA KEMBALI KE EMPAT TAHUN KE BELAKANG

Langit kembali ke bukit lereng gunung, tempat di mana Abah Haruman berada, perjalanan menuju bukit itu menempuh perjalanan 3 jam dengan berjalan kaki, Langit di paksa untuk selalu berjalan kaki kemana pun pergi sampai waktunya tiba ketika dirinya sudah mengetahui jati dirinya, itu perintah dari Abah Haruman.

Terakhir kali bertemu dengan Abah Haruman, ketika Langit menemani Kang Yusuf selama satu bulan dan ketika kembali Abah Haruman menitipkan pesan untuk Yusuf agar menjual tanah yang dulu di tanami nya, jika sudah ada potensi yang lebih tinggi. Dan ketika tanah tersebut sudah laku terjual, maka Langit harus menemui Abah Haruman, tinggal selama satu bulan seperti waktu menemani Yusuf.

Langit kini sudah sampai dan langsung di sambut oleh beberapa orang-orang yang hampir mirip ninja menyerang Langit.

Setelah beberapa orang berpakaian gelap menyerangnya dengan gerakan cepat seperti ninja, Langit tidak terkejut dia sudah terbiasa dengan ujian yang diberikan Abah Haruman. Dia menghindari serangan dengan lincah, menggunakan teknik yang pernah diajarkan, tanpa pernah menyerang balik melainkan hanya membela diri.

Tak lama kemudian, seorang lelaki tua dengan rambut putih yang tertata rapi muncul dari balik semak-semak, itu adalah Abah Haruman. Dengan satu isyarat tangannya, para penyerang berhenti dan menghilang ke dalam kegelapan.

"Kamu sudah bisa mengendalikan gerakan dan emosimu dengan baik, Langit," ujar Abah Haruman sambil berjalan menuju sebuah gazebo kecil di atas bukit. "Kamu datang tepat waktu tanah sudah di jual oleh Yusuf, itu untuk pondasi kamu mendatang, kali ini aku ada tugas untukmu dan harap dalam jangka waktu 20 hari harus selesai.

Mereka duduk di gazebo, dengan pemandangan lereng gunung yang indah di depan mata. Abah Haruman membuka sebuah kotak kayu kecil dan mengambil selembar poto yang telah usang.!

"Temui Orang ini namanya BARA PERMANA, dia dulunya mempunyai perusahaan yang cukup maju, namun di jerat oleh sahabatnya dan istrinya, temukan dia secepatnya lalu berikan kartu ini di dalamnya ada uang 5 miliar cukup untuk membangun perusahaan.

"Langit mengangguk tak bertanya alasannya kenapa Abah Haruman memberikan tugas seperti ini kepadanya, namun ada satu kata yang terus terngiang-ngiang di telinganya, Abah lakukan semua ini untuk menjadi pondasi masa depan ketika dia keluarga besar mulai bergerak kamu sudah mempunyai benteng pertahanan yang kokoh.

Besok pagi kamu berangkat, alamat rumahnya ada di belakang poto, namun usahakan jangan menemui di rumah nya, cari lah kesan agar dia bisa tunduk padamu.

Langit mengangguk tanda setuju menerima tugas dari Abah Haruman tanpa bertanya, pemikiran dan hatinya selalu teguh dengan ucapan yang di ucapkan oleh Abah haruman.

"Perjalanan dengan kereta api memakan waktu delapan jam. Setiap kali mesin kereta berderak, saya ingat kata-kata Abah Haruman: 'Jalan panjang akan menguji kesabaranmu, tapi setiap langkah akan membawa kamu lebih dekat ke kebenaran'."

"Ketika melihat gedung-gedung tinggi menjulang di kejauhan saat kereta memasuki stasiun ibu kota, rasanya seperti memasuki dunia yang sama sekali berbeda dari kampung kita. Udara yang lebih panas dan bising, orang-orang yang berjalan cepat tanpa melihat satu sama lain – semuanya terasa asing."

"Saya turun dari kereta dengan hati yang penuh tegang tapi juga tekun. Saya bertanya kepada petugas kereta api, untuk menanyakan tempat yang saya tuju dan petugas itu menyuruh saya untuk naik ojeg agar sampai tujuan, mahal sedikit tidak jadi masalah dari pada tersesat di ibukota.

Setelah naik ojeg selama hampir setengah jam, Langit akhirnya sampai di kawasan bisnis yang lebih tenang, dekat dengan tempat tinggal Bara. Namun seperti yang diperintahkan Abah Haruman, dia tidak langsung pergi ke rumahnya.

Dia mencari tempat tinggal sementara di penginapan kecil yang dekat dengan kantor lama Bara – yang sudah tutup karena masalah bisnis seperti yang Abah sebutkan. Di penginapan, Langit membuka foto usang dan kartu yang berisi uang 5 miliar. Dia melihat wajah Bara di foto – tampak kuat namun ada kesedihan yang tersembunyi di matanya.

"Cari kesan agar dia bisa tunduk padamu..." bisik Langit mengingat kata Abah Haruman.

Keesokan paginya, Langit pergi ke sekitar kantor lama Bara. Namun kantor itu sudah tersegel polisi, Langit terus melangkah tak tau arah.....

Ketika berjalan di area yang cukup sepi, Langit melihat seorang pria berusia 33 tahun sedang di pukuli oleh dua orang yang penampilan nya nampak seperti para bodyguard..

Langit pun menghampiri dan menolong pria tersebut, dengan susah payah ken mengalahkan 2 orang bodyguard tersebut walaupun dia harus mendapat beberapa pukulan.

Setelah bodyguard itu pergi Langit menghampiri pria itu dan membantu nya sendiri. Langit terkejut sesaat namun mampu menstabilkan rasa terkejut nya, orang yang dia tolong adalah orang yang dia cari.

"Apa kau baik baik saja tuan?. Kenapa aku liat sepertinya kau sama sekali tidak melakukan perlawanan pada mereka sedikitpun?"

Tanya Langit sambil memapah pria itu dan duduk di pinggir jalan.

"Kenapa kau menolongku anak muda?.. Harusnya kau biarkan saja aku di habisi oleh mereka tadi."

Mendengar itu Langit menatap pria yang di carinya itu mengerutkan keningnya, dia sangat heran dengan kata kata pria itu.

"Kenapa kau bicara seperti itu tuan?"

"Kau tidak perlu tahu, yang pasti intinya aku sudah tidak ada semangat hidup lagi, jadi jika tadi aku harus matipun aku tidak peduli."

Walaupun hanya sekilas permasalahan yang Langit tahu dari Abah Haruman, namun setelah melihat wajahnya dan berbicara dengannya, dia putus asa, mungkin masalahnya lebih besar dari yang aku kira.

"Tuan seperti nya kau punya masalah yang sangat berat, tapi menurutku, bukan cara yang tepat dalam menyikapi masalah..... Jika kau mau kau bisa cerita padaku, mungkin aku bisa sedikit membantu atau paling tidak memberikan solusi dan masukan.

"Pria itu menatap Langit, dia merasa Langit masih muda, mana mungkin dia bisa mengerti masalahnya apalagi membantu.

CATATAN PEMBACA:

SESUDAH MEMBACA JANGAN LUPA KLIK LIKE YA!

SYUKUR-SYUKUR DAPAT VOTE DAN GIFT KALAU KALIAN SUKA DENGAN CERITA INI.

JANGAN LUPA JUGA ADD KE LIBRARY / FAVORIT AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATE SELANJUTNYA!

SALAM DARI ANAK KAMPUNG,

ARIS.

Bersambung.

1
Neng
🤭🤭🤭🤭🤭
Neng
lumayan
Neng
👍👍👍👍
Tuyul
🤣🤣🤣🤣
Tuyul
😍😍😍😍
sitanggang
muter2 kek gangsing 🙄😵😵‍💫
RAJA CHAN
sangat bagus
Tuyul
menarik
Tuyul
👍👍👍
Aden
ayam dasar lemah
Aden
lumayan menarik
Robet
🤭🤭🤭🤭🤭 lumpur Lapindo
Aris Nugraha
🤣🤣🤣
Aris Nugraha
keren kak
Robet
🤣🤣🤣
Robet
keren
Aisyah Suyuti
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!