NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Sang Pengawal

Terjerat Cinta Sang Pengawal

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / CEO
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Buna_Ama

Siena Hartmann, gadis keras kepala dan sedikit bar-bar, selalu bisa membuat ayahnya pusing tujuh keliling. Tapi siapa sangka, di balik tingkahnya yang bebas, ada pria yang diam-diam selalu ada saat dia butuh.

Bastian Asher Grayson, muncul di hidupnya sebagai bodyguard baru dikeluarga Hartmann. Dia profesional, dingin, tapi entah kenapa selalu berhasil membuat hati Siena berdebar meski dia menolak mengakuinya.

Hingga skandal di malam wisuda membuat mereka terpaksa berada dalam satu atap, dan keputusan mengejutkan pun diambil. Namun, sesuatu tentang pria itu masih disembunyikan. sesuatu yang bila terungkap, bisa mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna_Ama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE DUA PULUH DELAPAN

Mobil yang Darian kemudikan akhirnya tiba di mansion.

Begitu mobil berhenti di halaman depan, Darian segera turun lebih dulu dan membuka pintu belakang. Bastian keluar perlahan. Langkahnya masih tegap, namun wajahnya terlihat jauh lebih pucat dari sebelumnya.

Beberapa pelayan yang berjaga di pintu depan langsung menundukkan kepala memberi hormat.

"Selamat malam, Tuan."

Bastian hanya mengangguk singkat tanpa berhenti melangkah. Ia langsung berjalan masuk ke dalam mansion, sementara Darian mengikuti di belakangnya.

"Tuan, Dokter Carlos sudah menunggu di ruang medis," lapor Darian.

"Hm."

Tidak ada jawaban lain selain deheman singkat itu.

Begitu pintu mansion dibuka, seorang pria yang mengenakan jas dokter yang tengah duduk disofa ruang tamu langsung menoleh. Wajahnya yang semula tenang seketika berubah kesal saat melihat kondisi Bastian.

“Kau ini memang hobi cari mati ya?” gerutu dokter Carlos langsung beranjak dari duduknya menghampiri Bastian.

Bastian melepas kemejanya dengan satu tangan lalu melemparkannya ke kursi terdekat.

“Belum ada rencana mati malam ini.” Jawabnya santai

Carlos mendekat tanpa membalas candaan itu. Tangannya langsung meraih lengan Bastian yang terluka. Perbannya sudah basah dan mulai menggelap.

“Sudah berapa lama?” tanya Dokter Carlos tajam.

“Tidak lama.”

“Jawaban yang lebih spesifik.”

Darian angkat suara pelan, “Hampir tiga jam, Dok.”

Carlos berhenti sejenak, lalu menatap Bastian dengan ekspresi tak percaya. "Tiga jam? Dengan luka tusuk seperti ini?”

“Aku ada urusan.”

“Kau selalu ada urusan.” Carlos mulai membuka perban dengan gerakan tegas. “Suatu hari nanti urusanmu itu akan menguburmu.”

Perban terakhir terlepas. Luka di lengan atas itu tampak cukup dalam, darah masih merembes tipis.

Carlos menghela napas pendek. “Berbaring.”

Bastian menatapnya beberapa detik, lalu menurut tanpa komentar dan menyandarkan tubuhnya dikursi sofa panjang.

Tanpa aba-aba, Dokter Carlos langsung menuangkan cairan antiseptik itu dilukanya.

Otot Bastian langsung menegang. Tangannya mencengkeram sisi sofa.

“Carlos sialan!” desisnya. “Tidak bisakah kau beri peringatan dulu?”

“Kau bukan anak kecil,” jawab Carlos dingin sambil terus membersihkan luka dengan kasa. Tekanannya tidak bisa dibilang lembut. “Dan aku bukan pengasuhmu.”

Bastian mendecih pelan. “Kau sengaja menekannya.”

“Aku sengaja memastikan tidak ada kotoran tertinggal.” Carlos melirik singkat. “Atau kau lebih suka infeksi?”

Tidak ada jawaban.

Jarum dan benang bedah diambil. Carlos mengenakan sarung tangan baru, lalu menatap Bastian sekali lagi. “Kalau pusing atau pandangan mulai gelap, bilang.”

“Kerjakan saja.”

Jarum menembus kulit.

Napas Bastian berubah berat.

“Brengsek…” gumamnya rendah saat benang ditarik.

“Itu baru satu jahitan,” balas Carlos tenang. “Jangan dramatis.”

“Aku tidak dramatis.”

“Kau mengumpat setiap lima detik.”

Sunyi sejenak. Hanya terdengar suara benang ditarik dan gunting kecil memotong sisa benang.

Carlos melirik wajah Bastian yang semakin pucat. “Kau kehilangan banyak darah.”

“Aku masih bisa berdiri.”

“Kau bisa berdiri bukan berarti kau stabil,” balas Carlos datar. “Jangan sok kuat di depanku. Aku tahu batas tubuhmu.”

Jahitan terakhir selesai. Carlos menutup luka itu dengan perban baru, kali ini lebih rapi dan ketat.

“Besok kau istirahat. Tidak ada keluar mansion.”

Bastian membuka matanya pelan. “Itu perintah?”

“Itu saran medis. Tapi kalau kau tetap keras kepala, setidaknya beri aku pemberitahuan lebih cepat.”

Bastian menghembuskan napas panjang. “Kau cerewet.”

Carlos menatapnya tanpa ekspresi. “Dan kau pasien paling menyebalkan yang pernah kumiliki.”

Darian menunduk, menahan diri agar tidak ikut bersuara.

Ketegangan mereda sedikit, tapi udara di ruangan itu masih terasa berat.

Dan untuk malam ini, Bastian terpaksa mengakui, ia tidak sepenuhnya memegang kendali atas tubuhnya sendiri.

Carlos melepas sarung tangannya lalu membuangnya ke tempat sampah. “Selesai. Jangan gunakan lengan itu untuk hal berat selama beberapa hari.”

Bastian duduk perlahan. Wajahnya masih pucat, tapi tatapannya sudah kembali tajam.

“Aku tidak punya beberapa hari.”

Carlos mendesah pelan. “Tubuhmu tidak peduli pada jadwalmu.”

Darian yang sejak tadi berdiri di dekat pintu akhirnya melangkah maju. “Tuan.”

Bastian menoleh sedikit. “Apa?”

“Tadi sore saya mendapat kabar dari pihak Cyber Tech.”

Tatapan Bastian berubah fokus. “Rakhes?”

“Ya. Tuan Rakhes sudah kembali dari bulan madu. Pihak mereka menyampaikan bahwa jika Tuan masih berminat melanjutkan kerja sama, Tuan diminta datang langsung ke kantor pusat.”

Ruangan mendadak terasa lebih serius.

Carlos melipat tangannya di dada, memilih diam tapi jelas mendengarkan.

“Kapan?” tanya Bastian singkat.

“Besok siang, Tuan. Mereka menawarkan waktu pukul sebelas.”

Carlos langsung memotong, “Besok siang?”

Bastian meliriknya tipis. “Ada masalah?”

“Lenganmu baru saja dijahit,” jawab Carlos tenang. “Kalau jahitannya terbuka karena kau terlalu banyak bergerak, jangan panggil aku lagi.”

Bastian berdiri perlahan dari sofa. Tubuhnya sedikit goyah, tapi ia segera menyeimbangkan diri.

“Siapkan mobil besok pagi,” ujarnya pada Darian, mengabaikan komentar Carlos.

“Baik, Tuan.”

Carlos menggeleng pelan. “Setidaknya datang dalam kondisi stabil. Jangan mempermalukan dirimu di depan CEO perusahaan teknologi karena terlalu keras kepala.”

Bastian meraih kemejanya dengan satu tangan. “Aku tidak pernah mempermalukan diri.”

Darian membuka pintu untuk Bastian.

Sebelum keluar, Carlos menambahkan dengan nada datar, “Kalau kerja sama itu penting, pastikan kau terlihat seperti pemimpin. Bukan seperti orang yang baru selamat dari perkelahian.”

Bastian berhenti sesaat, lalu tersenyum tipis. Senyum yang sulit ditebak artinya.

“Justru itu yang membuat mereka berhati-hati.”

Dan tanpa berkata apa-apa lagi, ia melangkah menaiki anak tangga menuju kamarnya meninggalkan Carlos yang kembali merapikan alat-alatnya.

Langkah Bastian terdengar mantap menapaki satu persatu anak tangga. Darian mengikuti di belakangnya dengan jarak yang pas.

“Tuan, apakah jadwal besok pagi tetap seperti biasa?” tanya Darian.

“Tetap,” jawab Bastian singkat. “Majukan sedikit. Aku ingin semua laporan keamanan terbaru sebelum berangkat.”

“Baik, Tuan.”

Mereka tiba di depan kamar pribadinya. Bastian berhenti sejenak. Rasa nyeri di lengannya kembali berdenyut, lebih berat dari sebelumnya. Ia tidak menunjukkan apa-apa, hanya memutar gagang pintu dan masuk.

“Aku ingin sendiri,” ujar Bastian tanpa menoleh.

Darian mengangguk. “Baik tuan, jika ada yang dibutuhkan, panggil saya.”

Pintu tertutup.

Kamar itu sunyi. Bastian melemparkan kemeja nya kedalam keranjang baju kotor. Ia berdiri beberapa detik, menatap pantulan dirinya di cermin besar di sudut ruangan. Perban putih melingkar di lengannya, kontras dengan tatapannya yang tetap keras dan tajam.

“Besok,” gumamnya pelan.

Kemudian, Bastian duduk di tepi ranjang, lalu berbaring perlahan. Efek obat mulai terasa. Denyut di lengannya berubah menjadi berat dan tumpul, namun pikirannya justru semakin tajam.

Kerja sama dengan Cyber Tech bukan sekadar tambahan sistem. Itu akan membuka akses. Integrasi data. Jalur baru yang lebih canggih.

Dan setiap jalur baru berarti celah baru.

Bastian memejamkan mata, mencoba mengatur napasnya.

Di dunia yang mulai bergeser ke arah digital, kesalahan kecil tidak lagi datang dengan suara tembakan. Kadang, ia datang dalam bentuk kesepakatan yang tampak menguntungkan.

Ia membuka mata kembali.

Langit-langit kamar terasa lebih tinggi malam ini.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ada sesuatu yang terasa berubah.

Bukan pada lukanya.

Bukan pada rencananya.

Melainkan pada arah permainan yang sedang ia bangun sendiri.

Dan tanpa ia sadari, langkah yang akan ia ambil besok akan menjadi awal dari sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar kerja sama bisnis.

.

.

.

Bersambung....

1
Naufal Affiq
buna rakhes kan suami nya si jelita kan,cucu kakek harcu kalau gak salah
vnablu
wahh apakah jodohnya Han juga akan muncul di cerita ini buna??...aku setuju banget kalau emang iyaa😄😄😄
Buna_Ama 🌺: mau request siapa jodohnya han 😅
total 1 replies
vnablu
ayooo Buna minimal kasihh visual lahh biar nggak kepo aku nya😌😌
Buna_Ama 🌺: besok yaa kapan2 buna kasih visual 🫶
total 1 replies
vnablu
kurang ajar kamu bas🤭😭
Buna_Ama 🌺: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
💝F&N💝
mana up nya hari ini
Buna_Ama 🌺: bentar yaa.. nunggu lulus review 🙏🫶
total 1 replies
vnablu
lanjut bunaa semangat terus 😄😄
Naufal Affiq
lanjut kak
💝F&N💝
soo sweet bingit, kak
ayo lanjut lagi

secangkir kopi susu manis untukmu
sebagai teman up date

ok👍👍👍
Buna_Ama 🌺: terimakasih 🥰🫶🫶
total 1 replies
vnablu
hukumnya cium ak Bas🤭😭
Buna_Ama 🌺: heii antriii, buna duluan yaa 😌🤣
total 1 replies
Naufal Affiq
oh bastian kau yang terbaik untuk siena,buat siena jatuh cinta sama mu bas,aku mendukungmu
Buna_Ama 🌺: 🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
Naufal Affiq
lanjut buna
Buna_Ama 🌺: beberapa hari ini buna up nya cuma satu bab dulu aja ya. di rl lagi sibuk 🙏🙏🫶
total 1 replies
💝F&N💝
ayo lanjut lagi yg banyak
tetap semangat yaaaaa
vnablu
ciee yang udah mulai dekat 😄😄🤭
vnablu
kamu pikirr Bastian 🐶 menggonggong 😭
Buna_Ama 🌺: 🤣🤣🤣🤣😭😭😭
total 1 replies
Naufal Affiq
memang yang terbaik kau seina,babang tampan sudah menunggu mu
Buna_Ama 🌺: siena bukan seina😭
total 1 replies
💝F&N💝
good👍👍
lanjut
vnablu
ayoo Bas sebaiknya jujur takutnya nanti Siena salah paham nanti ngira kamu itu mata mata 🤭🤭
vnablu
kira" apa yang penting yaa Emmm 🤔🤔 curiga ak Van sma kamu apa kamu adaa wanita lain di belakang Siena😄😄
💝F&N💝
up lagi dooooooong
Buna_Ama 🌺: sabar ya nunggu lulus review dulu 🙏
total 1 replies
vnablu
kalauuu rindu bilang lahh😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!