Viona tidak menyangka jika dirinya akan ber transmigrasi menjadi seorang ibu tiri jahat pada tahun sembilan puluhan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Senggrong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
.....
Vina masih belum bisa memulai usahanya karena modalnya belum ada. Semua uang sudah habis untuk berbelanja keperluan pernikahan , biaya buruh tani dan acara sepasaran.
Sekarang ia berdiam diri di rumah sambil menjemur kopi. Bukan berarti dia hanya berdiam diri saja tanpa melakukan kegiatan lainnya.
Pakaian Adin dan Bian sebagian besar sudah tidak layak untuk dipakai. Mau beli baru juga uangnya masih belum ada. Jadi ia membongkar pakaian lamanya yang masih terlihat bagus untuk dirombak menjadi pakaian yang sesuai dengan ukuran si kembar.
Meski tidak bisa dibilang ahli, namun kemampuannya dalam menjahit cukup baik.
"Bunda mau buat apa? " tanya Adin kepo. Sedari tadi gadis kecil ini selalu mengekor dibelakangnya. Kemana saja Vina pergi, ia terus mengikutinya. Kecuali ke kamar mandi tentunya.
"Bunda mau buatkan baju untuk Adin sama Abang pakai, " kata Vina dengan lembut. Mendengar Bundanya berniat membuatkan baju untuknya, Adin sangat senang.
"Benarkah? " tanyanya dengan mata berbinar.
"Benar dong, ngapain Bunda bohong.
"Wah.... terimakasih Bunda. Sayang Bunda banyak-banyak."
Vina turut senang melihat kegembiraanya. Tanpa membuang waktu lagi ia memulai pekerjaannya.
Bian belum tahu apa yang sedang dilakukan Vina. Ia sedang bermain di halaman bersama temannya.
Bian bermain bersama tiga anak yang usianya lebih tinggi darinya.Sebenarnya bukan Bian yang yang bermain, melainkan ketiga temannya. Ia melihat ketiganya bermain dengan antusias.
Ketiga anak itu sedang bermain kelereng. Mereka membeli kelereng itu di tempat mereka bersekolah. Meski ini bukan kali pertama Bian melihat anak bermain , namun Bian sendiri masih belum pernah memainkannya. Ia tidak memiliki kelereng dan tidak memliliki keberanian untuk meminta.
mereka bermain hingga tengah hari sebelum pulang ke rumahnya masing-masing. Vina membiasakan si kembar untuk tidur siang. Jadi meski sedang asyik-asyiknya bermain, si kembar selalu mengingat ucapan Vina dan tidak berani melalaikannya.
Saat masuk kedalam rumah, Vina sedang menyiapkan makan siang . Meski ingin cepat selesai, bukan berarti Vina melupakan tugas utamanya. Sesekali ia membolak-balikkan biji kopi yang sedang dijemur akan semuanya mendapatkan panas yang merata.
"Cuci tangan dulu baru makan," kata Vina mengingatkan. Tanpa diminta dua kali sepasang anak kecil itu langsung berlari ke belakang untuk mencuci kedua tangannya.
Selesai cuci tangan mereka kembali keruang makan dan duduk dengan rapi. Vina mengisikan piring untuk keduanya.
Si kembar bukanlah anak yang pilih-pilih makanan. Asal tidak pedas semua mereka makan. Untuk itu Vina sengaja menyisihkan makanan yang tidak pedas untuk mereka. Jika tidak begitu, Vina akan membuat sambal.
Pagi tadi Vina memasak Kara benguk atau kacang babi (Mucuna pruriens) .
Kara benguk adalah tumbuhan merambat dengan tinggi 6 m. Daun dan polong yang masih muda dapat dimakan asal direbus terlebih dahulu.
Bijinya yang sudah tua, bisa untuk pengganti kacang kedelai untuk membuat tempe.
Tumbuhan ini terkenal menghasilkan gatal yang ekstrem ketika disentuh, khususnya pada daun yang masih muda dan bijinya. Untuk itu tidak boleh dimasak dengan asal. Ada tahapan-tahapan yang perlu diperhatikan.
Selain sayur benguk, Vina juga memasak perkedel talas. Rasa perkedel talas tidak kalah enak dengan perkedel kentang.
Ketiganya makan dengan lahap. Selesai makan. Vina mengajak si kembar untuk berkeliling sebentar di dalam rumah sebelum memandikannya. Barulah setelah mandi. Vina mengajak keduanya untuk tidur.
Vina menemani si kembar sampai keduanya tidur lelap. Setelah mereka tidur. Vina kembali melanjutkan pekerjaaanya.
giliran update atu dong 🤣🤣🤣🤣
jadi 👻👻👻👻 juga nih datengin othor nya 👻👻👻👻👻
semangat terus~~~~~~/Determined//Determined//Rose//Rose//Rose/
jangan lama-lama ya Thor upnya🙏