NovelToon NovelToon
Janda Kesayangan Tuan Mafia

Janda Kesayangan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Mafia
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Ini merupakan Novel Sekuel dari Melepas para Benalu,

Wina tak pernah menyangka kisah hidupnya yang tragis membuatnya akhirnya bisa bertemu dengan lelaki yang sangat kejam tapi sangat mencintai dan menyayangi dirinya yaitu Alexander

Alexander adalah seorang Mafia kelas kakap yang bahkan polisi juga sangat segan kepadanya.

Pertemuan tidak sengaja itu pun menjadikan Tuan Mafia yang terkenal kejam dan tidak berperasaan itu akhirnya memiliki tempat pulang dan orang yang dia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

Ahmad menatap horor sang kakak, jika sampai tuan Taici tahu orang yang dia lenyapkan adalah Wina Aditama, habislah mereka.

"Bagaimana mungkin tuan Taici tahu kak, bukannya kita sudah merahasiakan jati diri mereka?, lagian kita hanya memberitahunya tentang Leonardo dan Beni".

"Aku juga tidak tahu, Rayyan si anak sialan itu tidak bisa dihubungi entah kenapa".

Kedua parubayah itu menyandarkan tubuhnya pada sofa empuk dibelakang mereka, selama puluhan tahun mereka mengambil keuntungan dari keluarga Aditama, ini pertama kalinya mereka bergerak seperti ini.

"Kita harus menemukan si Rayyan bagaimana pun caranya, dia harus memberi penjelasan pada kita tentang semua ini".

Hutama mengepalkan tangannya karena geram sekaligus emosi melihat keadaan perusahaannya yang hampir bangkrut.

Sedangkan orang yang dicari oleh mereka kini tengah duduk di kursi kayu dalam keadaan terikat dan juga penuh lebam .

"Bagaimana, kalian sudah melakukannya?". Tanya orang yang berada didalam layar besar itu.

Sambungan video call melalui layar itu menampilkan wajah Wina Aditama yang nampak duduk tenang dengan aura yang mengerikan.

"Sudah nyonya, kami sudah mendapatkan dirinya dan juga keluarganya, sekarang apa yang harus kami lakukan padanya?".

Lelaki tinggi berotot yang merupakan pemimpin dari bodyguard Wina itu menatap layar didepannya sambil menunggu instruksi lebih lanjut .

"Buka penutup kepalanya biar dia melihat dengan jelas jika saya tidak bermain-main". Jawabnya dengan dingin

Lelaki bernama Erik itu mengangguk dan membuka paksa penutup kepala Rayyan yang sejak tadi duduk dengan lemas karena dihajar oleh anak buah Wina.

"Hallo tuan Rayyan, bagaimana keadaanmu sekarang?, enak bukan menjadi pengkhianat?". Ucap Wina sambil tertawa pelan.

Tawa yang membuat mereka semua merinding mendengar nya.

"Mmmm, mmmm". Arfan menjawab dengan gumaman karena mulutnya tersumpal kain sambil memberontak berusaha melepaskan diri .

Erik melepaskan penutup mulut itu dengan sentakan kasar .

"Nyonya ampuni aku nyonya,aku mohon ampuni aku". Ucapnya sambil menangis menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya karena pukulan bertubi-tubi yang dia terima barusan.

"Bukankah kamu lebih suka menjadi pengkhianat dibanding orang setia?, tak usahlah kamu menangis, menyenangkan bukan?". Tatapan Wina kini menajam penuh emosi .

Rayyan menggeleng frustasi, andai dia tahu kejadian ini akan menimpanya, dia tidak akan tergiur dengan uang yang ditawarkan keluarga Ahmad dan Hutama itu, dia sedang mencari mati, dia terlalu meremehkan Wina selama ini karena Wina sangat baik dan lembut.

Dia tidak menyangka jika Wina yang dia anggap tidak akan pernah bertindak malah membuatnya kini hampir mati, belum lagi keadaan keluarganya entah bagaimana.

"Kamu akan tahu bagaimana rasanya kehilangan keluarga Rayyan, kamu sudah bekerjasama dengan orang yang berusaha melenyapkan aku dan juga orang-orang yang ku sayangi maka kamu juga akan merasakan akibatnya". Jawabnya santai

Jantung Rayyan berdetak lebih kencang, wajahnya berubah pucat pasi mendengar perkataannya itu, dia tidak mau terjadi sesuatu pada keluarganya.

"Ku mohon nyonya, jangan apa-apakan keluargaku". teriaknya dengan frustrasi

Wina terkekeh sinis melihat wajah panik dan frustasi Rayyan itu, tidak ada ibah sedikitpun yang dia rasakan kini, hatinya seolah mati rasa karena kebaikan yang dia lakukan tidak pernah mereka hargai dan malah dibalas dengan pengkhianatan.

"Rasa ibahku sudah mati karena pengkhianatan kalian Rayyan, kalian sudah membangunkan sisi gelap seorang Wina Aditama, kalian terlalu meremehkan seorang perempuan, maka lihatlah bagaimana jika seorang perempuan bertindak Ucapnya dengan suara tajam dan bergetar penuh amarah

Mereka yang ada disana merinding mendengar suara Wina, mereka baru sadar jika bos mereka bukan wanita lemah seperti yang mereka pikirkan.

"Kumohon jangan". Teriak Rayyan begitu putus asa.

Dia bahkan tidak memberontak tetapi menangis histeris, bayangan tawa putri kecilnya menari-nari di benaknya membuatnya merasa sangat bersalah.

"Perlihatkan dia bagaimana keadaan keluarganya". Perintah Wina kepada seluruh anak buahnya.

Mereka mengangguk kemudian memutar layar satunya menampilkan keluarga Rayyan, ibu dan ayahnya beserta istri dan anaknya dalam keadaan yang terikat.

Rayyan langsung memberontak berusaha melepaskan diri melihat keluarganya itu, dia menatap Wina dengan tatapan membunuh.

Dia bahkan jatuh bersama kursi tempatnya duduk berusaha mendekati layar itu tapi tidak bisa karena anak buah Wina menahan kursi tempatnya duduk

"Jika terjadi sesuatu pada mereka aku tidak akan pernah memafkan mu Wina". Ucapnya dingin.

Sedangkan didalam layar terdengar teriakan histeris dari kelaurganya yang ketakutan melihat Rayyan seperti itu.

"Sayang".

"Ayah".

"Nak".

Teriakan mereka bersahutan bergantian melihat Rayyan berusaha melepaskan ikatannya itu.

Wina tertawa bukan tawa menyenangkan tapi tawa menyakitkan, matanya berkaca-kaca memandang tajam Rayyan yang kini menatapnya.

"Bagaimana rasanya Rayyan, melihat orang yang kamu cintai terluka, itulah yang kurasakan saat kamu mengkhianati aku dan bekerjasama dengan mereka untuk melenyapkanku dan orang-orang yang kucintai".

Tatapan tajam Rayyan langsung berubah sendu, dia baru menyadari jika perbuatannya begitu fatal, wajar Wina membalasnya sampai seperti ini, rasanya memang sangat sakit dan ingin melenyapkan orang yang melukai orang yang dia cintai.

Rayyan mengalihkan pandangannya kepada keluarganya yang kini menangis sambil menatapnya, keluarganya pasti akan sangat terluka jika tahu apa yang dia lakukan selama ini.

"Sayang, ini ada apa?, kenapa kamu terikat seperti itu dan kami diperlukan seperti ini? ". Tanya sang istri tidak mengerti.

"Iya nak, apa yang sebenarnya terjadi, kenapa kami dan kamu diikat seperti ini?, bukannya kamu dekat dengan nak Wina dan kamu kan orang kepercayaannya". Tanya sang ibu dengan ketakutan sekaligus kebingungan.

Mereka bisa melihat dengan jelas layar besar itu menampilkan wajah Wina yang sangat berbeda dari sebelumnya, tidak ada tatapan hangat dan sapaan lembut pada mereka.

Wina melipat kedua tangannya, Rayyan memang berada di tengah dan layar Wina dan keluarga Rayyan berhadapan, itu sebabnya keluarga Rayyan bisa melihat Wina didalam layar.

"Putra dan suami kalian ini telah menusuk saya dari belakang". Jawabnya dengan dingin.

Tatapan matanya terasa menembus kepada mereka padahal hanya berhadapan lewat layar.

"Menusuk? ". Cicit mereka tidak percaya.

Rayyan menunduk mendapatkan tatapan tanya sekaligus tatapan horor dari keluarganya saat ini.

"Benar, dia bekerjasama dengan orang yang ingin menghancurkan perusahaan saya, dia juga berusaha untuk melenyapkan saya dan semua orang terkasih saya".

Mata mereka membesar, menatap Rayyan tidak percaya, bagaimana bisa Rayyan yang selama ini mereka kenal sebagai ornag yang bertanggungjawab dan berdedikasi pada pekerjaannya bisa melakukan hal kotor seperti itu.

"Nak, itu tidak mungkin kan?, jawab ibu!! ". Bentak sang ibu dengan suara bergetar.

Rayyan semakin menunduk, dia merasa semakin bersalah melihat keluarganya kecewa berat kepadanya.

"Itu benar, makanya kalian semua berada dalam keadaan seperti ini supaya Rayyan tahu bagaimana rasanya diperlakukan sama seperti apa yang dia buat pada saya".

1
Leni
Erlangga gak masuk cerita lagi ya, kirain Erlangga balikan sm Wina, kasian sekali s Er 🥲
Yuni Martopo
cerita yang bagus/Rose//Rose//Rose//Rose/
Ayudya
lah cari mati aja si Pras ma adeknya🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lanjut kak
I Love you,
aka😁😁😁🤣🤣🙏🙏
Ayudya
semoga Wina bisa bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!