NovelToon NovelToon
Tolong!!! Di Sini Banyak Setan

Tolong!!! Di Sini Banyak Setan

Status: sedang berlangsung
Genre:Matabatin / Horror Thriller-Horror
Popularitas:105.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Setelah mengalami kecelakaan, mata batin Nino terbuka. Pemuda berusia 20 tahun itu jadi bisa melihat makhluk astral di sekitarnya.

Sejak tersadar dari komanya, pemuda itu selalu diikuti oleh arwah seorang wanita muda yang dilihatnya ketika kecelakaan terjadi.

Karena tak kuat terus menerus harus melihat makhluk astral, Nino meminta bantuan Pamannya untuk menutup mata batinnya. Sang Paman pun memberikan doa agar bisa menutupi mata batin.

Alih-alih menutup mata batin, kemampuan Nino yang awalnya hanya bisa melihat, justru berkembang jadi bisa berkomunikasi dengan para arwah.

Tak mau menderita sendirian, Nino pun meminta sahabatnya yang penakut, Asep untuk ikut membaca doa dengan dalih supaya menjadi berani. Dan ketika Asep mengamalkannya, sama seperti Nino, pemuda itu juga bisa melihat makhluk halus.

Kejadian demi kejadian aneh terus menimpa kedua sahabat tersebut. Lewat petunjuk dari makhluk astral, mereka bisa mengungkap kejahatan kasus kriminal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TKP

Tidak membutuhkan waktu lama bagi Miko dan Iqbal sampai di gedung apartemen Grand Harmony. Miko memilih menemui security yang sedang berada di gardu. Menurut informasi dari Nino, ada security yang mengenali Anton dan Maya.

“Selamat sore.”

“Sore, Pak.”

“Apa kalian ada yang mengenali orang ini?”

Miko menunjukkan foto Anton melalui ponselnya. Kedua security yang berada di dalam gardu langsung melihat ke layar ponsel. Yang satu menggelengkan kepalanya, namun yang satu lagi menganggukkan kepalanya.

“Ini Pak Anton kan?” ujar security bernama Wawan itu.

“Bapak mengenalnya?”

“Iya, dia dulu salah satu penghuni apartemen ini. Tapi Pak Anton sudah memindah sewakan unitnya.”

“Kalau perempuan ini Bapak tahu?”

Kembali Miko menunjukkan sebuah foto melalui ponselnya. Kali ini dia memperlihatkan gambar Maya.

“Saya pernah lihat di datang ke sini beberapa kali. Pas kebetulan waktu shift saya.”

“Kapan terakhir kali Bapak bertemu dengannya?”

“Waduh saya tidak ingat. Sudah cukup lama juga.”

“Apa kami bisa melihat rekaman cctv di sini?”

“Bisa Pak.”

Wawan segera memandu Miko dan Iqbal menuju control room. Pria itu lebih dulu menunjukkan identitasnya pada petugas di control room. Kemudian Miko meminta petugas itu memutar rekaman cctv di lima bulan ke belakang.

Setelah beberapa lama mencari, akhirnya Miko menemukan rekaman yang dicarinya. Pada tanggal 20 Juli, nampak Anton memasuki gedung apartemen pada pukul empat sore. Satu setengah jam kemudian Maya datang menyusul. Baik Anton maupun Maya memasuki unit yang berada di lantai 9, tepatnya ke unit 911.

Setelah masuk ke dalam unit, keduanya tidak keluar lagi. Baru pada pukul sebelas malam terlihat Anton keluar dari unit tersebut sambil menggeret koper berwana hitam berukuran besar. Koper tersebut sama dengan yang ditemukan di taman fakultas di mana terdapat mayat Maya di dalamnya.

Melihat rekaman tersebut, baik Miko maupun Iqbal semakin yakin kalau Anton yang sudah membunuh Maya. Miko segera menghubungi tim inafis untuk segera datang ke apartemen Grand Harmony. Mereka sudah menemukan TKP pembunuhan Maya.

Sementara Iqbal menghubungi ATC. Pria itu meminta bantuan petugas ATC untuk mencari jejak mobil Anton yang meninggalkan apartemen Grand Harmony. Pria itu menyebutkan jenis, warna dan plat nomor mobil Anton serta lokasi apartemen Grand Harmony. Jika benar pria itu langsung menuju kampus, maka Anton bisa langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Selesai melihat rekaman cctv, Miko dan Iqbal segera menuju lantai sembilan. Keduanya langsung mendatangi unit 911. Tidak lama setelah membunyikan bel, pintu unit tersebut terbuka. Dari dalamnya muncul seorang pria yang dulu juga ditemui oleh Nino dan Asep.

“Selamat sore.”

“Sore.”

“Kami dari Polrestabes Bandung, apa benar Bapak menempati unit ini setelah Pak Anton?” tanya Miko seraya memperlihatkan foto Anton.

“Iya benar.”

“Boleh kami masuk?”

“Silakan.”

Pria itu membuka lebih lebar pintu unitnya kemudian mempersilakan Miko dan Iqbal untuk masuk. Keduanya langsung memandangi sekeliling ruangan apartemen berukuran studio ini.

“Apa anda ada mengubah yang ada di unit ini?”

“Tidak ada. Saat saya mengambil alih sewa, keadaannya sudah seperti ini dan tidak pernah diubah oleh saya.”

“Saya sarankan Bapak untuk sementara pindah dari sini.”

“Kenapa?”

“Unit ini disinyalir menjadi tempat kejadian perkara pembunuhan Maya Indira, mahasiswi Universitas Tunas Bangsa yang meninggal lima bulan lalu.”

“Apa?”

Rona keterkejutan nampak di wajah pria itu. Hampir saja dia terjatuh kalau tidak langsung berpegangan. Belum hilang keterkejutannya, dia kembali dikejutkan dengan kedatangan tim inafis. Demi memperlancar pencarian bukti, pria tersebut diminta keluar dari unitnya.

Sepeninggal penyewa unit ini, tim inafis mulai bekerja. Mereka mencari bukti yang bisa menunjukkan kalau unit ini benar menjadi TKP pembunuhan Maya.

Miko memerintahkan anggota tim inafis menyemprotkan cairan luminol ke lantai unit ini. Jika berdasarkan cerita dari Nino, kepala Maya dibenturkan ke lantai kemudian ditendang perutnya. Pasti ada noda darah masih teringgal di lantai walau sudah dibersihkan, kecuali Anton mengganti lantainya.

Salah seorang anggota inafis menyemprotkan cairan luminol ke lantai. Penerangan di ruang tengah segera dimatikan dan di lantai terdapat bercak berwarna kebiruan, tanda kalau di lantai ini pernah terdapat noda darah sebelumnya. Tim inafis segera mengambil sample noda darah untuk diuji di laboratorium. Jika memang noda darah yang ditemukan sama dengan DNA Maya, bisa dipastikan di sinilah TKP pembunuhan Maya.

***

Pukul setengah tujuh malam, Nino dan Asep baru meninggalkan kampus. Jadwal kuliah mereka memang padat hari ini. Perkuliahan terakhir baru selesai pukul 17.40. Sebelum pulang, keduanya memutuskan shalat maghrib di mushola kampus.

Selesai shalat, Nino dan Asep bermaksud langsung pulang. Hari ini Asep tidak membawa kendaraan karena motornya sedang opname di bengkel. Jadi pemuda itu ikut dengan motor Nino.

Setelah Asep duduk di belakang, barulah Nino menjalankan kendaraan roda duanya. Tanpa mereka sadari, sejak dua jam lalu sudah ada empat pria yang mengawasi kampus dari warung yang ada di seberang kampus. Begitu motor Nino bergerak, sontak keempat orang itu bergerak menggunakan dua sepeda motor.

Nino masih menjalankan kendaraannya dengan kecepatan sedang. Dia masih belum menyadari kalau ada yang mengikutinya. Tapi tidak dengan Asep, pemuda itu mulai menyadari kalau ada yang mengikuti mereka.

“No, belok ka kanan,” tepuk Asep.

“Mo ngapain?”

“Belok aja!”

Sambil menggerutu, Nino membelokkan motornya. Asep sedikit menolehkan kepalanya ke belakang. ternyata dua sepeda motor di belakang mereka masih mengikuti. Kembali Asep menepuk lengan Nino.

“No, mampir heula ka Indomolor.”

Tanpa banyak bertanya, Nino membelokkan motornya ke mini market yang ada di kanan jalan. Setelah memarkirkan motornya, keduanya segera masuk ke dalam mini market tersebut. Sementara empat preman yang mengikuti mereka menunggu di luar mini market dengan masih berada di atas motornya.

Asep menarik Nino ke balik rak, hingga para preman yang mengikuti tidak bisa melihat mereka. Lebih dulu Asep mengintip dari sisi rak. Tentu saja ini membuat Nino bingung.

“Ada apa sih?”

“Aya nu nuturkeun urang (Ada yang ngikutin kita).”

“Siapa?”

Asep menggerakkan tangannya, meminta Nino mengintip dari sisi rak. Dapat pemuda itu lihat empat orang pria berbadan tinggi besar tengah duduk di atas sepeda motor sambil melihat ke dalam mini market.

***

Bahaya tuh🫣

1
Safitri Agus
mau ikut gabung 😁
Ani
kayaknya Badri mau pamit deh kak Icha
Febri Nayu
di datengin jurig tenan.. Ketang akeh tingkah e

langsung dibayar kontan kaan wkwkwk
Eka Burjo
mungkin pak Badri mau mengucapkan terimakasih sama mereka berdua
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
mo mintol lagi yah
Safitri Agus
tiada maaf bagimu
Ria alia
Pa badri mu bilng mksh ama dua kancing cetet kaya’y 😁
Jngn senang dulu abis kasus ini slse psti klian dpet kasus batu lgi 🤣
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
pasti Badri mau berterima kasih sama duo kancing cetet🥹🥹
❤️ mamah kanay ❤️
tuh kan di panggil jurignya langsung nongol tuh😁😁
Zuhril Witanto
gaya amat ada pengacara, sepertinya udah hidup enak
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ
mending jujur aja Hari daripada bohong seret pengacara lagi,bukti sudah terkumpul kamu gak bisa ngelak lagi
dewi rofiqoh
Nah loo ngaku gk hari!
@🤎◌ᷟ⑅⃝ͩ●ꨄIႶძiჁმᦗ●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
gk nyangka ya Gun......yg di tunggu dan di harapkan yg datang cuma kabar duka.... hanya kerangkanya doang.....padahal selama setahun ini selalu di panjatkan do'a di setiap sujud terakhir untuk keselamatan bapak nya....tp kadarullah, takdir berkata lain /Sob/
Paula Abdul
dari pada buang² duit bayar pengacara mending ngaku aja trus selesaikan utangnya sama keluarga pak Badri.
Sri rahayu
siap jadi penghuni prodeo pak hari
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
pro juga dia
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
mau pakai pengacara juga bukti2 sudah ada. ya,walau membela diri sebelum benar2 dinyatakan bersalah masih bisa dilakukan.
🇮🇩2Z◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟
ciiihhh....moal mempan Ri...kamu gk bakal bisa lolos dr hukuman ......kamu gk tau aja ada orang indigo di balik petugas polisi yg interogasi mu .....udah lah nyerah aja drpd buang tenaga dan uang.....biar hukumannya gk memberatkan kamu Hari /Curse/..... mending ngaku aja...paling di hukum seumur hidup ...lebih baik kan drpd kuhuman mati 👏🏻😡
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
bohong 😏
🇮🇩2Z◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟
Bu Ida langsung connect..... orang udah hidup bertahun-tahun ya pastilah ada firasat bahwa suaminya udah gk ada.....dan knp tetiba polisi langsung minta tes DNA yg akan di cocokkan dgn kerangka yg di temukan itu pertanda udah weh pasti itu kerangka milik suaminya /Sweat/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!