Ini hanya karya fiksi.
Yalisa adalah siswi SMK yang kerap mendapat bullyan dari teman-teman sekelasnya, bullyan yang dia terima bukan sekedar ejekan tapi juga tindakan fisik.
Hanya Mei sahabat yang membelanya di dalam kelas.
Sekolah yang tahu akan masalah Yalisa juga tidak perduli, malah menutup-nutupinya agar tidak sampai di ketahui orang di luar sekolah.
Karena kemiskinanlah yang membuat Yalisa bungkam.
Perasaan Yalisa campur aduk, marah, emosi, benci,stres, pecundang, dan tak berarti membuat dirinya ingin mengakhiri hidupnya.
Apakah Yalisa akan mati begitu saja?
Atau rasa dendam dan benci akan menjadi cinta?
atau malah akan membawa pertumpahan darah?
Manakah yang akan terjadi?
ikuti terus alur cerita SAVE YALISA
Instagram : @Saya_muchu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reski Muchu Kissky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab XXVIII (Meracau Dalam Hati)
Dengan perasaan kacau Leo masuk ke ruang UKS.
“Kamu sudah datang?” Ucap Mei pada Leo yang mulai bergabung bersama mereka.
“Iya” Sahut Leo yang kemudian duduk di sisi ranjang Yalisa.
“Kamu sudah baikan?” Tanya Leo pada Yalisa.
“Sudah” Sahut Yalisa.
“Oh iya kata pak Ari kamu harus temui dia di ruang BP, kalau enggak siap-siap di kasih nilai D, gila enggak sih?”
Yalisa menghela nafas mendengar penuturan dari Mei.
“Sebaiknya gimana ya?”~ Batin Yalisa.
Leo melirik wajah Yalisa yang sedang berfikir keras.
“Pasti dia kewalahan saat ini”~ Batin Leo.
“Ibu enggak bisa bantu Yalisa ya bu?” Tanya Leo pada bu Rani.
“Untuk ngomong sih bisa, tapi pak Ari nya mau dengar atau tidak ibu enggak tau” Ucap bu Rani.
“Sekelas pak Ari pasti batu, enggak akan masuk di bilang apa pun, pantas sampai sekarang masih melajang” Ucap ketus Mei.
“Cewek mana juga yang mau sama cowok begituan hahaha”
Mereka pun tertawa atas ucapan Leo tapi tidak dengan Yalisa, dia malah memalingkan wajahnya dari mereka bertiga.
Saat mereka masih berbincang bel pun berbunyi.
“Yalisa aku tinggal dulu ya, nanti pulang sekolah aku antar kamu pulang” Ucap Leo.
“Oke” Yalisa menganggukkan kepalanya.
“Aku juga ya Yalisa, sebaiknya kamu istirahat saja dulu, minum obat yang di berikan bu Rani” Ucap Mei sambil mengusap kepala Yalisa.
“Baik”
Sahut Yalisa, Mei dan Leo pun berlalu dari ruangan itu.
“Saya mau tidur bentar bu, ibu kerjakan saja pekerjaan ibu dengan tenang”
Ucap Yalisa pada bu Rani.
“Oke, istirahat ya semoga lekas sembuh”
Bu Rani pun meninggalkan Yalisa sendiri di ranjangnya, Yalisa menarik selimut dan miringkan badannya.
“Awas saja kalian” Ucap Yalisa dalam hati dengan ekspresi mata tajamnya.
________________________
“Entah kenapa hati ku enggak tenang” Ucap Leo
“Kenapa?” Sahut Mei.
“Yalisa terlihat beda tadi, dia seperti memikirkan sesuatu” Ucap Leo.
“Ya jelas saja dia memikirkan sesuatu, gimana sih kamu”
Mei menepuk bahu Leo, saat melewati ruang BP pak Ari menegur mereka berdua.
“Kalian berdua” Mei dan Leo menoleh ke sumber suara.
“Mau apa lagi nih guru killer”~ Batin Mei.
“Sudah sampaikan pesan saya ke anak itu? Sebaiknya kalian sampaikan dengan benar, kalau enggak saya akan benar-benar kasih dia nilai D” Ucap pak Ari dengan berkacak pinggang.
“Kita udah sampaikan kok pak” Sahut Mei.
“Bagus bagus, sudah balik sana ke kelas kalian belajar yang rajin”
Ucap Pak Ari seraya melangkah kan kakinya menuju kelas yang akan dia ajar selanjutnya.
Mei mendecak bukan kepalang melihat gaya arogan gurunya itu “ Kalau bukan karena aku mau ke Universitas OKE, udah aku maki-maki dia”
Mei jadi bersungut-sungut karena sikap tak menyenangkan guru keseniannya itu.
“Sudah meracaunya, nanti kita bahas lagi sekarang masuk kelas sana” Titah Leo pada Mei.
“Ya sudah sampai nanti ya”
Mereka berdua pun beranjak ke kelas masing-masing.
_____________________
“Eh, aku baru saja kirim video si Bab* waktu bertengkar sama Yovi dan juga pak Ari yang memukul kepalanya” Ucap Zuco pada Marco.
“Sama siapa?” Tanya Marco.
“Riski, pasti dia senang” Ucap Zuco.
“Kamu masih mau berteman sama dia?”
Tanya Marco, Zuco menganggukkan kepalanya.
“Ibu ku melarang buat bergaul sama dia, kita di hukum kan karena dia juga” Ucap Marco.
“Halah sekarang doang kamu bilang enggak mau lagi berteman sama dia, kalau orangnya udah ada pasti kamu jilatin kakinya sampai bersih” Zuco memaparkan keadaan sebenarnya.
“ Enggak lagi ah, kapok” Ucap Marco.
“Munafik bangat sih kamu, nanti kalau kamu di kasih uang pasti hati mu luluh, selama 5 tahun kamu begitu terus, teman mana coba yang mau kasih uang cuma-cuma sama kita”
Marco terdiam mendengar perkataan Zuco.
“Iya sih, kalau bukan karena uangnya, sudah ku buang jauh-jauh hari, teman dengan jiwa psikopat begitu enggak ada bagusnya, cuma buat kita ikut-ikutan kayak dia saja” Ucap Marco.
“Hahaha, selagi uang masuk dengan mulus udah turuti saja maunya” Mereka berdua tertawa bersama.
___________________
Selepas jalan-jalan dari pekarangan rumahnya Riski memutuskan untuk kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
“Syukurlah aku sudah bisa jalan dengan normal”~Batin Riski.
Riski membaringkan tubuhnya di atas ranjangnya yang luas nan empuk.
“Gimana kabar Yalisa ya sekarang, dari kemaren aku belum tanya keadaanya”
Riski pun berniat mencari kontak Yalisa di handphonenya.
“Beruntung kemarin dia mendial nomor ku saat mencari handphone ku ini, kalau enggak mana mungkin aku punya kontaknya” Ucap Riski pada dirinya sendiri.
Saat Riski membuka pola smartphone nya, dia melihat ada 2 pesan video dari Zuco.
“Video apaan nih?”~ Batin Riski
Saat Riski membuka video tersebut, matanya membelalak.
“Berarti Yovi udah tau”
Kemudian Riski membuka video kedua yang memperlihatkan tindakan tak pantas pak Ari pada Yalisa.
“Berani-beraninya dia melakukan sejauh itu!” Riski meracau tak terima.
“Hanya aku yang boleh ganggu dia, awas ya kamu siala*” Ucap Riski menggenggam erat handphonenya.
Belum surut bara api di kepala Riski, dia mendapatkan pesan baru dari Zuco.
“Ada hubungan apa kamu dan si bab*?” 📱 Zuco.
“Urus saja urusan mu” 📱 Riski.
“Jangan bilang kamu sekarang suka sama dia” 📱 Zuco.
“Jangan banyak tanya” 📱 Riski
“Hahaha... Oh iya mana mungkin kamu jilat air ludah mu sendiri, ya sudah aku belajar dulu, aku harap besok kamu sudah masuk sekolah sayang bangat kalau kamu lewatkan hal-hal menyenangkan di kelas ini” 📱 Zuco.
Riski mengusap wajah dengan tangannya tak habis fikir dengan kejadian yang telah ia lewatkan di sekolah.
“Aku harus bicara sama Yovi, dia harus tau batasannya mulai sekarang”
Biasanya Riski akan bahagia bila melihat Yalisa susah dan tersiksa, tapi kali ini hatinya menolak bila Yalisa menerima itu semua.
Entah karena rasa terimakasih atau rasa cinta yang mulai tumbuh untuk Yalisa.
“Pulang sekolah langsung ke rumah ku” 📱 Riski.
“Baik sayang ku” 📱 Yovi
Riski meletakkan handphone nya di atas meja yang berada di samping ranjangnya.
“Kali ini kalau enggak bisa di bilangin, terima saja bagian mu Yov” Batin Riski
__________________
Sepulang sekolah Leo mengantar Yalisa ke rumahnya.
“Aku belum sempat tanya di sekolah, wajah mu kenapa bisa ada bekas luka?” Ucap Leo.
“Ini karena nolong korban kemarin di tempat kecelakaan banyak ilalang”
Yalisa menjelaskan pada Leo tanpa mengatakan siapa nama korban tersebut.
“Oke, tapi kamu sudah beli obat kan? Takutnya malas berbekas” Ucap Leo.
“Sudah kok, tenang saja” Yalisa tersenyum tipis pada Leo.
“Tante pasti kwatir" Ucap Leo.
“Ibu lagi di rumah tante jadi belum tau semoga nanti pas ibu pulang bekasnya sudah hilang”
“Ya sudah kalau begitu, aku pulang ya jaga kesehatan nanti aku telepon kalau sudah sampai rumah”
Ucap Leo, lalu melaju kencang dengan motornya, Yalisa pun bergegas masuk ke dalam rumahnya dan beristirahat.
___________________
Sesampainya di rumah Riski, Yovi langsung bergegas ke kamar Riski.
“Sayang.....”
Ucap Manja Yovi berlari kecil menuju pelukan Riski.
“Kamu sudah makan?”
Tanya Riski sambil memeluk Yovi di atas ranjang.
“Sudah dong, aku lapar bangat tadi jadi makan dulu baru kesini” Ucap Yovi dengan rasa bahagia.
“Oh... Gitu ya? Ayo kita duduk di sofa”
Riski menuntun tangan Yovi menuju sofa yang ada di dalam kamarnya.
“Duduk”
Titah Riski, Yovi pun menurut dan duduk di sebelah Riski.
“Apa ini?”
Riski memperlihatkan video yang ada dalam handphonenya pada Yovi.
Bersambung...
HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN KASIH LIKE, KOMEN VOTE SERTA TEKAN FAVORIT TERIMAKASIH BANYAK ❤️
Instagram : @Saya_muchu
🐶🐭 🐱🐤 🐹🐷
🐼🐰 🐯🐱 🐭🐶
🐦🐨🐵🐻🐯 🐮🐵
🐧🐔 🐣🐮 🐵🐻
🐼🐷 🐭🐶 🐨🐰
mereka ber 3 sama2 terluka, tp yg paling terluka adalah yalisa dari part pertama sampai disini blum pernah mengalami bahagianya hidup.
leo=yalisa
jodoh tertukar menjadi
Riski=yalisa
leo=mei
ihhhh ngeriiiiii
apa karna dia melecehkan yalisa atau adakah masalah lain???