menceritakan tentang perasaan aneh seorang pengusaha muda yang dikenal kejam pada lawan bisnisnya terhadap saudara kembarnya sendiri.
perasaan yang tak biasa itu semakin lama semakin membuatnya tidak bisa mengendalikan diri setiap dekat dengan sang adik kembar.
ada unsur adegan ***, yang Tidak nyaman bisa di skip adegan *** nya.
"kak, kita tidak seharusnya seperti ini",
"maafkan aku, tapi jujur aku mencintai mu",
"kak, ini salah, kau tidak boleh mencintaiku, aku adik kembarmu, adik kandungmu",
"aku tahu, tapi...",
sosok tegas, bengis, dengan tatapan dan aura yang begitu tajam itu hanya akan luluh pada sang adik kembar.
apakah cinta Arkana terbalaskan?
ataukan harus kandas ditentang takdir?
yuk ikuti kisah Arkana menaklukkan takdir hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanswii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
"iya zo, ada apa, apa di butik ada Masalah?",
"Lo Udah lihat berita di media sosial?",
"soal apa, sepupunya Vero itu?",
"hemmm",
"udah, kenapa?",
"akhirnya dendam kita terbalaskan",
Tak ada jawaban, rakeela yang awalnya menyiapkan sarapan di atas meja langsung berhenti, berpikir, mencerna apa maksud ucapan Zoya,
"iya keel, Lo gak salah dengar, akhirnya dendam kita terbalaskan meskipun tanpa kita bertindak apa apa, salsa, orang yang malam itu memasukan obat sialan itu dalam minuman kita, dan sekarang dia sudah mendapatkan balasan",
shock, itulah yang dialami rakeela saat ini, salsa bisa senekat itu, demi ingin bersama Vero dia Sampai berani ingin merusak dirinya, bahkan Zoya yang tidak tahu apa apa juga jadi sasarannya.
" hallo, keel, Lo gak apa apa kan? ",
" eehh iya zo, gue gak pa pa, gue cuma shock aja mendengarnya", ucap rakeela terbata,
"gak usah kaget, dilihat dari modelnya aja udah kelihatan banget tuh anak gimana, gila",
" Lo kok bisa tahu kalau pelaku malam itu salsa? ",
" Arkan gak ngasih tahu Lo? ",
" kak Arkan?, apa hubungannya sama kak Arkan? ", tanya rakeela bingung,
" jadi malam itu juga Arkan nyuruh Clio mengambil rekaman cctv di rumah rumi, beruntung lokasi pesta itu terjangkau cctv, jadi bisa kelihatan semua bagian pesta, termasuk saat salsa nyuruh seorang pelayan nganterin minuman ke kita yang itu sudah di kasih obat, dalam rekaman terlihat jelas apa yang di lakukan salsa itu keel", jelas Zoya dari seberang,
" kurang ajar banget itu anak, bisa bisanya otaknya bisa se kriminal itu",
" bukan kirang ajar lagi, tapi gila keel, dia tuh udah gila",
"terus, Lo dikasih tahu langsung sama kak Arkan?",
" David yang masih tahu gue",
"David?",
"hemmmm,. btw Lo kapan balik sih, ada sesuatu yang pengen banget gue ceritain ke Lo keel",
" kenapa gak cerita lewat Telpon aja, kayaknya gue masih beta disini zo",
" terus butik Lo, ada banyak pesanan ini rakeela, dan gue udah terima beberapa yang memang pelanggan butuhnya masih bulan depan", nada bicara Zoya naik 1 oktaf,
" hahahah, Lo handel donk, masa gak bisa sih? ",
" gak usah Ngadi Ngadi ya Lo, udah sini pulang, udah punya butik sendiri juga, masih aja suka ke butik orang lain", sungut Zoya,
" iya, iya, paling 5 hari lagi gue balik, acara kak Grace masih lusa, dan gue masih pengen istirahat disini, masih pengen jalan jalan",
" ya udah selamat senang senang deh, asal jangan lupa pulang",
" siap Zoya,,, ya udah gue tutup dulu ya, mau sarapan, abis itu berangkat ke butik",
" oke deh, bye".
pikiran rakeela bukan ke sarapannya lagi, tapi ke permasalahan salsa, apa mungkin ini semua ulah kakaknya untuk membalas perbuatan salsa, melihat dari mana asal salsa pasti berita itu bisa langsung di take down, tapi ini, bahkan berita itu masih bisa dilihat di platform manapun sejak kemarin.
Kalau memang benar ini adalah perbuatan sang kakak, kenapa kakaknya itu tidak mengatakan apapun padanya?
Memang setiap hari Arkana mengirimnya pesan, tapi hanya bertanya bagiamana kabarnya, apa yang dia lakukan, apakah hari ini dia senang, tidak ada yang terlalu penting, bahkan terkesan Arkana sedang memperhatikan kekasihnya.
Rakeela kembali fokus pada makannya, hari ini memang pekerjaan di butik hanya tinggal finishing saja, tapi tetap saja kan, dia butuh tenaga.
selesai, rakeela langsung berangkat ke butik karena supir yang di tugaskan Grace sudah datang menjemputnya.
sementara itu, agenda Arkana hari ini benar benar padat, sejak datang dia datang ke kantor, dia bahkan hanya punya waktu 10 menit untuk istirahat.
3 kolega penting dari 3 Negara berbeda datang bersamaan dan melakukan meeting secara bergantian di tempat yang berbeda.
beruntung kolega yang dari jepang meminta meeting di perusahaan arkana, jadi setelahnya Arkana bisa langsung istirahat di ruang pribadi miliknya.
David melihat dengan jelas kalau Arkana sangat kelelahan dan mengantuk, semua tercetak jelas di wajah dan matanya, tapi Arkana tetap terlihat tegas dan profesional saat berbincang dengan para koleganya.
bagaimana tidak, semalam dia minum beberapa botol wine dengan kadar alkohol lumayan tinggi, entah jam berapa Arkana tidur dan setelah bangun langsung di gempur jadwal yang begitu padat.
"Lo istirahat aja dulu, Lo bisa tidur, wajah Lo gak bisa bohong kalau Lo ngantuk dan kelelahan", ucap David,
"apa jadwal gue setelah ini?",
"gak ada, cuma ada bebela berkas yang harus Lo periksa dan butuh tanda tangan Lo, tapi bisa Lo kerjakan nanti, sekarang Lo bisa tidur dulu",
"nanti aja, gue mau lihat semua berkas itu sekarang",
"tapi Lo kelihatan lelah dan ngantuk kan, jangan sampai Lo gak fokus", peringat David,
"gue selesaikan semua setelah itu gue pulang",
David hanya menghela nafas lelah, Arkana Memang keras kepala.
"Lo ada masalah?", tanya David,
"tidak",
"Lo gak biasanya mabuk ar, dan semalam Lo minum banyak",
" lagi pengen", jawab Arkana asal,
" gue kenal Lo Arkana, Lo gak mungkin hanya sekedar iseng minum minum seperti itu, apa ada yang menganggu pikiran Lo?", cecar David,
Arkana sudah seperti saudara baginya, selain sebagai sahabat dan atasan Arkana adalah penyelamat hidup David, selama ini Arkana sekali membantu semua Masalah yang di hadapi David.
Tak menjawab, arkana masih fokus ke dokumen yang ada di depannya,
" apa ini tentang rakeela? ", tebak David, dan pergerakan tangan Arkana langsung berhenti,
"apa lagi yang harus Lo cemaskan Arkan, sampai sekarang dia baik baik saja di sana, dan Grace juga sudah memberikan pengawalan yang ketat untuk rakeela, ditambah orang orang suruhan om Winston", ucap David tidak paham dengan jalan pikiran Arkana yang menurutnya berlebihan.
"bukan soal itu",
"lalu?", tanya David penuh selidik,
Arkana menghembuskan nafas kasar, menyandarkan kepalanya yang terasa berat di sandaran kursi,
"Lo gak akan paham vid", gumam arkana, tapi masih bisa di dengar David,
"maksud nya, apa yang gue gak paham?", tanya David memicingkan mata, menatap penuh selidik.
"Udah, Lo pikirin aja kelanjutan Lo sama Zoya, katanya Lo mau tanggung jawab", Arkana mengalihkan topik pembicaraannya,
"Zoya terus menghindar dari gue", jawab David, keduanya dalam mode santai, jadi bahasa mereka mereka juga santai.
"dia gak mau sama Lo", ucap arkana,
"terserah, oh ya, soal sepupu Vero, apa rencana Lo selanjutnya?", tanya David,
"buka semua kejahatan yang sudah dia lakukan, tentang tindakan mem bully sampai korbannya bunuh diri saat dia SMA, buka juga tentang dia yang suka ganti ganti pasangan setiap ke club, yang jelas buat perempuan itu benar benar tidak punya muka lagi di manapun itu", titah arkana tegas,
" oke, tapi keluarganya terus mencari siapa yang sudah menyebarkan video itu, Seno Wicaksono bahkan mendatangi kantor artikel yang membuat berita itu, tapi mereka bilang hanya menjalankan tugas jadi mereka makan tidak mendapatkan petunjuk apapun", lapor David,
" bagus, biar dia tahu kalau sudah berurusan dengan keluarga abraham harus siap siap hancur", ucap Arkana.