NovelToon NovelToon
Mentari Untuk Langit

Mentari Untuk Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Menikah dengan Musuhku / Cinta Seiring Waktu / Balas dendam pengganti / Romansa / Balas Dendam
Popularitas:34.7k
Nilai: 5
Nama Author: shadirazahran23

Niat awal Langit ingin membalas dendam pada Mentari karena telah membuat kekasihnya meninggal.Namun siapa sangka ia malah terjebak perasannya sendiri.

Seperti apa perjalanan kisah cinta Mentari dan Langit? Baca sampai tuntas ya.Jangan lupa follow akun IG @author_receh serta akun tiktok @shadirazahran23 untuk update info novel lainnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shadirazahran23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Tak ada yang lebih membahagiakan bagi Langit dan Mentari selain kabar bahwa, setelah dua minggu dirawat,Mina akhirnya diizinkan pulang ke rumah. Meski kondisinya belum sepenuhnya pulih, dokter memastikan bahwa Mina sudah jauh lebih baik.

Hasil pencangkokan pun menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Tidak ada tanda penolakan. Itu artinya, masih ada harapan besar bagi gadis kecil itu untuk kembali sehat dan menjalani hidupnya seperti sedia kala.

Senyum di wajah Mentari tak pernah pudar sejak mereka meninggalkan rumah sakit. Tatapannya berkali-kali mengarah ke kursi belakang, memastikan Mina tertidur dengan tenang. Sementara itu, Langit yang sedang menyetir nyaris saja menoleh terlalu lama,hatinya dipenuhi rasa syukur yang nyaris meluap.

Tak terasa, mobil yang membawa mereka kini mulai memasuki gerbang sebuah rumah besar. Namun, alih-alih tersenyum, kening Mentari justru berkerut. Tatapannya menyapu bangunan megah yang terasa asing baginya.

“Kok ke sini?” tanyanya heran.

Langit hanya tersenyum. Ia melepaskan sabuk pengamannya, lalu menoleh menatap sang istri yang masih terlihat bingung.

“Kita akan memulai kenangan indah di sini,” ucapnya lembut sambil mengusap wajah Mentari. “Di rumah kita.”

Mentari terdiam sejenak. “Tapi rumah yang kemarin juga nyaman, kok. Kenapa harus pindah? Pasti butuh uang banyak.”

Langit terkekeh pelan.

“Aku punya lebih dari cukup hanya untuk membeli sebuah rumah, sayang.”

Mentari menghela napas, lalu menatap Langit dengan ragu.

“Tapi, Lang… papamu dan pekerjaanmu bagaimana? Bukankah waktu itu kamu sudah di...” Ia menggigit bibirnya, memilih menghentikan kalimatnya sendiri.

Langit yang masih tersenyum hanya mengangguk kecil.

“Aku memang bukan CEO di perusahaan itu lagi,” katanya santai. “Sekarang aku pengangguran. Kamu enggak masalah kan, punya suami pengangguran?”

Mentari memutar bola matanya ke atas, tampak berpikir sejenak.

“Enggak apa-apa,” ucapnya akhirnya. “Kalau memang berkenan, kita akan berjuang bersama.”

Langit langsung tersenyum penuh haru. Ia benar-benar tak salah memilih kali ini. Mentari adalah wanita yang lembut dan tulus. Meski belum ada kata cinta yang terucap dari bibir mereka masing-masing, Langit tahu ada ikatan yang sudah terjalin di antara mereka, ikatan yang tak kasatmata namun terasa nyata.

“Aku bercanda, sayang,” ucap Langit kemudian. “Aku memang bukan CEO di perusahaan Papa lagi. Tapi aku mengelola bisnisku sendiri.” Ia tersenyum tipis. “Jadi kamu enggak usah khawatir. Kamu enggak akan kekurangan apa pun selama hidup denganku.”

Ia mencondongkan tubuhnya, mendekatkan wajahnya ke Mentari. Tanpa aba-aba, Langit mencuri sebuah kecupan singkat sebelum akhirnya membuka pintu mobil.

“Ayo,” katanya ringan.

Ketiganya langsung masuk ke dalam rumah dan disambut oleh seorang wanita paruh baya dengan penampilan sangat sederhana. Wajahnya berseri-seri begitu melihat mereka.

“Den, sudah datang,” ucapnya ramah.

Langit tersenyum.

“Iya, Bi Arum. Kami pulang.”

Wanita bernama Arum itu melangkah mendekat. Pandangannya tertuju pada Mentari, matanya berkaca-kaca seolah menahan haru.

“Istrimu cantik sekali, Den,” katanya tulus. “Bibi suka.”

Mentari melirik ke arah Langit yang tampak jelas membusungkan dadanya dengan bangga, lalu kembali menatap Bi Arum dengan senyum kikuk.

“Ini Bi Arum,” jelas Langit. “Beliau yang mengurus rumah ini. Juga orang yang merawatku sejak kecil. Bisa dibilang, ibu keduaku.”

“Oh…” Mentari mengangguk pelan. “Saya Mentari, B.."

“Panggil saja Bi Arum,” potong wanita itu lembut. “Sama seperti Den Langit memanggilku.”

“Baik, Bi Arum,” jawab Mentari sopan.

“Bibi sudah rapikan kamar kalian,” lanjut Bi Arum. “Istirahat saja dulu. Non Mina biar Bibi yang urus.”

“Tapi…” Mentari tampak sedikit ragu.

“Enggak apa-apa, Tari,” sela Langit lembut. “Bi Arum sudah dekat dengan Mina. Dulu juga beliau yang membantuku merawatnya.”

Mentari akhirnya mengangguk.

“Baiklah.”

“Ya sudah, sana naik,” ujar Bi Arum hangat. “Setelah memastikan Non Mina istirahat, nanti makanan Bibi hangatkan.”

“Baik, Bi. Kami ke kamar dulu,” pamit Langit sambil menggandeng lengan istrinya.

Mentari mengikuti langkah itu, hatinya perlahan menghangat. Rumah ini asing pada pandangan pertama,kini mulai terasa seperti tempat pulang.

Kekikukan kembali terjadi begitu mereka tiba di kamar. Bagaimana tidak? Bi Arum, yang terlihat begitu sederhana dan kolot, justru sangat memahami perasaan anak muda. Ia mendekorasi kamar itu layaknya kamar pengantin yang indah. Taburan kelopak mawar memenuhi ruangan,bukan hanya di lantai, tetapi juga di atas sprei putih bersih.

Mentari langsung memerah.

“Ini maksudnya apa?” tanyanya terbata-bata.

Langit hanya tersenyum kecil. Ia paham betul maksud pengasuhnya itu.

“Bi Arum memang selalu punya kejutan luar biasa.”

“Maksudnya?” Mentari menoleh, masih belum sepenuhnya mengerti.

Langit mendekat.

“Maksudnya… ini.”

Tanpa aba-aba, Langit mengunci pintu kamar. Dalam satu gerakan lembut namun tegas, ia menggendong Mentari dan membawanya ke ranjang. Mentari terkejut, refleks meraih bahunya.

“Aku sudah menahan ini sejak di rumah sakit tadi, Tari,” ucap Langit pelan setelah merebahkan istrinya. Tatapannya dalam, sarat emosi dan hasrat “Kamu benar-benar membuatku kehilangan kendali.”

Mentari menelan ludah, jantungnya berdetak tak karuan.

“Kenapa… bisa begitu?” tanyanya lirih, suaranya hampir tak terdengar.

Langit menunduk, mendekatkan wajahnya.

“Karena kamu canduku sekarang,” Bisiknya lirih di telinga Mentari.

Tak menunggu waktu lama kamar itu berubah menjadi panas seiring dengan dua napas yang saling bersahutan menyebut nama masing-masing.

Sementara itu, kepanikan melanda rumah sakit.

Meski penjagaan diperketat dan pengawasan dilakukan tanpa celah, tak seorang pun menduga bahwa kamar rawat Abi ditemukan kosong.

Tidak ada jejak.

Tidak ada saksi.

Entah pria itu kabur dengan caranya sendiri, atau seseorang telah membawanya pergi secara diam-diam.

Yang pasti, terakhir kali Abi terlihat, ia masih terbaring tak sadarkan diri dalam keadaan koma.

Kenyataan itu membuat suasana semakin mencekam.

Jika Abi benar-benar dipindahkan, maka ini bukan sekadar kelalaian… melainkan sebuah rencana.

Langit yang masih berbaring di ranjangnya mengecup pundak terbuka Mentari yang telah terlelap, setelah pergulatan panjang yang melelahkan. Napas wanita itu teratur, wajahnya tampak tenang.

Namun ketenangan itu mendadak runtuh.

Der­ing telepon memecah keheningan.

Langit tersentak, alisnya mengernyit saat melihat nama yang tertera di layar.

Lebih dari sekadar terkejut, darahnya seakan membeku ketika mendengar kabar dari Riko

Abi menghilang dari rumah sakit.

“Apa?!”

Langit langsung duduk tegak, rahangnya mengeras.

“Ko, cari dia di seluruh penjuru. Dia tidak mungkin kabur terlalu jauh.” Suaranya rendah, tapi sarat ancaman.

“Kalau polisi tidak bisa menangani, biar orang kita yang bergerak.”

Tangannya mengepal erat, urat-urat di pelipisnya menegang.

Tatapannya beralih pada Mentari yang masih tertidur pulas.

“Aku tidak akan membiarkan siapa pun terutama dia mendekati istriku dan anakku.”

"Aku akan merebut sesuatu yang harusnya punyaku." seseorang di suatu tempat yang gelap dan sepi, ditanganya tergemgam foto Mentari dan Langit yang sedang memamerkan buku nikah mereka.Dan orang itu adalah Abi.

Bersambung...

Bagaimana Abi bisa kabur dan sadar?kita tunggu bab selanjutnya ya

1
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
oalah.... riko kamu kalo gak sungkem sama brian tak kutuk kamu jadi suami bucin....🤣🤣🤣🤣
Kar Genjreng
ahirnya setelah beberapa purnama terungkap jati diri Rini dan alasannya tidak mau meneruskan pernikahan nya dengan
Riko. kasian ya di culik hingga sepuluh tahun baru di ketemukan oleh kakanya
Riko ga boleh cemburu ya Ok
Kar Genjreng
aduhhh miris sekali itu orang tua kandung atau angkat ngko bisa jual anak gadisnya
sendiri. orang tua luknat 🤮 muntah Rini nasib nya menyedihkan sekali pantas ga mau menikah karena sudah ga perawan
Kar Genjreng
Ohh gituu bian benar kakanya Rini kah dan itu ayah kandung atau ayah' tiri... mengapa
biadap sekali menghancurkan seorang gadis yang akan menjalin sebagai pasangan jahat,, apabila masih hidup, kelak renta Jangan di tolong terkecuali
Kar Genjreng
rin kenapa kamu punya pikiran yang sangkal jangan bilang ada seseorang yang tidak di ketahui Riko
sri angga
knp ga ditelusuri dulu sih.riko oh riko.
Kar Genjreng
kenapa tidak cerita donge kalau tau Rinie adeknya istri nya meninggal kali ya ya Pak bian🥺 Riko langsung kabur ga dengar dulu alasan nya
Tina Nurdiansyah
Kasihan amat Riko,diliputi salah paham
Kar Genjreng
berarti Rini pergi dari pernikahan karena ada hal lain selain ketemu Kakak nya atau mungkin ada yang berminat ga baik terhadap Rini entahlah ya terpenting update lagi
Kar Genjreng: idihhh tega sekali dirimu Kak Author di
gantung mirip jemuran tanpa tiang 😁
total 2 replies
Yeni Wahyu Widiasih
bagus
Kar Genjreng
biarlah waktu yang menjawab nya dan
tunggu sampai muncul atau update lgi 👍😁
Kar Genjreng
kayanya yang di.lihatbsama Riko setan' laki laki dan Anak Anak 🥺
Kar Genjreng
😁👍 penasaran banget apa sebenarnya yang terjadi pada Rini dan Riko,,,ehhh Doble R R,,,chucho. Ko Gresek diki ha biarlah bastt jauhhhh
shadirazahran23: coba tebak apa yang terjadi?
total 1 replies
Kar Genjreng
mungkinkah Riko sudah kenal ya sama Bu Riri ya kebetulan ga ngenalin tapi sudah kenal,,d
semoga belum janda wekkk
Kar Genjreng
kenapa ga bisa di buka ya
Kar Genjreng
dapat vote 👍👍 biar semangat
Kar Genjreng
Ok kalau Riri bukan pELaKoR bagus seorang guru harus bisa jadi contoh di
gugu di tiru,,,,dan dokter Siska nanti apa akan membalas ke langit dan mentari seandainya tau awal mulanya,,,jangan ya saling mengasihi dan berbalik hati karena kalau selalu bermusuhan hidup seperti di neraka' ga nyata ga fiksi, Ok lanjutkan,,,lope lope sekebon jengkol buat Author bunga ya jengkol mahal 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹😂
Yeni Wahyu Widiasih
apa abi yg nabrak kekasihx langit
Kar Genjreng
roll coaster. lagi siapa lagi ini Rini penting bukan pELaKoR kenapa oh langit suami mentari ko mencurigakan jangan jangan nanti ak suka sama langit wedang andai nya gitu,,,teman ketika di penjara kah ,,mumet ahh mikiri. hua hua 😁
sri hastuti
siapa lg ini rini thor ??
jangan ada pelakor atau apapun lho thor,baru aja bahagia ,sdh bikin deg2an ini 🙏🙏, jangn digoncang lg lah thor kasihan 🙏🙏
shadirazahran23: 🤣🤣🤣🤣🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!