NovelToon NovelToon
Bos Cantik Pujaan Hati

Bos Cantik Pujaan Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: poppy susan

Kinan Aditya Gunawan seorang wanita cantik yang tidak sengaja bertemu dengan seorang Dokter tampan yang bernama Zidan Adrian Atmanegara Sp.PD-KGH.

Disaat Kinan dan Zidan mulai saling menyukai berbagai halangan dan rintangan menguji cinta mereka,apalagi disaat mengetahui kalau sepupu Kinan yang tidak lain Pasien Zidan sudah lama menyukai Zidan.


Bagaimana kelanjutan kisahnya,apakah Kinan dan Zidan akan bersatu?ataukah Kinan akan merelakan cintanya demi sepupunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HIDUP UNTUKMU,MATI TANPAMU

🌷

🌷

🌷

🌷

🌷

Sudah lama Milka tidak bertemu dengan Dr.Zidan,sekarang Milka menjalani cuci darah di dampingi oleh Dr.Billy.

Ada rasa rindu yang membuncah di hatinya,tapi dia tahan dia ingin menarik perhatian Dr.Zidan kembali.

Milka berusaha untuk tidak membuat Dr.Zidan marah supaya Dr.Zidan kembali menjadi Dokter yang perhatian lagi seperti dulu.

"Sungguh menyiksa hidup dengan kepura-puraan,Dr.Zidan kamu kemana aku sangat merindukanmu," jeritan hati Milka.

"Kamu kenapa Milka?pasti merindukan Dr.Zidan ya!" goda Dr.Billy.

"Ah tidak Dok,aku cuma lelah aja dengan penyakitku ini kapan ya ada orang yang mau mendonorkan ginjalnya untuk aku,aku ingin sembuh Dok,aku ingin seperti yang lainnya," seru Milka.

"Kamu yang sabar Milka,suatu saat nanti pasti ada orang yang ginjalnya cocok dengan kamu," sahut Dr.Billy.

"Amin,mudah-mudahan ya Dok," Milka tersenyum ke arah Dr.Billy dan membuat jantung Dr.Billy berdetak tak karuan.

Dr.Billy memang sudah sejak lama menyukai sosok Milka,wanita imut yang sudah menggetarkan hatinya.Dr.Billy merupakan sahabat Zidan dan mereka berdua menjadi Dokter spesialis Konsultan Penyakit Dalam dan Ginjal.

Dr.Billy diam-diam menyukai Milka dan tidak ada seorang pun yang tahu.Sejak pertama kali melihat Milka berobat ke Rumah Sakit ini,Billy berharap kalau Milka akan menjadi Pasiennya tapi sayang harapannya tidak sesuai dengan keinginannya.

Milka malah menjadi Pasien Zidan,Milka jatuh cinta kepada Zidan sejak pertama kali bertemu tapi Zidan hanya menganggapnya hanya sebatas adik tidak lebih.

Sebenarnya Billy juga tidak kalah tampan dengan Zidan,cuma Billy orangnya sedikit pendiam dan tertutup.

"Seandainya kamu tahu Milka,kalau aku menyukaimu," batin Dr.Billy.

Tidak lama kemudian,Zidan masuk keruangan itu dan kehadiran Zidan sukses membuat Milka bahagia dan semangat.

"Sorry aku telat."

"Gapapa."

"Bagaimana keadaan kamu Milka?" tanya Zidan.

"Sudah lebih baik Dok,Dokter kemana saja kenapa harus diganti sama Dr.Billy?" tanya Milka.

"Maaf Milka,kemarin aku sedang banyak urusan jadi untuk sementara Dr.Billy dulu yang menangani kamu," jelas Zidan.

"Iya,sibuk ngurusin Kak Kinan kan?" batin Milka yang hanya bisa bicara dalam hatinya.

"Bill,makasih ya sudah gantiin aku."

"Gapapa,nyantai aja kali kaya sama siapa saja," ucap Dr.Billy.

"Oh iya Dok,minggu depan aku ulang tahun Dr.Zidan dan Dr.Billy di undang datang ya,soalnya aku mau ngerayain ultahnya di Villa milik keluarga Ayah aku di Puncak," seru Milka.

"Boleh tuh,kebetulan bukannya minggu depan kita libur panjang ya," sahut Zidan.

"Iya minggu depan libur panjang," jawab Billy.

"Kamu ikut aja Bill."

"Ga tahu,kita lihat aja nanti."

"Dr.Billy harus ikut,pokoknya ga ada alasan Dr.Zidan dan Dr.Billy harus ikut," seru Milka.

"Hmmm...ok deh kalau Milka maksa,aku ikut."

"Nah gitu dong,sekali-kali kita liburanlah,jangan mikirin dulu kerjaan," sahut Zidan.

Sementara itu di Perusahaan Kinan...

"Nan,minggu depan Milka ulang tahun dan denger-denger dia akan merayakannya di Villa milik keluarga kalian," seru Devano.

"Maksud kamu Villa yang ada di Puncak?" tanya Kinan.

"Iya,lho emangnya kamu ga tahu?"

Kinan menggelengkan kepalanya lemah...

"Milka kan sedang marah sama aku,mungkin aku ga bakalan ikut kesana."

"Ya ga seru dong kalau kamu ga ikut."

"Lagipula kan ,orang tua kita juga belum pulang dari Belanda."

"Mereka akan pulang besok,Oma Nadia juga mau ikut kesini katanya mau tinggal disini juga," seru Devano.

"Oh ya,kok aku ga tahu ya!!" sahut Kinan.

"Mungkin orang tua kamu mau buat kejutan buat kamu."

Setelah Devano keluar dari ruangan Kinan,Kinan tampak melamun.

"Apa Milka masih marah ya sama aku?apalagi kalau dia tahu sekarang aku dekat lagi sama Kak zidan," gumam Kinan.

Seperti keinginannya Daffin,hari ini tepat jam makan siang Mawar membawakan makan siang untuk Daffin ke Kantornya.

Mawar menaiki angkot untuk sampai di Kantor Daffin,setelah sampai di Kantor Daffin betapa takjubnya Mawar melihat bangunan Kantornya yang sangat tinggi dan megah itu.

Dengan perlahan Mawar melangkah masuk ke dalam Kantor itu dengan membawa rantang yang sudah diisi dengan berbagai macam lauk pauk masakannya sendiri.

Semua orang terlihat memperhatikan ke arah Mawar,memang hari ini Mawar hanya memakai rok dan kaos polos sebagai atasananya dengan rambut panjangnya yang ia gerai.

Mawar tampak celingukan dan dia akhirnya menghampiri meja Resefsionis.

"Maaf Mbak,kalau ruangannya Pak Daffin di sebelah mana ya?" tanya Mawar.

Resefsionis itu menatap Mawar dan memperhatikan penampilan Mawar dari atas hingga bawah.

"Mbak ini siapanya Pak Daffin?" tanya Resefsionis itu dengan judesnya.

"Saya..saya temannya Pak Daffin."

"Tidak mungkin,Pak Daffin itu temannya orang-orang kaya semua sementara kamu penampilan kamu saja seperti gembel," ucap Resefsionis.

Mawar mencoba menahan tangisannya,perkataan Resefsionis itu sungguh menyakitkan.

"Kamu jangan bohong deh,pasti kamu fans beratnya Pak Daffin kan yang ngaku-ngaku temannya supaya kamu bisa ketemu dengan Pak Daffin,iya kan?" seru Resefsionis dengan sombongnya.

"Ya Alloh Mbak,benaran saya di suruh nganterin makanan ini untuk makan siangnya," jawab Mawar dengan menunjukan rantang nasinya.

"Tuh apa lagi pake bawa rantang kotor seperti itu,Pak Daffin tidak mungkin memesan makanan dari gembel seperti kamu bisa-bisa Pak Daffin sakit perut lagi."

Akhirnya pertahanan Mawar runtuh juga,Mawar menitikan air matanya karena terlalu sakit mendengar hinaan dari Resefsionis itu.

Dengan perasaan sakit,Mawar kemudian meninggalkan Kantor miliknya Daffin.Di luar Mawar memberikan makanannya kepada satpam,dan Mawar pun segera mencari angkot untuk pulang menuju rumahnya.

Kebetulan tidak lama menunggu langsung ada angkot yang lewat,Mawar cepat-cepat masuk ke dalam angkot itu.Di dalam angkot Mawar kembali menitikan air matanya,sungguh dia sakit hati diperlakukan seperti itu malah Mawar di anggap gembel karena melihat penampilannya.

"Ya Alloh sehina itukah hamba sampai di sebut gembel,apa ada yang salah dengan pakaian hamba?" batin Mawar.

Kebetulan saat ini di dalam angkot cuma ada tiga penumpang jadi Mawar tidak terlalu malu karena tidak tahu kenapa air matanya terus saja mengalir dari matanya.

Sesampainya di rumah,Mawar langsung menuju kamarnya.

"Kenapa anak itu?" gumam Ibu Mawar.

Didalam kamar...

"Dasar orang-orang kaya yang menyebalkan,mentang-mentang mereka bekerja di tempat bagus dengan gaji yang besar mereka jadi seenaknya merendahkan orang," ucap Mawar dengan kesalnya.

"Kamu kenapa Nak?pulang kerumah langsung marah-marah?bagaimana makanannya sudah diterima oleh Pak Daffin?" tanya Ibu Mawar.

"Boro-boro di terima Bu,yang ada Mawar malah dihina katanya Mawar seorang gembel."

"Apa,jadi Pak Daffin bilang kalau kamu gembel?" Ibu Mawar tampak marah.

"Bukan Bu,bukan Mas Daffin yang bilang kaya gitu tapi Resefsionisnya,Mawar tidak di izinkan ketemu sama Mas Daffin katanya masa Mas Daffin punya teman gembel seperti Mawar nyebelin kan Bu,emangnya penampilan Mawar kaya gembel ya Bu?" tanya Mawar.

"Siapa bilang?anak Ibu cantik begini di bilang gembel,tuh orang matanya picek kali ga bisa membedakan mana yang cantik dan tidak," sahut Ibu Mawar.

Sementara itu Daffin yang baru sampai Kantor karena ada meeting di luar tidak tahu sama sekali kalau Mawar datang ke Kantornya.

Disaat Daffin mau masuk ke dalam Kantor,Daffin tidak sengaja menoleh ke Pos Satpam dan melihat ada rantang makanan yang rasanya Daffin kenal.

Kemudian Daffin menghampiri Pos Satpam dan membuat semua Satpam yang ada di Pos merasa takut karena mereka merasa tidak melakukan kesalahan.

"Selamat siang Pak,apa ada yang bisa kami bantu Pak?" ucap Satpam.

"Itu,rantang nasi siapa?" tanya Daffin.

Semua Satpam yang ada disana saling pandang karena merasa heran tiba-tiba Daffin menanyakan rantang makanan.

"Oh ini Pak,tadi ada seorang wanita yang datang kesini bawa rantang makanan ini tapi tidak tahu mau kesiapa?terus wanita itu masuk ke dalam tapi tidak lama kemudian wanita itu keluar lagi dan langsung memberikan rantang ini kepada saya," jelas Satpam itu.

"Kamu ingat ciri-ciri wanita itu?" tanya Daffin.

"Orangnya cantik,putih,rambutnya panjang,tapi pakaiannya biasa-biasa aja Pak."

"Kemarikan rantangnya," ucap Daffin dengan dinginnya.

"Ba..baik Pak."

Kemudian Satpam itu merapikan kembali rantangnya dan memberikannya kepada Daffin.

Daffin mengambil rantang itu dan pergi meninggalkan Para Satpam yang sedang bingung dengan sikap Bosnya itu.

Denga perasaan marah kemudian Daffin menghampiri Resefsionis.

"Selamat siang Pak Daffin,ada yang bisa saya bantu?" ucap Resefsionis dengan senyum termanisnya.

"Apa tadi ada seorang wanita yang membawa rantang makanan ini?" tanya Daffin dengan dinginnya.

Sang Resefsionis itu langsung gemetar..

"I..iya Pak,ta..tadi ada seorang wanita yang mencari Bapak," ucap Resefsionis terbata dengan menundukkan kepalanya karena tidak berani menatap Daffin.

"Terus mengapa kamu tidak menerima rantang makanan ini?kamu tahu ini makanan saya yang pesan," bentak Daffin.

"Maaf Pak,sa..saya tidak tahu soalnya penampilannya seperti gembel jadi saya kira dia berbohong hanya alasan saja ingin bertemu dengan Bapak."

Braaakkkk....

Daffin menggebrak meja Resefsionis itu sehingga membuat semua orang kaget dan tidak berani menatap ke arah Daffin.

"Apa kamu bilang tadi,gembel?berani sekali kamu menyebut tamu saya dengan sebutan gembel,apa kamu sudah bosan bekerja disini?" bentak Daffin.

"Ma..maaf Pak saya benar-benar tidak tahu."

"Kemasi barang-barang kamu,mulai besok kamu tidak usah datang lagi kesini,minta gaji kamu ke HRD sekalian dengan pesangonnya."

Daffin langsung meninggalkan tempat itu dan menuju ruangannya,sementara Resefsionis itu hanya bisa menangis meratapi nasibnya.

Didalam ruangannya Daffin terlihat uring-uringan.Daffin menatap rantang yang ada dihadapannya itu.

****

Waktu pun terasa sangat cepat,jam menunjukan pukul 7 malam,Daffin merentangkan tangannya dan membereskan meja kerjanya.

Disaat Daffin beranjak dari duduknya,Daffin melihat rantang punya Mawar dengan cepat dia mengambil rantang itu dan membawanya.

Daffin berencana mau mampir dulu ke rumah Mawar untuk mengembalikan rantang dan sekaligus mau minta maaf atas ketidak sopanan bawahannya.

Daffin sampai di warung makan milik Mawar,tapi sayang sudah tutup Daffin bingung mau kemana alamatnya pun tidak tahu.

Beruntungnya ada orang yang lewat Daffin segera menghampirinya.

"Maaf Pak,mau nanya apa Bapak tahu rumahnya Ibu Andini pemilik Warung Nasi ini?" tanya Daffin.

"Oh rumah Bu Andini ada di belakang Warung Nasi ini yang catnya berwarna Kuning nah itu rumahnya."

"Oh begitu,terima kasih ya Pak."

Daffin pun mulai berjalan dan mencari rumah yang bercat kuning,kira-kira Lima menit berjalan Daffin menemukan rumah Mawar,rumah sederhana tapi kelihatan nyaman.

Daffin perlahan menghampiri rumah tersebut....

Tok..tok..tok..

"Siapa malam-malam begini bertamu,biar Mawar saja yang buka Bu!!"

Disaat membuka pintu,betapa terkejutnya Mawar melihat siapa yang bertamu malam-malam.

"Mas Daffin mau ngapain kesini?" tanya Mawar.

"Siapa Nak?" tanya Ibu Mawar.

"Eh,Pak Daffin ayo silahkan masuk Pak," ucap Ibu Mawar.

"Terima kasih."

"Silahkan duduk Pak,maaf rumahnya kecil."

"Jangan panggil Pak Bu,panggil Daffin saja," seru Daffin.

"Oh iya,Mawar tolong buatkan minum buat Nak Daffin."

"Iya Bu."

"Nak Daffin ada keperluan apa datang ke rumah Ibu?" tanya Ibu Mawar.

"Ini Bu,mau mengbalikan rantang ini."

Tiba-tiba Mawar datang membawa minuman untuk Radit.

"Lho kok rantangnya ada di Mas Daffin,kan tadi aku kasih Satpam?" tanya Mawar dengan cemberut.

"Maaf Ibu ke belakang dulu,kalian silahkan ngobrol dulu," seru Ibu Mawar.

"Berani-beraninya kamu ngasih rantang ini ke Satpam,bukannya makanan ini buat aku?" tanya Daffin dengan dinginnya.

"Tadinya sih iya,tapi ga jadi," jawab Mawar ketus.

"Kenapa ga jadi?"

"Ga jadi aja,mana mungkin Karyawan Mas Daffin ngizinin gembel kaya aku masuk ke dalam Kantor Mas Daffin yang mewah itu," jawab Mawar.

"Besok kirim lagi makanannya,karena tadi siang kamu ga jadi."

"Ga mau,entar aku di usir lagi."

"Siapa yang akan ngusir kamu?orang yang tadi menghina kamu sudah aku pecat,jadi kalau kamu mau kirim makanan langsung aja naik ke lantai 15 ga usah tanya-tanya Resefsionis,nanti disana bakalan menemukan ruangan aku karena disana ga ada ruangan lagi." jelas Daffin yang masih dingin.

"Tapi,makanan yang aku bawa dibayar kan bukan gratisan?" tanya Mawar ragu-ragu.

"Iya,aku bayar dua kali lipat kalau perlu sepuluh kali lipat aku bayar tuh makanan."

"Cihh..sombong banget."

Tiba-tiba disaat sedang hening,perut Daffin berbunyi dengan nyaringnya pertanda Daffin lapar,Mawar menoleh ke arah Daffin dan tanpa sadar langsung menertawakan Daffin dengan kerasnya.

"Mas Daffin lapar?" tanya Mawar yang masih menertawakan Daffin.

"Enggak," jawab Daffin ketus dia berpura-pura bersikap cool padahal dalam hatinya malu banget.

Kemudian Mawar berdiri dan pergi meninggalkan Daffin.

"Astaga,kenapa bisa lapar di saat seperti ini sih?memalukan sekali,bisa turun harga diri aku ini," gumam Daffin.

Mawar pun kembali menghampiri Daffin...

"Ayo Mas,aku sudah siapkan makanan buat Mas Daffin."

"Ga usah,aku pulang saja biar nanti makan di rumah saja."

"Yakin mau makan dirumah?emang kuat nahan lapar?" goda Mawar.

Daffin terlihat berpikir,memang saat ini tidak tahu kenapa dia sangat lapar sekali.

"Ayo ga usah banyak mikir," tanpa sadar Mawae menarik tangan Daffin dan membawanya ke meja makan.

Disaat sampai di meja makan,lauk pauk yang tersedia tanpak menggugah selera menambah rasa lapar Daffin.

"Silahkan duduk,Mas Daffin mau makan sama apa?" tanya Mawar.

"Apa aja aku suka."

Mawar mengambilkan nasi dan lauk pauknya untuk Daffin dan memberikannya kepada Daffin.

"Ini,makan yang banyak."

"Terima kasih,kamu ga makan?" tanya Daffin.

"Tidak,aku sudah makan tadi sama Ibu."

Perlahan Daffin pun mulai memasukan makanannya ke dalam mulutnya,terasa sangat enak dan Daffin pun akhirnya makan dengan lahapnya tanpa malu-malu lagi.

Mawar terlihat tersenyum melihat Daffin yang makan dengan lahapnya.

"Ya Alloh tampan sekali makhluk ciptaanmu ini," batin Mawar.

🌷

🌷

🌷

🌷

🌷

Selamat pagi,ayo kasih dukungannya buat Kinan dan Babang Zidan kok agak kendor sih dukungannya kasih like dan vote sebanyak-banyaknya🙏🙏😘😘

*Pengumuman*

👉Bagi Reader yang ingin masuk Grup chat tolong sebutkan kata kunci ya,kata kuncinya seputar Novel Author yang mana saja boleh..terima kasih🙏🙏

Jangan lupa

like

vote n

komen

TERIMA KASIH

LOVE YOU💘💘💘

1
Dewi Yanti
padahal dev kecelakaan jg karna el yg terus nelpon dia
Isabela Devi
dev cari wanita lain aja, ngapain hrs kembali ke El
Isabela Devi
bahagia bangat Uda di ijinin kerja lagi si Kinan
Isabela Devi
mami Echa moga cepat sembuh
Isabela Devi
ikutin aja Kinan
Isabela Devi
😍😍😍😍
Isabela Devi
prof Zidan ga ijinin ikut kelas itu
Isabela Devi
moga ga ada lg org ketiga antara Kinan dan zidan
Isabela Devi
wah nanti ketauan dah
Isabela Devi
akhirnya Kenzo py pacar juga
Isabela Devi
makin seruh
Isabela Devi
jodoh pasti akan kembali
Isabela Devi
moga Kinan bisa ketemu dr. Zidan
Isabela Devi
hahhahaha Kinan
Isabela Devi
dasar dr. Zidan juga ada maunya malah pura pura tidur lagi😂
Isabela Devi
pasti milka cemburu liat kinan
Isabela Devi
manja sama sodara wajar wajar aja sih
Isabela Devi
nanti Kinan jadi rebutan cowok cowok lagi
Isabela Devi
visuanya pada cantik cantik
Isabela Devi
semua pasti terpesona liat kinan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!