Aaron Conan Drax, seorang pengusaha muda serta anak tunggal dari keluarga kaya yang terpaksa menikahi seorang wanita sederhana, Hayley Marshall, sebagai pengantin bayaran demi menyelamatkan hubungan dirinya bersama sang kekasih.
Namun, tidak di sangka jika kekasihnya berkhianat darinya. Aaron memilih untuk melepas dengan ikhlas, namun kini dirinya terjebak dengan perasaan yang membingungkan kepada istri bayarannya.
Aaron sudah kalah start, Hayley sudah menjatuhkan hatinya pada laki-laki lain yang tidak lain dan tidak bukan adalah rekan bisnis Aaron.
Akankah kontrak pernikahan mereka berakhir begitu saja, hanya waktu yang akan menjawabnya.
Happy reading 🖤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vey Vii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Marcel Lagi
Hayley membawa Alex pergi menjauhi kerumunan orang yang menjadi penonton baku hantam antara Alex dan Peter. Mereka duduk di kursi pantai paling ujung untuk menghindari tatapan aneh para tamu undangan yang lain.
"Aaron itu kemana sih?" tanya Alex kesal. "Bisa-bisanya dia ninggalin kamu sendirian."
"Itu, tadi aku yang ninggalin Mr.ice di bar, bosen nungguin dia sama orang-orang tua," jawab Hayley.
"Kamu juga! berani-beraninya keluyuran sendirian," geram Alex.
"Maaf, maaf. Ya aku mana tau kalau bakal gini kejadiannya."
"Inget ya, Hay. Kalau kamu pergi ke pesta-pesta terbuka kayak gini sama kita, jangan sekalipun lepas pengawasan dari aku ataupun Aaron. Bahaya!" ujar Alex. "Banyak bajing*n berkeliaran di tempat seperti ini."
Hayley hanya diam mendengar ucapan Alex. Dari kejauhan, terlihat Aaron sedikit berlari menghampiri mereka.
"Ah, disini ternyata." Aaron mendekat. "Kamu nggak papa, Hayley?" tanyanya.
"Nggak papa, untung tadi ada Alex," jawab Hayley.
"Lagian kamu itu bawa Hayley ke pesta gini tapi nggak merhatiin dia," timpal Alex marah. Aaron yang merasa bersalah hanya diam, ia tau jika Alex akan lebih marah apabila dia membantah.
"Aku kira tadi Hayley nggak pergi jauh-jauh, tuan Gio juga ngajak ngobrol mulu jadi nggak sempet perhatiin Hayley," jawab Aaron.
"Udahlah, kita pulang aja. Bosen aku disini." Alex berdiri dari duduknya.
Aaron mengikuti kemauan sepupunya untuk pulang lebih awal, sebelum kembali ke tempat awal mereka menginjakkan kaki di pulau ini, Alex berpamitan kepada Melanie, mereka tanpa malunya berciuman panas cukup lama di depan Hayley dan Aaron.
"Hih, dasar buaya!" Hayley bergidik ngeri melihat kelakuan Alex, sedangkan Aaron hanya geleng-geleng kepala.
Setelah berpamitan pada tuan rumah, mereka bertiga akhirnya memutuskan pulang di jam 11 malam.
Pukul 1 dini hari mereka sampai di rumah, Aaron mendatangi Hayley di kamarnya. ia masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu, membuat Hayley yang sudah berbaring di kasurnya terkejut dan menarik selimut tebal menutupi tubuhnya.
"Kebiasaan deh, masuk nggak ketuk-ketuk dulu!" hardik Hayley.
Sepersekian detik, Aaron sudah lebih dulu melihat Hayley tergolek di atas kasur dengan memakai lingerie hitam yang memperlihatkan dengan jelas kulit mulusnya.
Aaron menelan ludah, ia mencoba menahan diri dan berusaha untuk tetap pada pendiriannya.
Aaron adalah laki-laki normal, tentu saja ia sangat tertarik jika melihat Hayley dengan hanya memakai kain tipis yang menutupi tubuhnya. Aaron mendesah, ia mengurungkan niatnya untuk meminta maaf pada Hayley atas kejadian di pesta tadi dan segera kembali ke kamarnya sebelum setan menguasai diri.
🖤🖤🖤
Meskipun sampai di rumah larut malam, pagi ini mereka bertiga harus tetap bugar menjalankan aktifitas rutinnya, datang ke kantor untuk bekerja.
"Siang nanti ada pertemuan dengan salah seorang rekan bisnis, orang penting," ungkap Aaron di meja makan saat sarapan.
"Oke!" sahut Alex.
"Hayley nggak usah ikut, kamu cukup di kantor dan pastiin semua berkas-berkas penting siap untuk meeting lusa," lanjut Aaron.
"Iya," jawab singkat Hayley.
Usai sarapan, mereka bertiga langsung meluncur ke kantor. Hayley selalu di antar oleh sopir yang sudah di siapkan Aaron, sedangkan dua laki-laki itu mengendarai mobilnya masing-masing.
Tidak ada satupun pegawai kantor yang tau jika Hayley adalah istri Aaron, semua media di bungkam dengan uang untuk tidak menyebarkan berita. Hanya kolega dan orang-orang yang pernah hadir di pesta pernikahan mereka yang tau.
Aaron dan Alex sampai lebih dulu di kantor, sedangkan Hayley mampir ke rumah ibunya. Setiap jum'at pagi, Hayley rutin mengunjungi ibunya untuk memastikan keadaan dan membayar mingguan pembantu yang bekerja untuk ibunya.
"Bu, minggu depan ibu sudah bisa pindah," ungkap Hayley.
"Pindah kemana, Nak?" tanya Andini.
"Aku udah beli rumah buat ibu, sekarang masih dalam tahap renovasi, kira-kira minggu depan baru siap huni," jelas Hayley. Aaron sudah menepati janjinya untuk memberikan gaji 4 bulan di muka jika Hayley mampu bekerjasama dengan baik dengan Alex, dan ia membuktikannya.
"Syukurlah, Nak. Apa suamimu yang membelinya?" tanya Andini.
"Nggak, Bu. Itu uang hasil kerjaku sendiri, aku nggak mau merepotkan suamiku," ujar Hayley lalu memeluk ibunya.
Setelah memastikan ibunya sehat dan memberikan uang belanja beserta kebutuhan yang lain, Hayley langsung bergegas menuju kantor.
🖤🖤🖤
Kantor PT. Conan Dream Tbk.
"Hayley!" sapa seseorang memanggil Hayley.
"Hah, Marcel?" Hayley menoleh, menatap Marcel dalam balutan jas abu-abu tua, laki-laki itu selalu saja terlihat tampan.
"Sebulan lebih aku nungguin kamu, kenapa nggak pernah hubungi aku?" tanya Marcel sedikit kecewa.
"Emm, anu ... kartu namamu hilang," jawab Hayley.
"Ah, menyebalkan, sini." Marcel merebut ponsel Hayley dari tangannya, lalu mengetik sendiri nomornya di sana dan melakukan panggilan ke ponsel miliknya.
"Inget, ini nomorku. Di simpan ya," ujar Marcel. "Oh ya, aku tau dari seseorang, semalam kamu datang ke pesta tuan Gio dan mengalami pelecehan di sana."
"Kok kamu tau sih?" tanya Hayley. "Jangan-jangan kamu memata-mataiku ya?"
"Kalau iya, kenapa?" Marcel sedikit tersenyum. "Aku ke luar negeri 2 minggu, seharusnya aku juga datang di pesta itu, tapi aku baru pulang pagi ini dan langsung kesini. Aku itu khawatir banget sama kamu, Hayley," ungkapnya.
"Aku nggak papa kok."
"Yakin? kamu nggak di apa-apain kan?" tanya Marcel.
"Nggak, dia cuma meluk aku aja, untung ada Alex."
"Hah, meluk kamu? kurang ajar banget, aku aja nggak berani peluk-peluk kamu."
"Ih, apa sih, Marcel." Malu-malu Hayley menahan senyum.
"Peter Pradana, semalam dia dalam keadaan mabuk, aku udah suruh orang buat kasih pelajaran laki-laki brengs*k itu," ujar Marcel. "Biar nggak kurang ajar!"
Diam-diam, saat semalam bawahan Marcel memberitahu jika ada laki-laki yang melecehkan Hayley di pesta, Marcel langsung menyuruh bawahannya untuk memberi pelajaran Peter, ia langsung memutuskan kontrak kerja sama dengan perusahaan yang di pimpin orang tua Peter.
"Marcel, aku nggak papa."
"Pokoknya aku nggak terima aja ada laki-laki brengs*k kayak gitu, biarin. Biar dia tau rasa!" geram Marcel. "Nanti siang aku jemput ya, kita makan siang bareng," imbuhnya.
"Kamu nggak sibuk?" tanya Hayley.
"Aku nggak sesibuk Aaron kok, aku masih punya waktu buat ngerayu kamu," goda Marcel.
Malu-malu Hayley mengiyakan permintaan Marcel, karena Aaron dan Alex sudah harus pergi meeting sebelum jam makan siang, jadi Aaron memperbolehkan Hayley untuk makan siang diluar.
"Kamu makan siang sama siapa sih, tumben banget," selidik Alex, ia sudah memperhatikan kedatangan Hayley dengan wajah berseri-seri seperti sedang bahagia.
"Rahasia, mau tau aja urusan orang!" jawab Hayley.
"Yeee, orang cuma tanya juga. Dasar!" seloroh Alex.
Aaron sudah sibuk mempersiapkan berkas dan hal-hal lain yang harus ia bawa ke pertemuan, jadi dia tidak sempat menanyakan dengan siapa Hayley akan pergi.
🖤🖤🖤
Bersambung ...