NovelToon NovelToon
Selingkuhan CEO

Selingkuhan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Aliansi Pernikahan / Persaingan Mafia
Popularitas:742
Nilai: 5
Nama Author: Sabana01

Natalie terpaksa bekerja pada Ares demi memenuhi kebutuhan ekonominya, termasuk bekerja di club malam dan kemudian menjadi asisten pribadinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabana01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Perburuan Buku Merah

Setelah kembali ke penthouse, energi di antara Natalie dan Ares terasa dingin, tajam, dan penuh dengan tujuan. Kenyataan bahwa ayah Ares—Tuan Viktor, sang pendiri kerajaan—adalah dalang di balik penderitaan Rima telah mengubah permainan. Perang ini bukan lagi tentang melindungi aset; ini tentang penebusan dan kebebasan sejati.

"Buku Merah itu ada di suatu tempat, dan Tuan Viktor mungkin masih menggunakannya sebagai tuas kendali terakhir atas aset yang ia serahkan kepadaku," jelas Ares, sambil memproyeksikan denah properti pesisir tua di video wall.

Natalie berdiri di sampingnya, matanya menyala dengan tekad baru. Ia tidak lagi mencari kebenaran tentang ibunya; ia mencari pembalasan.

"Jika ibuku melarikan diri, dia pasti tidak mengambil bukunya. Jika Ayahmu membayarnya untuk bungkam, dia pasti mengira ibuku akan kembali. Itu berarti bukunya masih tersembunyi di suatu tempat, di properti itu," analisis Natalie.

Ares mengangguk setuju. "Rumah itu kini kosong, diurus oleh tim keamanan yang loyal pada Founding Trust—secara teknis masih milik Ayahku. Mereka menggunakan sistem keamanan usang. Aku bisa meretasnya, tapi memasuki properti itu tanpa izin Tuan Viktor adalah tindakan perang terbuka."

"Kalau begitu, mari kita mulai perangnya," jawab Natalie, suaranya mantap. "Kita sudah melewati garis pertemanan sejak malam di gudang. Sekarang, ini adalah satu-satunya cara untuk membebaskan ibuku sepenuhnya, dan membebaskanmu dari bayangan Ayahmu."

Menggunakan Naluri Rima

Mereka menghabiskan waktu berjam-jam menganalisis denah rumah peristirahatan tua itu. Rumah itu besar, bergaya kolonial, dengan banyak sayap dan ruang penyimpanan.

Natalie, dengan pengalaman barunya dan pengetahuan baru tentang pengorbanan ibunya, melihat detail yang terlewatkan oleh Ares.

"Ibu saya adalah pengurus rumah tangga. Dia tidak akan menyembunyikan sesuatu di tempat yang sulit diakses," kata Natalie. "Dia pasti menyembunyikannya di tempat yang dia bersihkan setiap hari, tempat yang dianggap terlalu biasa oleh Ayahmu."

Natalie menunjuk pada area di dekat dapur lama yang terhubung dengan ruang pantry kecil yang digunakan untuk menyimpan anggur. "Area ini memiliki perapian batu yang tidak pernah digunakan. Di rumah tua seperti itu, perapian sering memiliki rongga di baliknya."

Ares menatap denah itu, terkejut dengan kejelian Natalie. "Kau benar. Itu terlalu mudah untuk dicurigai, namun tersembunyi. Ayahku selalu berpikir bahwa yang terbaik disembunyikan di tempat yang paling jelas."

"Ibu saya cerdas, Ares. Dia tidak sekadar kabur. Dia meninggalkan petunjuk," kata Natalie, tersenyum pahit. "Sekarang, bagaimana kita masuk tanpa memberi Tuan Viktor waktu untuk bereaksi?"

Konfrontasi yang Tak Terhindarkan

"Aku akan menarik perhatian Ayahku," kata Ares, matanya dingin. "Aku akan memanggilnya dan memberinya ultimatum tentang aset-aset terakhir Sastrawan. Itu akan membuatnya sibuk dan mengalihkan perhatiannya dari rumah peristirahatan."

"Dan aku akan masuk," kata Natalie.

"Tidak. Aku yang akan masuk. Ini terlalu berbahaya," balas Ares segera.

"Ares," Natalie memegang tangannya. "Aku yang menemukan tempat itu. Aku yang memiliki alasan terbesar untuk melihat Buku Merah itu. Lagi pula, jika kita tertangkap, Ayahmu tidak akan membunuhku. Dia akan menggunakanku untuk memerasmu. Kita harus mengendalikan narasi itu."

Ares menatap mata Natalie, melihat api di sana—api yang sama yang membuatnya jatuh cinta. Ia tahu Natalie benar. Kekuatan mereka terletak pada kerentanan mereka.

"Baik," kata Ares, akhirnya setuju. "Kami akan pergi malam ini. Aku, kau, dan Rook. Ini adalah misi terpenting. Jika Buku Merah itu berisi informasi yang bisa menghancurkanku, maka kita harus memusnahkannya. Jika berisi informasi yang bisa mengamankan tahtaku selamanya, kita akan menggunakannya."

Persiapan Terakhir

Malam itu, saat bersiap, Natalie dan Ares tidak berbicara tentang strategi. Mereka hanya berdiri bersama, berbagi keintiman yang terjalin erat dengan bahaya.

"Aku mencintaimu, Natalie," bisik Ares, mencium keningnya. Itu adalah deklarasi yang ia pelajari dari Natalie, deklarasi yang melampaui kekuasaan dan bisnis.

"Aku juga mencintaimu, Ares. Dan aku akan membawakan kembali Buku Merah itu," janji Natalie.

Mereka berangkat, meninggalkan gemerlap penthouse untuk kegelapan pantai yang tersembunyi. Natalie kini bukan lagi asisten, atau bahkan Bayangan. Ia adalah Operatif Natalie, memimpin suaminya yang berkuasa ke dalam perang terakhir melawan masa lalu.

Tujuannya jelas: Menemukan Buku Merah, menebus pengorbanan Rima, dan mengamankan masa depan mereka dari bayangan Tuan Viktor yang masih mengintai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!