NovelToon NovelToon
Rain Bukan Petaka

Rain Bukan Petaka

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Lari Saat Hamil / Preman
Popularitas:699
Nilai: 5
Nama Author: Asrar Atma

Rain menjadi ketua, dari geng yang dibuat sendiri, Rksabi. Yang berkecimpung pada tugas jasa, geng yang terdiri enam orang itu mencari klien dengan berbagai masalah demi mengumpulkan pundi-pundi uang. Sampai satu tugas yang menawarkan bayaran mahal, membawanya pada gadis muda, dan Rain merasa terjebak disana, di dalam rumah mewah keluarga Vick sebagai Pengawal pribadi Yasmin Celia. Dia datang untuk menyelesaikan misi sebagai Pengawal pribadi yang melindungi, tapi selesai tugas justru jadi Bapak yang mencari keturunannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asrar Atma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5

Karena perkelahian itu Yasmin dan Naya diberi tindakan disiplin dengan detensi mengerjakan 30 soal esai, dan baru sekarang bisa pulang. "Naya sialan! semuanya salah si Naya pendek itu, Bisa-bisa nya dia bilang aku pelakor bikin emosi. Pas diajak berantem malah ngadu, bikin repot" ujar gadis itu, masih misuh-misuh tidak jelas, sementara pria dibalik kemudi tetap fokos menyetir.

Yasmin baru berhenti saat tenggorokan nya terasa sakit, Rain melirik nya dari spion lalu mengulurkan sebotol air. Yasmin mengambilnya dan langsung menghilangkan dahaga nya dengan air itu, "Kamu dengar kan aku ngomong apa aja? Pacar nya itu memang bajingan-"

Yasmin terdiam, tidak lagi melanjutkan ucapannya yang kembali menceritakan kekesalan nya pada Naya setelah Rain menyela dan mengatakan inti dari curhatannya, ternyata pria itu mendengar ia menggerutu sedari tadi.

"Naya suka iri pada Nona dan lagi juga diam-diam membicarakan Nona dengan orang-orang, begitu bukan, Nona?" Ia melipat bibir, merasa lucu bagaimana pria itu mengulang perkataannya meskipun tidak lengkap.

Ia lantas mengagguk dan menyilangkan kedua tangannya didepan dada, melihat pria itu yang sesekali melirik nya lewat spion tengah.

"Sudah, hanya seperti itu?" Ucap Rain.

"Memangnya kamu mau aku apalagi? Dia sudah minta maaf dan itu tidak akan seru lagi" ujarnya.

Lalu mereka sama-sama terdiam, Yasmin bersandar dengan mata terpejam, wajahnya yang keras karena amarah perlahan melunak setelah meluapkan kekesalan nya pada Rain yang tetap fokos dengan kemudi, hanya sesekali melirik sang majikan.

"Dia lebih bagus kalau tidak bisa bicara, mulutnya cerewet sekali. Seharusnya kemampuan bicara nya diberikan saja pada yang lebih membutuhkan, suaranya membuat telingaku sakit."

Yang dibicarakan lewat batin, diam-diam membuka matanya melirik Rain, lalu tanpa sebab yang jelas mengulum senyum. Entah apa yang dipikirkan? Tapi mungkin akan membuat repot yang bertugas mengawal.

Disaat pergantian shift jaga putri Vick sudah siap dengan outfit ke klub, lalu keluar sembunyi-sembunyi. Melewati orang-orang sebisa mungkin tidak sampai ketahuan, ia keluar gerbang lewat pintu samping yang mudah dibuka.

Tidak menyadari di tempat yang berbeda, seorang pria blasteran tengah menyulut rokok di sudut rumah yang tidak terkena cahaya lampu, sembari memandang halaman. Matanya telah menangkap sosok perempuan yang harus dijaga, telah keluar sembunyi-sembunyi dengan pakaian hitam yang menyamarkan keberadaannya.

"Bikin repot" gumam nya, tahu kemana tujuan perempuan muda itu ditengah malam.

Namun Rain masih bergeming ditempat nya menikmati hembusan angin, belum bergerak menghentikan langkah perempuan itu. Rain justru melakukan panggilan pada Geng nya, bertanya tentang perintahnya tadi sore. "Bagaimana, Wanita itu menelepon?"

Ia menanyakan wanita baya yang telah ia beritahu informasi tentang perselingkuhan suaminya, Mama Naya. Karena setelah keluar dari ruangan kepala sekolah, ia menelepon Haneul agar mengurus calon klien mereka.

"Ada seorang wanita tua yang mungkin kau kenal, Kamandaka? Setelah melihat foto suaminya yang sudah aku kirim" ia diam sebentar, mendengar jawaban dari seberang.

"Wanita itu mungkin perlu bantuan Rksabi tapi belum tahu jalan nya, jadi beri informasi Rksabi menawarkan jasa! Minta biaya yang tinggi, kalau dia keberatan suruh tunggu seminggu lagi" ujarnya melanjutkan, memerintahkan mereka untuk menawarkan bantuan pada wanita rapuh yang tidak tahu pada siapa meminta tolong.

"Dia menerima bantuan tapi tugasnya mengerikan, dia ingin selingkuhan suaminya dihabisi. Dia menawarkan biaya tinggi untuk tugas itu, bagaimana menurut kamu Bang? Kami ragu menerima tawaran, Rksabi bersih dari pembunuhan."Jawab orang diseberang sana, dengan latar yang terdengar bising sekali.

Ia diam sebentar menimbang, berpikir, "Cari informasi dulu dari wanita selingkuhan itu, lalu habisi jiwanya tanpa membunuh orangnya. Kau mengerti? Sekalian kasih pelajaran pada suaminya wanita klien sebagai bonus" Perintahnya menyerahkan semua tugas itu pada yang lainnya, seseorang diseberang sana menyetujui lalu mengganti topik pembicaraan.

"Abang tahu Daniel? koko cina yang pernah aku ceritakan tahun lalu yang ingin menelanjangi perempuan ku, hari itu walaupun ngga menyukai ucapannya aku sedikit memberi toleransi soal itu. Karena dia aku jadi dapat momen berdua dengan perempuan ku, tapi mengingat nya sekarang... aku tiba-tiba kesal lagi karena tatapan nya sore ini seperti menginginkan perempuan ku"ujar Haneul diseberang sana, pemuda itu adalah salah satu anggota mereka.

"Jadi apa mau, Keparat?"ucapnya geram, mendadak membicarakan soal pribadi Haneul lagi, setelah minta bantuan Rksabi Haneul jadi ketagihan bantuan jasa Rksabi.

"Bikin dia telanjang, lalu dibawa ke hutan dan kumpulkan dia dengan ribuan belatung dalam wadah"jawab Haneul diseberang sana, memberi ide untuk meluapkan amarah nya

"Kalau begitu tunggu dia bikin masalah baru, sekarang urus dulu tugas tadi" ucap Rain, setahun lalu mereka juga mengerjakan tugas dari Haneul.

****

Tiga perempuan remaja baru saja keluar dari pusat perbelanjaan Kamandaka Mall, mereka terlihat berbincang dengan gembira tanpa tahu didalam taksi yang mereka pesan ada kejahatan yang tengah menunggu. Siap melancarkan jalan nya rencana untuk wakil ketua geng, atas perintah dari ketua geng sendiri. Perempuan bertumbuh gempal di antara ketiga nya masuk dan duduk disamping kemudi, lalu dua diantaranya dibelakang.

"Tujuan Desa Tepat? Atas nama Tanu?" Perempuan berambut panjang menganguk, membenarkan ucapan sopir.

"Taksi keren siap meluncur"tutur sopir, Lalu kendaraan itu melaju.

"Aku belum puas pukul tuh cewek, ngeselin banget gigitan nya sakit" keluh perempuan bernama Tanu sembari menunjukkan luka dilengan nya, "Gara-gara ada cowok itu yang untungnya ganteng" Tambah nya, lalu tertawa bersama ketiga temannya yang langsung paham maksud Tanu.

"Ganteng tapi kejam juga, tanganku sakit dipelintir"kata perempuan berambut pendek, "Itu cowok emang idola sekolah, cuma sayangnya kalau berani ganggu saingan nya jago silat. Ya kali mau jadi rempeyek" imbuh nya lagi.

"Yang paling puas aku, nonjok si temannya" sahut si gempal, ketiga nya terus berbincang didalam mobil sedangkan sopir menyimak dalam diam.

Dari kejauhan, kawasan hutan mulai terlihat sebagai pertanda eksekusi akan segera dimulai. Seseorang yang bersembunyi paling belakang Mobil telah melakukan hitungan mundur dalam hati, "Tiga, dua...." lalu dengan gerakan gesit tanpa suara, lelaki itu mengarahkan belati pada leher Tanu yang terkesiap.

Kedua temannya seketika menjerit, apalagi kendaraan yang mereka tumpangi oleng ke kanan. Mobil itu berubah gaduh dengan Tanu yang menangis sambil berteriak, lelaki dibelakangnya semakin menekankan belati sampai lehernya mengeluarkan darah. "Hentikan Mobil nya, jangan ada yang berontak atau perempuan ini akan mati!" Sopir mengikuti perintah itu, teman-teman nya mencoba membuka pintu yang terkunci.

"Jangan coba-coba keluar atau kalian sekalian akan saya kejar" ancam lelaki bertopeng bintang, sopir mengangkat kedua tangannya pertanda menyerah.

"Tolong lepaskan kami pak, kami akan serahkan semua barang berharga kami sekarang juga" ucap perempuan gempal, sembari menyerahkan tas nya, di ikuti perempuan berambut pendek.

"Kalau kurang nanti bakal kami kasih lagi, tapi tolong lepaskan saya pak" Tanu meringis menahan sakit nya sayatan belati, walaupun tidak dalam.

Lelaki bertopeng itu tidak menjawab, malah melempar borgol pada sopir yang kelabakan menangkap.

"Borgol dia! jika tidak bulu hidung kau aku cabut"

Sopir itu menangis saat menatap perempuan gempal disamping nya, "Maafkan saya Nona, tolong ulurkan tangan anda" perempuan gempal itu menggeleng ketakutan sembari menyembunyikan tangannya dibelakang punggung.

"Cepat atau kalian mau aku tembak" lelaki itu kini menodong senjata api pada orang-orang didalam Mobil, perempuan gempal itu pun perlahan mengulurkan kedua tangannya.

"Jangan bunuh saya pak" mohon nya yang di perintahkan untuk berbalik, sopir mengunci pergerakan nya dengan borgol dibelakang punggung.

"Satu lagi, tangkap" borgol lain kini berpindah ke tangan sopir, sedangkan perempuan berambut pendek itu mengulurkan tangannya yang gemetar sembari berbalik.

"Tutup kepalanya dengan plastik ini!" Perintah lelaki itu selanjutnya, Lalu dua bungkus plastik dilemparkan untuk menutupi kepala dua perempuan itu.

"Yang ini kau borgol juga!" Borgol berikutnya dilempar lagi, Tanu langsung menurut menyerahkan tangannya pada sopir.

"Tolong jangan apa-apakan kami pak, kami janji ngga bakal ngadu kalau kami keluar dengan selamat" ucap nya, sebelum kepala itu ditutup juga dengan kantong plastik.

Lalu suara tembakan dan erangan tertahan terdengar menyusul, ketiga perempuan itu serempak menjerit berpikir sopir telah tertembak. Padahal tengah pura-pura memegang dada nya dengan ekspresi kesakitan, tapi sudut bibirnya tertarik membentuk smirk.

"Diam kalian, jangan berisik!" Perintahnya lalu dia membuat gerakan grasak grusuk seakan dia pergi ke kemudi, sopir berwajah manis mengambil topeng dari balik jaket, kemudian memakainya sebelum membawa kendaraan itu memasuki hutan.

1
Anala.
lanjut, aku tak bisa berkata apa-apa 👍
Anala.
elahh🤣
Anala.
tenang, kamu malah dpt anak 🤭
Anala.
benar itu
Anala.
lanjut thor 🙏
Anala.
heh, dosa itu
Anala.
buat sendiri, Yas 😄
Anala.
lanjut thor
Anala.
dasarrr.... enggak baik!
Anala.
hahahaha, usil🤣
Anala.
malah deras aliran nya. karena bocor tembak🤭
mungkin: ya iya ya👍🤣
total 1 replies
Anala.
waduhh, Petaka... muncul!
Anala.
up. seperti fans benaran aku😄
mungkin: kok sempat sih
total 1 replies
Anala.
sering-seringlah, mengumpat Petaka. karena nanti kamu akan mencari kecebong mu🤣
mungkin: apa lagi kosakata nya?
total 1 replies
Anala.
ketemu Han enggak nih
mungkin: ngga La/NosePick/
total 1 replies
Anala.
bisa, bisa nya Lo yang bilang menarik
Anala.
kejam banget
Anala.
apa ini, Mr Petaka sudah memiliki anak, hmm....
mungkin: iya /Drowsy//Drowsy/
total 1 replies
Anala.
hahaha/Hammer/
Anala.
pelit banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!