WARNING.!
MOHON BIJAK DALAM MEMBACA NOVEL INI..!
TERIMAKASIH.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukman Bagtig49, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab_28
Kesal dengan sikap kaka'nya , karena berlebihan mengatur hidupnya, membuat Icha tidak nafsu makan dan lebih memilih langsung meninggalkan meja makan.
"Aku berangkat kuliah"dengan nada masih kesal.
"Gak di habiskan makanan Kamu nak.?"
"Udah gak napsu makan aku Bu."
Sedangkan Rian hanya bersikap Santi , meskipun dia tau jika adiknya terlihat kesal kepadanya.
"Dia sudah dewasa loh , apa salahnya dia memiliki teman dekat..?"ucap Friska.
"Aku sudah bilang,fokus kuliah."
"Tapi apa salahnya sekedar dekat."
"Aku seorang Pria, aku tau apa yang ada dalam otak aku jika dekat dengan seorang wanita."
Friska terdiam .
Setelah berkata seperti itu ,semua terdiam dan Rian pergi meninggalkan meja makan, namun sebelum dia pergi dia berkata sekali lagi.
"Urusan Icha biar aku yang bertanggung,toh dia adik kandung aku sendiri bukan orang lain."ucap Rian .
Kata kata yang keluar dari mulut Rian ,Tampa sadar membuat Friska tersakiti, dengan kata lain menyingung Friska, karena dia bukan anak kandung melainkan anak adopsi.
"Rian kamu gak boleh ngomong seperti itu sama Kaka kamu , mau bagaimanapun dia tetap Kaka kamu .!"ucap ibu.
"Saudara bodoh di masa lalu."
Tidak kuat menahan sikap Rian, Friska berontak.
"Iya semua memang salah aku ,Icha hilang dulu salah aku kan dan penyebab dia kecelakaan dulu salahkan aku saja,biar kamu puas .!"
"Percuma menyalahkan orang lain."ucap Rian.
"Kalo kamu memegang sebenci itu sama aku ,biar aku pergi dari rumah ini,biar kamu puas .!"
"Dan aku tidak akan membawa apapun dari rumah ini.!"ucap Friska.
"Sudah kalian Jangan seperti ini.!"ucap ayah .
Namun Karena Friska sudah terlanjur sakit hari dengan perkataan Rian dan selalu menggalah , untuk kali ini Friska sudah tidak bisa sabar lagi ,dan dia langsung pergi ke kamar untuk membawa pakaiannya.
"Kak ,udah kak Jangan seperti ini , mamah ayah menganggap kamu seperti anak kandung sendiri, jangan seperti ini kak, apa kamu tidak sayang mamah."ucap ibu yang memohon kepada Friska agar tidak pergi.
"Aku gak membenci ibu sama ayah,malah aku sangat berterimakasih kepada Kalian berdua yang sangat sayang sama aku merawat aku seperti anak kandung sendiri,tapi di sisi lain aku merasa semenjak Rian tua siapa aku ,rumah ini sudah tidak seperti rumah yang dulu mah, aku gak mau merusak kebahagiaan keluarga ini, biar aku yang mengalah."ucap Friska.
Ibu yang tidak sanggup melihat kedua anaknya bertengkar dan membuat salah satu dari mereka pergi,hanya bisa menangis karena tidak bisa berbuat apapun,di tambah lagi mereka sudah dewasa.
Lalu saya Friska hendak pergi, Rian yang masih belum puas meminta Friska tidak membawa apapun saat pergi dari rumah, dia Sampai sebenci itu dengan Friska.
"Apa yang kamu dapatkan dari sini tidak boleh kau bawa,harus adil bukan."ucap Rian .
Yang di maksud adil itu , melihat kehidupan Icha dulu . dengan santainya Friska melepas semua yang dia bawa , semua isi dompet kartu dia keluarkan.
Friska keluar rumah tanpa membawa apapun untuk bekal kedepannya, entah bagaimana hidupnya kedepannya nanti , dia pergi sambil menangis.
* *
Sedangkan di tempat lain , Icha yang baru saja sampai kampus dan saat dia sedang berjalan tiba tiba gelang yang dia pakai putus, seketika terdiam.
"Gelang dari kak Friska putus."
* *
Di sisi lain Friska, Setelah keluar dari rumah karena melihat pergi dari rumah , Friska yang saat ini berjalan tanpa arah tujuan, dia bingung harus pergi ke mana , uang yang dia punya juga tidak seberapa dan hanya cukup untuk beberapa hari saja .
Setelah Friska berjalan berkilo-kilo tanpa arah tujuan yang jelas, tanpa sadar dia berhenti di depan sebuah gang , kemudian Dia masuk kedalam gang tersebut, dan kembali berhenti di depan Kontrakan kecil yang berada di dalam gang tersebut.
Dan ternyata itu bekas kontrakan yang pernah di tempati Icha dahulu, Friska berdiri di depan kontrakan itu, dan tidak lama ada orang yang menghampiri Friska.
"Ada yang bisa saya bantu non.?"ucap orang tua tersebut.
"Ah maaf Bu ,saya hanya lewat aja ."ucap Friska.
"Oh , kirain saya Non lagi cari kontrakan, karena kebetulan kontrakan ini kosong."
"Ibu yang punya kontrak ini .?"
"Iya non, sudah lama kontrakan ini kosong, soalnya di dalam gang si,jadi banyak yang Kurang minat."
Friska terdiam sejenak.
"Berapa Bu harga sewanya.?"
"Murah sja non hanya 500 ribu, tapi ya begitu kontrakan nya kecil dan gak bagus banget."
"Baik Bu saya sewa kontrakan nya."ucap Friska
"Ah yakin non, mau ngontrak di sini."ucap ibu tersebut yang tidak menyangka,ada gadis cantik bak seorang Selebriti mau ngontrak di tempat seperti ini.
"Kebetulan saya sedang mencari tempat tinggal"ucap Friska.
Pada akhirnya Friska tinggal di kontrakan bekas tempat tinggal Icha terdahulu,dan meskipun dia pernah menginap di kontrakan ini beberapa kali sama Icha dulu , namun dia masih tidak percaya aja saat ini dia tinggal di tempat seperti ini ,dan sepertinya di luar ekspektasi Friska.
Dan saat mulai membersihkan kamar , Friska terlihat kesulitan dan juga geli melihat begitu kotornya dalam kontrakan tersebut.
"Bisa bisanya Icha tinggal bertahun tahun di tempat seperti ini hemm."
"Kalo adik aku saja bisa , seharusnya aku sebagai seorang kaka'nya juga bisa ."ucap Friska, menguatkan dirinya sendiri, meskipun hatinya saat ini begitu hancur.
Saya sedang melihat isi dompetnya Friska menghela nafas, karena baru pertama kali dalam hidupnya dia khawatir duitnya akan habis .
"Tempat tinggal sudah ada , selanjutnya sekarang tinggal mencari pekerjaan."
"Tapi pasti gak mungkin aku melamar di perusahaan di lihat dari latar belakang aku dulu, pasti mereka tidak akan percaya,di tambah lagi Rian pasti sudah menutup rapat semuanya untuk aku."ucap Friska.
* *
Dan di kediam rumah Wijaya, saat itu Icha yang belum tau apa apa yang hendak makan malam dia bingung tidak ada Kaka nya , karena biasanya kak Friska tidak pernah melewatkan makan malam.
"Mah ,di mana kak Friska.?"
Kedua orang tuanya bingung harus berbicara apa.
"Apa dia ada pekerjaan di luar kota , soalnya kemarin dia bilang ada pekerjaan ke luar kota hemm sepi dah aku "ucap Icha yang tidak melihat ekspresi kedua orang tuanya.
"Iya ,Kaka kamu lagi ada pekerjaan."udah ibu.
Dan saya mereka sedang makan malam Rian pulang,
Icha yang melihat kakakny pulang masih terlihat kesal dan langsung menghindar dari Rian, padahal saat itu Rian yang baru pulang ingin mengusap Rambut Icha namun icha menghindar dan langsung pergi ke kamar.
"Dia sudah tau .?"
"Belum, adek kamu mengira kakaknya sedang ada pekerjaan di luar kota, soalnya beberapa hari lalu sepertinya Friska bercerita."ucap ibu.
"Oh."
"Apa harus seperti ini , dan bagaimana jika adik kamu tau , dan pastinya cepat atau lambat dia akan tau juga, di satu sisi Kalian sudah dewasa mamah tau kamu gak mungkin sebenci ini sama Kaka kamu hanya karena masalah yang lalu kan ?"ucap ibu.
Rian hanya diam saja ,dan langsung pergi meninggalkan kedua orangtuanya, sedangkan kedua orang tuanya hanya bisa berserah diri melihat keadaan anak anaknya saat ini.
"Ya Allah, kenapa jadi seperti ini keluarga hamba, kenapa anak anak hamba jadi saling membenci."ucap ibu.
"Sabar dulu mah, pasti ada sebab lain ,dan ayah tau Rian seperti apa ."ucap ayah
* *
Sedangkan Icha saat itu yang sedang di dalam rumah sambil fokus dengan pesannya dan terlihat tersenyum, dari luar terdengar ada yang mengetuk pintu kamarnya.
"Tok tok tok"
"Iya masuk "ucap iya .
Dan ternyata yang masuk adalah Rian , wajah Icha seketika berubah badmood, karena yang datang Rian ,di tambah lagi Icha masih marah dengan sikap kaka'nya.
Rian masuk kedalam kamar Icha dan melihat sekeliling kamar sambil memegang pajangan yang ada di meja rias adiknya.
"Emm.. seperti ini sudah habis,dan skincare ini juga udah habis ,dan di lihat dari tadi gak ada yang makan cemilan,apa uang'nya sudah habis ."ucap Rian yang memulai percakapan
"Belum beli,dan lagi gak napsu makan.!"dengan nada judes.
Rian tersenyum kecil melihat adiknya yang sedang tantrum.
Saat Icha sedang Fokus dengan handphone miliknya tanpa memperdulikan kakaknya, ada notifikasi masuk dari Bank, rekening transfer dan juga ada not nya , yang bertuliskan.
"Maafin."
"Ih..apa si"ucap Icha yang melihat cara kaka'nya untuk meminta maaf ,tapi jauh di dalam lubuk hatinya Icha menahan senyum.
Rian duduk di dekat Icha.
"Kak Rian tadi salah , sudah membentak kamu ,dan kak Rian janji gak akan seperti itu lagi ,jadi kak Rian minta maaf ."
"Mana ada minta maaf membelakangi orang heee....gini banget punya Kaka dingin "ucap Icha .
"Kamu kan tau Kaka kamu ini gak pandai dengan wanita."
"Hah.. padahal adiknya wanita kakaknya juga ,tapi tetap aja.. oke karena sudah transfer uang buat beli Skincare jadi aku maafkan hehe"ucap Icha.
"Tapi ada satu syarat lagi .?"
"Apa itu .?"
"Gak boleh bentuk aku lagi..aku kan takut tau kak hemm."ucap Icha.
"Iya ka Rian janji "ucap Rian sambil mengelus rambut adiknya
"Oh, iya kak Rian , di kampus aku ada Dosen yang katanya dia pernah satu sekolah saat SMA dan sekelas juga dulu sama kak Rian katanya, dia cantik loh kak"
"Kebanyakan wanita cantik yang bilang pernah satu sekolah sama Kaka juga seperti itu bilangnya ."
"Hemm..sok ganteng dah ."
"Bukannya Kaka kamu ini emang ganteng.?"
"Jelas ganteng banget dan baik hati pula ,jadi apa bisa adik kamu yang cantik ini mengajukan penambahan Dana ."
"Haa . punya adik satu satunya nguras dompet kakaknya Mulu."
"Biarin hehe"
"sepertinya aku Harus menyembunyikan kedekatan aku dengan Radit , karena kalo kak Rian tau ,yang aku takutkan pria yang dekat dengan aku malah terancam, apa lagi melihat sikap kak Radit "ucap Icha dalam hati .
* *
Di tempat lain Radit terlihat sedang menunggu balasan pesan dari Icha dan berulang kali melihat handphone miliknya, dan ternyata mereka berdua kini sudah mulai dekat satu sama lain, bahkan sudah beberapa kali mereka jalan bersama ,dan jelas Icha menyembunyikan hal tersebut dari kakaknya, di tambah lagi melihat respon kakaknya yang tidak memperbolehkan dia memiliki pacar.
* *
Di tempat lain di kontrakan Friska saat ini , dia terlihat begitu kesulitan menyesuaikan hidup di kontrakan apa adanya.
Di tambah lagi baru hari pertama tinggal di kontrakan, hujan turun dan atap kontrakan nya bocor dan itu membuat Friska bekerja keras, menadangi air Hujan.
"ya Allah, bocor di mana mana , begini banget hidup"
saat Friska mengeluh dengan keadaan dia saat ini ,dia teringat oleh Icha yang pernah bertahun tahun tinggal di sini, dan itu membuat Friska mengerti,dan tidak bisa terus mengeluh.
"aku harus kuat ,toh ini semua juga pilihan aku sendiri, di tambah lagi aku juga bukan siapa siapa di keluarga itu ,aku hanya anak pungut."ucap Friska.
* *
Lalu pada keesokan harinya, Friska mulai mencari pekerjaan untuk menyambung hidup. Dia mulai menghubungi teman temannya berharap di berikan pekerjaan. namun ternyata terlihat rekannya tidak ada yang mau membantu Friska, bahkan teman teman Friska sudah pada tau jika Friska seorang anak adopsi dan mereka semua terlihat menghindari Friska.
"jadi setelah kalian tau siapa aku , kalian semua menjauhi aku "ucap Friska.
Karena semua teman temannya tidak ada ingin membantu Friska, pada akhirnya Friska mencoba mencari pekerjaan sendiri. Dia mulai mendatangi setiap Prusahaan, namun tetap saja tidak ada yang mau menerima Friska bekerja.
Dan saat itu Friska sudah mulai pasrah dan bingung harus mencari pekerjaan di mana lagi, hingga dia melihat ada pemberitahuan info lowongan pekerjaan di Toko Baju .
Toko baju itu bukan toko pakaian mahal, hanya toko kecil yang berada di pinggir jalan .
Awalnya Friska agak enggan di tambah lagi pengalaman bekerja dan juga lulusan S3, namun untuk saat ini dia sadar semuanya percuma, dan Friska melangkahkan kakinya ke toko tersebut.
Dengan wajah yang memerlukan pekerjaan Friska langsung menanyakan lowongan pekerjaan kepada pemilik toko.
"siang Bu , apa masih ada lowongan pekerjaan.?" ucap Friska yang bertanya kepada pemilik toko yang saat itu sedang berberes, wanita itu terlihat seperti sepantaran dengan Friska.
"ah iya...
saya sedang mencari karyawan" ucap ibu tersebut, setelah melihat Friska ibu tersebut kebingungan melihat seorang wanita yang begitu cantik melamar di toko kecilnya.
"kamu serius mau bekerja di sini, tapi gajinya tidak besar loh .?"
"tidak apa apa Bu, yang terpenting saya mendapatkan pekerjaan "
pemilik toko menatap wajah Friska yang sangat terlihat kelelahan sambil membawa seberkas.
"sepertinya wanita ini habis mencari pekerjaan "dalam hati ibu tersebut, yang melihat Friska dengan tatapan iba, di tambah lagi Friska begitu berkeringat, karena seharian dia berjalan kesana kemari.
~BERSAMBUNG~
Sebenarnya masih ada beberapa kelanjutan setelah mereka menikah tentang kebucinan Rian kepada Friska, lalu percintaan Icha yang belum di lanjutkan dan juga dampak yang di alami Jesica kedepannya karena sudah membuat Rian murka.
Saya akan melanjutkan cerita tersebut di Platform F*zo, dengan nama Pena Chanel_49. Itu akun saya juga ,dan sudah ada beberapa Novel juga di akun tersebut.
Sekali lagi terimakasih atas dukungan kalian 🙏
dan baru ketahuan di saat mereka berdua sudah dewasa.
meskipun mereka saudara, namun mereka tidak di besarkan bersama, Rian di besarkan oleh kakeknya dari SD Sampai lulus kuliah,