NovelToon NovelToon
Gadis Cantik Milik Jendral Vampire

Gadis Cantik Milik Jendral Vampire

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampir / Cinta Terlarang / Identitas Tersembunyi / Dunia Lain / Kutukan / Raja Tentara/Dewa Perang
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: bbyys

Saat Sora membuka mata, dia terkejut. Dia terbangun di sebuah hutan rindang dan gelap. Ia berjalan berusaha mencari jalan keluar, tapi dia malah melihat sebuah mata berwarna merah di kegelapan. Sora pun berlari menghindarinya.

Disaat Sora sudah mulai kelelahan, dia melihat sesosok pria yang berdiri membelakanginya. "Tolong aku!" tanpa sadar Sora meminta bantuannya.
Pria itu membalikkan badannya, membuat Sora lebih terkejut. Pria itu juga memiliki mata berwarna merah.

Sora mendorongnya menjauh, tapi Pria itu menarik tangannya membuat Sora tidak bisa kabur.

"Lepaskan aku." Sora terus memberontak, tapi pegangan pria itu sangat erat.

"Kau adalah milikku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bbyys, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 Menyatakan Cinta

Esok harinya, Sora kembali menganggur.

Pekerjaan Flora selesai lebih cepat. Madam Cyra tak mau memberi Sora pekerjaan lain. la memberitahu Sora harus menunggu jendral dan meminta pekerjaan kepadanya. Sedangkan saat ini Ashley tidak ada di tempat.

Akhirnya Sora memutuskan untuk pergi ke danau. Merendam kakinya hingga merilekskan tubuhnya. Angin dingin menggelitik tubuhnya serta suara burung yang berkicau menambahkan kesyahduannya.

"Sora!" Sora menoleh ke arah suara itu berasal. Suara ceria yang tak asing.

"Myron!" sahut Sora.

"Sendirian saja?" Myron duduk disamping Sora. la melihat Sora yang meredam kakinya, ia ikutan melepaskan sepatunya dan merendam kakinya. "Hiss ... airnya dingin." ringis Myron.

"Enakkan. Rasanya tubuh jadi segar setelah kena air dingin."

Sora menarik nafas merasakan segarnya udara disekitar. Serta rasa dingin yang membuatnya rileks.

"Aku baru tahu ada tempat seperti ini disini." Myron melihat sekeliling. Hutan pinus yang sepi serta danau yang jernih.

"Lalu, kenapa kau bisa kesini?" tanya Sora.

"Itu karena aku melihatmu berjalan ke arah hutan dan mengikutimu masuk ke sini."

"Tempatnya baguskan. Tidak ada yang tahu karena tempatnya cukup terpencil." timpal Sora.

Letak tempatnya ada dipaling belakang camp karena danaunya tertutupi daun pinus yang lebat. Jadi mereka berfikir tidak akan ada apa-apa disini selain pohon.

Mereka berdua menikmati waktu istirahat ini dengan nyaman. Sora merebahkan tubuhnya, angin semriwing sejuk membuatnya mengantuk. Rasanya dia ingin tidur di sini.

"Sora."

"Hmm ...."

"Kau terlihat dekat dengan Jendral." Tiba-tiba Myron melontarkan pertanyaan aneh, membuat Sora terbangun dan melihat ke arahnya.

"Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?"

"Aku melihat jendral sangat perhatian kepadamu. Ia membelamu saat mendapat masalah dengan Elena. Bahkan ia menggendongmu untuk mengobati lukamu. Selama aku disini, aku tidak pernah melihat jendral perhatian kepada siapapun ataupun wanita lain." jelas Myron.

"la memang terlalu overprotektif. Sepertinya ia tidak ingin kerjaannya menjadi terbengkalai kalau aku sakit." sahut Sora santai.

"Sepertinya, perhatian jendral bukan karena hal itu. Perhatiannya karena hal lain. Apa kalian memiliki hubungan khusus?" timpal Myron. Senyum yang biasanya terpancar di wajahnya kini menghilang. Wajahnya terlihat lesu, tidak bersemangat.

"Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan jendral selain sebagai asistennya." Elak Sora.

Sora berusaha menjelaskan. Sepertinya banyak rumor tentangnya dengan Ashley. Entah itu rumor baik atau buruk.

Meskipun begitu, Sora juga merasa sikap Ashley kepadanya memang sedikit berbeda. la perhatian tapi overprotektif juga. Sora hanya berfikir itu semua ia lakukan agar dia tetap hidup dan terus memberikan darahnya.

"Aku benar-benar tidak memiliki hubungan apapun!" ucap Sora tegas.

Wajah Myron yang lesu berubah seketika menjadi ceria. la memutar badannya ke arah Sora, memandangi Sora dengan lekat.

"Sora, ada hal yang ingin aku katakan kepadamu." Ia mengambil nafas panjang sebelum berbicara. "Aku ... aku suka sama kamu." Wajahnya terlihat merah, ekspresinya malu-malu.

Sora tidak tahu harus merespon apa. Selama ini dia tidak pernah memandangnya sebagai lawan jenis hanya sebagai teman baik.

"Maafkan aku." Sora memandangi Myron dengan tatapan tak enak. "Selama ini aku senang kau mau berteman denganku dan aku hanya menganggapmu sebagai teman."

"Tidak bisakah, mulai sekarang kau melihatku sebagai seorang pria dan biarkan aku tunjukan ketulusanku." kekeh Myron.

"Maaf." Sora tetap tidak bisa menerimanya. "Aku lebih nyaman seperti ini sebagai teman."

Wajah malu-malunya menghilang digantikan dengan tatapan kecewa.

Sora menyukai Myron tapi hanya sebagai teman. Sora senang saat ia selalu membantunya dan membelanya. Tapi dia tidak bisa melihatnya sebagai seorang pria. Dia tidak merasa berdebar saat di dekatnya.

Tiba-tiba wajah Ashley terlintas di pikirannya. Saat Sora mencoba mengingat orang yang bisa membuat jantungnya berdebar.

'Kenapa aku memikirkannya?' batin Sora.

Selama ini banyak hal yang berubah.

Hubungannya perlahan menjadi dekat dengan Ashley seiring berjalannya waktu yang mereka lewati. Sora mendapatkan semua perhatiannya.

"Wahh ... siapa ini. Ada dua sejoli yang sedang bermesraan."

Tiba-tiba ada sekumpulan prajurit yang datang. Mereka berjumlah 5 orang.

"Kenapa kalian disini?" Myron melontarkan pertanyaan. Tempat ini cukup terpencil dan sulit ditemukan. jadi terasa aneh jika mereka ada disini.

"Tentu saja, sedang mencari angin." sahut salah satu dari mereka.

"Kebetulan kami sedang berjalan-jalan dan menemukan tempat yang indah. Siapa yang menyangka akan bertemu kalian disini." sahutnya.

Sora tidak suka dengan perangai orang-orang ini. Terlihat sombong dan menyebalkan. Tidak semua prajurit di camp orang baik, ada beberapa yang seperti orang bar-bar dan kasar yang hanya suka membunuh. Hasratnya ia keluarkan saat membunuh monster dan itu membuat mereka senang.

Dan orang bar-bar ini adalah orang-orang yang ada di hadapannya. Meskipun suka melawan aturan tapi Ashley tidak mengusir mereka karena kemampuan mereka yang bagus dan tidak ada Pelanggaran yang besar.

"Myron, ayo pergi." Sora menarik tangannya, mengajaknya pergi. Dia tidak suka berada di satu tempat yang sama dengan orang-orang itu.

"Tunggu!" Mereka menghalangi jalan. "Sayang sekali jika kau pergi sekarang, kenapa tidak bermain sebentar saja dengan kami." Pria itu mendekati Sora dengan tatapan penuh nafsu.

"Hentikan!" Myron langsung berdiri di depan Sora, melindunginya.

"Janganlah seperti itu kawan. Ayolah ikut bersenang-senang dengan kami. Aku tahu kau menyukainya." ujar seorang pria berambut hitam yang berantakan dan bermata hitam. Pakaiannya juga tampak berantakan dengan postur tubuh yang sedikit bongkok. la terlihat seperti ketuanya.

"Benar ... akan menyenangkan jika kita semua bermain bersama." sahut yang lainnya.

"Kurang ajar. Aku tidak akan membiarkan kalian menyentuhnya." Meski sudah ditolak cintanya, Myron tetap membelanya. Sora merasa terharu sekaligus merasa tidak enak.

"Kau akan menyesalinya."

Tiba-tiba ia melemparkan bom asap ke arah Myron. "Sora awas!" Myron mendorongnya menjauh.

Asap putih itu mengitari tubuh Myron. Sora pernah melihat asap itu, asap bom itu sama dengan yang pernah Elena lemparkan ke Ashley. Asap yang mengandung afrodisiak.

"Myron, jangan sampai terhirup asap itu." teriak Sora.

Tapi peringatannya sudah terlambat, Myron sudah menghirup asapnya. Seketika tubuhnya langsung lemas hingga membuatnya terduduk.

"Sepertinya kau tau bom apa ini?" Pria itu melontarkan pertanyaan, matanya sedikit gemetar karena terkejut Sora mengetahui tentang bom itu.

"Kalian yang sudah menghipnotis Elena dan memberikan bom itu untuk menyuruhnya menggoda Jendral, kan?" tuduh Sora.

"Elena?" la memutar matanya berusaha mengingat. "Ahh ... gadis berambut merah itu, yang memiliki hasrat kepada Jendral kami ini."

Ternyata benar merekalah dalang dari kejadian itu. Mereka yang sudah menghipnotis Elena.

"Sebenarnya kalian siapa? Kenapa menghipnotis Elena? Apa yang kalian inginkan dari Jendral?" Sora memberikan banyak pertanyaan, banyak hal yang perlu dia ketahui.

"Kau terlalu banyak bertanya." sahut seorang pria ia tampak tidak senang dengan pertanyaannya itu.

"Tak apa." Potong pria berambut hitam itu. "Aku akan memberitahu semuanya untukmu. Kami adalah pasukan rebelo. Pasukan pemberontak para vampire. Kami ingin membunuh Jendralmu itu." jelasnya, tiba-tiba mata mereka semua berubah merah.

"Rebelo? Pemberontak vampire? Mereka adalah vampire." gumam Sora.

Sora tidak tahu akan ada pemberontak dari kalangan vampire. Terlebih mereka mengincar Ashley. Kemungkinan besar mereka tahu kalau Ashley adalah vampire. Mereka cukup berani datang ke camp dan menyamar sebagai prajurit.

'Ramsey, ia adalah ayah angkatku sekaligus akan menjadi raja vampire.' Sora teringat perkataan Ashley.

"Apa kalian ingin menghancurkan garis keturunan. Makanya kalian mengincar Jendral? Tapi kenapa? Apa kalian tidak puas dengan raja yang akan segera naik tahta itu." Sora terus memutar otaknya, terlalu banyak hal yang tidak dia ketahui.

"Ternyata kau tahu banyak hal juga ya."

"Benarkan kataku. Gadis ini adalah wanita kesayangan Ashley." sahut yang lainnya.

"Bagaimana reaksinya jika kita menghancurkan gadis itu?" timpal satunya.

"Kebetulan juga kita dapat satu batuan."

Pria berambut hitam itu mendekati Myron, lalu membisikan sesuatu. Sora tidak bisa mendengar apa yang ia katakan, suaranya terlalu kecil.

Tiba-tiba Myron bangkit berdiri lalu berbalik ke arah Sora. Memandangnya dengan tatapan mata yang kosong. Tatapan yang sama seperti yang Elena alami.

"Mereka menghipnotisnya." gumam Sora.

Myron berjalan maju mendekatinya, Sora berjalan mundur, menghindarinya.

"Myron, sadarlah!" teriak Sora. Tapi teriakannya tidak berpengaruh. la terus berjalan mendekat.

"Aku harus pergi dari sini." Sora terus mundur berusaha mencari celah untuk kabur.

"Akh!" Myron menarik tangan Sora dan memojokkannya ke pohon. "Myron sadarlah!" Sora terus memanggilnya tapi itu adalah usaha yang sia-sia.

Ada energi hitam yang mengelilingi tubuh Myron. Dia harus mencari cara untuk menghilangkan energi itu tapi dia tak tahu caranya. Sebelumnya Ashley menggunakan kekuatan sihir untuk menghilangkannya. Tapi dia tidak memiliki kekuatan sihir, tidak ada cara untuk melepaskan hipnotisnya.

"Akh!"

1
Aksara_Dee
kalau baru pertama biasanya tangan dan bahu jarem
Aksara_Dee
waah perkebunan apel, inget waktu ke malang
Aksara_Dee
lampu otomatis 😅
Aksara_Dee
Nama pacarku disebut ...
Aksara_Dee
sampai sini dulu ya Thor, nanti lanjut lagi..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!