Ketika hidupnya akan berakhir tragis dari pria yang ia cintai.Ia seketika terbangun dan bereinkarnasi ke 10 tahun yang lalu.Dimana ia bisa mengulang kembali ke kehidupannya yang dulu.
Disaat itu,ia memiliki kesempatan yang ingin merubah nasibnya dan membalaskan semua perbuatan busuk dari pria yang selama ini ia cintai.Karena pria itu telah mengkhianati ketulusannya dengan berselingkuh dan merebut seluruh aset kekayaannya.
Apa yang akan dilakukan seorang nona muda bernama Alena,untuk membalaskan dendamnya pada pria itu??Dan juga kedua orangnya tuanya yang hidup menjadi parasit dalam kehidupannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mitha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
"Sudah lah,itu tidak penting.Bagaimana jika Minggu depan kita liburan di villa ku saja?" jawab Toni langsung mengalihkan perhatian Jena dari pertanyaan.
"Villa?Memangnya kau punya villa?" tanya Jena seketika teralihkan oleh ajakan Toni.
"Tentu saja,aku memiliki villa yang mewah.Besok aku akan mengajak mu liburan disana.Dan kalian juga boleh iku.Bagaimana?" jelas Toni yang mulai bersandiwara.
"Tapi kau tidak bohong,'kan?" tanya Jena memastikannya lebih dulu.
"Tidak Jena,villa itu milik keluarga ku.Untuk apa aku berbohong." jawab Toni yang terus saja bersandiwara dan berbohong.
"Sudah Jena,ikut saja.Kami juga penasaran seperti apa villa milik tuan muda Toni.Tapi kali ini,Alena tidak akan mengacaukan,'kan?" ujar Gea yang langsung tertarik dengan ajakan Toni.Dan percaya jika Toni memiliki villa mewah.
"Aku jamin dia tidak akan mengacaukan acara liburan kita.Bagaimana?Anggap saja ini permintaan maaf ku." ujar Toni meyakinkan Jena.
"Ya sudah,ku harap kali ini kau tidak berbohong dan tidak menutupi apa pun dari ku." jawab Jena langsung menerima ajakan Toni.Walaupun dalam hatinya masih belum sepenuhnya percaya akan kata-kata Toni kali ini.
Mereka pun akhirnya meninggalkan kampus dan pulang ke rumah masing-masing.
...****************...
Sesampainya dikediaman..
Alena langsung disambut oleh beberapa pengawal dan pelayan rumahnya.
Andi pun mengikuti Alena dari belakang dengan kepala menunduk.
Alena berjalan menuju ruang keluarga dan langsung duduk.Kini ia menatap tajam ke arah Andi yang masih berdiri dengan kepala tertunduk.
"Sekarang,bagaimana kau akan menjelaskan soal tadi paman Andi?" tanya Alena dengan nada dingin.
"Maaf kan paman,nona Alena.Paman terpaksa melakukannya agar Toni tidak malu didepan teman-temannya tadi.Paman harap kau dapat mengerti.Karena selama ini kau merasa tidak keberatan." jawab Andi menjelaskan.
"Bukankah aku sudah berulang kali katakan pada kalian.Bahwa aku tidak akan lagi memperlakukan kalian seperti sebelumnya.Aku bukan Alena yang dulu lagi,yang dapat kalian manfaatkan.Tapi sepertinya kalian justru mengabaikan peringatan ku.Dan tetap menganggap peringatan ku hanya gurauan belaka.Begitu kah?" ujar Alena panjang lebar dengan tegas dan mengungkitnya kembali.
Disela pembicaraan serius Alena dan Andi.Santi sang istri pun datang dan mencoba melihat dari kejauhan.
"Ada apa ini?Kenapa Alena terlihat sedang mengintrogasi suami ku?" tanya Santi pada salah satu pelayan yang berdiri.
"Jaga ucapan mu,dia adalah nona kita.Kenapa kau bisa memanggil dia dengan sebutan nama?" tegur sang pelayan.
Santi pun langsung melirik sinis ke arah sang pelayan.
"Memangnya kenapa?Aku sudah terbiasa memanggil dia dengan sebutan nama.Karena sebentar lagi,aku juga akan menjadi mertuanya." ujar Santi dengan percaya dirinya.
"Hah?Apa otak mu sudah tidak waras?Rasa percaya diri mu terlalu tinggi,Santi." ujar sang pelayan meninggalkan Santi.
Santi pun masih melirik sinis saat sang pelayan meninggalkannya.
"Lihat saja jika aku sudah jadi nyonya dirumah ini,kau pasti orang pertama yang akan ku pecat.!" cetusnya bicara sendiri.
Andi pun sesaat terdiam saat Alena kembali menegaskan tentang peringatan yang dikatakan sebelumnya.
"Baik lah,karena aku sudah muak melihat kelakuan paman.Mulai sekarang,kau tidak akan ku pakai lagi sebagai sopir ku.Karena tugas mu mulai sekarang akan ku alihkan menjadi tukang kebun." ujar Alena yang tidak langsung memberi hukuman pada Andi.
sampe emosi banget bacanyaaaaaaaa
semangat alena