NovelToon NovelToon
Pangeran Untuk Mae

Pangeran Untuk Mae

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Enemy to Lovers
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jindael

Maemunah, gadis lajang berumur 25 thn yang belum bisa dewasa sedikit pun. Sifatnya sangat bebas dan suka bergaul dengan remaja yang bukan seumurannya. Gadis ini tidak suka bekerja dan hanya senang bermain, padahal teman" seumurannya banyak yang sudah sukses berkerja dan menikah. Putri babe Rojali dan Nyak Markoneng ini kerap kali menjadi biang kerok dan terkenal dengan kenakalannya. Sifat ini sudah ia miliki sedari kecil senang membuat onar dan membuat pusing kedua orang tuanya. Tak tahu entah cara apa lagi agar Mae beranjak dewasa, kedua orang tuanya memutuskan mencari seorang lelaki untuknya. Mae jelas menolak keras hal ini. Ia tak mau menikah dan berpacaran karena tak mau ribet. Itu melelahkan baginya, menjalani kehidupan seperti yang diinginkan barulah menyenangkan menurutnya. Akankah ada lelaki yang bisa merubah sikap buruknya itu? Berhasilkah orang tuanya mencari lelaki yang cocok dengannya? Temukan jawabannya lewat cerita novel ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jindael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28

Beberapa jam yang lalu.

Prince sekarang sedang bersama Catalina untuk membawanya makan malam sesuai permintaannya. Namum ternyata, lelaki berparas bak pangeran kerajaan ini justru menghentikan mobilnya di tempat Catalina tinggal. Catalina tentu saja bingung sebab Prince tak berhenti di tempat yang diinginkannya.

"Prince, kenapa kamu membawaku pulang? Bukankah kamu sudah berjanji untuk makan malam bersama?" Beberapa pertanyaan gadis ini lontarkan padanya.

"Sorry Catalina, sepertinya makan malam kita ditunda dulu. Aku harus pergi sekarang," jawab Prince membuat Catalina penasaran.

"Kemana? Bukannya jadwal mu kosong malam ini? Ayo lah Prince bawa aku untuk makan malam! Atau kamu ingin makan malam di tempatku?" tawar Catalina tersenyum sambil memegangi tangan Prince.

"Berhenti Catalina, masih banyak hari berikutnya. Untuk sekarang biarkan aku pergi! Ku teringat ada sesuatu yang harus ku lakukan malam ini," ucap Prince menjelaskan sambil mencoba melepaskan genggaman tangannya.

"Mendadak sekali?" Kaget Catalina kecewa.

"Ya. Maaf," ucap Prince.

"Huuh baiklah." Catalina menyerah. "Tapi janji hari berikutnya kamu harus makan malam bersamaku," pintanya.

Prince mengangguk dan Catalina terpaksa turun dari mobilnya untuk kembali walau dirinya tak menginginkan hal itu.

Kembali ke waktu sekarang.

Mae yang sudah berjalan pulang tiba-tiba bertemu dengan King dan di ajaknya untuk pulang bersama. Mae masih bingung untuk menjawabnya, hingga datanglah sebuah mobil yang memancarkan sorot lampu ke arah mereka berdua dan menyebabkan pembicaraan mereka terpotong. Keduanya penasaran tentang siapa yang datang. Tak lama setelahnya, pemilik mobil keluar yang tak lain adalah Prince.

"Prince?" Mae tampak terkejut.

"Mae, ada yang ingin ku bicarakan padamu. Ini soal pekerjaan! Cepat masuk!" suruhnya.

Mae berpikir kembali. Ia menjadi bingung karena dihadapkan oleh dua pria yang mengajaknya untuk bersama. Saat gadis ini tengah berpikir, matanya tiba-tiba menangkap sesuatu yang lain di depan sana.

Tak jauh dari posisi Mae sekarang, tampak Babe Rojali sedang berjalan menuju arah rumahnya. Sekejap ide muncul dari pikirannya dan langsung memanggil sang ayah.

"Babe!"

Babe Rojali menoleh dan mencari celingukan suara yang terdengar tak asing itu.

"Maaf King, Prince. Gue mau pulang bareng Babe aja. Selamat malam!" Pamit Mae mendadak.

"Oh ya untuk urusan pekerjaan besok saja ya Prince, gue capek," ucap Mae padanya.

"Bye semua!" Mae melambaikan tangan pada kedua laki-laki di sana sambil berlari menghampiri sang ayah.

"Babe, Be!" Panggilnya lagi sambil berlari kecil menghampiri.

Rojali mengencangkan pandangnya untuk melihat ke depan. "Huh !" Helaan nafas keluar setelah ia tahu siapa yang memanggil dirinya.

"Astaga lu E!"

"Ya Be, Babe mau pulang kan?"

Rojali mengangguk pelan di selingi dengan wajah bingungnya.

"Oke kalo gitu, bolehkan Mae ikut pulang ma Babe?"

"Ya...," Babe Rojali tampak sedikit mengencangkan pandangnya lagi karena ia melihat ada orang lain di depan tadi.

Mae menunggu jawaban sang ayah. "Ya Boleh. Lu kan anak Babe. Ayo!" ajak Babe Rojali pada putrinya.

"Yes! Ayo Be!" Seru Mae senang.

Akhirnya Mae pulang bersama dengan ayahnya meninggalkan dua pria yang sekarang menjadi saling bertatapan tajam. Setelah itu, keduanya kembali ke kendaraannya masing-masing dan pergi meninggalkan lokasi.

Setelah sampai rumah, Mae langsung pergi begitu saja ke kamarnya. Namun Rojali sang ayah berhasil meraih belakang baju putrinya sehingga tubuhnya mundur kembali.

"Ada ape Be? Mae ngantuk nih."

"Tunggu bentar, Babe mau nanya."

"Nanya ape? Cepetan!"

"Itu tadi yang di pertigaan..., si Prince kan ya?"

"Iya, kenapa?" Mae gantian bertanya.

"Kagak kenapa-kenapa. Terus laki satunya lagi sapa? Kan dua tuh tadi kayaknya," tanya Babe Rojali sedikit penasaran.

"Satunya temen lama Mae pas sekolah dulu," jawab Mae.

"Owh." Rojali mengangguk-angguk dan tampak seperti memikirkan sesuatu di otaknya.

"Mae dah boleh pergi kagak nih Be?" tanyanya pada sang ayah.

Babe Rojali melepaskan putrinya. "Dah sono bersih-bersih terus istirahat tidur!"

Mae mengangguk-angguk sambil berjalan ke kamarnya.

Beralih ke Prince yang sudah berada di kamarnya sekarang. Ia memandangi sebuah mug unik yang didapatkannya dari toko furniture di mall dulu. Mug berkarakter agak horor itu sekarang sudah berbeda karena telah dimodifikasi olehnya. Di mug tersebut kini terdapat nama dirinya dan nama Mae. Lelaki satu ini masih menunggu waktu yang tepat untuk memberikan benda tersebut sambil menyatakan isi hatinya.

Di sisi lain, King juga telah sampai di tokonya. Karena gelap, ia menyalakan lampu toko dan matanya berhasil menangkap sesuatu di sana. Tampak Catalina sedang duduk termenung sendirian sambil memegangi sesuatu di tangannya.

"Catalina?" Kagetnya.

Gadis ini menoleh sambil mengusap air matanya yang sempat menetes. "Oh kamu King," ucapnya.

"Sedang apa kamu di sini?" King bertanya padanya sambil berjalan menghampiri.

"Tak, aku hanya mencari tempat sepi saja," jawabnya menggeleng. Catalina tadi ternyata tak pulang ke rumahnya. Setelah mobil Prince pergi dari pandangannya, gadis ini segera memanggil taksi yang lewat dan meminta membawanya ke toko tersebut.

King mengangguk sambil menuangkan air ke gelas untuk di minum sendiri. "Bagaimana pembahasan tadi pagi dengan Prince?" tanyanya setelah meneguk minumannya.

"Cukup lancar dan hampir sempurna," jawab Catalina namun bernada sedikit sedih.

"Bagus itu lalu kenapa wajahmu murung seperti cuaca di luar?" Tanyanya lagi dan kini ia duduk di depan teman gadisnya.

"Huh." Catalina menghela nafasnya. "Ku tak jadi makan malam dengannya. Mendadak Prince ada urusan. Sebal deh!"

"Urusan?" King bertanya. "Apa urusannya dengan Mae?" pikirnya yang tak sengaja di dengar oleh Catalina.

"Mae? Sekretarisnya itu?" Catalina terperanjat dari duduknya.

"Hmm ku tadi bertemu dengannya di lingkungan Mae tinggal." King mengangguk menjelaskan.

"Haish. Dia lagi." Sebal Catalina. "Oh ya King kamu suka dengan Mae kan?" tanyanya mendadak sambil duduk kembali.

King terkejut dan mengangguk pelan untuk mengakuinya.

"Good." Senang Catalina sambil memetikkan jarinya. Kalau begitu aku ada ide, lanjutnya.

"Ide apa?" King tak mengerti.

"Ide biar kalian bisa tambah dekat begitu juga aku dengan Prince, King. Besok coba ajak Mae untuk keluar, aku juga akan mengajak Prince keluar juga. Kita bertemu akhir pekan ini di taman hiburan yang baru itu ya," jawabnya tersenyum.

King terdiam karena sedang mencerna ucapan teman gadisnya itu.

"Oke lakukan ya. Ku pulang dulu. Bye !" Catalina berjalan keluar toko sambil melambaikan tangannya ke belakang.

......................

Keesokkan harinya. Mae telah tiba lebih dulu di kantor. Sedangkan Prince masih ada urusan dengan atasannya di luar. Sebelum Prince datang Mae sengaja membersihkan ruangannya terlebih dahulu. Lalu mendadak seorang datang masuk. Wajahnya sudah senang untuk menyambut namun ternyata yang datang adalah musuh cintanya.

"Aw kamu rupanya," ucap Mae sedikit tak suka.

"Ya, mana Prince-ku?" tanyanya.

"Dia tak ada di sini kamu juga bisa melihatnya bukan?" jawab Mae sambil melihat ke sekitar.

"Ya ku tahu. Kalau begitu aku akan menunggunya. Kamu keluar saja sana!" Usirnya sambil berjalan untuk duduk.

"Oke!" Mae terpaksa mengalah untuk keluar.

"Oh ya jangan lupa buatkan aku teh, ingat jangan terlalu manis ya karena aku sudah manis," pintanya sambil sedikit mengedipkan mata.

Mae mengangguk pelan. Ia lalu berbalik kembali untuk keluar sambil berdesis kesal. "Dih! Sok cantik banget dah!"

Tiga puluh menit kemudian, akhirnya Prince datang. Semua karyawan menyambutnya dan dengan ramah pria ini membalas dengan senyuman manisnya. Mae yang baru saja selesai mengantarkan teh pesanan Catalina, langsung memanggil bosnya itu.

"Pak Prince!"

Prince menoleh ke arah Mae. "Ada yang menunggu bapak di dalam," ucap Mae memberitahu.

"Siapa?" Prince berpikir. "Apa Catalina?" tanyanya pelan.

Mae mengangguk. Terlihat Prince tak menyukainya. "Oke ku ke dalam dulu," pamitnya.

"Em tunggu!" Mae memanggilnya lagi.

"Ya ada apa?" Prince menoleh dan bertanya.

"Btw terima kasih sudah menolong Siti dan juga menghentikan Indro buat ribut di jalan," ucap Mae.

"Siapa yang kamu maksud?" Prince bertanya karena tak mengingatnya. "Ah dua siswa SMK itu?" celetuknya.

"Ya. Terima kasih," ucap Mae lagi.

"Hmm." Angguknya tersenyum. Mae juga melebarkan senyumannya.

Lelah menunggu, Catalina akhirnya keluar dan langsung menarik Prince agar mengalihkan pandanganya.

"Cat?" kaget Prince.

"Prince, kamu kenapa lama sekali? Ku sudah menunggumu sedari tadi tau, gerutunya manja. Ayo masuk!" Rangkulnya langsung sambil menariknya untuk segera pergi.

Mae yang melihatnya menjadi bete dan langsung duduk kembali sambil cemberut. Senyumnya harus sirna karena Catalina yang datang dan membuatnya kesal.

BERSAMBUNG

1
🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪ☘𝓡𝓳🏡s⃝ᴿ❤️⃟Wafѕ⍣⃝✰
waduh... ketahuan nyak lu Mae... gimana dong...🤣🤣🤣
☠ ᵏᵋᶜᶟ𝐀𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧ᵇᵃˢᵉ༄⃞⃟⚡zc❖
kasihantuh babe yaaa sama emak😄
💫Tasya💫Alfarisi: follback ya kakak
total 3 replies
🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪ☘𝓡𝓳🏡s⃝ᴿ❤️⃟Wafѕ⍣⃝✰
Mae ini timbiy banget ya..🤣🤣🤣 kelakuannya juga..🤣🤣🤣
🏡⃟ªʸUma kalem,, ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ 🔔
next mampir
Ida Kitty
seneng banget liat teman" Mae pada mendukung hubungan Mae ma prince, kompak lagi kasih surprise ke Mae. 👍👍
Ida Kitty
ishh.. kak jinda usil y, bisa"nya ngeprenk reader, kirain bener dilamar. awas y.. 😠🤭
Ida Kitty
akhirnya kamu dilamar pangeranmu e, duh gak kebayang senengnya si Mae.
Soraya
ini juga blm up🤕
Ida Kitty
wah, sebulan j bisa gemoy kmu Jum pacaran ma Raka. gmn loh, tiap hari dikasih cemilan ma Raka. 😂
Ida Kitty
yaelah prince.. lebay banget c lu gak bisa banget pisah bentar ma Mae. 🤦
Soraya
aku yang senyum-senyum😂
◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤️
huumm fokus - fokus tralala..../Facepalm/
◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤️
waauwww..... King ngelamar dgn cara lain drpd yg lain.....pake drama segala..... tp kejutannya kerennnn...👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kisah komedi romantis dari zaman Bocil sampai dewasa 👍👍👍
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
punya dong 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
kotak cincin tunangan ya 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
masa lalu yang menjadi kenangan indah 🤭
Soraya
up lagi thor, mawar mendarat. 🫠
ngakak terus sama kelakuan Mae😂
◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤️
bernostalgila an Mae sama si Prince di TK 😂
◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤️
heboh ya Mae bercerita sampe semua anggota badan gerak.. lucu kayaknya 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!