NovelToon NovelToon
Mengubah Takdir

Mengubah Takdir

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Time Travel / Mengubah Takdir / Penyeberangan Dunia Lain / Fantasi Wanita / Kontras Takdir / Menjadi Pengusaha / Tamat
Popularitas:212.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Carrot_Line

Kehidupan kali ini sangat buruk, Fen Hui ingin mengubah nasib nya. Tidak seperti kehidupan sebelumnya, dia hidup serba kecukupan. Tapi kali ini hidupnya tidak mudah, makan hanya dengan kentang dan ubi. Gandum yang ditanam di ladang tidak bisa dimakan! ayah yang selalu mengutamakan belajar dan bersenang-senang. Datang kerumah hanya untuk mengeruk uang ibunya, tidak bisa dibiarkan! kali ini Fen Hui ingin makan enak dan hidup nyaman sama seperti dikehidupan sebelum nya.

Jadwal update;Selasa,Rabu,Kamis,Sabtu dan, Minggu.

Libur Reguler;Senin dan Jum'at.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Carrot_Line, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mereka membawa Aniang pergi

Fen Mei berlari di lapangan, anak-anak perempuan seusianya mengejar dengan suara tawa. Langkah kakinya terhenti saat melihat Fen Hui lewat bersama kedua Tangjie nya.

"Jiejie!"gadis itu berlari kencang dan menubruk keras Fen Hui.

"Akh... pelan-pelan saja, jangan menubruk ku seperti ini."Fen Hui meringis sakit.

Adiknya memeluk erat pinggangnya dan mendongak menatap sepasang netra gelap Fen Hui.

"Apa menyenangkan pergi tanpa membawa ku?"

"Benar menyenangkan, karena tidak ada kau yang begitu cerewet."Fen Xiu mencubit ringan pipi Fen Mei.

"Mei'er, teman-teman menunggu mu bermain."Fen Su mengingatkan.

Gadis kecil itu menoleh menatap teman-teman nya, mereka berhenti berlari dan menatap Fen Mei penuh harap. Mereka tidak mau selesai begitu cepat,"aku mau bermain lagi."

"Bermainlah sepuas mu, dan kembali sebelum makan malam tiba."ucap Fen Hui.

Fen Mei mengangguk patuh dan berlari menghampiri teman-teman nya. Fen Hui, Fen Xiu dan Fen Su kembali ke rumah tua. Kedua sepupunya berniat menyulam lagi, Fen Hui segera kabur karena tidak betah. Mereka berdua benar-benar maniak menyulam.

"Aniang?"

Kamar terlihat kosong Fen Hui melupakan sesuatu bahwa, hari ini Aniang sedang membantu pekerjaan merenovasi rumah. Aniang akan memasak bersama bibinya, pada akhirnya Fen Hui memilih menghamparkan karpet anyam di bawah pohon mangga belakang rumah tua. Membaringkan tubuhnya dan menatap langit cerah.

Bisikan alam membuat nya merasa sejuk, daun-daun saling bergesekan dan jatuh tertiup angin. Matanya terpejam saat keheningan yang mengukung membuat Fen Hui mengantuk.

Sesekali membuat pergerakan kecil saat mendengar suara-suara memecahkan keheningan, mungkin akan lebih baik dia berpiknik disini. Memakan keripik kentang dan minuman soda, bekal nasi dengan berbagai macam lauk. Membayangkan itu sudut bibir Fen Hui hampir meneteskan air liurnya.

"Apa yang kalian lakukan? Berhenti, sangat tidak sopan menggeledah rumah orang tanpa izin pemilik."

Mata Fen Hui terbuka saat mendengar suara keributan yang samar-samar, dia sedikit malas untuk bangun sekarang.

"Aku bilang berhentilah, tidak ada orang yang kalian cari."

Suara Neneknya kembali terdengar, Fen Hui bergegas pergi kerumah utama. Di Halamannya dipenuhi orang-orang berpakaian prajurit, seorang wanita tua dengan pakaian sutra halus, perpaduan biru muda dan putih berdiri dengan angkuh.

Jarinya menunjuk kedalam rumah."jangan pedulikan dia, cepat cari Tuan Puteri."

Fen Hui masih bersembunyi, dia bingung siapa yang di panggil Tuan Puteri? Di pedesaan terpencil seperti ini. Mana mungkin ada yang berani menyembunyikan seorang dengan status tinggi.

"Nyonya, saya berani bersumpah, disini tidak ada Tuan Puteri."Liu Meng Yi merasa lututnya bergetar.

Begitu mendengar Tuan Puteri di sebut, dia yakin identitas wanita itu tidak segampang dia pikirkan.

"Aku tidak butuh sumpah mu, aku kesini bukan atas tuduhan belaka."

"Ta-tapi..."

"Tuan Puteri Oe Bing Hua, Anda pasti disini keluarlah jangan bersembunyi!"dia berteriak keras.

"Nyonya..."Lao Lao merasa asing dengan nama itu.

Puteri tertua di kerajaan Sheng bukan bernama seperti itu. Lalu Puteri mana yang di maksud oleh Nyonya itu. Sosok Fen Hua datang bersama Fen Qian dan Fen Xiang, Fen Mei membuntuti Aniang dari belakang. Langkah kaki Fen Hua terhenti mendengar teriakan tak asing itu.

Tubuhnya gemetar hebat, seakan-akan ketakutan mendalam kembali menyerangnya setelah bertahun-tahun. Pelan tapi pasti dia memasuki halaman rumah Tua. Nyonya tua itu menoleh, keduanya saling bertatapan. Waktu seperti menghentikan segala sesuatu di sekitar mereka.

Wajah pucat Fen Hua semakin pucat, seolah darah menghilang dari wajahnya. Bibirnya membisu sulit untuk berbicara, dia ingin pergi secepat mungkin dari pandangan Nyonya tua.

"Tuan Puteri."seakan mendapatkan angin segar.

Nyonya tua terlihat berseri-seri, dia berjalan dan membungkuk memberi hormat."salam yang mulia, semoga anda diberikan kesehatan yang melimpah."

"Apa yang anda lakukan disini Ibu asuh?"Fen Hua menatap Ibu asuh dingin.

Liu Meng Yi tercengang mendengar nya, dia tidak salah dengarkan. Nyonya tua itu memanggil menantu dalamnya dengan sebutan Tuan Puteri.

"Aniang, ada apa ini?"Fen Xiang kebingungan.

Aniang nya terlihat tidak bisa menjelaskan, Fen Xiang ingin mengajukan beberapa pertanyaan. Namun, adiknya Fen Qian menahan dirinya. Ini bukan waktunya untuk bertanya, Aniang pasti akan menjelaskan.

"Tuan Puteri, mari kita pulang. Ayah anda sudah menunggu dan mencari anda selama bertahun-tahun."

Ekspresi Fen Hua memburuk, apa yang ditunggu oleh seseorang pembunuh? Jangan bercanda untuk pulang ke rumah. Dia hanya mati konyol disana,"anda juga bisa membawa anak-anak anda, beliau bilang anda hanya bisa membawa tiga anak. Saya mohon ceraikan saja lelaki itu."

"Pergi."

Amarah Fen Hua di dada membuncah, dia tak sanggup menampung nya kembali. Sorot matanya di penuhi dendam, tangannya terangkat dan menampar Nyonya tua. Ibu Mertua nya tidak bisa melakukan apapun hanya diam melihat tindakannya.

"Anda..."

"Katakan pada beliau, sampai aku mati pun tidak akan lagi pulang kerumah."

"Apa anda sanggup menanggung akibatnya?"Nyonya tua mengajukan pertanyaan tak terduga.

Fen Hua merasa sesuatu menjerat lehernya,"apa yang kau katakan."

"Jika anda tidak mau pulang, Beliau meminta saya untuk menghancurkan kediaman ini dan membunuh semua orang didalamnya tanpa terkecuali hanya anda yang tersisa disini."

Tubuh Fen Hua membatu, tangannya terkepal erat mendengar ancaman dari Ibu asuhnya. Dia tau Ayahnya tidak main-main, mengirimkan salah satu jendral sebagai tanda bahwa ancamannya tidak main-main.

"Aniang."Fen Mei memanggil Fen Hua, menarik ujung bajunya.

Mata besar dan jernih itu berkaca-kaca, dia takut Aniang akan pergi."Fen Hua, bisakah kau menjelaskan hal ini?"

Ibu Mertuanya menuntut penjelasan."Maaf, seperti nya tidak. Terimakasih sudah merawat saya dengan benar."

"Apa yang kau katakan? Jika ada masalah beritahu aku."Liu Meng Yi menatap Fen Hua khawatir.

"Berikan imbalan padanya, dia sudah merawat ku dengan baik."

"Anda sudah memikirkan akan pulang?"

"Jika aku tidak pulang, apa aku akan menjadi pendosa membunuh mereka karena ancaman Beliau?"

"Baik, saya sudah menyiapkan surat cerai dan banyak hal. Mari anda harus menandatangani ini, dimana Fen Lang?"Nyonya tua meraih tangan Liu Meng Yi.

Mengajaknya duduk di bangku panjang, Liu Meng Yi semakin ketakutan. Dia tidak tau selama ini menantu dalamnya seorang Puteri bermarga Oe. Hanya kerajaan Oe yang di pimpin oleh Raja Oe Tian Ham, Raja yang terkenal dengan kebengisannya. Liu Meng Yi merasa tidak ada waktu untuk memanggil Fen Lang. Pada akhirnya menandatangani dokumen, dan sebuah kantong berisi 50 Yuan di berikan pada Liu Meng Yi.

"Jangan ribut tentang kejadian ini, bersikaplah seperti tidak ada apapun yang terjadi."

"Ba-baik."

Nyonya tua menatap majikan mudanya."siapa yang akan anda bawa?"

"Aku..."Fen Hua ragu, dia tidak tega meninggalkan salah satu anaknya.

"Aniang, biar aku disini saja."Fen Xiang membuka suara.

Dia tidak mau adik-adik nya ditinggal pergi, dan tidak bisa menjalani hidup dengan baik. Biarkan saja dia disini, toh kehidupan sekarang masih baik untuknya.

"Tidak, Aniang bawa saja Dage. Aku yang akan disini."Fen Qian mengajukan dirinya.

Lagi pula dia akan memasuki usia pernikahan, tidak akan mau membebani Ibunya. Dia akan ikut keluarga calon suaminya.

Fen Hui Masih berdiri di samping rumah tua, mendengar percakapan Kakak-kakak nya. Dia merasa bingung sekarang,"dimana Hui'er?"Fen Hua mencari sosok anaknya.

"Tuan Puteri tidak ada waktu lagi, bawa saja ketiganya. Lagi pula bukankah ini pas untuk tiga orang?"

"Tidak, aku.."Fen Hua cemas, Fen Hui tidak ada disana. Dia hendak pergi ke rumah belakang.

Tangannya ditahan oleh Nyonya tua."mari, sudah waktunya berangkat tidak baik berlama-lama disini. Akan menimbulkan kegaduhan dan membuat Raja Sheng salah paham."

Fen Hua di dorong kedalam kereta besar, ketiga anaknya di paksa masuk. Fen Hui memandangi mereka berempat dengan sorot mata hampa. Dia tidak bisa memikirkan apapun, ingin berteriak untuk tidak membawa Aniang dan Kakaknya. Tapi kehidupan sekarang terlalu sulit untuk mereka. Dengan identitas Ibunya mungkin masih ada kesempatan untuk hidup nyaman bagi mereka berempat.

"Lao-lao."

Liu Meng Yi menoleh menatap Fen Hui, gadis itu muncul di hadapan nya. Dia terkejut seharusnya Fen Hui ikut bersama Aniang nya. Tangannya merengkuh tubuh Fen Hui erat, menangis tanpa suara. Bagaimana bisa Nyonya tua itu maksa membawa tiga orang anak dan tega meninggalkan satu anak?

"Tidak apa-apa, Lao Lao yang akan merawat mu."

"Aniang dan Fu Qin tidak memiliki hubungan lagi, apa saya masih bisa memanggil anda Lao Lao?"

Liu Meng Yi terkejut mendengarnya, memang seharusnya tidak ada hubungan apapun lagi ketika seseorang sudah bercerai.

"Ambil ini, Lao Lao tidak membutuhkan nya. Apapun yang terjadi kamu tetap cucu ku."

Fen Hui mengangguk menerima 50 Yuan, ujung bibirnya terangkat. Dia tidak merasa sedih, biar keluarga nya hidup nyaman. Mereka sudah lama menderita oleh Fu Qin nya.

"Ayah mu... Akan tinggal dirumah tua, dia tidak berhak tinggal dirumah mu. Uang yang di pakai untuk merenovasi milik Aniang mu. Tanah yang di beli juga atas namanya."

"Apa tidak masalah tinggal sendirian?"tanya Liu Meng Yi, bagaimana pun seseorang yang sudah bercerai tidak akan berhubungan apapun.

"Tidak apa-apa."Fen Hui tersenyum tipis.

"Anak baik, Lao Lao akan merahasiakan kejadian ini. Kita buat cerita versi lain saja beruntung semua orang sedang sibuk. Tidak ada yang melihat mereka."

Liu Meng Yi mengusap rambut Fen Hui."kedepannya ini akan menjadi sebuah rahasia yang kita miliki."

"Umm."

Fen Hui merasa tidak ada gunanya membeli banyak mantel hangat, tidak akan ada yang memakainya. Kakak dan adiknya sudah pergi bersama Aniang, itu artinya dia akan hidup sendiri. Fu Qin tidak bisa di bebani lagi olehnya, takdir seperti sedang mempermainkannya. Fen Hui tidak tau harus bagaimana sekarang, tujuan selanjutnya untuk bertahan hidup. Apa yang harus dilakukannya? Dia sengaja tidak muncul karena merasa akan menjadi perdebatan panjang.

1
Dewi Yanti
ibu nya bodoh, knp g cerai aja kasihan anak" nya yg jd korban
Suryani Tohir
noceee
Dedeh Dian
seru ternyata ceritanya.. makasih author
lee zha
bagussss biarpun konfliknya kurang... dan jalan ceritanya cepat.... /Good//Good//Good//Good//Ok//Ok//Ok/
SHERLY M
Carita yang bagus 👍🏼👍🏼
⭐⭐⭐⭐⭐🙏🏼
Iin Herawati
Luar biasa
Rahayu Irmayanti
ayah gila pengen enak sendiri
Anaknya Baba: Coba baca novel Poppen kak, siapa tahu sesuai selera kakak.
total 1 replies
Rahayu Irmayanti
Luar biasa
Rahayu Irmayanti
punya bapak gitu amat
Mega Haerunita
Luar biasa
Musliha yunos
👍
Anie Pailing
Luar biasa
wulansari
ni ibu mampir baca thor semoga critanya menarik👍🙏
𝙳𝚎𝚠𝚒 𝚂𝚊𝚛𝚝𝚒𝚔𝚊
👍👍
Sita Sit
sweet nya, akhirnya Feng hui bahagia
Sita Sit
seperti anak yg terbuang ya fen hui,nyesek bgt rasanya
Sita Sit
ya ampun aku gak kuat ya liat penderitaaan Feng hui terus menerus
Sita Sit
bapaknya udah bener2 insaf ya, kakeknya kok tega ya harus ninggalin 1 anaknya
Sita Sit
diluar dugaan ,ternyata ibunya seorang putri,nyesel gak tuh bapaknya,tp kok tega ya kakeknya ,hanya menyuruh 3 anak yg bisa ikut, kok aneh ya ,kasian Feng hui
Sita Sit
apakah jodohnya Feng hui ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!