Aisyah harus kembali ke desa tempat ia di lahirkan...karena kematian Kakak dan Kakak iparnya.
Dia juga harus menjadi ibu bagi kedua keponakannya, Aira dan Airen .
Demi menjaga kedua keponakannya, akhirnya Aisyah bekerja di balai desa sebagai sekdes.
Hingga , kepala desa meninggal dan di gantikan oleh orang dari kota kiriman dari pemerintah. Kepala Desa baru cukup arogan dan terkesan galak.
Salah sedikit saja , pasti akan jadi masalah besar. Namun begitu ..banyak gadis desa maupun ibu - ibu mengidolakannya , karena ketampanan sang lurah dan statusnya sebagai Hot Duda.
Entah karena hal apa , Pak lurah itu selalu saja berseteru dengan Aisyah....Akankah permusuhan antara Aisyah dan Pak lurah berubah jadi cinta....
Ikuti kisahnya.....Pak Lurah Galak Mencari Cinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
# Masih Flasback on ".
Sejak melihat Mahesa untuk pertama kalinya waktu itu, Zayna begitu tergila - gila pada sosok kakak Samudra itu.
Tapi ia begitu apik menyimpannya, hingga tidak begitu terlihat. Dia harus menjaga imejnya , sebagai gadis idola di kampus, ia yang terbiasa di kejar laki - laki tidak mungkin menjatuhkan harga dirinya untuk berbalik yang mengejar lawan jenisnya.
Ia terus mendekat ke Samudra, dan banyak teman - teman nya mengira kalau Zayna dan Samudra adalah pasangan kekasih.
" Sam , aku ikut ke rumah kamu ya ". Pinta Zayna manja.
" Buat apa ?". Samudra sendiri mulai tidak nyaman dengan isu itu.
Ia akui Zayna memang cantik , tapi Samudra tidak ada rasa pada gadis itu...entahlah , ia merasa Zayna penuh dengan misteri....gadis itu seperti memakai topeng untuk menutupi wajah aslinya.
Apalagi saat dia menceritakan tentang dirinya yang di kejar banyak laki - laki , kata Zayna..." aku tidak enak terus menolak mereka semua...kenapa sih mereka suka sekali mengejarku , padahal kan di kampus gadis cantik banyak bukan hanya aku saja ". Ucapnya tanpa merasa bahwa dia sedang menyombongkan dirinya.
Membuat Samudra jengah...apa ia pikir hanya dia gadis paling cantik se kampus....ucap Samudra saat itu pada Raja dan Gery.
Padahal maksud Zayna adalah ...agar Samudra bercerita pada kakaknya kalau dia bukan gadis sembarangan, yang bisa mendapatkannya pasti laki - laki yang beruntung...dan sayangnya Samudra tidak pernah menceritakan seorang gadis pun pada Mahesa.
" Aku sudah janji sama Mama Zila untuk belajar masak " ucapnya merasa bangga sudah bisa dekat dengan Mama Zila.
" Mama ?? Sejak kapan kamu memanggil Mamaku dengan sebutan Mama?".
" Eh itu Mama Zila yang menyuruhku...aku tidak enak hati menolaknya ". Ucap Zayna gugup.
Kenyataannya.....Zayna lah yang memohon pada Mama Zila untuk bisa memanggilnya dengan sebutan Mama ..dengan dalih ia sudah kehilangan ibu kandungnya.
Mama Zila tidak enak hati , apalagi sang suami ternyata berteman baik dengan Papanya Zayna.
" Ya sudah ayo !". Samudra masuk begitu saja ke dalam mobilnya. Zayna sedikit kesal, sebenarnya ia berharap Samudra membukakan pintu untuknya.
Meski kesal , ia tetap menampakkan wajah manis dengan senyum tersungging di bibirnya. Dengan pelan ia membukan pintu mobil Samudra ,kemudian duduk di sebelahnya.
" Hai Sam...mau kemana ?" tanya Gery.
" Pulang ".
" Ciee..ciee katanya enggak suka Sam ,tuh di embat juga ". ledek Raka.
Keduanya tau, Samudra memang tidak suka pada Zayna.
" Berisik kalian berdua...aku pulang , jangan merindukan aku ". ucap Samudra sebelum melajukan mobilnya.
" Hueeekkkk ". Ucap Gery dan Raka bersama setelah itu mereka tergelak kencang.
Sampai di rumah Samudra tetap bersikap acuh pada Zayna...ia langsung turun tanpa memperdulikan gadis itu.
" Sialan kau Sam , susah sekali sih menarik perhatian kamu, tidak ada yang pantas bersanding dengan kamu selain aku , gadis paling cantik di kampus, dan aku pastikan aku akan mendapatkan kalian berdua ". Sungguh ambisi yang gila.
Zayna kembali menampakkan wajah manisnya. ia harus mengambil hati Mama Zila..agar dengan mudah ia bisa masuk ke dalam keluarga itu untuk menjadi menantu entah dengan Mahesa atau Samudra.
Acara masak memasak selesai....Mama Zila , Zayna dan di bantu olah bibi menata semua masakan itu ke meja makan.
" Ma , apa Kak Mahesa belum pulang kerja ?". tanya Zayna.
" Belum , mungkin sebentar lagi ".
" Oh ya Bi , tolong panggilkan Samudra , aku mau manggil suami aku ".
" Ma , biar aku saja yang memanggi Samudra ". Pinta Zayna.
" Eh enggak usah Na , kamu kan tamu...duduk saja tunggu di sini ".
Ini cewek kok enggak ada malunya , saudara bukan menantu bukan... batin Mama Zila, mulai tidak suka dengan Zayna.
Mama Zila dan bibi meninggalkan Zayna di meja makan sendirian.
Ihhh Mama Zila kok jadi nyebelin sih , aku kan sudah menawarkan diri, masa tidak di hargai sedikitpun ....gerutu Zayna.
Pucuk di cinta ulam pun tiba...Mahesa pulang , mendengar ucapan salam dari depan membuat Zayna langsung beranjak untuk menyambut calon suami idamannya.
" Kak Mahesa sudah pulang?". tanya nya sok akrab..padahal Mahesa tidak mengenalnya.
Mahesa berhenti sejenak, lalu memperhatikan Zayna, keningnya sedikit menyatu pertanda ia tengah berfikir siapa gadis ini.
" Kamu siapa ?". tanyanya kemudian.
Hah....Zayna sampai melotot, apa iya Mahesa melupakan dirinya .
" Kak Mahesa melupakan aku , aku teman nya Samudra , kita pernah bertemu waktu aku main ke sini ".
" Ohhh teman Samudra " merasa tidak ada urusan penting dengan gadis itu , Mahesa pergi begitu saja.
" Tunggu Kak...apa Kak Mahesa mau aku buatkan teh atau kopi , nanti biar aku antar ke kamar kak Mahesa ".
Mahesa menghentikan langkahnya , tapi ia tidak berbalik sedikitpun.
" Tidak perlu ". Tolak Mahesa...Gadis aneh , enggak jelas....gerutu Mahesa lirih.
Zayna kembali kecewa semua bantuan yang ia tawarkan di tolak Ibu dan anaknya. Ia harus cari cara lain....ini terlalu lama , sepertinya semua usahanya akan sia - sia , dan ia tidak bisa menunggu lagi , ia harus mendapatkan apa yang ia inginkan, karena Zayna tidak terbiasa di tolak.
Ia teringat dengan Papanya yang berteman dengan Papa Farid. ...senyum miring tersungging di bibirnya.
Malam ini juga Zayna mengutarakan keinginannya agar sang Papa mau menjodohkan dirinya dengan Mahesa.
Tentu saja Papa Zaka tidak langsung menuruti keinginan putri semata wayangnya itu. Alhasil Zayna mengancam akan bunuh diri dan ia sampai bersandiwara masuk rumah sakit demi melancarkan aksinya.
Papa Zaka akhirnya luluh, mau bagaimanapun hanya Zayna yang ia punya.
Dengan berlutut , Papa Zaka memohon pada Papa Farid.
" Tolong aku Rid , aku hanya punya Zayna ".
" Tapi masalahnya yang mau menjalani kan putraku Zak , aku tidak bisa mengambil keputusan begitu saja ".
" Demi persahabatan kita Rid...Zayna sekarang di rumah sakit , ia hampir saja melenyapkan nyawanya Rid, jika itu terjadi untuk apa lagi aku hidup Rid...".
" Bangunlah Zak, jangan begini...baiklah aku akan coba membujuk putraku ".
" Terima kasih Rid , terima kasih ".
Dan Mahesa lah yang akhirnya menjadi korban. " Aku enggak mau Pa ".
" Demi Papa Bian , Papa enggak mau jika kita di anggap turut andil dalam hilangnya nyawa seseorang ".
" Itukan maunya dia Pa , bukan urusan kita , pemaksaan itu namanya ".
Mama Zila pun diam , dia merasa kasihan pada sang putra.
" Kenapa tidak Samudra saja Pa , kan itu temannya ".
" Kok aku , aku masih kuliah Kak...enggak mau , lagian mau di kasih makan apa anak orang , dia juga maunya sama kalau bukan aku ". tolak Samudra.
" Demi kemanusiaan Bian , Papa juga enggak tega melihat Zaka sampai berlutut di kaki Papa ".
Setelah membujuk dengan berbagai cara akhirnya....
" Terserah Papa saja...tapi ingat aku enggak mau pernikahan ini di publis ke publik , kalau mereka menolak , ya sudah Papa tidak usah memikirkan lagi apa yang akan di lakukan gadis itu , itu bukan tanggung jawab Papa ". Mahesa langsung pergi begitu saja.
Seenaknya saja mengorbankan orang lain demi kebahagiaan putrinya sendiri.....tidak punya hati...Mahesa sangat kesal.
Bersambung....
Like , vote dan comment ya....yang mau kasih hadiah othor juga enggak nolak...😊👍🏻🙏😘
Besok minggu keknya othor libur...meng refresh otak biar bisa mikir lagi....🤭