" Liat saja nanti, akan ku buktikan kalo aku bisa berhasil !! " batin Hania. Kata kata mencemooh dari tetangga bagaikan makanan dan vitamin bagi Hania.
" Cerita tentang seorang gadis dari keluarga broken home. Yang tidak mau mengenal cinta karena perceraian orang tua. "
Tapi apakah hatinya baik baik saja ketika ada yang menawarkan cinta untuknya ?
Ini karya pertama.. dan sedang dalam review untuk kontrak dengan platform ini.
Cerita ini tidak terbit di platform lain...💙
Mohon dukungannya...Semoga berkenan..
Enjoy.. 💙💙
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ReeRee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Hari ini adalah hari pertama training. Setelah sehari sebelumnya mereka menjalani berbagai tes dan interview, akhirnya hari ini Hania dan ketiga temannya akan memulai hari baru mereka.
Walaupun wisuda akan dilaksanakan dalam waktu dua minggu, tidak membuat mereka patah semangat dalam mencicipi dunia kerja.
Hania udah siap dengan baju hitam putih, dengan model simple tapi tidak mengurangi kecantikan Hania. Make up naturalnya membuat wajah Hania semakin bersinar.
Mami Naya sudah menyiapkan sarapan dan bekal makan siang bagi putrinya.
" Makasih mi udah nyiapin sarapan.. Harudnya aku loh mi.." kata Hania sambil mencium pipi maminya.
" Gapapa sayang..mama senang koq.." Mami Naya tentu saja senang bisa mengurus putrinya dimana dia sudah kehilangan waktu selama 20 tahun bersama putrinya. Sedangkan Herry sesekali datang ke rumah mami Naya karena tidak mau meninggalkan opa dan oma Tjipta.
" Ini bekal makan siang yah, nanti bisa makan bareng teman teman kamu.." Kata Mami Naya seraya memberikan bungkusan kotak makanan.
" Ish..mami repot repot, disana ada foodcourt mi..banyak makanannya. Harga juga terjangkau mi..: Kata Hania
" Gapapa..selama sebelum kalian gajian, nanti mami yang akan siapin bekal kamu.
" Yaudah..mami is the best.." ucap Hania seraya memberikan kedua jempolnya
" Oh iya Han, mami sama mami Tia mau buka resto jadinya.." ucap mami Naya
" Oh ya? bagus donk mi.. Hania dukung.." kata Hania
" Lagi cek lokasi dan supplier bahan bahan makanan.. Jadi mami akan agak sibuk.."
" Gapapa mi...Hania juga seharian di kantor, jadi gak ngaruh ngaruh banget mi..kalo ada yang bisa Hania bantu info aj yah mi.."
" Tenang aja, mami Tia punya orang kepercayaannya yang bantu kami.. Kamu kan udah bersedia bantu klinik Rama.. Nanti kamu pasti bakal kurang waktunya.."
" Oh iya..Hania sampe lupa mi.." ucap Hania mengiyakan
Triiirt...triirt.
" Mereka udah jemput mi.. Hania mau ambil tas dulu..." ucap Hania
Saat Hania masuk ke kamar untuk mengambil tas, tiba tiba perutnya mulas. Akhirnya dia pergi ke kamar mandi untuk menuntaskan rasa mulas tersebut.
Setelah selesai urusan di kamar mandi, Hania keluar dari kamar terburu buru dengan menenteng tas dan mengambil tas bekal yang sudah disiapkan mami Naya.
" Mi...Haa..nia...berangkat du...lu.. " Hania terbata bata berpamitan karena kaget ada Rama yang sedang duduk di sofa.
" Eh..ini Hania udah siap...ya udah kalian jalan, takutnya makin siang, trus kejebak macet malah telat...Anak baru harus kasi contoh yang baik.." ucap mami Naya
Rama juga berdiri dan salim dengan mami Naya begitu juga Hania masih dengan tatapan bingung.
FLASHBACK ON
Setelah Sierra tiba di depan rumah Hania, dia mengklakson mobilnya dua kali.
Satu menit kemudian tiba tiba kaca pintu mobil samping Sierra diketuk seseorang.
Sierra pun segera membukanya karena melihat atasannya yaitu Rama.
" Selamat pagi pak..." ucap Sierra, Vina dan Vey
" hem...pagi" balas Rama datar
" Ada apa pak ? Mau bareng ?" tanya Sierra asal karena dia bingung kenapa masih pagi begini Rama sudah ada di depan rumah Hania juga.
" Kalian langsung jalan aja ke kantor. Nanti kalian terlambat..." Ucap Rama
" Tapi Hania..." tanya Vina
" Hania nanti bareng saya...udah jalan aja..."
" Ooh..eh..begitu..baik pak..duluan yaah...marii." jawab Sierra bingung tetapi tetap melajukan mobilnya meninggalkan rumah Hania.
FLASHBACK OFF
" Buruan Hania..jangan bengong.." Ucap Rama
" eeh...iya..iya.." Hania gelagapan karena ternyata dia terdiam di depan pintu mobil Rama. Mungkin bingung dan merasa tidak nyaman harus semobil dengan Rama.
Kemudian Hania masuk ke tempat duduk depan. Tetapi lupa memakai seatbelt, maklum aja..jantungnya sedang tidak baik baik saja. Perasaannya campur aduk. Malu, kuatir dan bingung. Susah di ungkapkan sehingga membuat Hania diam.
" Seatbelt please..." Ucap Rama yang melihat Hania bengong
" Ckkk...malah bengong.." Rama melepas seatbeltnya, dan memajukan badannya ke samping untuk membantu memasangkan seatbelt Hania
Hania yang gak sadar apa yang terjadi. Pikirannya bener bener kacau, hingga tiba tiba terasa bibirnya seperti disentuh dengan sesuatu yang kenyal dan basah.
Degg..degg..deggg
" Apa ini..." Hania kaget dan akhirnya sadar, wajah Rama ada di depan dia dan sangat dekat hingga Hania bisa melihat isi mata Rama.
" Apaaan sih..." Hani mendorong badan Rama dan memegang bibirnya, sambil menatap Rama dengan garang.
"Oh no..my first kiss.." Gumam Hania kesal tapi masih terdengar oleh Rama
Rama hanya tersenyum tipis karena menurutnya Hania gemesin.
Tok..tok..tok
Tiba tiba kaca mobil Rama diketuk dari luar. Rama menurunkan pintu kacanya karena ada mami Tia dan Mami Naya disana.
" Apa mi ?" tanya Rama
" Koq belum berangkat ?" tanya Mami Tia
" Ini mau berangkat.." Jawab Rama
Mami Tia tersenyum ketika melihat wajah Hania yang memerah.
" Kamu apain Hania ?" bisik mami Tia
" Paan sih mi.." Jawab Rama agak malu tapi tetap memasang wajah dingin.
" Kami jalan yaah..Assalamualaikum.." Ucap Rama berpamitan
" Walaikumsalam.." Jawab Mami Tia dan Mami Naya
Setelah mobil Rama menjauh, tiba tiba mami Tia memeluk mami Naya.
" Naaay..kayaknya kita bakal beneran besanaaan....semogaaa..." seru mami Tia
" Amiiin Tia...semoga dilancarkan.."