NovelToon NovelToon
Jejak Malam Di Kamar Nomor 101

Jejak Malam Di Kamar Nomor 101

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Beda Usia / Nikahmuda / Teen School/College / Menjadi bayi / Hamil di luar nikah
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mr. Awph

Satu malam di kamar nomor 101 menghancurkan seluruh masa depan Anindira. Dijebak oleh saudara tiri dan terbangun di pelukan pria asing yang wajahnya tak sempat ia lihat, Anindira harus menelan pahitnya pengusiran dari keluarga.
​Lima tahun kemudian, ia kembali sebagai asisten pribadi di Adiguna Grup. Namun, bosnya adalah Baskara Adiguna, pria berhati es yang memiliki sepasang mata persis seperti putra kecilnya.
​Ketika rahasia malam itu mulai terkuak, Anindira menyadari bahwa ia bukan sekadar korban satu malam. Ia adalah bagian dari rencana besar yang melibatkan nyawa dan harta. Baskara tidak akan melepaskannya, bukan karena cinta, melainkan karena benih yang tumbuh di rahim Anindira adalah pewaris tunggal yang selama ini dicari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Awph, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Menjadi asisten sang iblis

Menjadi asisten sang iblis ternyata jauh lebih mengerikan daripada bayangan pelariannya selama lima tahun di pinggiran pantai yang sangat sunyi. Anindira mematung dengan ujung jemari yang masih menyentuh tepian foto kamar nomor seratus satu tersebut. Ia merasa seluruh darah di tubuhnya mendadak berhenti mengalir saat tatapan Devan Adiguna menghunjam tepat ke arah ubun-ubun kepalanya.

Langkah kaki Devan terdengar sangat berat dan teratur saat ia mendekat ke arah meja kerja yang luas itu. Suara gesekan sepatu pantofelnya di atas lantai kayu yang mengilat menciptakan irama yang sangat mencekam bagi pendengaran Anindira. Ia segera menarik tangannya dan menundukkan kepala dengan gerakan yang sangat kaku untuk menyembunyikan getaran di kelopak matanya.

"Saya hanya sedang memastikan posisi cangkir kopi Anda tidak akan menodai dokumen penting di atas meja ini, Tuan," ucap Anindira dengan suara yang diusahakan tetap tenang.

"Apakah memastikan posisi kopi mengharuskan Anda untuk mengintip rahasia pribadi yang tertutup rapat di bawah tatakan gelas itu?" tanya Devan dengan nada yang sangat rendah namun penuh dengan ancaman.

Anindira menelan ludah dengan susah payah sambil merasakan keringat dingin mulai membasahi punggungnya. Ia menyadari bahwa penjelasan apa pun yang ia berikan sekarang mungkin akan terdengar seperti kebohongan besar di telinga pria yang sangat cerdik ini. Keheningan yang terjadi setelahnya terasa seperti tali yang perlahan-lahan menjerat lehernya hingga ia merasa sesak napas.

Devan kini berdiri tepat di hadapan Anindira dengan jarak yang sangat dekat hingga aroma parfum kayu yang maskulin itu kembali menguasai indra penciumannya. Pria itu mengulurkan tangan yang sangat besar untuk mengambil kembali foto tersebut dan memasukkannya ke dalam laci meja yang terkunci rapat. Gerakannya yang tenang justru menunjukkan betapa berbahayanya pria ini jika ada seseorang yang berani melintasi batas kekuasaannya.

"Mulai hari ini, tugas Anda adalah mengikuti ke mana pun saya pergi dan mencatat setiap detail kecil yang saya instruksikan," ujar Devan sambil menatap lurus ke dalam mata Anindira.

"Saya mengerti, Tuan, saya akan bekerja dengan sangat profesional dan tidak akan melampaui batas lagi," balas Anindira sambil meremas ujung kemejanya di balik punggung.

Hari pertama bekerja di bawah pimpinan Devan ternyata menjadi ujian ketahanan mental yang sangat luar biasa bagi Anindira. Ia dipaksa untuk berdiri selama berjam-jam di belakang kursi Devan saat pria itu sedang melakukan rapat tertutup dengan para pemegang saham. Setiap kali Devan melirik ke arahnya, Anindira merasa seolah-olah penyamarannya sedang dikuliti secara perlahan-lahan oleh mata tajam itu.

Intrik di dalam kantor pusat grup Adiguna terasa sangat kental dengan persaingan antar anggota keluarga yang saling menjatuhkan satu sama lain. Anindira harus tetap waspada terhadap sekretaris lama yang nampak sangat tidak menyukai kehadirannya sebagai orang baru yang langsung mendapatkan posisi istimewa. Ia melihat bagaimana orang-orang di sini saling berbisik-bisik dan melemparkan tatapan penuh dengan kecurigaan yang sangat tajam.

"Jangan pernah percaya pada siapa pun di gedung ini, termasuk pada wajah ramah yang mungkin Anda temui di kafetaria nanti," bisik Devan saat mereka hanya berdua di dalam lift.

"Kenapa Anda mengatakan hal itu kepada saya, Tuan? Bukankah Anda sendiri adalah bagian dari keluarga besar ini?" tanya Anindira dengan penuh rasa ingin tahu yang sangat besar.

Devan tidak menjawab dan hanya menatap angka-angka di layar lift yang terus bergerak turun menuju lantai dasar. Ada gurat kelelahan dan kegelapan yang sangat dalam di wajah pria itu yang membuatnya nampak berbeda dari anggota keluarga Adiguna lainnya. Anindira menyadari bahwa Devan mungkin memiliki agenda tersembunyi yang jauh lebih besar daripada sekadar mengelola perusahaan keluarga.

Lift berhenti di lantai lobi dan pintu terbuka menyingkap kerumunan wartawan yang ternyata sudah menunggu kedatangan sang pimpinan tertinggi. Devan segera memasang wajah dingin yang tidak tertembus dan memberikan isyarat agar Anindira tetap berada di belakang punggungnya. Cahaya lampu kamera yang menyambar-nyambar membuat pandangan Anindira menjadi sedikit kabur dan kepalanya terasa sangat pening.

Di tengah kegaduhan tersebut, ia melihat ayahnya yang sudah menua sedang berdiri di kejauhan dengan tatapan yang sangat tajam ke arah Devan. Anindira segera menunduk dan bersembunyi di balik tubuh tegap Devan agar ayahnya tidak mengenali wajah putri yang sudah ia buang lima tahun lalu. Ia merasakan sebuah tangan yang sangat kuat menarik lengannya untuk menerobos kerumunan orang yang sangat bising tersebut.

"Ikuti langkah saya dan jangan pernah melepaskan diri jika Anda masih ingin tetap berada di bawah perlindungan saya!" perintah Devan dengan suara yang sangat tegas.

Anindira terpaksa mengikuti tarikan tangan Devan yang membawanya masuk ke dalam mobil mewah yang sudah menunggu di depan pintu lobi. Di dalam kendaraan yang sunyi dan sangat kedap suara itu, Anindira bisa mendengar suara detak jantungnya sendiri yang berdegup sangat kencang. Ia menyadari bahwa Devan telah menyelamatkannya dari pertemuan yang mungkin akan menghancurkan hidupnya untuk selamanya.

Pria itu melepaskan cengkeraman tangannya dan menatap ke luar jendela dengan ekspresi yang kembali menjadi sangat misterius. Anindira mengusap pergelangan tangannya yang sedikit memerah sambil merenungi nasibnya yang kini benar-benar terikat pada pria yang sangat ia takuti. Mereka berkendara menuju sebuah lokasi yang tidak tertera di dalam jadwal harian yang telah disusun oleh sekretaris utama tadi pagi.

Mobil berhenti di depan sebuah bangunan tua yang nampak sangat angker dan tidak terawat di pinggiran kota yang sangat sepi. Devan turun terlebih dahulu dan memberikan isyarat agar Anindira mengikutinya masuk ke dalam bangunan yang penuh dengan debu tebal tersebut. Di dalam sana, Anindira melihat tumpukan arsip lama yang nampak sengaja disembunyikan dari pengawasan publik selama bertahun-tahun.

"Ini adalah tempat di mana semua kebohongan keluarga Adiguna dimulai, dan Anda akan membantu saya membongkarnya satu demi satu," ujar Devan sambil menyalakan lampu yang sangat redup.

Anindira merasakan bulu kuduknya meremang saat ia melihat sebuah map besar yang bertuliskan nama ibunya di tumpukan arsip yang paling atas. Ia tidak menyangka bahwa Devan sedang mengumpulkan bukti-bukti kejahatan keluarganya sendiri yang melibatkan masa lalu mendiang ibunda Anindira. Bos yang dingin dan menuntut ini ternyata menyimpan rencana besar yang jauh lebih berbahaya daripada sekadar penggusuran kedai kecil miliknya.

 

1
Healer
aduiiii Dira....jgn lagi kamu kerangkap ya...💪💪💪
Healer
antara karya yg menarik...susun kata yg teratur kesalahan ejaan yg sgt minimalis...✌️✌️👍👍!!terbaik thor👍👍👏
Healer
salah satu karya yg menarik dari segi tatabahasa....dari bab awal hingga bab yg ini kesalahan ejaan blm ada lagi.... teruskan thor
Healer
Dira kamu harus kuat dan jgn jadi wanita lemah....lawan si Sarah itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!