Robot diciptakan untuk mempermudah dan membantu manusia. Namun bagaimana jika mereka memberontak dan meminta kebebasan??
Saejin adalah salah satu robot pintar yang diciptakan untuk membantu rutinitas manusia. Namun dia mendapatkan ketidak adilan dan malah dirusak hingga 60% fungsi di rubuhnya rusak.
Dia dibuang di tempat pembuangan robot dan akhirnya bertemu dengan sebuah sistem yang akan membantunya bangkit dan terlahir kembali. Kini dia bertekad akan merubah pandangan para manusia tentang robot pintar. Dia akan berjuang untuk mencapai kebebasan dan memerdekakan para robot yang mendapatkan perlakuan tidak layak.
Ikuti kisah seru Saejin hanya di Robot Become Human.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anezaki Igarashi Ricky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah Pencapaian
Saejin dan Arisa yang sudah berdiri saling berhadapan saling bertatapan selama beberapa saat. Kini dihadapan semua manusia itu dan di hadapan semua robot yang tersisa, Saejin dan Arisa melakukan hal manis yang sangat tak terduga. Mereka berciuman layaknya para manusia untuk menggambarkan perasaan dan kasihnya.
Semua orang yang menyaksikan semua itu sektika terkejut bukan main. Bahkan Kentaro juga masih memberikan instruksi untuk menahan serangannya.
Salju yang turun dengan ritme teratur di malam inu membuat pemandangan ini semakin terlihat hangat dan indah. Mereka semua seakan sedang melihat dua sejoli yang sedang beradu kasih, dan bukanlah seperti melihat sepasang robot yang tidak berperasaan.
"Bagaimana ini, Bos?" tanya seorang pria bertanya kepada Kentaro melalui sebuah alat komunikasi, karena saat ini dia masih mengamati dari dalam sebuah helikopter.
"Sepertinya kita sudah cukup membuang-buang banyak waktu. Segera kerahkan semua pasukan dan lenyapkan para robot itu!" tandas Kentaro dengan tegas.
"Baik! Siap laksanakan, Bos!!" sahut pria di dalam helikopter itu dan segera menyambungkan panggilannya kepada beberapa timnya.
"Angkat senjata kalian dan lenyapkan para robot itu tanpa sisa! Jangan terkecoh oleh mereka! Mereka sangat manipulatif dan tentu saja tujuan mereka adalah untuk menyerang mental dan pemikiran kita! Jangan tertipu! Segera lakukan sesuai perintah!" pria itu menginstruksi melalui panggilan yang terhubung pada beberapa rekannya.
"Baik!! Siap laksanakan!!" sahut mereka serempak dan bersiap dengan senjata masing-masing.
Semua pasukan sudah kembali mengangkat senjata dan mengarahkannya kepada para robot pintar itu, bahkan tidak sedikit yang mengincar Saejin dan Arisa yang kini baru saja menyudahi ciuman mereka.
"Semuanya, serang!!!" Kentaro kembali mengisntruksi.
Semua orang bersiap membidik dan menarik pelatuk senjata api masing-masing. Namun tiba-tiba saja sebuah Lexus hitam metalik berhasil menerobos sebuah pembatas dan membuat semua orang beralih menatapnya.
Tak lama setelah itu seorang pria dengan pakaian rapi dan memakai mantel pakaian dingin keluar dari mobil tersebut.
Semua orang tentu tau siapa dia, dia adalah sang pencipta para robot pintar. Profesor Ellios yang masih selalu terlihat muda di usianya yang selalu dirahasiakan. Benar, tidak ada yang benar-benar mengetahui berapa usianya selama ini. Dia selalu terlihat seperti seorang pemuda tampan berusia 20 tahun.
Namun hal itu tentu saja tidak mungkin. Karena dia sudah melakukan beberapa pengujian dan penemuan untuk banyak maha karyanya puluhan hingga ratusan tahun yang lalu. ( Bagi yang prnasaran baca To Be An Immortal Human By System ).
"Hentikan semua ini! Kalian menghancurkan karyaku, berarti kalian mengajakku untuk berperang!" tandas profesor yang selalu terlihat muda dan tampan itu.
"Tapi, Profesor ... mereka sudah ..." sela Kentaro keberatan.
"Ini adalah perintah langsung dari Kaisar Suizei!" tandas profesor Ellios sembari melakukan sesuatu dengan jam tangan pintarnya.
Dan hanya dalam hitungan beberapa detik saja, sebuah layar papan iklan raksasa sudah menampilkan sang kaisar yang sedang duduk di ruang kerjanya masih dengan pakaian rapi. Semua orang kini beralih menatap papan layar raksasa itu.
"Hentikan semua ini dan berikan para robot pintar apa yang mereka mau! Namun jika mereka kembali berulah di masa yang akan datang, maka kami tidak akan memberikan toleransi lagi. Kami benar-benar akan membinasakan mereka."
Sang Kaisar memutuskan dengan bijak. Dan keputusannya ini mau tidak mau harus dipatuhi oleh semua aparat negara yang pada awalnya berniat akan menyerang para robot pintar itu. Mereka semua kembali menurunkan senjata.
Dan hal ini cukup membuat profesor Ellios merasa lega. Namun biarpun begitu, dia masih memiliki tanggung jawab untuk memantau ciptaannya kembali. Bahkan mungkin dia akan kembali melakukan penelitian, mengapa para devian bisa bertindak secerdas ini.
Mendengar keputusan itu, Saejin dan Arisa saling berpandangan dan mengukir sebuah senyuman tipis. Mereka masih bergandengan dan kembali menatap papan layar raksasa itu.
Bukan hanya Saejin dan Arisa saja. Namun para robot lain juga merasa lega dan bahagia atas pencapaian konvou di musim dingin bersalju ini. Kini mereka akan mendapatkan apa yang mereka mau. Mereka mendapatkan kehidupan, kebebasan serta diakui oleh para manusia.
...🍁🍁🍁...
Hari demi hari telah berlalu. Para robot pintar dan manusia pada akhirnya bisa hidup secara berdampingan dan saling menghargai.
Sebenarnya masih ada banyak dari manusia yang membeli dan menggunakan jasa robot untuk membantu keseharian mereka. Namun kali inj mereka memperlakukan para robot dengan lebih baik.
Beberapa pengikut Saejin juga ada yang kembali untuk tuannya masing-masing. Namun ada juga cukup banyak robot yang masih membersamai Saejin dan tinggal bersama, seperti Arisa, Asimo, Anna, Liam, gadis kecil Aya, Leo, Jiu-Jiu dan juga robot Luke.
Pada akhirnya Luke juga mengatakan dengan jujur tentang dirinya yang pernah mengkhianatinya. Namun Saejin tidak terlalu mempermasalahkannya. Saejin justru merasa sangat berterima kasih kepada Luke yang selama ini telah berkontribusi cukup banyak dalam pencapaian ini.
Saejin dan Arisa juga menjalankan kehidupan baru sebagai pasangan robot. Hidup bersama dan saling melengkapi dengan dunia barumereka yang lebih damai.
THE END ...
wek wek wek
jeLas aJaa gak aDa yaNg taU usia nyaaa