NovelToon NovelToon
Mengubah Cinta Masa Lalu

Mengubah Cinta Masa Lalu

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:442.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sia Masya

Aku yang dikhianati sahabat dan suamiku kembali ke masa lalu. Aku tidak ingin memiliki hubungan apapun dengan mereka lagi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sia Masya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28(Pov Dinda)

Hari ini aku dan Leo piket kelas bersama, walau sebenarnya masih ada satu anggota yang kurang. Dia adalah Lani. Lani sedang sakit jadi mau atau tidak kami berdua yang harus menyelesaikan nya. Anak-anak sudah membagi piket kelas tiga minggu sebelumnya dan itu pun dengan undian. Aku sempat meminta Loly dan Sita menungguku, tetapi mereka tidak bisa karena ada urusan lain. Ya sudah lah, apa boleh buat. Lagian tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Aku mengambil sapu dan membersihkan ruangan itu dari setiap sudut. Leo keluar sebentar, katanya ingin mengambil alat pel di ruangan perlengkapan.

"Leo lama sekali, sudah lewat lima belas menit aku menunggu nya. Ruangan itu kan nggak terlalu jauh dari sini. Apa aku susul saja dia? Siapa tau dia mengulur-ulur waktu karena ingin bermalas-malasan dan membiarkan aku mengerjakan semuanya sendiri." Aku segera pergi ke ruangan tersebut yang hanya melewati tiga kelas saja.

"Ada kah orang di luar? Bisa bantu aku."

Itu suara Leo, sebentar apa yang terjadi padanya?

"Leo."

"Oh syukurlah kamu datang. Dinda tolong bukakan pintunya. Aku terkunci. Dari tadi aku berusaha membukanya tetapi tidak bisa."

"Bagaimana kamu bisa terkunci?"

"Aku juga nggak tahu."

Aku segera mengayun-ayunkan gagang pintu dengan sekuat tenaga tetapi tetap saja tidak terbuka.

"Sepertinya pintu ini rusak. Tunggu di sini aku akan mencari bantuan."

"Jangan lama-lama."

Aku melihat ke setiap lorong berharap ada siswa atau guru yang belum pulang.

"Kayaknya memang sudah tidak ada orang. Gimana ya cara membuka pintu nya." Aku semakin bingung. Akan tetapi aku tidak menyerah. Aku berusaha memikirkan cara lain agar pintunya bisa terbuka.

"Kenapa kamu belum pulang?" Suara seseorang yang muncul tiba-tiba dari belakang membuat ku kaget.

"Pak Ilham." Aku tersenyum lega. Pak Ilham sendiri adalah seorang penjaga sekolah yang bertugas mengunci pagar sekolah saat semua siswa sudah pulang.

"Itu pak saya memerlukan bantuan bapak."

"Bantuan apa?"

"Teman saya terkunci di ruangan perlengkapan kebersihan."

"Benarkah? Mari kita periksa."

Pak Ilham dan aku berjalan menuju tempat Leo terkunci.

"Bagaimana bisa?" Pak Ilham membuka pintu tersebut dengan kunci cadangan.

"Saya juga nggak tahu pak." Jawab Leo setelah ia berhasil keluar.

"Apa yang kalian berdua lakukan di sekolah. Ini sudah waktunya pulang. Jangan berbuat yang macam-macam, nanti saya laporkan ke kepala sekolah."

"Jangan salah paham pak. Kami ada tugas piket kelas jadi belum pulang." Aku menjelaskan pada pak Ilham agar ia tidak berpikiran yang aneh-aneh tentang kami.

"Oh begitu, saya kira kalian pacaran di sekolah. Apa kalian berdua saja yang piket hari ini?"

"Sebenarnya ada teman kami satu lagi, tapi hari ini dia tidak masuk karena sakit."

"Baiklah kalau begitu. Cepat selesaikan tugas kalian, setelah itu langsung pulang ke rumah masing-masing."

"Baik Pak. Sebelumnya kami ingin berterima kasih atas bantuan bapak."

"Tidak masalah. Pintu ini memang rusak, jadi sebelum mau mengambil sesuatu di dalam kamu harus menahan pintunya terlebih dahulu." Jelas pak Ilham.

"Sepertinya saya harus menulis peringatan dan menempelkan nya di depan pintu. Takutnya nanti anak-anak lain yang nggak tahu mendapat masalah sama seperti kamu." Tambah pak Ilham

Pak Ilham meninggalkan kami berdua karena ia masih harus memeriksa kelas lain.

Aku dan Leo berjalan bersama ke kelas untuk melanjutkan tugas kami yang sempat tertunda. Setelah selesai kami pulang bersama-sama.

"Kamu di jemput nggak?"

"Nggak tahu juga, tapi pasti di jemput."

"Ummm,, bagaimana kalau aku anterin kamu." Aku berpikir sejenak. Apa aku terima saja ajakan Leo. Kalau Leo pergi lebih dulu maka aku akan menunggu sendirian di sini. Dan aku nggak begitu berani untuk menunggu sendirian. Lagian tidak ada salahnya menerima tawaran Leo.

"Baiklah, tapi aku harus mengabari sopir ku dulu. Takutnya dia malah ke sini dan mencariku." Leo mengangguk setuju. Aku segera menelpon pak Jodi.

"Halo pak," Sapaku saat suara pak Jodi mulai terdengar.

"Iya nona ada apa?"

"Pak Jodi di mana sekarang?"

"Saya lagi di kantor nona, mau berangkat ke situ untuk menjemput anda."

"Tidak usah pak. Saya sudah dalam perjalanan pulang."

"Baiklah nona, nanti saya akan sampaikan pada tuan." Aku segera mematikan panggilan tersebut.

"Ayo berangkat!" Aku segera naik ke atas motor gede merah milik Leo.

"Pegangan ya."

"Aku sudah pegangan kok." Jawab ku sambil meremas kuat punggung jaket Leo.

"Kamu yakin pegang di situ bakal aman?"

"Aman. Aku nggak bakalan kenapa-napa." Leo menarik kedua tanganku dan di aturnya untuk melingkari pinggangnya. Sungguh sebuah tindakan yang tak pernah ku duga. Jantungku bahkan berdebar dengan sangat cepat akibat tindakannya itu. Aku berharap Leo tidak mendengar suara detak jantungku. Tapi aku juga sedikit gugup mengingat kembali saat Loly membonceng ku. Semoga saja cara dia membawa motornya tidak sekencang Loly. Namun perkiraan ku itu salah. Leo bahkan membawa motornya lebih maju dari Loly.

"Pelan- pelan." Permintaan yang berulang kali aku katakan tidak di dengarnya. Apa mungkin karena dia bawanya terlalu cepat jadi suara ku nggak terdengar jelas di telinganya? Padahal aku berteriak dengan sekuat tenaga. Bagaimana mungkin dia tidak dengar.

Ah, sudahlah. Aku memilih pasrah. Aku bersandar padanya sambil menutup kedua mataku, berharap agar kami cepat sampai rumah.

1
Nana Niez
ini konsepnya gimana sih,,
Nana Niez
lhow gimana sih,, bukannya km yg mati ketabrak dinda,, kok jdi lex
RenSya: Makasihh udah mau berkomentar. Sebenarnya di kehidupan lampau, kejadian itu adalah pertemuan pertama Lex dan Dinda. Di saat lampau Dinda pernah menolongnya, dan mereka menjadi dekat karena hal itu. Dan niatnya Dinda tidak ingin menolongnya, namun karena bayangan kematian Lex yang muncul, dia merasa tidak tega. Jadi itu cuman bayangan Dinda saja ya, Lex tidak jadi mati, baik di kehidupan saat ini maupun kehidupan lampau. Karena Dinda menyelamatkan nya🥰

Mohon dukungannya mbak🙏
total 1 replies
Nana Niez
aq sempet berpikir jgn jgn leo hantu,,, hihihi😁😁😁😁ternyata anak baru
Nana Niez
hadeh sekali,, knp g lgs maen dobrak atau sewa detektif katanya orang kaya
Risna Murni
leo yg nabrak ya
Winny Anpooh
Luar biasa
Annida Annida
bagus, lanjut thor
Tatun Tania
Luar biasa
papua
lanjut
D_Mayanti
Luar biasa
Maria Magdalena Indarti
bagus
Maria Magdalena Indarti
semangat
Maria Magdalena Indarti
semangat Dinda buat hidupmu bahagia
Endang Supriati
lagian msh sma aja pacaran! sekolah aja yg bener!! terus kuliah sampai selesai.
ansk perempuan klu pacaran RUSAKKKK.
Alfaris Crispy
aku yg tingginya 165..bb 65..udah kaya samsak.. apalagi yg 150 udah kaya bola... thor tambah lg pengetahuan nya...biar makin updol..novelnya
RenSya: Diterima masukannya
Maaf jika banyak kurangnya🙏
total 1 replies
paty
emang di kehidupan sebelumnya dinda tdk ingat dg leo
paty
dinda dr awal lo sdh dibohongi sm lex n gak tau jg knp lex nikahi lo
Nurlaili hasanah Laili
kelanjutan ceritanya kmana y...alex sama alice
RenSya: Makasih sudah mau berkomentar
Di sini Dinda tidak ingin terlibat lagi dengan masa lalunya.
Dia tidak ingin punya hubungan lagi dengan Lex maupun Alice.
total 1 replies
Ni Ketut Patmiari
duh kasian bgt...
Ni Ketut Patmiari
🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!