NovelToon NovelToon
Mati Rasa

Mati Rasa

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Selingkuh / Anak Yatim Piatu / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:144.7k
Nilai: 5
Nama Author: Serra R

Terlahir menjadi anak yang terbuang tak membuatnya berkecil hati. Semangat yang dimilikinya kembali berkobar kala melihat banyaknya orang yang menyayanginya.

Namun dunianya berubah kala dirinya memutuskan untuk menikah. Meski harus merasakan kepahitan akan cinta pertamanya. Denisa tetap bisa bertahan meski pada akhirnya dia memilih mematikan hatinya demi membuang rasa sakitnya.

~Kau tak pernah tahu perihnya luka yang tak nampak namun terasa sangat menyayat jiwa. Jika luka gores itu akan hilang dengan sendirinya namun tidak dengan luka hati, sampai kapanpun dia akan tetap kekal abadi.... Denisa

~ Kuakui aku bodoh. Seharusnya aku menggunakan akal dan hatiku bukan menggunakan emosiku... Raka.

Bagaimana kisah mereka mengarungi biduk rumah tangga dengan bayang bayang cinta lain yang masih melekat di hati Raka.
Mampukah Denisa kembali merasakan cinta dalam hatinya yang telah mati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serra R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 Kejutan untuk Citra.

Penyakit hati yang paling membahayakan adalah iri dan dengki. Tak pernah ada obatnya dan tak dapat dideteksi oleh alat tercanggih sekalipun.

Bahkan para ahlipun tak dapat menemukan obat dari segala penyakit yang ditimbulkan oleh hati. Sedangkan penyakit semematikan apapun akan sedikit berkurang dan tertolong dengan adanya kesehatan hati.

**************

Citra membalikkan badannya ingin kembali masuk ke dalam setelah beberapa waktu menghabiskannya dalam kesendirian disini.

"Lo, sejak kapan kamu disini?" ucapnya sedikit terbata ketika melihat Rico sudah berdiri disana.

"Ikut aku!!"

Pemuda itu tak menjawab, namun dia tetap mengikuti kemana Rico membawanya. Tangan yang saling bergandengan itu tak luput dari tahapannya.

Di taman belakang keduanya berhenti dengan Rico yang meminta Citra untuk menutup matanya sebentar.

"Sudah, kamu bisa buka matamu."

Dengan perlahan Citra membuka matanya. Hal yang pertama dilihatnya tentu wajah Rico yang sedang tersenyum padanya. Di edarkan pandangan ke segala penjuru taman. Citra terbengong dengan mulut sedikit menganga.

"Selamat ulang tahun."

Suara Rico menyadarkan keterkejutan Citra. Gadis itu menatap wajah tampan Rico tak percaya. Dia sendiri saja telah lupa dengan ulang tahunnya. Mungkin karena memang tak pernah memperingatinya atau hari itu mengingatkannya sebagai anak yang lahir tanpa pernah diinginkan.

20 tahun yang lalu, tepat dihari kelahirannya. Seorang lelaki membawa bayi mungil yang baru saja dilahirkan beberapa jam yang lalu. Lelaki tersebut dengan sangat sadar menyerahkan bayi mungil itu ke tangan pemilik yayasan yang tak lain adalah bu Rahma sendiri.

Tanpa pesan yang jelas lelaki itu meninggalkan bayi merah tersebut. Hanya nama Citra Sudirga yang sempat lelaki itu ucapkan sebagai nama kepada bayi perempuan yang nampak terlelap dengan tenang. Sejak saat itulah kehidupan Citra kecil dimulai.

Dan dari situ pulalah pemilik panti tak pernah mengajukan Citra jika ada keluarga kurang beruntung datang untuk mengadopsi. Dengan harapan akan ada keluarga dari si bayi kembali datang untuk menjemputnya.

"Ta.. tahu dari mana?" Tanyanya dengan mata yang sudah berkaca kaca.

"Tak penting aku tahu dari siapa." Rico mendekat, pemuda itu mengikis jarak dan menghapus air mata yang mulai bergulir di kedua pipinya.

"Jangan menagis, ini adalah hari bahagiamu. Jadi tersenyumlah dan tunjukkan pada dunia bahwa seorang Citra bukanlah gadis yang lemah."

Citra tak lagi mampu membendung air matanya. Biarlah dia berubah menjadi gadis cengeng untuk kali ini. Dia benar-benar rapuh dan butuh sandaran. Di tenggelamkannya wajahnya ke dada bidang Rico yang balik memeluknya. Dengan perlahan di usapnya punggung yang bergetar karena tangis itu.

"Jangan bersedih, karena kau tak sendiri. Kau tahu, ada aku, kak Nisa, Rena dan Radit yang tentu saja menyayangimu. Kuat dan tegarlah menghadapi semuanya. Jangan memaksakan diri jika memang tak mampu tapi bertahanlah jika memang kau yakin semuanya bisa kau raih."

Rico memang menghilang beberapa saat lalu. Disaat dirinya akan mengajak sang adik juga Radit untuk menyiapkan kejutan untuk Citra disitu pulalah dia melihat bagaimana kedua orang itu sedang terlibat pembicaraan yang entah apa. Menyaksikan keseriusan sang adik pada akhirnya Rico memilih pergi dan menyiapkan kejutan sendiri. Meski hanya sederhana namun dia bisa berbangga diri untuk itu.

"Aku takut!!" Ucapan Citra meskipun lirih masih mampu didengar oleh Rico yang masih setia mendekap gadis itu.

"Takut? takut apa?" Tentu saja Rico mengernyit bingung.

"Aku takut kehilangan kasih sayang kalian. Aku takut kalian tak lagi bisa menggenggam tanganku dan aku takut sendiri."

Rico semakin mengeratkan pelukannya. Dia yang memang hidup dalam kasih sayang keluarga yang utuh tentu tak pernah mempunyai pemikiran seperti itu. Sebelum kejadian besar yang mengguncang keharmonisan keluarganya dengan hadirnya orang ke tiga yang tak lain adalah ibu dari kekasih kakak nya sendiri.

Meski kehancuran itu nyata dengan berakhirnya perceraian antara ke dua orang tuanya. Namun baik Rico dan Rena tak pernah kehilangan kasih sayang terutama dari sang mama yang menyayangi mereka lebih dari apapun.

Tak lagi memiliki seorang ayah tak membuat mereka jatuh. Karena jauh beberapa tahun sebelum terkuaknya penghianatan sang ayah, lelaki itu sudah jarang menunjukkan kasih sayangnya sebagai orang tua.

"Kau bisa mengandalkan ku. Aku pastikan akan selalu ada untukmu, entah sebagai teman saudara atau apapun itu yang penting kau nyaman. Jangan bersedih lagi karena hidup harus tetap berjalan apapun yang terjadi bukan?"

Anggukan kepala akhirnya Citra berikan. Hanya terdengar isakan kecil namun Rico lagi lagi langsung menghapus air mata itu dengan ujung jarinya.

"Sudah sedihnya, sekarang kita nikmati malam ini dengan bahagia. Lihat, suka tidak?"

"Kamu mempersiapkannya sendiri?"

"Ya, hari ini entah mengapa semua orang sibuk jadi tak ada yang bisa ku mintai tolong."

"Terimakasih, ini sudah lebih dari cukup kok."

Tak mewah memang, karena Rico hanya menyiapkannya secara sederhana. Sebuah meja dengan kue tart kecil diatasnya dan juga balon balon serta ucapan happy birthday serta bunga bunga yang sengaja dirangkai untuk pemanis taman.

Tak adanya persiapan karena memang Rico dan Rena datang mendadak setelah bertemu dengan sang kakak di pagi harinya.

Keduanya menikmati kue dengan diselingi obrolan agar tak terlalu sepi. Hingga tepat pukul 12 malam, pendar lampu yang nampak indah meluncur dilangit dengan tulisan besar.

"Happy birthday adikku Citra."

Citra reflek menutup mulutnya dengan ke dua tangan. Tak lama, taman yang tadinya hanya berisi mereka berdua telah ramai oleh para karyawan restoran yang sengaja diminta menginap oleh Denisa untuk memberikan kejutan ini.

Awalnya, jika Radit mengaku mempunyai rasa khusus pada Citra. Denisa akan menjadikan momen itu sebagai hadiah bagi keduanya. Namun semua berjalan tak sesuai hadapannya. Radit bahkan dengan tegas mengatakan jika dirinya saat ini sedang tertarik pada Rena, bukan hanya tertarik namun juga telah jatuh cinta pada gadis yang tak lain adalah adik iparnya sendiri.

Lagu selamat ulang tahun dan tepuk tangan menggema disana. Suasana hening nan sunyi mendadak menjadi riuh.

Nampak di sana berdiri Radit yang masih berada di dekat Rena. Gadis itu nampak baru saja terbangun dari mimpinya.

"Ternyata kita keduluan." Sindir Denisa melirik ke arah Rico. Sedangkan yang di lirik memilih berpura-pura tak mendengar.

"Selamat ulang tahun, sayang. Kakak harap kebahagiaan selalu menemani hari harimu."

"Terimakasih, kak." Keduanya berpelukan erat. Setelahnya Radit mendekat, memeluk dua orang yang selama ini selalu bersamanya dalam suka dan duka.

"Bahagia selalu Cit. Selamanya kau tetap adalah adikku, adik yang paling ku sayangi."

Citra memeluk erat kedua orang yang dianggapnya kakak itu. Rico benar, hidup harus berjalan meski luka tak dapat dihindarkan. Lebih baik bangkit dari pada terus tenggelam dalam luka yang mungkin akan menenggelamkan jiwa. Berpikir waras mungkin lebih baik dari pada memiliki penyakit hati yang akan membuat diri kita sendiri merugi.

1
Ray Aza
rendah hati...
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ᵒᶠᶠ 𝐙⃝🦜
wah rena hamil ....
tpi rayyan udah sama jennie kan thor di kota B..
selamat ya ren
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ᵒᶠᶠ 𝐙⃝🦜
halah modus si raka,, minta mandi sekalian minta jatah ya 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ᵒᶠᶠ 𝐙⃝🦜
apa yg membuat mu ragu citra??? jangan pernah berfikir yg aneh", rico tulus mencintaimu, apa kau masih punya perasaan sama radit ???
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ᵒᶠᶠ 𝐙⃝🦜
bram menikah saja sama kakka iparnya
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ᵒᶠᶠ 𝐙⃝🦜
yaaaaahhhh end nya sedih
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ᵒᶠᶠ 𝐙⃝🦜
oalah ternyata arlan bukan anak kandung toh
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ᵒᶠᶠ 𝐙⃝🦜
itu air mata beneran atau air mata buaya ren
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ᵒᶠᶠ 𝐙⃝🦜
ternyata tuhan lebih menyayangi kakek nya radit
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ᵒᶠᶠ 𝐙⃝🦜
dasar wanita edannnn, gak merasa bersalah atas apa yg di lakukannya
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ᵒᶠᶠ 𝐙⃝🦜
nah rena, gimana tuh..
jangan menunda momongan lah.. biar kan berjalan sesuai kehendak yg kuasa.. kalian cukup ngadon aja 🤭
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ᵒᶠᶠ 𝐙⃝🦜
gass lagi dit 🤭🤭🤭
mau liat live streaming ini 🤣🤣
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ᵒᶠᶠ 𝐙⃝🦜
astaga rico mau menguping ya 🤣🤣🤣
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ᵒᶠᶠ 𝐙⃝🦜
keramas lah biar wangi ... kan mau unboxing 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ᵒᶠᶠ 𝐙⃝🦜
wkwkwk malam pertama cuy...
gass yok
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ᵒᶠᶠ 𝐙⃝🦜
walah buk , maaf ya raka udah sold out ..
ibu telat 🤭🤭
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ᵒᶠᶠ 𝐙⃝🦜
terharuuuu.... akhirnya ada yg mengakui jennie sebagai keluarga walau tak ada ikatan darah
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ᵒᶠᶠ 𝐙⃝🦜
mau ada pembicaraan serius kah kok ngumpulnya di kamar ???
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ᵒᶠᶠ 𝐙⃝🦜
yeeee 👏👏👏
akhirnya rencana berjalan lancar.
selamat untuk rena dan radit
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ᵒᶠᶠ 𝐙⃝🦜
ya ampun rena, awas kaget loh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!