Nasib Chloe Aubert bagaikan sebuah neraka yang tidak berujung. Segala penderitaan harus dia rasakan semenjak perceraian ke dua orang tuanya.
Dan ketika dia dewasa di di paksa menerima pernikahaan dengan seorang pria bernama Gazel Dwargo seorang bos Mafia sindikat perdagangan wanita, organ Tubuh manusia, Narkoba, senjata uranium dan lain-lain.
Bahkan pria ini memiliki sebuah hobby yang sangat menakutkan yaitu mendengar suara rintihan kesakitan yang terdengar seperti melodi di telinganya.
Semua karena keserahakan ibu tirinya, yang tega menjualnya pada Pria Psychopat ini. Sedangkan ayah kandungnya, hanya diam dan bahkan mendukung apa yang sedang di lakukkan oleh istrinya.
Membuat rasa percaya pada orang lain dalam dirinya menguap begitu saja.
Dan ketika dia sudah lelah menjalani hidupnya, Chloe berpikir untuk nekad melakukkan bunuh diri, tetapi ketika Gazel mengetahui niatnya itu, pria itu malah ingin membantu Chloe untuk melakukan hal gila itu.
“Aku adalah Kematian, kalau aku belum menentukan kapan kematianmu, maka itu bukanlah akhirmu! Meskipun kamu berteriak ingin mati, aku tidak akan membiarkanmu mati, sebelum aku bosan mendengar rintihanmu.” Gazel Dwargo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 28
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Seperti apa yang di katakan oleh Erald tadi, kini Chloe terlihat sedang berada di dalam kamarnya untuk bersiap - siap.
Tetapi, sudah dua jam berlalu Gazel masih tidak mendapatkan kabar jika istrinya sudah selesai merias diri.
“Sebenarnya dia membutuhkan waktu berapa lama untuk menyiapkan diri?!” Tanyanya dengan kesal pada Erald yang sedang berdiri di belakangnya.
“Tuan, apakah seharusnya saya menyusul Nyonya ?” Tanya Erald balik, karena dia juga tidak tahu mau memberikan jawaban apa kepada bosnya.
Gazel terlihat mengeraskan rahangnya, sudah 1 jam ini dia menunggu tetapi Chloe sama sekali tidak memperdulikannya.
Apakah wanita itu tidak ingat, alasan dia marah pagi ini? Dia benar - benar tidak suka di suruh menunggu.
“Biar aku saja yang melihatnya! Aku juga akan memberikan pelajaran pada gadis ini karena sudah berani membuatku menunggu!” Sahut Gazel, lalu berdiri dari duduknya dan mulai melangkahkan kakinya naik ke atas untuk melihat apa yang sedang di lakukkan istrinya hingga membutuhkan waktu yang sangat lama untuk bersiap.
****
“Chloe, berani sekali kamu?!” Kalimatnya terhenti, ketika melihat tubuh istrinya yang polos hanya mengenakan segitiga bermudanya saja.
Wanita itu sedang membaringkan tubuhnya berbaring dengan malas di tempat tidur. Dan ketika dia melihat Gazel datang, Chloe langsung cepat - cepat bangun dan tersenyum ke arah suaminya.
“Kebetulan sekali kamu datang, aku ingin menanyakan kamu, apakah aku bagus menggunakan kaca mata dalam yang hitam, atau yang merah?” Tanyanya tanpa merasa bersalah sedikitpun karena sudah membuat suaminya menunggu.
“Aku berikan kamu waktu dua jam untuk bersiap, dan aku juga sudah menunggu 1 jam dan kamu bahkan belum bisa menentukan kaca mata dalam mana yang mau kamu gunakan?!” Tanya Gazel, tidak percaya jika dia sedang berada di situasi seperti ini.
Chloe melebarkan matanya menatap ke arah Gazel. “Aku juga sudah menunggumu 1 jam untuk memilih ini!” Jawab Chloe dengan suaranya yang juga kurang bersahabat.
“Perutku sangat penuh karena tadi memakan banyak Mc donald dan meminum Bobba tea, jadi karena aku sangat kenyang membuat otakku tidak bisa bekerja, jadi aku membutuhkan kamu untuk memilihnya!” Sambungnya, dengan suara yang terdengar seperti perintah.
Membuat Gazel merasa harga dirinya semakin jatuh merosot karena Chloe terlihat semakin berkuasa.
Dan karena tidak mau berdebat, Chloe langsung menarik tubuh Gazel masuk ke dalam kamar dan mendudukannya di atas tempat tidur. “Aku akan menggunakan yang hitam, kamu tolong naikan Risletingnya ya.” Ucapnya dengan begitu santai memperlihatkan gunung kembarnya itu di depan Gazel tanpa rasa malu.
Gazel bahkan sampai menelan salivanya kasar karena merasa kukubirdnya sudah mulai berdiri di bawah sana. “Chloe, tidak bisakah kamu cepat mengenakannya?! Apakah kamu tidak malu seperti itu di depanku?” Tanyanya dengan suaranya yang sedikit resah.
Chlo tersenyum dengan tipis, lalu dia memakai kaca mata dalamnya itu dan lalu duduk di atas pangkuan Gazel. “Jangan dilihat makanya! Lebih baik kamu fokus membantuku menggunakanya.” Jawab Chloe, yang sebenarnya sengaja melakukkan itu.
Bukan karena dia ingin melemparkan tubuhnya pada Gazel dengan mudah, namun dia mengingat jika pria yang sedang memangkunya itu adalah seorang pria hyper S ex, jadi dia dengan sengaja memancing hasrat pria ini dan lalu menjatuhkannya tanpa mendapatkan kenikmatan.
Gazel menarik nafasnya dalam, sembari memejamkan matanya, apa lagi aroma Coklat dari tubuh Chloe yang membuatnya merasa ingin menggigitnya saat ini juga. “Kenapa diam?! Cepat bantu aku! Kalau tidak kita akan terlambat.”
What? Wanita ini barusan memerintahnya? Kenapa terkesan saat ini harga dirinya benar - benar jatuh?
Tetapi, karena tidak mau keadaan ini terus berlanjut, Gazel memilih untuk cepat menaikan Risleting kaca mata itu. Tetapi dia tidak mungkin melakukkan itu tanpa imbalan.
Ketika Chloe ingin bangkit, tangannya dengan cepat meremmmas gunung kembar Chloe dengan kencang. “Apa yang kamu lakukkan! Lepaskan aku!” Sentak Chloe, berusaha melepaskan remmmasan jemari Gazel pada gunung kembarnya. Namun itu terlalu kuat, sehingga dia tidak bisa melakukkannya.
Tatapi di detik selanjutnya, Gazel meniup lehernya yang terbuka, membuat tubuh Chloe sedikit merasa sedang tersengat sesuatu.
“Aku tahu kamu sedang bermain denganku! Tapi jangan berpikir jika aku akan terjatuh dalam jebakanmu nona Manis.” Bisiknya dengan sen sual di telinga Chloe.
“Karena ini inginmu, aku akan menurutinya, aku tidak akan menyentuhmu sampai kamu yang merangkak mengemis meminta aku untuk memuaskanmu! Camkan itu baik - baik.” Tambahnya lagi, dan karena dia sudah terlalu gemas, dia langsung menggigit daun telinga Chloe, sedikit membuat wanita itu sedikit mengeluarkan suara erangan yang membuat Gazel tersenyum melihatnya.
Tetapi karena dia sudah mengucapkan sebuah perjanjian, maka dia hanya bisa menggeser tubuh Chloe ke sebelahnya, “cepat berpakaian! Aku menunggu 15 menit! Kalau kamu masih tidak muncul, aku akan membuat kamu menyesal!” Perintahnya sekaligus memberikan ancaman untuk istrinya.
Chloe menatap Gazel penuh dengan rasa kesal, dan ketika dia melihat pria itu berjalan keluar dari kamarnya, Chloe langsung mengumpat. “Ahhhhh Chloe bodoh!!! Kenapa tadi kamu harus mengeluarkan suara seperti itu sihh!!!!” Ujarnya memaki dirinya sendiri.
Sedangkan Gazel, yang baru saja keluar dari kamar terlihat mengeluarkan senyum kemenanganya.
Mungkin memang benar apa yang dia pikirkan tadi, jika untuk menundukan istrinya, dia tidak bisa menggunakan kekerasan seperti yang biasa dia gunakan untuk menundukan wanita lain.
Karena wanita yang dia nikahi kali ini sangat berbeda dan menantangnya untuk bekerja lebih keras agar bisa mencari kelemahannya.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*